TUGAS BACA
General Anesthesia with Double Lumen Tube
Oleh: Prameita Rahmawati
Pembimbing: Dr. I Putu Fajar Narakusuma, Sp. An
One Lung Ventilation
Definisi: ventilasi mekanik yang diberikan pada salah satu paru
yang dipilih dan menghalangi jalan napas dari paru lainnya
Tujuan: mempermudah Tindakan pembedahan thorax dengan
kondisi optimal
Indikasi:
- Improving surgical access
- Lung protection
- Intensive care ventilation
Ventilasi satu paru
Kondisi ini mempersulit manajemen anestesi
Pada paru yang kolaps tetap mendapat perfusi namun tidak berventilasi dehingga terjadi
pirau intrapulmoner kanan ke kiri
Selama dilakukan ventilasi satu paru, terjadi percampuran darah yang tidak teroksigenasi
dari paru independent dengan darah teroksigenasi dari paru dependen. Kondisi ini sering
menyebabkan hipoksemia
Faktor-factor yang menurunkan aliran darah ke paru-paru yang terventilasi:
- Tekanan rerata jalan napas tinggi Karena PEEP tinggi, hiperventilasi atau [Link] tinggi
- FiO2 rendah menyebabkan vasokonstriksi paru hipoksik
- Vasokonstriktor yang memiliki efek lebih besra pada pembuluh darah normosik
- AUTO-PEEP karena waktu inspirasi yang tidak memadai
Fisiologi tubuh saat dilakukan
anestesi terkait Tindakan bedah
thoraks
Posisi lateral decubitus: dari supine ke lateral
decubitus bila pasien sadar nafas spontan
masih terjaga
Paru dependen lebih banyak perfusi karena
gaya gravitasi, selain itu juga mendapat
banyak ventilasi
Induksi
Penurunan kapsitas residu fungsional
(FRC) karena paru independent bergeser
ke bawah (yang lebih baik) dan paru
dependen menuju ke yang kurang baik.
Kondisi ini menyebabkan paru
independent terventilasi secara lebih baik
daripada paru dependen
Dapat terjadi V/Q mismatch karena paru
dependen memiliki perfusi yang lebih
baik
Ventilasi tekanan positif
Ventilasi tekanan positif dapat memperbaiki ventilasi paru
independent pada posisi lateral
Pelumpuh otot meningkatkan efek ventilasi dengan organ abdomen
naik dan menghambat ventilasi paru dependen
Pemberian “bantal ganjal” untuk menjaga pasien tetap posisi lateral
dekubitu membatasi pergerakan hemithoraks dependen
Semua kondisi diatas dapat memperburuk V/Q mismatch dan
meningkatkan hipoksemia
Double lumen tube
Double lumen tubes are tubes with one lumen opening just above
the carina and the other inserted into a main bronchus
By clamping one lumen, this occludes ventilation to the lung on that
side.
If one lumen is opened to the atmosphere, the lung can deflate and
ventilation continued through the other lumen. Tubes come in sizes
26 to 41 French gauge - 37-39 is the usual size for a female and 39-
41 for a male.
There are right and left sided tubes. A left-sided tube has the
endobronchial part down the left main bronchus; a right-sided tube
down the right main bronchus.
DLT kiri dapat digunakan untuk sebagian besar prosedur
bedah, terlepas dari sisi operasi.
• DLT kanan harus memiliki saluran melalui
tube bronkial yang berguna untuk ventilasi lobus
kanan atas.
Variasi anatomi antar individu dalam hal jarak antara carina
dan muara lobus kanan atas kadang-kadang menyebabkan
kesulitan untuk melakukan ventilasi pada lobus tersebut
dengan DLT kanan.
DLT kanan lebih disarankan pada :
1. distorsi anatomi bronkus utama kiri
oleh massa intra / ekstrabronkial;
2. kompresi bronkus utama kiri
karena aneurisma aorta toraks
desendens;
3. pneumonektomi sisi kiri;
4. transplantasi paru satu sisi kiri;
dan reseksi
lengan sisi kiri.
Cara Memasang DLT Kiri
Manajemen Ventilasi satu paru
• Protective Lung Ventilation Strategies meminimalkan risiko Acute Lung
Injury (ALI) setelah reseksi paru.
• Strategi Ventilasi Mekanik : VT rendah (6–8 mL/kg), PEEP rutin (5– 10 cm
H2O), FiO2 rendah (50% to 80%), tekanan ventilasi rendah (P-plateau <25
cmH2O; peak airway pressure < 35 cmH2O), dengan modus ventilasi
Pressure-Controlled dan permissive hypercapnia.
• Titrasi FiO2 untuk mencapai saturasi O2 > 90%, kecuali pada
pasiden yang sedang dalam terapi atau dalam risiko ALI.
• Pada akhir prosedur, paru sisi operatif dipompa bertahap dengan P-insp
puncak < 30 cm H2O untuk mencegah kerusakan lokasi penjahitan di paru.
• Selama reinflasi paru sisi operatif, dapat dilakukan klem lumen paru
dependen untuk membatasi overdistensi.
Manajemen Hipoksia
1. Adequate position of the bronchial tube must be confirmed.
2. Increase FiO2 to 100%
3. Recruitment maneuvers on the dependent, ventilated lung may
eliminate atelectasis and improve shunt.
4. Optimize PEEP to the dependent, non-operative lung.
5. Ensure adequate cardiac output and oxygen carrying capacity.
6. CPAP or blow-by oxygen to the operative lung will
decrease shunting and improve oxygenation.
7. Two-lung ventilation should be instituted for severe hypoxemia. If
possible, pulmonary artery clamp can also be placed during
pneumonectomy to eliminate shunt.
Algorithm for managing one-lung ventilation and improving oxygenation.
CPAP, continuous positive airway pressure; ETT, endotracheal tube; FIO2, fraction of inspired air; PaO2, arterial partial pressure of oxygen;
PEEP, positive end-expiratory pressure; TV, tidal volumes.
Matursuksma…