0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan29 halaman

Interpolasi: Metode dan Analisis

Dokumen ini membahas tentang interpolasi polynomial dan splines. Topik utama meliputi basis interpolasi polynomial, konstruksi cubic splines, dan analisis error.

Diunggah oleh

dknjakarta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan29 halaman

Interpolasi: Metode dan Analisis

Dokumen ini membahas tentang interpolasi polynomial dan splines. Topik utama meliputi basis interpolasi polynomial, konstruksi cubic splines, dan analisis error.

Diunggah oleh

dknjakarta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Interpolasi

Topics
• Interpolation problems
• Existence of solutions
• Polynomial Interpolations
• Standard basis
• Lagrange
• Newton
• Hermite
• Error
• Piecewise polynomial interpolations (Cubic Splines)
Persoalan interpolasi
• Diberikan data dicari fungsi yang memenuhi – persyaratan in disebut
syarat interpolasi.
• Diasumsikan bahwa berbeda satu sama lain dan berada dalam ruang
fungsi berdimensi n (sesuai dengan jumlah data yang diketahui).
• Contoh
Ekistensi Solusi
• Misalkan di mana C adalah ruang fungsi berdimensi n. Selanjutnya
misalkan juga adalah basis dari C.
• Maka terdapatlah dengan tunggal sedemikian hingga
• Untuk mencari digunakan n syarat interpolasi, yaitu: yang dapat
dinyatakan sebagai persamaan aljabar

di mana adalah matrix berukuran nxn dengan , sementara c dan y adalah


vector yang berturut-turut memuat koefisien dan data interpolasi .
• Karena bebas linear dan distinct, maka nonsingular. Jadi vector c pasti
ada dan unique.
Contoh: Diketahui data {(1,2), (2,0), (3,4)}
• Carilah fungsi f yang menginterpolasi data di atas dari ruang fungsi:
• A1 = Span{
• A2 = Span{1, sin(x), sin(2x)}

Polynomial Interpolation
• Ruang polynomial orde-n berdimensi n+1. Jadi untuk menginterpolasi
dengan polynomial orde-n diperlukan n+1 data.
• Misalkan data interpolasi adalah
• Misalkan juga adalah polynomial orde-n yang menginterpolasi data di
atas, yaitu
• Representasi polynomial akan tergantung basis yang digunakan.
• Catatan: Interpolasi polynomial bersifat projective, artinya jika data
yang diberikan merupakan sample dari polynomial oder n atau
kurang, maka akan sama dengan polynomial semula.
Basis Standard
• Dengan basis standard maka representasi polynomial adl sbb:

• Sehingga syarat interpolasi menghasilkan sistem persamaan linear


• - disebut van der Monde system
• diperlukan teknik khusus untuk menyelesaikan SPL di atas.
Contoh
Basis Lagrange
• Dalam hal ini
• Perhatikan bahwa

• Sehingga matrix coefficient pada sistem persamaan linear yang


dihasilkan akan berupa matrix identitas. Jadi diperoleh
Contoh
Basis Newton
• Polynomial disajikan sebagai
• Perhatikan bahwa , sehingga matrix koefisien berupa matrix segitiga
bawah sbb:

• Catatan: entry (i,j) dari matrix di atas adalah


• Sistem persamaan linear di atas dapat diselesaikan dalam O(n2) flops.
Contoh
Octave function untuk menghitung
polynomial dengan basis Newton
• Diperlukan dua fungsi, yaitu fungsi penghitung basis; dan fungsi
penghitung polynomial hasil interpolasi.
• Fungsi penghitung basis
• function N=BasisNewton(x,i,t) % fungsi ini mengitung basis ke-i pada titik t
dengan data interpolation points x.
• if i==1
• N=1
• elese
• N=BasisNewton(x,i-1,t)*(t – x(i-1));
• end
Octave function untuk menghitung
polynomial dengan basis Newton
• Fungsi untuk menghitung polynomial p dengan basis Newton
• function p=PolyNewton(x,y,t) % menghitung polynom yang menginterpolasi data (x,y) di titik t.
• n=length(x); %polynom p memiliki order n-1
• L=zeros(n,n);
• for j=1:n
• for i=j:n
• L(i,j)= BasisNewton(x,j,x(i));
• end
• end
• c=SegitigaBawah(L,y); %Catatan: Agar lebih efisien L dan c dihitung terpisah; karena tidak tergantung pada t.
• p=c(1);
• for i=2:n
• p=p+c(i)*BasisNewton(x,i,t);
• end
Divided Difference Table
• Jika perhitungan c dilakukan secara manual, maka lebih mudah
menggunakan divided difference table sbb:

xi yi
x0 y0
x1 y1 (y1-y0)/(x1-x0)=a
x2 y2 (y2-y1)/(x2-x1)=b (b-a)/(x2-x0)
… … …..

xn yn (yn-yn-1)/(xn-xn-1)
Hermite Interpolation
• Jika f(x) diketahui dan differentiable; polynomial yang menginterpolasi
f(x) dapat digunakan order yang lebih tinggi, dengan memanfaatkan
turunan f(x) sebagai data tambahan. Teknik ini dikenal dengan
interpolasi Hermite
• Untuk memudahkan perhitungan polynomial dengan interpolasi
Hermite, digunakan tabel divided difference, dengan mereplikasi titik
data di mana turunan f akan dijadikan sebagai data tambahan. Jika
turunan pertama saja yg digunakan, maka data di titik tsb. digunakan
dua kali; dan jika turunan kedua juga digunakan maka direplikasi 3 kali
dan seterusnya.
Contoh Interpolasi Hermite utk di titik
x=0,1,4,9
• Kita ketahui bahwa ; yang tedefinisi pada x=1,4 dan 9;
• Maka divided difference table yang dihasilkan adalah sbb:
x
0 0
1 1 1
1 1 1/2 -0,5
4 2 1/3 -0,05556 0,111111
4 2 1/4 -0,02778 0,009259 -0,02546
9 3 1/5 -0,01 0,002222 -0,00088 0,002731
9 3 1/6 -0,00667 0,000667 -0,00019 8,56E-05 -0,00029

• diperoleh polynomial orde-8


Akurasi & Analisa Error
• Misalkan adalah polynomial order n yang mengiterpolasi pada
• Selanjutnya definisikan fungsi error
• Maka

• dengan suatu konstanta yang memenuhi ;


• Tampak bahwa , yang berarti bahwa menginterpolasi di titik
interpolasi ;
• Ternyata meningkatkan n tidak selalu dapat membuat menjadi lebih
kecil.
Fenomena Runge
Misalkan mengiterpolasi pada interval [-1,1]
titik interpolasi dipilih shg tersebar secara
seragam pada (-1, 1).
Jika digunakan n=4 maka diperoleh seperti
gambar di sebelah.
Perhatikan bahwa terjadi error yang cukup
signifikan di kedua ujung interval. Error akan
semakin besar jika n diperbesar.
Splines (Piecewise Polynomial Interpolation)
• Interpolasi dengan polynomial orde tinggi dapat berpotensi
meningkatkan error. Sehingga tidak direkomendasikan. Sementara,
interpolasi dengan polynomial orde rendah pada selang (interval) yang
lebar juga akan tidak akurat.
• Ide selanjutnya adalah menggunakan interpolasi dengan polynomial
orde rendah, tapi pada selang yang kecil.
• Jika misalnya akan dilakukan interpolasi pada data point i=0,1,…, n;
maka dapat dilakukan interpolasi pada masing-masing subinterval ,
dengan menggunakan polynomial orde rendah. Misalkan adalah
polynomial yang terdefinisi pada selang
• Teknik ini disebut splines interpolation
Linear Splines
Misalkan diberikan data points

x 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
y 2 4 3 1 3 6 7 5 4 2

Kemudian dilakukan interpolasi linear yang


menghubungan setiap titik interpolasi.
Maka dipeoleh

Sangat sederhana, tapi kurva yang dihasilkan


patah-patah.

Agar diperoleh kurva lebih mulus, gunakan


cubic splines
Cubic Splines
• Misal diberikan data points
• Selanjutnya definisikan suatu polynomial orde-3 yang
menginterpolasi data dengan ketentuan sbb:
1. menginterpolasi data: ; ada ( n+1 points)
2. kontinyu pada titik interior: - (n-1)
3. Turunan pertama kontinyu: - (n-1)
4. Turunan kedua kontinyu: - (n-1)
• Sehingga total terdapat 4n – 2 data.
• Sementara masing2 memiliki 4 parameter; sehingga perlu 4n data
• diperlukan 2 data tambahan. Natural splines =0
Contoh: Natural cubic splines di x=0,1,4
𝑘𝑖 3 𝑘𝑖+1 3
𝑆 𝑖 ( 𝑥 )= ( 𝑥 − 𝑥 𝑖+1 ) + ( 𝑥 − 𝑥𝑖 ) + 𝐴𝑖 x +𝐵𝑖
6 ( 𝑥 𝑖 − 𝑥 𝑖+ 1) 6 ( 𝑥𝑖+1 − 𝑥𝑖 )
Konstruksi Cubic Splines
• Karena adalah cubic polynomial (order 3), maka linear.
• Selanjutnya misalkan , maka

• Sehingga dg integral didapat

• Selanjutnya diperoleh
Konstruksi Cubic Splines
• Untuk mencari Ai dan Bi, gunakan syarat interpolasi dan , sehingga

• dan Bi dapat dihitung dari



Mencari ki
• Dari syarat kontinyuitas diperoleh

• yang merupakan sistem persamaan linear.


• Untuk natural splines, digunakan , sehingga sistem persamaan linear
di atas dapat diselesaikan dengan mudah (tridiagonal system).
Contoh: Natural cubic splines di x=0,1,4,9
• hanya k0=k3=0;
Octave Code utk konstruksi Natural Splines
• function k = Carik(x,y)
• function Si = MySplines(x,y,k,t)
• n=length(x);
• for i=2:n-1 • n=length(x);
• a(i-1)=2*(x(i-1)-x(i+1));
• b(i-1)=x(i)-x(i+1); • for j=1:n
• c(i)=b(i-1);
• r(i-1)=6*((y(i-1)-y(i))/(x(i-1)-x(i)) – (y(i) – y(i+1))/(x(i) – • if x(j)<=t<x(j+1)
x(i+1)));
• i=j;
• end
• for i=2:n-1
• end


a(i)=a(i)-c(i)*b(i-1)/a(i-1);
r(i)=r(i)-c(i)*r(i-1)/a(i-1);
• end
• end
• Ai=
• k(n-1)=r(n-1)/a(n-1);
• for i=n-2:-1:1 • Bi=
• k(i)=(r(i) – b(i+1)*k(i+1))/a(i);
• end • Si=

Anda mungkin juga menyukai