0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
74 tayangan12 halaman

Pengertian dan Sifat Eter dalam Kimia

1. Eter adalah senyawa organik yang terdiri atas dua gugus alkil, aril, atau vinil yang terikat pada satu atom oksigen. 2. Eter bersifat sedikit polar, mudah terbakar, dan memiliki titik didih dan leleh lebih rendah dibandingkan alkohol. 3. Eter digunakan sebagai pelarut, bahan bakar, dan zat anestesi medis.

Diunggah oleh

rahma.adilaputri7
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
74 tayangan12 halaman

Pengertian dan Sifat Eter dalam Kimia

1. Eter adalah senyawa organik yang terdiri atas dua gugus alkil, aril, atau vinil yang terikat pada satu atom oksigen. 2. Eter bersifat sedikit polar, mudah terbakar, dan memiliki titik didih dan leleh lebih rendah dibandingkan alkohol. 3. Eter digunakan sebagai pelarut, bahan bakar, dan zat anestesi medis.

Diunggah oleh

rahma.adilaputri7
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Alkoksi Alkana

(ETER)

By: Dewi Lidiawati, [Link].,[Link]


Pengertian Eter
 Eter adalah nama segolongan senyawa organik yang
mengandung unsur-unsur C, H, dan O dengan rumus
umum R-O-R'.
 Eter atau alkoksialkana merupakan senyawa turunan
alkana. Satu atom H rantai alkana diganti oleh gugus
alkoksi sehingga eter mamiliki dua gugus alkil.
 Eter merupakan senyawa hidrokarbon yang mempunyai
dua gugus alkil, aril, atau vinil yang terikat dengan atom
oksigen yang sama, dan dapat berupa rantai terbuka atau
tertutup
R–H R – OR'
alkana eter

Rumus umum struktur : R – O -R'


Rumus umum molekul : CnH2n+2
Tata Nama Eter
Penamaan eter dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu
penamaan alkil eter (Cara Trivial) dan Menurut sistem IUPAC,
gugus –OR disebut gugus alkoksi sehingga penataan nama
senyawa eter dimulai dengan nama gugus alkoksi
(alkoksialkana) diikuti oleh nama rantai utamanya.
1. Penamaan Alkil Eter (Trivial)
Nama kedua gugus alkil disebut lebih dahulu (diurutkan
berdasarkan abjad), kemudian di tambahkan eter. Jika kedua
gugus alkil sama, diawalan di. Tata nama trivial untuk senyawa
eter sangat sederhana dengan menyebutkan nama-nama gugus
yang terikat pada atom oksigen dan kemudian ditambahkan kata
eter.
Contohnya adalah CH3-O-CH2CH3 diberi nama etil metil eter,
sedangkan CH3CH2-O-CH2CH3 diberi nama dietil eter.
Tata Nama Eter
2. Penamaan Alkoksialkana (IUPAC)
Penataan nama senyawa eter dimulai dengan nama
gugus alkoksi diikuti oleh nama rantai utamanya. Gugus alkoksi
dianggap sebagai cabang yang terikat pada rantai induk.
Menurut tata nama IUPAC, eter diberi nama sebagai
alkoksialkana, dalam arti bahwa eter dipandang sebagai turunan
alkoksi suatu alkana.
Bila senyawa yang menurunkannya adalah alkena, maka nama
yang diberikan adalah alkoksialkena. Sebagai contoh adalah 1-
metoksipropena yang mempunyai rumus CH3OCH=CHCH3.
 Contohnya adalah metoksimetana, metoksietana, dan 2-
metoksipentana yang rumus strukturnya sebagai
berikut:

H2 H2 H2 H2
C C C C CH3
CH3 H3C CH C
H3C C O
H2 H2

OCH2CH3
1-Metoksi Butana
3-Etoksi Heksana

OCH3 Br

H2 H2
CH3 C CH OCH3
CH C
H3C CH CH H3C CH C
H2

Br CH3 CH2CH3

3-Bromo-5-Metil-2-Metoksi Heksana 2-Bromo-3-Etil-1-Metoksi Pentana


Sifat-Sifat Eter

Sifat-sifat eter yaitu pada keadaan standar, hampir seluruh


senyawa eter berwujud cair, kecuali dimetil eter (gas). Jika
dibandingkan dengan senyawa alkohol, titik didih dan titik leleh eter
lebih keci. Ini terjadi karena antar molekul eter tidak membentuk
ikatan hidrogen. Eter juga cenderung bersifat nono polar, sehingga
kelarutannya dalam air sangat kecil. Selain itu eter bersifat mudah
terbakar. Dibandingkan terhadap alkohol, eter jauh kurang reaktif
kecuali dalam hal [Link] jauh lebih mantap (lebih kurang
reaktif) dibandingkan alkohol. Eter tidak bereaksi dengan logam
natrium. Sifat ini dapat digunakan untuk membedakan alkohol
dengan eter.
A. Sifat-sifat fisika
1. Eter adalah cairan tidak berwarna yang mudah menguap dengan bau
yang khas.
2. Eter tidak larut air, akan tetapi larut dalam pelarut nonpolar.
3. Eter mudah terbakar dengan nyala bening yang jernih karena uap eter
membentuk campuran yang eksplosif dengan udara.
4. Eter dapat melarutkan lemak, minyak, resin, alkaloid, brom, dan iod.

Beberapa alkil eter

Kelarutan Momen dipol (D


Eter Struktur Titik lebur (°C) Titidk didih (°C)
dalam 1 L H2O )

Dimetil eter CH3-O-CH3 -138,5 -23,0 70 g 1,30

CH3CH2-O-
Dietil eter -116,3 34,4 69 g 1,14
CH2CH3

Larut pada
Tetrahidrofuran O(CH2)4 -108,4 66,0 semua 1,74
perbandingan

Larut pada
Dioksana O(C2H4)2O 11,8 101,3 semua 0,45
perbandingan
B. Sifat-sifat kimia
1. Eter sedikit polar karena sudut ikat C-O-C eter adalah
110 derajat, sehingga dipol C-O tidak dapat
meniadakan satu sama lainnya.
2. Eter lebih polar daripada alkena, namun tidak sepolar
alkohol, ester, ataupun amida.
3. Eter dapat dipisahkan secara sempurna melalui
destilasi.
4. Eter secara umumnya memiliki reaktivitas kimia yang
rendah, walaupun ia lebih reaktif daripada alkana
[Link] terbakar, Pada umumnya bersifat racun dan,
bersifat anastetik (membius).
Keisomeran Pada Eter
Eter memilki dua isomer, yaitu isomer struktur dan isomer
fungsional.
1) Isomer Struktur
Isomer struktur ialah senyawa yang memiliki rumus molekul
sama, namun rumus strukturnya berbeda. Contohnya dietil eter
memiliki isomer struktur dengan metil propil eter dan metil isopropil
eter.
2) Isomer Fungsional
Alkohol dan eter keduanya memiliki rumus umum yang
sama, Akan tetapi, keduanya memiliki jenis gugus fungsional yang
berbeda. Dua senyawa yang memiliki rumus umum molekul sama
namun gugus fungsionalnya berbeda disebut memiliki keisomeran
fungsional. Eter berisomer fungsional dengan alkohol.
Manfaat Eter
Penggunaan senyawa eter dalam kehidupan adalah:
1. Di bidang medis, banyak sekali eter yang digunakan untuk anestesi
(bius). Senyawa dietil eter biasa digunakan sebagai zat anestetik (pemati
rasa atau obat bius) yang diberikan melalaui pernafasan namun
penggunaan dietil eter dapat menyebabkan iritasi saluran pernafasan dan
merangsang sekresi lendir.
2. Bi bidang otomotif, eter digunakan untuk menghidupkan mesin yang
tak mau menyala. Bahkan eter juga digunakan sebagai tambahan bahan
bakar sehingga laju mesin lebih kencang.
3. Di laboratorium, eter merupakan pelarut yang banyak digunakan.
[Link] juga digunakan sebagai pelarut non polar untuk melarutkan
senyawa non polar pula, seperti lemak, lilin dan minyak. Eter dapat
menyebabkan mual dan muntah selama waktu pemulihan. Karena
dampak negatif ini, eter sudah jarang dipakai di negara-negara maju.
Dampak Penggunaan Eter

Dampak penggunaan senyawa eter :


1. Pada konsentrasi rendah, eter dapat menyebabkan pusing
kepala, sedangkan pada konsentrasi tinggi menyebabkan tidak
sadarkan diri.
2. Eter dapat menyebabkan mual dan muntah selama waktu
pemulihan.
3. Eter bahan yang mudah terbakar karena eter mudah tersulut
oleh kobaran maupun percikan api.

Anda mungkin juga menyukai