TENTANG
TATA TERTIB BERLALU LINTAS
YANG BAIK DAN BENAR
PROFILE
Rahman Setia ST
Jakarta 1 Juli 1982 - Sekjen ASLIK3 INDONESIA
Perum Mutiara Jaya Regency Blok B2 / 7- Ketua MPK2I Jawa Barat
Karawang - Pengurus IPTEK P2BK3I Jakarta
081283407370
A. MANAGEMENT SKILL : B. CERTIFICATE :
ISO 14001 Ahli K3 Umum
ISO 45001 Ahli K3 Kebakaran Kelas DC
ISO 9001 Ahli PAA
ISO 22000 Training for Trainer
SMK3 Master Of Trainer
ISPO Auditor ISO 9001 (QMS)
RSPO Auditor ISO 14001 (EMS)
GIS Auditor SMK3
BNSP Auditor ISPO
Integrated Auditor ISO 9001, 14001 & ISO 45001
PROPER Hijau
Safety Riding & Defensive Driving
DEFINISI :
• Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah satu kesatuan sistem yang terdiri dari
Lalu Lintas, Jaringan Lalu Lintas & Angkutan Jalan, Prasarana Lalu Lintas,
Kendaraan, Pengemudi Pengguna Jalan, serta pengelolanya.
• Lalu Lintas adalah gerak Kendaraan dan orang di Ruang Lalu Lintas Jalan.
• Angkutan adalah perpindahan orang dan/atau barang dari satu tempat ke
tempat lain dengan menggunakan Kendaraan di Ruang Lalu Lintas Jalan.
• Ruang Lalu Lintas Jalan adalah prasarana yang diperuntukan bagi gerak
pindah Kendaraan, orang, dan/atau barang yang berupa Jalan dan fasilitas
pendukung.
• Jalan adalah seluruh bagian Jalan, termasuk bangunan pelengkap dan
perlengkapannya yang diperuntukan bagi Lalu Lintas umum, yang berada
pada permukaan, diatas, dibawah tanah, dan/atau air, serta diatas
permukaan air, kecuali jalan rel dan jalan kabel.
TUJUAN UMUM
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan diselenggarakan dengan tujuan :
a) Terwujudnya pelayanan Lalu Lintas & Angkutan Jalan yang aman, selamat, tertib,
lancar, dan terpadu dengan moda angkutan lain yang mendorong perekonomian
nasional, memajukan kesejahteraan umum, memperkukuh persatuan & kesatuan
bangsa, serta mampu menjunjung tinggi martabat bangsa.
b) Terwujudnya etika berlalu lintas dan budaya bangsa; dan
c) Terwujudnya penegakkan hukum dan kepastian hukum bagi masyarakat.
TUJUAN SAFETY RIDING
1. Membekali karyawan tentang apa yang wajib diketahui
sebagai pemilik, pemakai kendaraan bermotor dan sebagai
pemakai atau pengguna jalan.
2. Membekali karyawan tentang bagaimana mengendarai
kendaraan bermotor yang aman dan nyaman bagi diri sendiri
dan orang lain.
3. Mengurangi angka kecelakaan lalu-lintas.
4. Mengurangi pandangan sebagian kecil masyarakat bahwa
kendaraan bermotor khususnya sepeda motor sangat
membahayakan keselamatan manusia.
SECARA SEDERHANA PENYEBAB KECELAKAAN
JADILAH PELOPOR KESELAMATAN BERLALU LINTAS
DAN BUDAYAKAN KESELAMATAN SEBAGAI KEBUTUHAN
WHY...?
PENGETAHUAN BERKENDARA YANG BURUK
Kebanyakan driver belum menerima pelatihan pengemudi defensif sejak SMA.
Jumlah kendaraan bermotor yang meningkat dan kelalaian manusia,
menjadi faktor utama terjadinya peningkatan kecelakaan lalu lintas.
Data Kepolisian RI :
- 2011, terjadi kecelakaan sebanyak 109.776 kasus, dengan korban
meninggal sebanyak 31.185 orang.
- 2012 terjadi 109.038 kasus kecelakaan dengan korban
meninggal dunia sebanyak 27.441 orang.
- 2013 lalu terdapat 101.037 kecelakaan Lalu Lintas yang merenggut
nyawa 25.157 orang. Sedangkan kerugian yang ditimbulkan
mencapai Rp 254 milyar lebih.
"Indonesia menempati peringkat ke 5 di Dunia sebagai Negara
dengan tingkat kecelakaan Lalu Lintas tertinggi,
Setiap jam setidaknya terdapat 12 kasus laka lalin yang merenggut 3
korban jiwa. Setiap harinya, 69 nyawa melayang di jalan raya.
Data Kepolisian RI :
1. Tipe tabrakan paling banyak yang terlibat kecelakaan adalah samping-depan
yaitu sebesar 57,58%.
2. Jenis kendaraan paling banyak yang terlibat kecelakaan adalah sepeda motor
yaitu sebesar 44,27%.
3. Korban kecelakaan paling banyak mengalami luka berat yaitu sebesar 58,59%.
Dari hasil wawancara terhadap 1620 pengemudi di daerah rawan kecelakan
terlihat bahwa:
Karakteristik pengemudi yang paling dominan adalah sebagai berikut:
a. berumur 16 -40 tahun (75,5%);
b. memiliki SIM C (46,54%);
c. memiliki tingkat pendidikan SLTP sampai dengan SLTA (74,45%) dan
berprofesi swasta (40,11%).
1. FAKTOR MANUSIA 50 %
2. FAKTOR KENDARAAN 10 %
FAKTOR PENYEBAB :
3. FAKTOR JALAN 10 %
1. KEMACETAN
4. FAKTOR INFRASTRUKTUR 10 %
2. PELANGGARAN
3. KECELAKAAN 5. FAKTOR ALAM 5%
6. FAKTOR PSIKOLOGI MASSA 10 %
7. FAKTOR PENEGAKAN 5%
SATUAN LALU LINTAS POLRES KOTA BEKASI
SUMBER DAYA MANUSIA
KESABARAN
KEBIASAAN
EMOSIONAL
PENYAKIT
USIA
The many faces of
Road Rage
TIGA FAKTOR YANG SERING TERJADI :
Fatigue
Inexperience Impairment*
5 BESAR GANGGUAN SAAT
BERKENDARA
The Survey Says:
1. Berbicara sesama Penumpang 96%
2. Menyesuaikan kondisi kendaraan / kontrol 89%
3. Makan / minum 74%
4. Memakai Telephone 51%
5. Mengurus Anak-anak 41%
TIPS BERKENDARA MOBIL YANG BAIK:
Mata selalu melihat jalur perjalanan Anda
Amati kaca spion setiap 4-6 detik (cari tahu apa yang terjadi
di belakang dan di sisi kendaraan Anda)
Lihat dashboard setiap 20 detik (amati kontrol kecepatan
dan alat pengukur peringatan)
Ikuti kendaraan depan tidak lebih dekat dari 3 detik.
(memungkinkan untuk waktu reaksi jika diperlukan)
Penggunaan sabuk pengaman yang tepat mengurangi
kemungkinan cedera fatal atau serius sampai 44%
Ketika berhenti di belakang kendaraan lain Anda harus
dapat melihat roda belakang mobil tersebut dengan baik
Jarak aman dengan kendaraan depan berdasarkan konsep
panjang satu kendaraan per setiap 10 mph
ALUR BAN
REM
SPION
KNALPOT
STANG
LAMPU
RUSAK
BANYAK TIKUNGAN TAJAM
LICIN
BERBATU
SEMPIT
RAMBU-RAMBU
TROTOAR
MARKA JALAN / ZEBRA CROSS
JALUR PEMISAH
JEMBATAN PENYEBRANGAN
TRAFIGHT LIGHT
1. PERINGATAN ( KUNING)
MENYATAKAN PERINGATAN / TEMPAT
BAHAYA
2. LARANGAN (MERAH)
MENYATAKAN PERBUATAN YG DILARANG
DILAKUKAN OLEH PEMAKAI JALAN.
3. PERINTAH (BIRU)
MENYATAKAN PERINTAH YG WAJIB
DILAKUKAN OLEH PEMAKAI JALAN
4. PETUNJUK (BIRU, COKLAT, HIJAU)
MENYATAKAN PETUNJUK :
JURUSAN
Rambu lalu lintas adalah salah JALAN
SITUASI
satu alat perlengkapan jalan
KOTA
dalam bentuk tertentu yg memuat PENGATURAN
lambang, huruf, angka, dan / FASILITAS
perpaduan diantaranya yg DLL
digunakan utk memberikan
peringatan, larangan, perintah
dan petunjuk bagi pemakai jalan.
(Pasal 106 ayat (4) a UULAJ)
Pada persimpangan Jalan yang tidak dilengapi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas,
pengemudi Kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain
oleh Rambu Lalu Lintas atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas.
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang akan membelok
atau berbalik arah, tanpa memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau
isyarat tangan sebagaimana dimaksud pasal 112 dipidana dengan kurungan
paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp.250.000.00 (dua ratus
lima puluh ribu rupiah).
BERFUNGSI MENGATUR, MEMPERINGATKAN dan
MENUNTUN PEMAKAI JALAN
1. MARKA MEMBUJUR
GRS UTUH (DILARANG MELINTASI)
GRS PUTUS( BOLEH MELINTAS)
GRS GANDA UTUH & PUTUS2
Marka Jalan adalah tanda GRS GANDA UTUH & UTUH
lalu lintas yg digambar dg
2. MARKA MELINTANG.
cat atau lain-lain pada GRS UTUH ( BATAS BERHENTI / STOP LINE )
permukaan jalan dg GRS PUTUS (BATAS MEMBERI KESEMPATAN )
maksud untuk memberi
3. MARKA SERONG ( PARKIR )
petunjuk pada para
pengendara. 4. MARKA LAMBANG
(Pasal 106 (4) b UULAJ) PANAH
SEGI TIGA
TULISAN
TANAH LONGSOR
CUACA
KABUT
BANJIR
TILANG
TAHAN BB, & TSK
SIDANG
KLASIFIKASI PELANGGARAN YG DAPAT DITINDAK
DENGAN MENGGUNAKAN TILANG (ACARA CEPAT)
BERDASARKAN ANCAMAN HUKUMAN
PELANGGARAN denda RP.100.000,00
RINGAN
27 PASAL
RP.250.000,00
51 PELANGGARAN denda RP.500.000,00
SEDANG
PSL 20 PASAL RP.750.000,00
PELANGGARAN denda RP.1.000.000,00
BERAT
4 PASAL RP.3.000.000,00
SANKSI HUKUM
Selain pidana penjara, kurungan, atau denda, pelaku
tindak pidana Lalu Lintas dapat dijatuhi pidana
tambahan berupa pencabutan Surat Izin Mengemudi
atau ganti kerugian yang diakibatkan oleh tindak
pidana lalu lintas.
KLASIFIKASI PELANGGARAN YG DAPAT DITINDAK
DENGAN MENGGUNAKAN TILANG (ACARA CEPAT)
BERDASARKAN ANCAMAN HUKUMAN
PELANGGARAN denda RP.100.000,00
RINGAN
27 PASAL
RP.250.000,00
51 PELANGGARAN denda RP.500.000,00
SEDANG
PSL 20 PASAL RP.750.000,00
PELANGGARAN denda RP.1.000.000,00
BERAT
4 PASAL RP.3.000.000,00
SANKSI HUKUM
Selain pidana penjara, kurungan, atau denda, pelaku
tindak pidana Lalu Lintas dapat dijatuhi pidana
tambahan berupa pencabutan Surat Izin Mengemudi
atau ganti kerugian yang diakibatkan oleh tindak
pidana lalu lintas.
DILARANG LANGSUNG BERBELOK KIRI KECUALI DITENTUKAN
LAIN OLEH RAMBU LALU LINTAS ATAU APIL
SANKSI PIDANA DLM PSL : 287 (2) KURUNGAN 2 BULAN
ATAU DENDA 500 RIBU
PASAL 107
(1) PENGEMUDI KENDARAAN BERMOTOR WAJIB MENYALAKAN LAMPU KENDARAAN
BERMOTOR YANG DIGUNAKAN DI JALAN PADA MALAM HARI DAN PADA KONDISI
TERTENTU
(2) PENGEMUDI SEPEDA MOTOR SELAIN MEMATUHI KETENTUAN SEBAGAIMANA
DIMAKSUD PADA AYAT (1) WAJIB MENYALAKAN LAMPU UTAMA PADA SIANG HARI
KETENTUAN PIDANA :
PASAL 287
(1) MELANGGAR RAMBU LALU LINTAS PIDANA KURUNGAN 2 (DUA) BULAN DENDA RP 500.000
(LIMA RATUS RIBU RUPIAH )
PASAL 293
(2) MENGENDARAI SEPEDA MOTOR DI JALAN TIDAK MENYALAKAN LAMPU UTAMA PADA SIANG
HARI DIPIDANA DENGAN PIDANAN KURUNGAN 15 ( LIMA BELAS) HARI DENDA RP 100.000,00
(SERATUS RIBU RUPIAH)
PSL 108
DALAM BERLALU LINTAS PENGGUNA JALAN HARUS GUNAKAN
JALUR JALAN SEBELAH KIRI (AYAT (1))
SEPEDA MOTOR, KENDARAAN BERMOTOR YANG KECEPATANNYA
LEBIH RENDAH, MOBIL BARANG, DAN KENDARAAN TIDAK
BERMOTOR BERADA PADA LAJUR KIRI JALAN. ( AYAT (3) )
SETIAP ORANG MENGENDARAI DAN MENUMPANG
SEPEDA MOTOR WAJIB MENGGUNAKAN HELM YANG
MEMENUHI STANDART NASIONAL INDONESIA
KETENTUAN PIDANA :
PASAL 291
(1) TIDAK MENGENAKAN HELM STANDAR
NASIONAL INDONESIA DIPIDANA KURUNGAN
1 (SATU) BULAN ATAU DENDA Rp250.000,000
( DUA RATUS LIMA PULUH RIBU RUPIAH )
PENTINGNYA HELM SNI
BAGI KESELAMATAN
PENGGUNA SEPEDA
MOTOR
JADILAH PELOPOR KESELAMATAN BERLALU LINTAS DAN
BUDAYAKAN KESELAMATAN SEBAGAI KEBUTUHAN
GUNAKAN HELM YANG BENAR
Helm yang baik adalah yang menutup kepala secara penuh ( Full Face )
atau terbuka dibagian rahang ( Open Face ). Tipe Full Face memberi
perlindungan yang lebih baik dari angin, debu, air, batu dan serangga. Tipe
ini juga memberi perlindungan lebih baik kepada rahang dan gigi. Namun
demikian keduanya harus memiliki tiga lapisan :
1. Lapisan luar yang keras ( Hard Outer Shell )
Didesain untuk dapat pecah jika mengalami benturan untuk mengurangi
dampak tekanan sebelum sampai ke kepala. Lapisan ini biasanya terbuat
dari bahan Polycarbonate.
2. Lapisan dalam yang tebal ( Inside Shell or Liner )
Berfungsi untuk meredam benturan dan gesekan ketika helm bersentuhan
dengan obyek tak bergerak.
Tujuannya untuk melindungi tulang tengkorak dari keretakan. Biasanya
terbuat dari Polystyrene ( Styrofoam )
3. Lapisan dalam yang lunak ( Comfort Padding )
Merupakan bagian dalam yang terdiri dari bahan lunak dan kain untuk
menempatkan kepala secara pas dan tepat pada rongga Helm.
Jangan memakai Helm Plastik,
Helm Proyek,
Helm tanpa pengikat dagu
PASAL 68 AYAT (1)
Setiap Kendaraan Bermotor yang di operasikan di
Jalan wajib dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor
Kendaraan (STNK) Bermotor dan Tanda Nomor
Kendaraan Bermotor.
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di
Jalan yang tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan
Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik
Indonesia dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2
(dua) bulan atau denda paling banyak Rp.500.000,00 (lima
ratus ribu rupiah).
SETIAP PENGEMUDI KENDARAAN BERMOTOR
WAJIB MEMILIKI SURAT IJIN MENGEMUDI ( SIM )
TIDAK MEMILIKI SIM SEBAGAIMANA DIMAKSUD Psl. 77 (1) /
KURUNGAN 4 BLN ATAU DENDA 1 JT.
SETIAP ORANG YG MENGEMUDIKAN RANMOR DI
JALAN WAJIB MENGEMUDIKAN DNG WAJAR DAN
PENUH KONSENTRASI
(Psl 106 Ayat (1))
SEBAGAIMANA DIMAKSUD Psl. 283
KURUNGAN 3 BLN ATAU DENDA Rp 750 Ribu
PENUH KONSENTRASI :
• PENUH PERHATIAN
• TIDAK TERGANGGU
KARENA :
a) SAKIT
b) LELAH
c) MENGANTUK
d) MENGGUNAKAN
TELEPON
e) MENONTON TV/VIDEO
f) MEMINUM ALKOHOL/
g) OBAT
KECELAKAAN LALU LINTAS adalah peristiwa
yang terjadi di jalan raya yang melibatkan beberapa kendaraan dan
tanpa disengaja yang menimbulkan korban luka ringan, luka berat,
meninggal dunia dan beberapa kerugian materi.
Kecelakaan lalu lintas juga telah berdampak pula terhadap
kemiskinan, karena menimbulkan biaya perawatan, kehilangan
produktifitas, kehilangan pencari nafkah dalam keluarga yang
menyebabkan trauma, stress dan penderitaan yang berkepanjangan.
7 Dosa Kecelakaan
• Menyusahkan pihak lain yang terlibat.
• Menyusahkan masyarakat karena kemacetan.
• Menyusahkan perusahaan Anda.
• Menyusahkan teman Anda.
• Menyusahkan keluarga Anda.
• Mengorbankan waktu dan uang.
• Merusak Reputasi Anda.
JADILAH PELOPOR KESELAMATAN BERLALU LINTAS DAN BUDAYAKAN KESELAMATAN SEBAGAI KEBUTUHAN
1. LENGAH
2. NGANTUK
3. MABUK
4. LELAH
MANUSIA 5. TIDAK TERAMPIL
6. TIDAK TERTIB
7. HANDPHONE
1. BAN
FAKTOR 2. REM
PENYEBAB KENDARAAN 3. SPION
KECELAKAAN 4. LAMPU
5. TIDAK LAYAK JALAN
6. KELEBIHAN MUATAN
1. JALAN BERLUBANG
LINGKUNGAN
2. LICIN
3. BANYAK TIKUNGAN
TAJAM
4. BERBATU
AYAT 1
PENGEMUDI KENDARAAN BERMOTOR YANG AYAT 2
TERLIBAT PERISTIWA KECELAKAAN
LALU LINTAS WAJIB: APABILA PENGEMUDI KENDARAAN
1. MENGHENTIKAN KENDARAANNYA BERMOTOR SEBAGAI MANA DI MAKSUD
2. MENOLONG ORANG YANG MENJADI DALAM AYAT (1) OLEH KARENA KEADAAN
KORBAN KECELAKAAN MEMAKSA TIDAK DAPAT MELAKSANAKAN
3. MELAPORKAN KECELAKAAN
KETENTUAN SEBAGAI MANA DIMAKSUD
TERSEBUT KEPADA PEJABAT POLISI
NEGARA REPUBLIK INDONESIA DALAM AYAT (1) HURUF a DAN b, KEPADANYA
TERDEKAT
TETAP DIWAJIBKAN SEGERA MELAPORKAN
4. MEMBERIKAN KETERANGAN YANG
DIRI KEPADA PEJABAT KEPOLISIAN NEGARA
TERKAIT DENGAN KEJADIAN
KECELAKAAN. REPUBLIK INDONESIA TERDEKAT.
PELAKU TABRAK LARI
PASAL 312 UULAJ
SETIAP ORANG YANG MENGEMUDIKAN
KENDARAAN BERMOTOR YANG TERLIBAT
KECELAKAAN LALU LINTAS DAN DENGAN
SENGAJA TIDAK MENGHENTIKAN
KENDARAANNYA, TIDAK MEMBERIKAN
PERTOLONGAN, ATAU TIDAK
MELAPORKAN KECELAKAAN LALU LINTAS
KEPADA KEPOLISIAN REPUBLIK
INDONESIA TERDEKAT SEBAGAIMANA
DIMAKSUD DALAM PASAL 231 AYAT (1)
HURUF a, HURUF b, DAN HURUF c TANPA
ALASAN YANG PATUT DIPIDANA DENGAN
PIDANA PENJARA PALING LAMA 3 (TIGA)
TAHUN ATAU DENDA PALING BANYAK RP.
75.000.000,00 (TUJUH PULUH LIMA JUTA
RUPIAH).
KECELAKAAN
DAPAT MENGHAMPIRI
SIAPA SAJA !!!
[ DOKUMENTAS
I KECELAKA AN ]
SECARA SEDERHANA PENYEBAB KECELAKAAN
JADILAH PELOPOR KESELAMATAN BERLALU LINTAS
DAN BUDAYAKAN KESELAMATAN SEBAGAI KEBUTUHAN
PENYEBAB GAGALNYA ANTISIPASI
KEMAMPUAN MENGEMUDI SAAT INI HANYA
DIPEROLEH
DARI PENGALAMAN SAJA
FISIK YANG TERBATAS
TIDAK FOKUS
PENGARUH OBAT/ALKOHOL/NARKOBA
STRESS
MINIM
SAKIT/MENGANTUK/LETIH REFERENSI
REFERENSI YANG MINIM ATAS PENGELOLAAN SEHINGGA
BAHAYA & RESIKO TIDAK
MEMILIKI
REFERENSI YANG MINIM ATAS NALURI
PENGETAHUAN DARI AKTIFITAS YANG A N T I S I PAT I F
SEDANG DIKERJAKAN. YA N G C U K U P
UNTUK SEBUAH
PERILAKU A K T I V I TA S
YA N G
JADILAH PELOPOR KESELAMATAN BERLALU LINTAS DILAKUKAN
DAN BUDAYAKAN KESELAMATAN SEBAGAI KEBUTUHAN
RODA 4 YANG TERLIBAT KECELAKAAN
KASUS KECELAKAAN LALU LINTAS
DISEBABKAN PENGEMUDI MENGANTUK
JAMINAN KESELAMATAN
ANGKUTAN UMUM
SATUAN LALU LINTAS POLRES METRO BEKASI KABUPATEN
CONTOH – CONTOH
SATUAN LALU LINTAS POLRESTA BEKASI
PELANGGARAN
LALU LINTAS
Tidak Pakai Plat Nomor
CONTOH PELANGGARAN
REKOMENDASI PERBAIKAN
NO MASALAH STRATEGI PELAKSANA
1 LEMAHNYA MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN SECARA PEMERINTAH – LEMBAGA
PELAKSANAAN ATURAN TATIB LALU KONTINUE SEJAK DINI PENDIDIKAN
LINTAS
PENYELENGARAAN PEMERINTAH –
SOSIALISASI YANG DEPARTEMEN - INDUSTRI
DILAKUKAN SECARA EFEKTI
PADA SETIAP INSTASI,
KOMUNITAS, INDUSTRI
2 MINIMNYA PARTISIPASI STAKE HOLDER KEWAJIBAN MENYEDIAKAN & PEMERINTAH –
DALAM MELAKSANAKAN PERATURAN MENYELENGARAKAN DEPARTEMEN - INDUSTRI
LALULINTAS & PENEGAKANNYA KEBIJAKAN KESELAMATAN
JALAN RAYA
3 LEMAHNYA TERTIB PEROLEHAN SIM PENYELENGGARAN SUBTANSI SWASTA IDEPENDEN &
& UJI KUALIFIKASI POLISI SEBAGAI PENGUJI
DILAKUKAN TERPISAH TIDAK
DIDALAM SATU INSTANSI
4 PENEGAKAN HUKUM YANG KURANG KESEDIAAN APARAT PEMERINTAH - POLISI
TEGAS PENGEGAK HUKUM DALAM
MELAKUKAN TERTIB ATURAN
TANPA PENGECUALIAN
KESADARAN MASYARAKAT MASYARAKAT
MELAKUKAN TERTIB
PERATURAN TANPA
JADILAH PELOPOR KESELAMATAN BERLALU LINTAS
MELAKUKAN UPAYA-UPAYA
DANMEMEROLEH
BUDAYAKAN KESELAMATAN SEBAGAI KEBUTUHAN
KEMUDAHAN
Tips untuk Anda ...
Tundalah start di lampu lalu lintas yang baru saja
berubah menjadi hijau
Tiga detik pertama setelah lampu berubah menjadi hijau
adalah yang paling berbahaya.
◦ Pengendara di jalur lain yang berubah dari lampu hijau ke lampu
merah akan berusaha menerobos.
Ingat, lampu hijau bukan berarti anda
berhak untuk mulai bergerak segera.
JADILAH PELOPOR KESELAMATAN BERLALU LINTAS
DAN BUDAYAKAN KESELAMATAN SEBAGAI KEBUTUHAN
I know what to do
but
I didn’t do what I know
JADILAH PELOPOR KESELAMATAN BERLALU LINTAS
DAN BUDAYAKAN KESELAMATAN SEBAGAI KEBUTUHAN
I know what to do
and
I’ll do it..
JADILAH PELOPOR KESELAMATAN BERLALU LINTAS
DAN BUDAYAKAN KESELAMATAN SEBAGAI KEBUTUHAN