Identifikasi Bahaya & Risk Assessment
RISK ASSESSMENT
01/17/24
I. TUJUAN
2
- Menjelaskan mengenai cara analisa dan
penilaian resiko diarea kerja.
- Sosialisasi HIRA dan Hazop’s di area GT 95.
II. DEFINISI 3
[Link] (BAHAYA): adalah potensi yang dapat
menyebabkan kerusakan atau kerugian. Hazard dapat
berupa: bahan kimia, bagian mesin, bentuk energi,
situasi kerja.
2. RISIKO (RISK): adalah kesempatan untuk terjadinya
cedera/kerugian dari suatu bahaya, atau kombinasi dari
kemungkinan/ peluang (probability) dan tingkat
keparahan (severity) dari akibat (cosequences) suatu
risiko.
4
3. RISK ASSESSMENT (PENILAIAN RISIKO): adalah
penilaian suatu risiko dgn cara membandingkannya
terhadap tingkat atau kriteria risiko yang telah
ditetapkan.
4. Nearmiss (Hampir Celaka): berarti kejadian
hampir celaka yang bilamana kondisi atau
situasinya sedikit saja berubah dapat menimbulkan
kerugian
5
5. Incident : adalah Suatu kejadian yang tidak
diinginkan, bilamana pada saat itu sedikit saja ada
perubahan maka dapat mengakibatkan terjadinya
accident.
6. Accident: adalah Suatu kejadian yg tidak
diinginkan berakibat ce-dera pada manusia, keru-
sakan barang, gangguan terhadap pekerjaan dan
pencemaran lingkungan .
Contoh 6
III. ANALISA DAN PENILAIAN RISIKO
(ANALYSIS AND RISK ASSESSMENT)
Analisa dan penilaian risiko adalah merupakan bagian
dari Manajemen Risiko (Risk Management), yang 7
tahapannya sbb:
KOMITMEN
PERSIAPAN
IDENTIFIKASI BAHAYA
MONITOR &
ANALISA RISIKO REVIEW
AKIBAT PELUANG
PENILAIAN RISIKO
PENANGANAN RISIKO
1. KOMITMEN 8
KEGIATAN MANAJEMEN RISIKO HARUS MENDAPATKAN
DUKUNGAN DARI SEMUA PIHAK YANG TERLIBAT
KARENA :
TERKAIT DENGAN ALOKASI SUMBER DAYA
PERSONIL, FINANSIAL, SARANA, DLL.
2. PERSIAPAN 9
Supaya pelaksanaan manajemen risiko berjalan dgn lancar,
maka diperlukan persiapan, antara lain:
Ruang lingkup serta Personil kegiatan manajemen risiko;
Standar atau acuan dalam menentukan kriteria risiko;
Prosedur/mekanisme laporan, pemantauan, dan review;
Dokumentasi yang terkait.
3. IDENTIFIKASI BAHAYA 10
TAHAP PERTAMA DALAM KEGIATAN MANAJEMEN RISIKO ADALAH
KETIKA KITA MELAKUKAN IDENTIFIKASI BAHAYA YG TERDAPAT
DALAM SUATU KEGIATAN ATAU PROSES.
ADA TIGA PERTANYAAN YANG DAPAT DIPAKAI SEBAGAI
PANDUAN:
APAKAH ADA SUMBER YANG DAPAT MENIMBUL KAN CEDERA?
SIAPA YANG TERPAPAR DENGAN SUMBER TERSEBUT?
BAGAIMANA CEDERA DAPAT TERJADI / TIMBUL?
a. APAKAH ADA SUMBER YANG DAPAT MENIM-BULKAN
CEDERA?
- BAHAN / MATERIAL (B)
- ORANG / PEKERJA (O)
- CARA / METODE KERJA (C)
- ALAT / MESIN (A)
- LINGKUNGAN KERJA (L)
11
b. SIAPA YANG TERPAPAR DENGAN SUMBER TERSEBUT?
- PEKERJA USIA MUDA / LANJUT;
- PRIA / WANITA;
- PIHAK KETIGA (KONTRAKTOR, TAMU, DLL).
c. BAGAIMANA CEDERA DAPAT TERJADI / TIMBUL?
JATUH DARI KETINGGIAN (ELEVASI SAMA ATAU BERBEDA)
TERTIMPA / TERKENA BENDA JATUH
TERBENTUR / TERTABRAK
TERJEBAK / TERJEPIT
MENGELUARKAN TENAGA BERLEBIHAN
TERPAPAR / KONTAK DENGAN SUHU BERLEBIHAN
12
TERPAPAR / KONTAK DENGAN ARUS LISTRIK
TERPAPAR / KONTAK DENGAN B-3
d. TEKNIK IDENTIFIKASI BAHAYA:
BANYAK ALAT BANTU YG DAPAT DIGUNAKAN UTK
MENGIDENTIFIKASI BAHAYA DI TEMPAT KERJA.
BEBERAPA METODE / TEKNIK TERSEBUT AL:
INSPEKSI
PEMANTAUAN
13
AUDIT
DATA STATISTIK
HAZOPS, HIRA, DLL.
4. ANALISA RISIKO
ADALAH KEGIATAN ANALISA SUATU RISIKO DENGAN CARA MENENTUKAN
BESARNYA KEMUNGKINAN/PROBABILITY DAN TINGKAT KEPARAHAN DARI
AKIBAT ATAU KONSEKUENSI SUATU RISIKO.
5. PENILAIAN RISIKO / RISK ASSESSMENT
14
ADALAH PENILAIAN SUATU RISIKO DGN CARA
MEMBANDINGKANNYA THDP TINGKAT ATAU KRITERIA
RISIKO YANG TELAH DITETAPKAN.
01/17/24
Analisa & Penilaian Risiko dilakukan dgn menggunakan
parameter seperti peluang, akibat & paparan.
5.1. PELUANG (PROBABILITY): adalah kemungkinan
terjadinya suatu kecelakaan/ kerugian ketika terpapar
dengan suatu bahaya.
BEBERAPA JENIS PELUANG:
15
• Peluang org jatuh ketika melewati lantai licin;
• Peluang pekerja terhisap uap B3;
• Peluang terpukul jarinya ketika menggunakan palu;
• Peluang tersengat listrik ketika pegang kabel yg
terkelupas isolasinya;
5.2. AKIBAT (CONSEQUENCES): adalah tingkat
keparahan/kerugian yang mungkin terjadi dari suatu
kecelakaan/loss akibat bahaya yang ada. Hal ini dapat
16
terkait dgn manusia, properties, lingkungan dll.
Contoh tingkat keparahan / kerugian pada
manusia:
- Fatality atau kematian;
- Cacat;
- Perawatan medis;
- First aid.
5.3. PAPARAN (EXPOSURE): adalah frekuensi atau durasi
seseorang terpapar dengan suatu sumber bahaya.
17
Parameter paparan ini biasanya dinyatakan dalam
jangka waktu atau periode tertentu, misalnya:
- Terus menerus / Continue (beberapa kali dalam
sehari);
- Seringkali (sekali dalam sehari);
- Kadang-kadang (sekali seminggu / sekali dalam
sebulan);
- Jarang (sekali dalam setahun atau beberapa
tahun).
c. HIRARKI PENGENDALIAN RISIKO 18
ELIMINASI (menghilangkan suatu bahan / tahapan proses berbahaya).
19
SUBSTITUSI:
Mengganti bahan bentuk serbuk dengan bentuk pasta/Liquid;
Proses angkat RM TC yang awal nya menggunakan forklift
diganti dengan proses tekel;
Bahan pekat diganti dengan diencerkan;
REKAYASA TEKNIK:
Pemasangan alat pelindung mesin (machine guarding);
Pemasangan ventilasi umum dan lokal;
Pemasangan alat sensor otomatis.
PENGENDALIAN ADMINISTRASI:
Pemisahan lokasi;
20
Pemberlakuan sistem ijin kerja;
Pelatihan karyawan.
ALAT PELINDUNG DIRI:
Safety helmet;
Safety shoes;
Ear plug / muff;
Safety goggles;
Safety harness.
Dll. 01/17/24
7. PEMANTAUAN DAN TINJAUAN ULANG 21
Setelah rencana tindakan pengendalian risiko
dilakukan, maka selanjutnya perlu dipantau
pelaksanaannya dan kemudian ditinjau ulang
apakah tindakan tersebut sudah baik & efektif
atau belum.
Bentuk pemantauan antara lain:
Inspeksi;
Pemantauan lingkungan;
Audit.
KEMUNGKINAN 22
KEPARAHAN 23
MATRIKS RISIKO 24
CONTOH KASUS 25
KESIMPULAN 26
• Identifikasi Bahaya & Risk Assessment ini
diharapkan agar kita bisa lebih memahami
tahapan kerja dan bahaya nya, kita akan
mengetahui lebih awal bahaya terkait
pekerjaan, sehingga peluang kecelakaan bisa
cepat dikurangi atau dihilangkan, efisiensi
akan meningkat.
27