0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
69 tayangan11 halaman

Pelatihan Tindakan Code Blue

Tes ini berisi 10 pertanyaan mengenai prosedur Code Blue yang sesuai dengan standar medis terkini. Beberapa topik yang ditanyakan adalah indikasi Code Blue, posisi pasien saat pemberian bantuan hidup dasar, kecepatan kompresi jantung yang disarankan AHA 2015, tujuan Early Warning Score (EWS), dan sistem evaluasi resiko ibu hamil.

Diunggah oleh

Devi Ari Frasiska
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
69 tayangan11 halaman

Pelatihan Tindakan Code Blue

Tes ini berisi 10 pertanyaan mengenai prosedur Code Blue yang sesuai dengan standar medis terkini. Beberapa topik yang ditanyakan adalah indikasi Code Blue, posisi pasien saat pemberian bantuan hidup dasar, kecepatan kompresi jantung yang disarankan AHA 2015, tujuan Early Warning Score (EWS), dan sistem evaluasi resiko ibu hamil.

Diunggah oleh

Devi Ari Frasiska
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Soal TEST

PELATIHAN CODE
BLUE
1. Gawat Darurat adalah keadaan klinis pasien
yang membutuhkan tindakan medis segera
guna penyelamatan nyawa dan pencegahan kecacatan
lebih lanjut. Ini Sesusi UU RI Nomor berapa ?
A. No. 42 tahun 2009
B. NO. 43 tahun 2009
C. No. 44 tahun 2009
D. No. 45 tahun 2009
E. Semua Salah
2. Sebelum dilakukan bantuan hidup lanjut
maka dilakukan Bantuan Hidup Dasar yang
efektif, maka pasien harus dalam posisi :
A. Terlentang diatas matras
B. Tidur terlentang diatas permukaan yang tidak rata
C. Tidur tengkurap pada permukaan yang rata dan keras
D. Tidur terlentang pada permukaan yang rata dan keras
E. Tidur terlentang pada permukaan yang rata dan lembek.
3. Dibawah ini Alur deteksi perburukan pasien ( EWS )
yang benar adalah :

A. Cek dan catat tanda-tanda vital, lakukan skoring,


jumlahkan semua skor, lakukan tata laksana sesuai
alogaritme
B. Cek dan catat tanda-tanda vital, jumlahkan semua
skor,
lakukan skoring, lakukan tata laksana sesuai
alogaritme
C. Jumlahkan semua skor, cek dan catat tanda-tanda
vital,
lakukan skoring, lakukan tata laksana sesuai
alogaritme
D. Lakukan skoring, cek dan catat tanda-tanda vital,
jumlahkan semua skor
E. Semua di atas benar
4. Salah satu indikasi dilakukan tindakan
code blue adalah:
A. Cardiac arrest
B. Pingsan
C. Luka terbuka
D. Trauma thorak
E. Luka tembak
[Link] kompresi pada orang
dewasa tanpa memberikan bantuan
napas (hanya kompresi) Menurut AHA
2015 adalah dalam tindakan code blue :
A. 10-20 selama 1 menit
B. 40-80 selama 1 menit
C. 80-100 selama 1 menit
D. 120 selama 1 menit
E. 120-140 selama 1 menit
6. Sebagai acuan untuk mengidentifikasi awal tanda-tanda
perburukan kondisi pasien dan memberikan respon dan tindak
lanjut penanganan yang cepat, tepat dan aman bagi pasien. Ini
merupakan tujuan dari :

A. Code blue
B. Resusitasi
C. MEWS
D. Observasi Komprehensif
E. Tindakan Emergency
7. Pengukuran paramater fisiologis dimonitor dalam MEWS adalah Kecuali :

A. Saturasi Rate
B. Respirasi
C. Tekanan darah sistolik
D. Tingkat Kesadaran
E. Laboratorium
8. Resusitasi Jantung dan Paru (RJP) di
lakukan pada Tindakan Code Blue dilakukan
pada pasien :
A. Korban dengan sumbatan jalan napas
B. Korban yang tidak bisa bernafas
C. Korban yang tidak ada denyut nadinya
D. Korban yang pingsan/tidak sadar
E. Semua Jawaban Tersebut di Atas Salah
9. Sistem Evaluasi perburukan pada pasien
ibu hamil adalah

A. MEWS
B. PEWS
C. EWOSCO
D. NEWS
E. EWS
10. Indikasi dilakukan tindakan DC Shock pada
pasien cardiac arest sewaktu code blue adalah
A. VT SAJA
B. VF SAJA
C. VT DAN VF
D. ASISTOLE
E. SINUS RYTEM

Common questions

Didukung oleh AI

Posisi terlentang pada permukaan yang rata dan keras diperlukan agar kompresi dada saat Bantuan Hidup Dasar dapat dilakukan secara efektif dan maksimal, memfasilitasi sirkulasi darah yang efisien selama resusitasi .

Alur deteksi perburukan menggunakan EWS adalah dengan cek dan catat tanda-tanda vital, lakukan skoring, jumlahkan semua skor, dan lakukan tata laksana sesuai algoritme .

Tujuan dari MEWS adalah untuk mengidentifikasi awal tanda-tanda perburukan kondisi pasien dan memberikan respon serta tindak lanjut penanganan yang cepat, tepat, dan aman bagi pasien .

DC Shock diberikan pada pasien dengan cardiac arrest saat terjadi kondisi Ventricular Tachycardia (VT) atau Ventricular Fibrillation (VF) untuk membantu mengembalikan irama jantung yang normal .

MEWS digunakan secara umum untuk mengidentifikasi perburukan kondisi pasien dewasa, sedangkan PEWS (Pediatric Early Warning Score) dikhususkan untuk pemantauan pasien anak-anak, menyesuaikan dengan parameter fisiologis yang relevan sesuai usia .

Laboratorium tidak dimasukkan dalam pengukuran parameter fisiologis MEWS karena MEWS fokus pada parameter yang dapat diukur secara cepat dan langsung di tempat pasien dirawat untuk mendeteksi perburukan kondisi kesehatan secara cepat dan responsif .

Indikasi paling utama untuk dilakukan tindakan code blue adalah cardiac arrest .

Tujuan utama dari resusitasi jantung dan paru dalam konteks code blue adalah untuk mengembalikan sirkulasi dan pernapasan yang adekuat pada korban yang mengalami henti jantung, sehingga dapat mencegah kematian mendadak .

Memonitor parameter fisiologis dalam MEWS selain laboratorium, seperti saturasi oksigen, respirasi, tekanan darah, dan tingkat kesadaran, adalah penting untuk deteksi cepat perubahan kondisi klinis pasien yang dapat mengindikasikan perburukan kondisi kesehatan .

Menurut AHA 2015, kecepatan kompresi dada yang disarankan untuk tindakan code blue pada orang dewasa tanpa memberikan bantuan napas adalah 120-140 kali per menit .

Anda mungkin juga menyukai