0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
56 tayangan14 halaman

Penanganan Ruam Popok pada Bayi

Dokumen tersebut membahas tentang diaper rash pada bayi, yang merupakan iritasi kulit yang terjadi di daerah tertutup popok. Diaper rash disebabkan oleh beberapa faktor seperti jamur, bakteri, udara panas dan lembab, serta kebersihan popok yang kurang. Gejalanya berupa kemerahan dan benjolan di daerah sekitar popok. Penanganannya meliputi menjaga kebersihan, menggunakan minyak zaitun atau kelapa

Diunggah oleh

gina nuralia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
56 tayangan14 halaman

Penanganan Ruam Popok pada Bayi

Dokumen tersebut membahas tentang diaper rash pada bayi, yang merupakan iritasi kulit yang terjadi di daerah tertutup popok. Diaper rash disebabkan oleh beberapa faktor seperti jamur, bakteri, udara panas dan lembab, serta kebersihan popok yang kurang. Gejalanya berupa kemerahan dan benjolan di daerah sekitar popok. Penanganannya meliputi menjaga kebersihan, menggunakan minyak zaitun atau kelapa

Diunggah oleh

gina nuralia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DIAPER

RASH
GINA NURALIA-2350351044
LATAR BELAKANG

Diaper rash merupakan masalah kulit yang seringkali


kita temukan pada kulit yang tertutup diapers dan sering
terjadi pada bayi dan anak-anak. Daerah kulit yang
seringkali terjadi ruam dikarenakan diapers yaitu sekitar
bokong dan kemaluan, diaper rash juga diakibatkan oleh
jamur dan bakteri (Meliyana & Hikmalia, 2017).
TUJUAN &
MANFAAT
Untuk mengetahui dasar teori tentang diaper rush pada bayi baru lahir.
1

Diharapakan dapat menambah pengetahuan ilmu kebidanan khususnyapada


2 bayi baru lahir
PENGERTIAN
Diaper rash adalah iritasipada kulit bayi yang terjadidi daerah [Link]
bisa terjadijika popok basahnyatelat diganti,atau popoknya terlalu kasar
dan tidak menyerap keringat,infeksi jamur atau bakteri atau bahkan
eksema. Ruam popok atau diaper rash merupakan masalah kulit pada
daerahgenital bayi yang ditandai dengan timbulnya bercak-barcak merah
dikulit,biasanya terjadipada bayi yang memiliki kulit sensitif dan mudah
terkena iritasi. Ruam popok (diaper rash) adalah gangguan yang lazim
ditemukan pada bayi.
GEJALA
Gejala diaper rash
Gejala yang bisa ditemukan olehkarena jamur
pada diaper rash oleh kontak candidayang ditandai dengan
dengan iritan seperti kemerahan bercak atau bintik
yang meluas, berkilat, kadang kemerahan warna merah
mirip luka bakar, timbul bintik- terang,basah dengan lecet-
bintik merah lecet atau luka Gejala yang terjadi akibat lecet pada selaput lendir
bersisik, kadang membasah dan
gesekan yang berulang pada anus dan kulit sekitar anus,
bengkak pada daerah yang
tepi popok, yaitu bercak lesi berbatas tegas dan
paling lama berkontak dengan
kemerahan yang membentuk terdapat lesi lain
popok, seperti pada pahabagian
dalam dan lipatan paha. garis di tepi batas popok disekitarnya (Trinovadela et
pada paha dan perut. al., 2016)

1 2 3
KLASIFIKASI DERAJAT
1 (RINGAN)

• Terjadi kemerahan samar-samar


pada daerah diapers.
• Terjadi kemerahan kecil pada
daerah diapers.
• Kulit mengalami sedikit
kekeringan. Terjadi benjolan
(papula) sedikit.
KLASIFIKASI DERAJAT
2 (SEDANG)
• Terjadi kemerahan samar-samar pada
daerah diapers yang lebih besar.
• Terjadi kemerahan pada daerah diapers
dengan luas yang kecil.
• Terjadi kemerahan yang intenspada daerah
sangat kecil
• Terjadi benjolan (papula) dan tersebar.
• Kulit mengalami kekeringan skala sedang.
KLASIFIKASI DERAJAT
3 (BERAT)
• Terjadi kemerahan pada daerah yang lebih
besar.
• Terjadi kemerahan yang intenspada daerah
yang lebih besar.
• Kulit mengalami pengelupasan.
• Banyak terjadi benjolan (papula) dan tiap
benjolan terdapat cairan (pustula).
• Kemungkinan terjadi edema
(pembengkakan).
ETIOLOGI

1 Penggunaan popok yang lama

Tidak segera mengganti popok setelah bayi atau anak buang air kecil atau
2 buang air besar.
PENYEBAB LAIN
• Infeksi mikro-organisme (terutama bakteridan jamur)
• Alergi bahan popok
• Gangguan pada kelenjar keringatdi area yang tertutup
popok
• Kebersihan kulit yang tidakterjaga
• Udara atau suhu di lingkungan yang terlalu panas atau
lembab
• Akibat diare
• Reaksi kontak terhadap karet, plastik, detergen
(Trinovadela et al., 2016)
PENANGANAN
• Hindari daerah diaper rash agar tidak terkena air dan harus tetap dibiarkan terbuka supaya kulit tidak
begitulembab,
• Bersihkan daerah diaper rash dengan menggunakan kapas halus yang mengandung minyak (Zaitun
atau Minyak Kelapa),sedangkan bila anak BAB dan BAK harus segera dibersihkan dan dikeringkan,
• Pastikan posisi tidur anak yang nyaman agar tidak terlalu menekankulit atau daerah yang terkena
iritasi.
• Usahakan memberikan makanan yang nutrisinya seimbang karena dengan memberikan makanan
yang mengandung gizi seimbang dapat mempengaruhi kadar asam pada feses yang dikeluarkan anak.
• Selalu pertahankan kebersihan pakaian dan alat-alat yang digunakan
• Melakukan perawatan perianal
• Pemberian terapi non farmakologi
VCO
VCO juga banyak mengandung polifenol. Senyawa organik ini memiliki manfaat sebagai zat
antioksidan yang berguna untuk regenerasi sel-sel tubuh yang rusak (Wardani, 2009).
Selanjutnya, VCO juga memiliki kandungan vitamin E dan K yang tinggi. Vitamin E dan K
dapat menjaga kelembaban dan kesegaran kulit, serta kedua vitamin tersebut juga berfungsi
sebagaizat antioksidan yang berguna dalam regenerasi sel tubuh,terutama sel-sel kulit.
Kemudian dilanjutkan penelitian yang dilakukanoleh Meliyana &Hikmalia (2017) dengan
pengaplikasian coconut oil selama 4 hari pagi dansore sebanyak 2 ml dari 16 sampel bayi,
didapat hasil 7 bayi (43,8%) mengalami kesembuhan, 7 bayi (43,8%) mengalami diaper rash
derajat 1 dan 2 bayi (12,5%) mengalami diaper rash derajat 2, hal ini dikarena kurangnya
menjaga kebersihan dari orang tua bayi dan tidak segera mengganti diapers bayiketika sudah
penuh urine dan feses.
EVOO
Masyarakat mengakui bahwa minyak zaitun dengan kualitas paling baik yaitu Extra Virgin Olive Oil
(EVOO) dimana didalamnya mengandung banyakantioksidan seperti fenoldan vitamin Eyang berasal
dariperasan pertama buah [Link] dalam minyak zaitun terdapat banyak squalene, sterol, tokoferol, fenol,
pigmen, dan vitamin E. Senyawa kandungan minyak zaitun tersebut dapat menyembuhkan sel kulit yang
mengalami kerusakan, mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menetralkan kulit dari radikal
bebas,menyembuhkan ruam merah padakulit, menjaga kulittetap lembap, dan mencegah iritasi pada kulit
(Apriyanti, 2012).
pada penelitian Simanjuntak dkk pada tahun 2023 Setelah diberi terapi minyak zaitun mayoritas responden
mengalami kejadian ruam popok derajat ringan yaitu sebanyak 26orang (65,0 %), dan kejadian ruam popok
derajat sedang sebanyak 14 orang (35,5 %) setelah dilakukan terapi minyak zaitun (Olive oil) selama 7 hari.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan minyak zaitun mampu mengurangi derajat ruam popokkarena
dapat dipergunakanuntuk melembabkan permukaankulit tanpa menyumbat pori,serta untuk
meremajakankulit. Apabila digunakan secarateratur maka minyak zaitun sangat efektif untuk obat alternatif
pencegahan ruam popok pada bayi.
THANK
YOU

Anda mungkin juga menyukai