EFEKTIVITAS PIJAT OKSITOSIN TERHADAP
PRODUKSI ASI
PADA IBU NIFAS NORMAL
RATNA
NURINDAH SARI
ABSTRAK
Breast milk is the ideal nutrition for babies that contains nutrients that best suit
the needs of babies and contains a set of protective substances to fight disease.
Insufficient milk production results in exclusive breastfeeding not being achieved
and breast milk not being given to the baby. Efforts that can be made to increase
milk production include oxytocin massage. The formulation of the problem is,
"Is oxytocin massage effective on milk production in normal postpartum mothers
PENDAHULUAN
World Health Organization (WHO) merekomendasikan agar setiap
bayi baru lahir mendapatakan ASI secara eksklusif selama enam bulan.
WHO dan United Nations of Children’s Fund (UNICEF) dalam strategi
global pemberian makanan pada bayi dan anak, menyatakan bahwa pencegahan
kematian bayi adalah dengan pemberian makanan yang tepat, yaitu pemberian
ASI eksklusif selama 6 bulan kehidupan dan pengenalan makanan pendamping
ASI (MPASI) yang aman dan bergizi pada usia 6 bulan bersamaan dengan
pemberian ASI lanjutan hingga usia 2 tahun atau lebih (WHO, 2020).
Pada tahun 2020 di Benua Eropa cakupan ASI eksklusif sebesar 20%.
Cakupan pemberian ASI eksklusif di Amerika Latin dan Karibia sebesar 32%,
Afrika Tengah sebesar 25%, Asia Timur sebesar 30%, Asia Selatan sebanyak
47%, dan negara berkembang sebanyak 46%.
Cakupan bayi yang mendapat ASI eksklusif di Indonesia tahun 2020
berjumlah 67,74%.
Cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan di Jawa Tengah
pada tahun 2020 sebanyak 69,46%
Kota Semarang sendiri pada tahun 2020, cakupan ASI eksklusif
sebanyak 55,4%
Salah satu cara untuk merangsang hormon oksitosin dan meningkatkan rasa nyaman adalah
dengan pijat oksitosin
Pijat oksitosin merupakan stimulasi yang dapat memberikan refleks let down dan dapat
membantu merangsang pelepasan hormon oksitosin sehingga mempertahankan produksi ASI
serta memberikan rasa aman dan nyaman pada ibu
Pijat oksitosin juga bermanfaat untuk meningkatkan kenyamanan, meningkatkan gerak ASI
ke payudara, menambah pengisian ASI ke payudara, memperlancar pengeluaran ASI dan
mempercepat proses involusi uterus
METODOLOGI PENELITIAN
Jenis penelitian ini merupakan penelitian quasy experiment.
Bentuk desain penelitian yang dipilih adalah pretest-posttest one group design.
Sampel dalam penelitian ini adalah ibu postpartum normal yang memenuhi kriteria
inklusi dan eksklusi di PMB Hj. Istirochah, Kecamatan Semarang Barat, Kota
Semarang sebanyak 22 sampel.
Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik
purposive sampling.
Analisis data menggunakan uji Wilcoxon
Distribusi Frekuensi Analisis Efektivitas Pijat Terdapat perbedaan
produksi ASI sebelum
Responden Oksitosin terhadap dan setelah dilakukan
Berdasarkan Produksi Produksi ASI pijat oksitosin. Hasil
tersebut menunjukkan
Volume ASI Selisih P
bahwa Ha2 diterima dan
Minimu Maxim Std. Min - Mean Std. value Z
Hasil N m um Mean Deviation Hasil Max Mean Deviation H02 ditolak yang berarti
Sebelu 22 8 30 20.14 8.219 Sebelu
m m 8 - 30 20.14 8.219
bahwa pijat oksitosin
4,12 efektif terhadap produksi
31,68 0,000
Sesuda 22 25 70 51.82 13.675 Sesud 7 ASI Ibu postpartum
h ah 25 -
51.82 13.675
70 normal di PMB Hj.
Istirochah Semarang.
Rata-rata produksi volume ASI responden Produksi ASI sebelum pemberian pijat Berdasarkan nilai z
sebelum diberikan pijat oksitosin sebesar oksitosin rata-rata sebesar 20,14 cc/ml, diperoleh sebesar 4,127
20,14 cc/ml dengan volume ASI terendah kemudian setelah dilakukan pijat menandakan bahwa
sebesar 8 cc/ml dan volume ASI tertinggi oksitosin rata-rata produksi ASI pemberian pijat oksitosin
sebesar 30 cc/ml. Sesudah diberikan pijat sebesar 51,82 cc/ml. Terjadi 4,127 kali dapat
oksitosin, rata-rata volume ASI sebesar peningkatan rata-rata produksi ASI meningkatkan produksi
51,82 cc/ml dengan volume ASI terendah sebesar 31,68 cc/ml setelah dilakukan
ASI ibu Nifas.
sebesar 25 cc/ml dan volume ASI tertinggi pijat oksitosin
sebesar 70 cc/ml.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
Menunjukkan dengan diberikan pijat oksitosin dapat memperlancar
produksi ASI pada ibu postpartum. Dengan dilakukan pijat oksitosin pada
punggung ibu memberikan kenyaman serta ketenangan pada ibu. Secara
fisiologis, merangsang refleks oksitosin atau refleks let down untuk
mensekresi hormon oksitosin ke dalam darah. Oksitosin menyebabkan sel-
sel myopitelium di sekitar alveoli berkontraksi dan membuat ASI mengalir
dari alveoli ke duktus melalui sinus dan puting kemudian siap di hisap oleh
bayi. Dengan di lakukan pijat oksitosin ibu akan merasa rileks, lebih
nyaman, kelelahan setelah melahirkan akan hilang sehingga dengan di
lakukan pemijatan akan merangsang hormon oksitosin dan ASI pun akan
cepat keluar
Kesimpulan & Saran
Pijat oksitosin efektif dalam
meningkatkan produksi ASI pada ibu
postpartum. Terjadi peningkatan rata-
rata produksi ASI sebesar 31,68 cc/ml Diharapkan peneliti selanjutnya
setelah dilakukan pijat oksitosin. dapat meneliti tentang efektivitas
Hasil uji statistik menggunakan uji pijat oksitosin dikembangkan
Wilcoxon diperoleh nilai p value = dengan menggunakan aroma terapi
0,000 < 0,05 bahwa setiap 1 kali yang dapat meningkatkan produksi
pemberian pijat oksitosin membuat ASI.
ibu postpartum berpotensi 4,127 kali
dapat meningkatkan produksi
ASInya (Z = 4,127).