PENGARUH LODING CAIRAN 500 ML KRISTALOID TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PASCA
SPINAL ANESTESI
PADA PASIEN SECTION CAESAREA
SEMINAR HASIL
Disusun dan diajukan oleh:
JOHNTENSON SILITONGA
NIM. 02202204024
Ketua Penguji :Sri Mintarsih, [Link]., Ns. [Link]
Anggota Penguji 1 : Cemy Nur Fitria, [Link],Ns.,[Link]
Anggota Penguji 2 : Tri Budi Santoso, [Link],SKM,[Link]
Latar Belakang
Operasi seksio caesarea (SC) merupakan operasi yang paling sering dilakukan di bidang obstetri. Hipotensi
yang terjadi pasca anestesi spinal diakibatkan oleh efek blokade menyeluruh terhadap sistem saraf simpatis
sehingga terjadi peningkatan kapasitas vena dan penurunan resistensi vaskular sistemik yang menyebabkan
penurunan tekanan darah. Kristaloid merupakan metode non-farmakologis yang sering digunakan pada
pencegahan hipotensi dan telah rutin menjadi pilihan ahli anestesi. Pemberian cairan intravena sebelum anestesi
spinal seperti RL 100 ml dan posisi yang tepat dapat mencegah hipotensi pasca anestesi. Berdasarkan uraian
diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian berjudul “Pengaruh loding cairan 500 ml kristaloid
terhadap penurunan tekanan darah pasca spinal anestesi pada pasien section caesarea di Kamar Bedah RS
Meloy Sangatta Kabupaten Kutai Timur”.
Tujuan Umum
Untuk mengetahui pengaruh loding cairan 500 ml kristaloid terhadap penurunan tekanan darah pasca spinal
anestesi pada pasien section caesarea di Kamar Bedah RS Meloy Sangatta Kabupaten Kutai Timur.
Tujuan Khusus
a. Mengidentifikasi karakteristik pasien section caesarea di Kamar Bedah RS Meloy Sangatta.
b. Menganalisis tekanan darah pasca spinal anestesi sebelum loding cairan 500 ml kristaloid pada pasien
section caesarea di Kamar Bedah RS Meloy Sangat.
c. Menganalisis tekanan darah pasca spinal anestesi sesudah loding cairan 500 ml kristaloid pada pasien
section caesarea di Kamar Bedah RS Meloy Sangat.
d. Menganalisis pengaruh loding cairan 500 ml kristaloid terhadap penurunan tekanan darah pasca spinal
anestesi pada pasien section caesarea di Kamar Bedah RS Meloy Sangatta.
Jenis dan Desain Penelitian
Jenis penelitian ini menggunakan jenis eksperiment. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
adalah quasy eksperiment berbentuk desain pretest and posttest yaitu membandingkan tekanan darah pasca
spinal anestesi pada pasien section caesarea terhadap pada kelompok intervensi dengan loding cairan 500 ml
kristaloid serta pada kelompok kontrol dengan cairan biasa.
Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah pasien section caesarea di Kamar Bedah RS Meloy Sangatta dengan jumlah
pasien perbulan sebanyak 42 orang.
Sampel
Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Jadi, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 38
orang yang terbagi ke dalam 2 kelompok yaitu kelompok intervensi sebanyak 19 orang dan kelompok kontrol
sebanyak 19 orang.
Analisa Univariat
Analisis univariat dilakukan untuk mendeskripsikan karakteristik dari setiap variabel penelitian. Hasil analisis
univariat akan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Variabel yang akan dilakukan dengan analisis univarat
dalam penelitian ini yaitu nilai tendensi sentral berupa mean, median, nilai minimum, nilai maksimum dan
standar deviasi.
Analisa Bivariat
Analisis bivariat yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variabel terikat dan
variabel bebas yaitu pengaruh loding cairan 500 ml kristaloid terhadap penurunan tekanan darah pasca spinal
anestesi pada pasien section caesarea di Kamar Bedah RS Meloy Sangatta. Penelitian ini menggunakan uji
perbandingan. Sebelum uji hubungan dilakukan uji kenormalan data menggunakan uji Kolmogorov Smirnov.
Variabel data tekanan darah berdistribusi normal maka menggunakan uji T-Independent sedangkan jika
berdistribusi tidak normal maka menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil Penelitian
N Mean Std. Deviasi
Diastolik Intervensi 19 73.63 9.118
Diastolik kontrol 19 81.32 9.019
Total 38 - -
Sistolik intervensi 19 115.74 10.203
Sistolik control 19 130.53 12.167
Total 38 - -
Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa dari 38 responden, dari hasil deskriptif
diastolic sesudah dilakukan perlakuan pada kelompok intervensi dan kelompok
kontrol didapatkan hasil diastolik kelompok intervensi dengan mean (rata-rata)
73.63 mmHg. Sedangkan hasil hasil diastolik kelompok kontrol dengan mean (rata-
rata) 81.32 mmHg. Serta hasil deskriptif sistolik intervensi dan kelompok kontrol
didapatkan hasil sistolik kelompok intervensi dengan mean (rata-rata) 115.74
mmHg. Sedangkan hasil hasil sistolik kelompok kontrol dengan mean (rata-rata)
130.53 mmHg.
Tabel 4.5 Analisis Uji Statistik Independen T Test untuk melihat perbandingan diastolic sebelum perlakuan
pada kelompok intervensi dan control
Sig (2-tailed) Mean Lower-
difference upper
Diastolik 0.011 7.947 1.971±13.924
sebelum
(Sumber data ; Data SPSS (2023)
Tabel 4.5 Diatas Menunjukkan Bahwa Hasil Uji Statistic independent t test
untuk melihat perbandingan diastolic sebelum perlakuan pada kelompok
intervensi dan kontrol dengan Nilai Signifikansi Sebesar 0,011 Yang Berarti a
< 0,05, Sehingga Dapat Disimpulkan Terdapat perbandingan yang signifikan
terhadap diastolic sebelum perlakuan kelompok intervensi dan kelompok
kontrol dengan 95% Confidence Interval of the Difference Lower 1.971 kali
dan Upper 13.924 kali.
Tabel 4.6 Analisis Uji Statistik Independen T Test untuk melihat perbandingan sistolik sebelum perlakuan
pada kelompok intervensi dan control
Sig (2-tailed) Mean Lower-
difference upper
sistolik 0.868 -0.684 -8.987±7.619
sebelum
(Sumber data ; Data SPSS (2023)
Tabel 4.6 Diatas Menunjukkan Bahwa Hasil Uji Statistic independent t test
untuk melihat perbandingan sistolik sebelum perlakuan pada kelompok
intervensi dan kontrol dengan Nilai Signifikansi Sebesar 0,868 Yang Berarti a
> 0,05, Sehingga Dapat Disimpulkan tidak terdapat perbandingan yang
signifikan terhadap sistolik sebelum perlakuan kelompok intervensi dan
kelompok kontrol dengan 95% Confidence Interval of the Difference Lower -
8.988 kali dan Upper 7.619 kali.
Tabel 4.7 Analisis Uji Statistik Independen T Test untuk melihat perbandingan diastolic sesudah perlakuan
pada kelompok intervensi dan control
Sig (2-tailed) Mean Lower-upper
difference
diastolik 0.013 -7.684 -13.651±-1.717
sesudah
(Sumber data ; Data SPSS (2023)
Tabel 4.7 Diatas Menunjukkan Bahwa Hasil Uji Statistic independent t test
untuk melihat perbandingan diastolic sesudah perlakuan pada kelompok
intervensi dan kontrol dengan Nilai Signifikansi Sebesar 0,013 Yang Berarti
a < 0,05, Sehingga Dapat Disimpulkan Terdapat perbandingan yang
signifikan terhadap diastolic sesudah perlakuan kelompok intervensi dan
kelompok kontrol dengan 95% Confidence Interval of the Difference Lower
-13.651 kali dan Upper -1.717 kali.
Tabel 4.8 Analisis Uji Statistik Independen T Test untuk melihat perbandingan sistolik sesudah perlakuan
pada kelompok intervensi dan control
Sig (2-tailed) Mean Lower-upper
difference
sistolik 0.000 -14.789 -22.177±-7.401
sesudah
(Sumber data ; Data SPSS (2023)
Tabel 4.8 Diatas Menunjukkan Bahwa Hasil Uji Statistic independent t test
untuk melihat perbandingan sistolik sesudah perlakuan pada kelompok
intervensi dan kontrol dengan Nilai Signifikansi Sebesar 0,000 Yang
Berarti a < 0,05, Sehingga Dapat Disimpulkan Terdapat perbandingan
yang signifikan terhadap sistolik sesudah perlakuan kelompok intervensi
dan kelompok kontrol dengan 95% Confidence Interval of the Difference
Lower –22.177 kali dan Upper -7.401 kali
Pembahasan
Pada penelitian sebelumnya disebutkan bahwa kejadian hipotensi tetap ada walaupun diberikan cairan jumlah besar
yang diakibatkan oleh kontraksi uterus yang terjadi terus–menerus. Setiap kontraksi uterus darah yang dipompakan ke
sirkulasi maternal sekitar 300 mL. Perkembangan janin terutama bertambahnya ukuran kepala akan menekan caval
sehingga terjadi penekanan aortocaval. Setiap kontraksi uterus menambah penekanan pada aortocaval sehingga hipotensi
semakin lebih besar. Pada penelitian tersebut disebutkan bahwa teknik yang dapat mengurangi kejadian hipotensi adalah
pemberian cairan disertai posisi pasien miring ke arah kiri untuk mengurangi penekanan aortocaval. (Vercauteren et al.,
1996) Manajemen cairan yang digunakan yaitu diberikan secara loading. Kristaloid loading ditemukan lebih efektif
mengurangi hipotensi dan kebutuhan akan vasopresor dibanding preloading atau tanpa cairan. (Kinsella et al., 2018)
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Oh dkk. (2014), didapatkan bahwa insiden hipotensi secara
signifikan lebih rendah pada kelompok coloading dibandingkan dengan kelompok preloading, dimana lebih banyak ibu
yang melahirkan dalam kelompok preloading membutuhkan pengobatan dengan efedrin (83,3% vs. 53,3%, p = 0,026) (Oh
et al., 2014).
Kesimpulan
1. Hasil Uji Statistic independent t test untuk melihat perbandingan diastolic sebelum perlakuan
pada kelompok intervensi dan kontrol dengan Nilai Signifikansi Sebesar 0,011 Yang Berarti
a < 0,05, Sehingga Dapat Disimpulkan Terdapat perbandingan yang signifikan terhadap
diastolic sebelum perlakuan kelompok intervensi dan kelompok kontrol
2. Hasil Uji Statistic independent t test untuk melihat perbandingan sistolik sebelum perlakuan
pada kelompok intervensi dan kontrol dengan Nilai Signifikansi Sebesar 0,868 Yang Berarti
a > 0,05, Sehingga Dapat Disimpulkan tidak terdapat perbandingan yang signifikan terhadap
sistolik sebelum perlakuan kelompok intervensi dan kelompok
3. Hasil Uji Statistic independent t test untuk melihat perbandingan diastolic sesudah perlakuan
pada kelompok intervensi dan kontrol dengan Nilai Signifikansi Sebesar 0,013 Yang Berarti
a < 0,05, Sehingga Dapat Disimpulkan Terdapat perbandingan yang signifikan terhadap
diastolic sesudah perlakuan kelompok intervensi dan kelompok control
4. Hasil Uji Statistic independent t test untuk melihat perbandingan sistolik sesudah perlakuan
pada kelompok intervensi dan kontrol dengan Nilai Signifikansi Sebesar 0,000 Yang Berarti
a < 0,05, Sehingga Dapat Disimpulkan Terdapat perbandingan yang signifikan terhadap
sistolik sesudah perlakuan kelompok intervensi dan kelompok kontrol
Terima Kasih