0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan20 halaman

Kelebihan dan Kelemahan ABC dalam Akuntansi

Dokumen tersebut membahas tentang Activity Based Costing (ABC), yaitu metode penghitungan biaya berdasarkan aktivitas. ABC digunakan untuk mengalokasikan biaya overhead ke produk dengan lebih akurat dengan menelusuri biaya dari aktivitas dan kemudian ke produk. Dokumen ini juga menjelaskan konsep, kelebihan, dan cara kerja dari sistem ABC.

Diunggah oleh

Muhammad Fikri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan20 halaman

Kelebihan dan Kelemahan ABC dalam Akuntansi

Dokumen tersebut membahas tentang Activity Based Costing (ABC), yaitu metode penghitungan biaya berdasarkan aktivitas. ABC digunakan untuk mengalokasikan biaya overhead ke produk dengan lebih akurat dengan menelusuri biaya dari aktivitas dan kemudian ke produk. Dokumen ini juga menjelaskan konsep, kelebihan, dan cara kerja dari sistem ABC.

Diunggah oleh

Muhammad Fikri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Akuntansi

Manajemen
Erna Aprianti(2110018)

Panca Adi Pratama(2110021)

Fahmi Kurniawan(2110023)

Mon Tue Wed Thu Fri


Pengertian Activity Based Costing
Pengertian Activity Based Costing adalah salah satu metode yang digunakan dalam menghitung biaya berdasarkan
aktivitas. Hansen dan Mowen (2012) dalam menyatakan Metode ABC (Activity Based Costing ) adalah sistem akumulasi
biaya dan Activity Based Costing pembebanan biaya ke produk dengan menggunakan berbagai , cost driver dilakukan
dengan menelusuri biaya dari aktivitas dan setelah m itu enelusuri biaya dari aktivitas ke produk.

Menurut Carter (2009:) dalam (Desi Ratna Sari:2015), ABC (Activity Based Costing) merupakan suatu sistem perhitungan
biaya dimana tempat 5 penampungan biaya yang jumlahnya lebih dari satu dialokasikan overhead menggunakan dasar
yang mencakup satu atau lebih faktor yang tidak berkaitan dengan volume.

Mon Tue Wed Thu Fri


Konsep Activity Based
Costing System
Activity Based Costing System (ABC) adalah suatu
sistem akuntasi yang terfokus pada aktivitas-
aktivitas yang dilakukan untuk menghasilkan
produk atau jasa. Activity Based Costing System
menyediakan informasi perihal aktivitas-aktivitas
dan sumber daya yang dibutuhkan untuk
melaksanakan aktivitas-aktivitas tersebut. Aktivitas
adalah setiap kejadian atau kegiatan yang
merupakan pemicu biaya (cost driver ) yakni,
bertindak sebagai faktor cost driver penyebab
dalam pengeluaran biaya dalam organisasi.

TASK 1 TASK 2 TASK 3 TASK 4

Mon Tue Wed Thu Fri


Konsep Activity Based Costing System
Ada dua dimensi sistem ABC menurut Hansen dan Mowen dalam yaitu:

Dimensi biaya (cost dimension), menyediakan informasi biaya cost dimension


mengenai sumber daya, aktivitas-aktivitas, produk, dan pelanggan (dari objek biaya
lainnya yang mungkin menjadi perhatian perusahaan).

Dimensi proses (process dimension), menyediakan informasi mengenai aktivitas apa


yang dilakukan, mengapa, dan sebaik apa aktivitas tersebut dilakukan. Dimensi ini
memungkinkan perusahaan melakukan peningkatan-peningkatan kinerja yang
berkesinambungan dengan mengukur hasilnya.

TASK 1 TASK 2 TASK 3 TASK 4

Mon Tue Wed Thu Fri


Kelebihan dan Kelemahan Akuntansi Activity Based
Costing
Kelebihan Kelemahan

● Membantu mengidentifikasi ketidakefisienan ● Activity-Based Costing System akan lebih mahal untuk
yang terjadi dalam proses produksi, baik per diimplementasikan dan dikembangkan karena data yang
berhubungan dengan berbagai aktivitas harus dikumpulkan,
departemen, per produk, ataupun per aktivitas
diperiksa, dan dimasukkan ke dalam sistem secara berkala, sehingga
dibutuhkan waktu yang relatif lama untuk mengimplementasikannya
● Membantu pengambilan keputusan dengan
secara total.
lebih baik karena perhitungan biaya atas suatu
objek biaya lebih akurat ● Activity-Based Costing System mengubah aturan main dalam
perusahaan. Data dapat dengan mudah disalahartikan Activity-Based
● Membantu mengandalikan biaya (terutama Costing System dan harus digunakan dengan hati-hati ketika
biaya pabrik) kepada overhead level mengambil keputusan.
individual dan level departemental.

TASK 1 TASK 2 TASK 3 TASK 4

Mon Tue Wed Thu Fri


Pembebanan Biaya berdasarkan Activity Based Costing System
Activity-Based Costing System bertujuan untuk menghasilkan informasi Harga Pokok Produksi yang akurat.
Perhitungan Harga Pokok Produksi dengan Activity- Based Costing System terdiri dari dua tahap. Activity-Based
Costing System merupakan suatu sistem biaya yang pertama kali menelusuri biaya ke aktivitas dan kemudian ke produk
yang dihasilkan.

a) Prosedur Tahap Pertama


Prosedur tahap pertama penentuan harga pokok produksi berdasarkan Sistem Activity Based Costing terdiri
dari empat langkah, yaitu:

- Mengidentifikasi Aktivitas
Langkah pertama untuk menerapkan adalah Activity Based Costing System menggolongkan atau
mengklasifikasikan aktivitas yang akan menjadi dasar sistem tersebut.

- Mengklasifikasi Berbagai Aktivitas


Berbagai aktivitas diklasifikasikan dalam beberapa kelompok yang mempunyai suatu interprestasi yang
mudah dan jelas serta cocok dengan segmen-segmen proses produksi yang dapat dikelola untuk
menghasilkan produk atau jasa.

- Mengidentifikasi Cost driver


Mengidentifikasi dari aktivitas-aktivitas yang cost driver telah diidentifikasi dan diklasifikasikan.
Pembebanan Biaya berdasarkan Activity Based Costing System
Menentuan Tarif Kelompok ( Pool Rate )
Tarif kelompok ( pool rate) adalah tarif biaya ovrhead per unit cost driver yang
dihitung untuk suatu kelompok aktivitas. Tarif kelompok dapat dihitung dengan
rumus sebagai berikut:

COST POOL RATE = TAKSIRAN TOTAL BIAYA PADA COST POOL

TAKSIRAN COST DRIVER


Pembebanan Biaya berdasarkan Activity Based Costing System

Prosedur Tahap Kedua Setiap kelompok biaya dibebankan kepada produk. Hal ini
overhead dilakukan dengan menggunakan tarif yang dihitung sebelumnya dan telah
nilai sumber daya aktivitas yang dikonsumsi setiap jenis produk.
Dengan demikian, overhead yang dibebankan dari setiap kelompok biaya kepada
setiap jenis produk dapat dihitung sebagai berikut :

OVERHEAD YANG DIBEBANKAN = TARIF KELOMPOK X UNIT UNIT


COST DRIVER YANG DIGUNAKAN
Activity Based Costing with Idle Capacity (Time Driven Activity Based)

Berdasarkan Atkinson, Kaplan, Matsumura dan Young (2012), biaya atas


kapasitas yang tidak terpakai tidak dibebankan kepada produk dan tidak
pula diabaikan. Pembebanan kapasitas tidak terpakai sebaiknya diputuskan
setelah dianalisa penyebabnya. Contohnya, jika kapasitas tersebut
dibutuhkan karena adanya permintaan konsumen atau segmen pasar
tertentu, maka biaya atas kapasitas tidak terpakai tersebut dapat dibebankan
pada konsumen atau segmen pasar tersebut.
Time Equation Activity Based Costing
Model kerja Activity Based Costing adalah model dengan mempergunakan waktu.
Model ini terutama dipergunakan untuk perusahaan-perusahaan yang memiliki tingkat
aktivitas amat beragam, sehingga sulit untuk disederhanakan. Semua aktivitas-aktivitas
tersebut akan diringkas dalam bentuk persamaan, sehingga menjadi lebih mudah untuk
dikelola. Misalkan dalam model Activity Based Costing yang dibuat perusahaan
terdapat aktivitas menerima pesanan pelanggan. Masalah dalam aktivitas tersebut
adalah terdapat beberapa sub aktivitas yang dilakukan yang bervariasi antara lain :

1) apakah pesanan tersebut diterima melalui telepon, fax atau email,


2) apakah pesanan tersebut hanya untuk satu jenis produk atau beberapa jenis produk,
3) apakah pesanan tersebut merupakan pesanan untuk dalam kota, luar kota atau luar
negeri.
Activity Based Costing untuk Perusahaan Jasa
Dengan sistem ABC ini, untuk pertama kalinya perusahaan jasa dan perusahaan dagang serta organisasi sektor publik
dan organisasi nirlaba dapat memanfaatkan sistem informasi biaya yang sangat bermanfaat untuk mengurangi biaya dan
penentuan secara akurat harga pokok produk/jasa.

Namun, terdapat beberapa perbedaan mendasar antara perusahaan jasa dan manufaktur:

• Kegiatan dalam perusahaan manufaktur cenderung menjadi jenis yang sama dan dilaksanakan dengan cara yang serupa. Hal ini
berbeda untuk perusahaan jasa.

• Perbedaan dasar lainnya antara perusahan jasa dan manufaktur adalah pendefinisian keluaran. Untuk perusahaan manufaktur,
keluaran mudah ditentukan (produk-produk nyata yang diproduksi), tetapi untuk perusahaan jasa, pendefinisian keluaran lebih sulit.
Keluaran untuk perusahaan jasa kurang nyata. Keluaran harus didefinisikan sehingga keluaran dapat dihitung harganya.
Cara Kerja Sistem Activitey Based Costing

contoh kasus perhitungan metode ABC :

PT. Jalan Terus memproduksi 2 barang yaitu sepatu dan sandal. Berikut data keuangan
yang terhimpun :
Jenis Barang
Keterangan Sepatu Sandal

Volume Produksi (unit) 1.000 2.000

Harga Jual (Rupiah) Rp 20.000 Rp 10.000

Biaya Utama (Rupiah) Rp 10.000 Rp 5.000

Jam Kerja Langsung 500 jam 1000 jam


Cara Kerja Sistem Activitey Based Costing

Data dari hasil identifikasi manajemen menunjukan aktivitas dan biaya yang dianggarkan adalah
sebagai berikut:

Aktivitas Anggaran Aktivitas

Rekayasa Rp 100.000 Jam

Set up Rp 500.000 Jam

Mesin Rp 2.000.000 Jam

Packaging Rp 200.000 Jumlah


Cara Kerja Sistem Activitey Based Costing

Data dari aktivitas sesungguhnya adalah sebagai berikut:

Aktivitas Konsumsi Jumlah

Sepatu Sandal

Rekayasa Rp 35.000 Rp 15.000 Rp 50.000

Set up Rp 50.000 Rp 50.000 Rp 100.000

Mesin Rp 250.000 Rp 150.000 Rp 400.000

Packaging Rp 50.000 Rp 50.000 Rp 100.000


Cara Kerja Sistem Activitey Based Costing

Maka perhitungan sistem ABC adalah:

Aktivitas Jumlah anggaran Jumlah aktivitas Tarif aktivitas

Rekayasa Rp 100.000 Rp 50.000 Rp 2

Set up Rp 500.000 Rp 100.000 Rp 5

Mesin Rp 2.000.000 Rp 400.000 Rp 5

Packaging Rp 200.000 Rp 100.000 Rp 2


Cara Kerja Sistem Activitey Based Costing

Setelah itu bebankan biaya overhead kepada masing-masing produk perusahaan.

A. Produk Sepatu
Aktivitas Tarif Jumlah Total Biaya OH Biaya OH / Unit

Rekayasa Rp 2 Rp 35.000 Rp 70.000 Rp 2


Set up RP 5 Rp 50.000 Rp 250.000 Rp 5
Mesin Rp 5 Rp 250.000 Rp 1.250.000 Rp 5
Packaging Rp 2 Rp 50.000 Rp 100.000 Rp 2
Total Rp 1.670.000 Rp 14
Cara Kerja Sistem Activitey Based Costing

B. Produk Sandal

Aktivitas Tarif Jumlah Total Biaya OH Biaya OH / Unit

Rekayasa Rp 2 Rp 15.000 Rp 30.000 Rp 2

Set up RP 5 Rp 50.000 Rp 250.000 Rp 5

Mesin Rp 5 Rp 150.000 Rp 750.000 Rp 5

Packaging Rp 2 Rp 50.000 Rp 100.000 Rp 2

Total Rp 1.130.000 Rp 14
Cara Kerja Sistem Activitey Based Costing

Jadi, biaya per unit dengan perhitungan metode akuntansi ABC adalah:

Keterangan Sepatu Sandal


Biaya Utama* Rp 10.000.000 Rp 10.000.000
Biaya OH** Rp 14.000 Rp 28.000
Jumlah Rp 10.014.000 Rp 10.028.000
Unit produksi (unit) Rp 1.000 2.000
Harga per unit*** Rp 10.014 Rp 5.014

*Biaya utama = Biaya utama x Volume produksi **Biaya OH = Total biaya OH x Volume produksi

***Harga per unit = (Jumlah biaya utama + Biaya OH) : Unit produksi
KESIMPULAN

●Metode Activity-Based Costing (ABC) dapat dimanfaatkan oleh


perusahaan yang memiliki keragaman aktivitas sebagai pilihan metode
perhitungan biaya yang lebih baik daripada metode tradisional. Metode ABC
memiliki beberapa keunggulan yakni dapat mengidentifikasi efisiensi pada
level produksi/departemen/aktivitas, perhitungan yang lebih akurat untuk
membantu pengambilan keputusan dan dapat membantu pengendalian biaya
seperti overhead.
●Metode ABC juga dapat memperhitungkan pengalokasian biaya atas
kapasitas produksi tidak terpakai dengan akurat dan pengalokasian waktu
yang dibutuhkan dalam produksi. Oleh karena itu, metode ABC dapat
digunakan dalam industri jasa untuk memperhitungkan biaya per aktivitas.
THANKS!
CREDITS: This presentation template was created
by Slidesgo, including icons by Flaticon,
infographics & images by Freepik

Please keep this slide for attribution

Mon Tue Wed Thu Fri

Anda mungkin juga menyukai