0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan36 halaman

Algoritma Machine Learning: Klasifikasi & Regresi

Dokumen ini membahas beberapa algoritma machine learning untuk klasifikasi, regresi, clustering, dan asosiasi. Algoritma-algoritma klasifikasi seperti K-NN, Naive Bayes, dan Decision Trees dijelaskan.

Diunggah oleh

sofyan98760
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan36 halaman

Algoritma Machine Learning: Klasifikasi & Regresi

Dokumen ini membahas beberapa algoritma machine learning untuk klasifikasi, regresi, clustering, dan asosiasi. Algoritma-algoritma klasifikasi seperti K-NN, Naive Bayes, dan Decision Trees dijelaskan.

Diunggah oleh

sofyan98760
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ALGORITMA

MACHINE
LEARNING
MATERI YANG AKAN DIBAHAS

ALGORITMA MACHINE
LARNING:
• KLASIFIKASI
• REGRESI
• CLUSTERING
• ASOSIASI
KLASIFIKASI
ALGORITMA KLASIFIKASI

Algoritma klasifikasi adalah algoritma yang digunakan untuk


memprediksi kategori atau label dari suatu data berdasarkan
atribut-atributnya. Ini adalah jenis masalah pembelajaran
mesin yang melibatkan klasifikasi data ke dalam kategori yang
telah ditentukan. Labelnya ditentukan telebih dahulu.
Supervised Learning
ALGORITMA-ALGORITMA KLASIFIKASI
1.K-Nearest Neighbors (K-NN): Algoritma K-NN mengklasifikasikan
data berdasarkan seberapa mirip data yang akan diprediksi dengan data
pelatihan yang ada. Ini bekerja dengan mengidentifikasi k-nearest
neighbors (data pelatihan yang paling mirip) dan menentukan label
berdasarkan mayoritas dari tetangga terdekat.
[Link] Bayes: Algoritma Naive Bayes berdasarkan pada teorema Bayes
dan menghitung probabilitas kondisional dari atribut-atribut data untuk
menentukan kategori mana yang paling mungkin. Ini sering digunakan
dalam pemrosesan teks dan klasifikasi spam email.
[Link] Trees: Decision tree adalah model yang mengambil keputusan
dengan membuat pohon keputusan berdasarkan atribut-atribut data. Ini
adalah model yang mudah diinterpretasikan dan dapat digunakan baik
untuk masalah klasifikasi maupun regresi.
ALGORITMA-ALGORITMA KLASIFIKASI
1.K-Nearest Neighbors (K-NN): Algoritma K-NN mengklasifikasikan
data berdasarkan seberapa mirip data yang akan diprediksi dengan data
pelatihan yang ada. Ini bekerja dengan mengidentifikasi k-nearest
neighbors (data pelatihan yang paling mirip) dan menentukan label
berdasarkan mayoritas dari tetangga terdekat.
[Link] Bayes: Algoritma Naive Bayes berdasarkan pada teorema Bayes
dan menghitung probabilitas kondisional dari atribut-atribut data untuk
menentukan kategori mana yang paling mungkin. Ini sering digunakan
dalam pemrosesan teks dan klasifikasi spam email.
[Link] Trees: Decision tree adalah model yang mengambil keputusan
dengan membuat pohon keputusan berdasarkan atribut-atribut data. Ini
adalah model yang mudah diinterpretasikan dan dapat digunakan baik
untuk masalah klasifikasi maupun regresi.
ALGORITMA-ALGORITMA KLASIFIKASI
1. Random Forest: Random Forest adalah kumpulan pohon keputusan yang
digunakan untuk mengurangi overfitting dan meningkatkan akurasi. Ini adalah
salah satu algoritma ensambel yang sangat kuat.
2. Support Vector Machines (SVM): SVM adalah algoritma yang digunakan
untuk memisahkan dua kategori dengan mencari hyperplane yang memiliki jarak
maksimum dengan kategori-kategori yang berbeda. Ini adalah algoritma yang
kuat untuk klasifikasi biner.
3. Neural Networks: Neural networks, terutama dalam bentuk deep learning, dapat
digunakan untuk klasifikasi data dengan tingkat kompleksitas yang tinggi.
Mereka dapat memodelkan hubungan non-linier yang rumit dalam data.
4. Klasifikasi Bayes: Ini adalah algoritma yang digunakan untuk memodelkan
hubungan probabilistik antara atribut-atribut data dan label kategori.
5. XGBoost: XGBoost adalah algoritma ensambel yang populer, yang sering
digunakan dalam kompetisi data dan dikenal karena performanya yang sangat
baik
REGRESI
ALGORITMA REGRESI
Agoritma regresi adalah teknik machine learning yang
digunakan untuk memprediksi nilai dari sebuah variabel
target berdasarkan nilai dari beberapa variabel input (atau
fitur). Algoritma regresi digunakan untuk membuat model
matematis yang dapat digunakan untuk memprediksi nilai
target dari data baru.
Algoritma regresi adalah langkah-langkah dan metode
yang digunakan untuk menghitung model regresi dan
mengestimasi parameter-parameternya berdasarkan data.
Ada berbagai algoritma yang digunakan untuk melakukan
regresi, tergantung pada jenis regresi yang Anda terapkan
(linier, logistik, dll.)
ALGORITMA REGRESI
[Link] Linier Sederhana: Ini adalah bentuk paling dasar dari
regresi linier yang melibatkan satu variabel independen dan satu
variabel dependen. Tujuannya adalah untuk menemukan garis terbaik
yang sesuai dengan data.
[Link] Linier Berganda: Regresi linier berganda melibatkan dua
atau lebih variabel independen yang digunakan untuk memprediksi
satu variabel dependen. Ini adalah ekstensi dari regresi linier
sederhana.
[Link] Polinomial: Regresi polinomial melibatkan penggunaan
model polinomial untuk menggambarkan hubungan antara variabel
independen dan variabel dependen. Ini cocok untuk data yang tidak
sesuai dengan model linier sederhana.
CLUSTERING
ASOSIASI
ASOSIASI RULES
Ada Pertanyaan?
[Link]

[Link]

Jurnal 5 tahun terakhir


TIM MATERI
1=7 KLASIFIKASI, CLUSTERING (KLASIFIKASI)
2 PREDIKSI, ASOSIASI (PREDIKSI)
3 KLASIFIKASI, CLUSTERING (CLUSTERING)
4 PREDIKSI, ASOSIASI (ASOSIASI)
5 KLASIFIKASI, ASOSIASI (ASOSIASI)
6 PREDIKSI, CLUSTERING (PREDIKSI)
1. Terkait pengetian klasfikasi, clustering atau tujuannya

2. jenis-jenis algoritma nya jelasin sedikit (Min 5 algoritma)

3. Jurnal (penerapan dari salah satu algoritma dari)

• Pendahuluan: Masalah, tujuan

• Metode: lokasi, data apa yang diguanakn, menggunakan algoritma apa?

• Hasil:

• Kesimpulan
TERIMA KASIH

Common questions

Didukung oleh AI

Classification and regression are both types of supervised learning but serve different purposes. Classification is used to predict categorical labels by dividing data into predefined categories, such as spam or not spam in email filtering . Algorithms for classification include K-Nearest Neighbors (K-NN), Naive Bayes, and Support Vector Machines, which handle tasks like text classification and image recognition . Regression, on the other hand, predicts continuous values by identifying patterns in data, like predicting house prices or stock trends. Algorithms like Linear Regression and Polynomial Regression are primarily used for this purpose . The choice of algorithm depends on the nature of the output: discrete for classification and continuous for regression, impacting model interpretation and evaluation metrics.

Naive Bayes uses Bayesian principles by calculating the conditional probability of each attribute with respect to each class using Bayes' theorem. It assumes independence among features, making it computationally efficient . This algorithm is advantageous in scenarios like text classification and spam detection due to its simplicity and efficiency, especially with large datasets. Its assumption of feature independence often holds sufficiently true, providing effective results despite being 'naive' .

K-Nearest Neighbors (K-NN) classifies a sample by identifying the 'k' closest training examples in the feature space. The class is determined based on a majority vote among the k-nearest neighbors, which involves measuring similarity or distance, such as using Euclidean distance . The computational challenge arises because it requires storing the entire dataset during training and evaluating all distances for each classification, making it computationally expensive as data size grows. K-NN also struggles with imbalanced datasets and may be sensitive to irrelevant or redundant features .

Linear regression models the relationship between two variables by fitting a linear equation to observed data, which works well when data points show a linear relationship . Polynomial regression, an extension of linear regression, models the relationship using polynomial functions, making it capable of fitting non-linear data relationships. Polynomial regression is preferred when data shows curvature or more complex patterns that a straight line cannot approximate . Linear regression is simpler and more interpretable while polynomial regression, being more flexible, can capture more complex trends at the cost of higher complexity and risk of overfitting.

Choosing between a single model like decision trees and ensemble approaches such as random forests involves trade-offs in terms of complexity, interpretability, and performance. Decision trees are simple and easily interpretable, but prone to overfitting unless properly pruned . They perform well on smaller datasets but may struggle with more complex structures. Random forests, composed of multiple decision trees, offer improved predictive performance and robustness, reducing overfitting by averaging the predictions. However, they are more complex, less interpretable, and computationally expensive, which can be a disadvantage in resource-constrained scenarios or where model simplicity is essential .

Decision trees create a model of decisions taken in a series of attribute tests; they are straightforward and interpretable but can overfit, particularly with complex datasets . Random forests address this by using an ensemble of many decision trees, thus reducing overfitting and increasing accuracy. Each tree in a random forest is trained on a different subset of the data, and the final classification is decided by majority voting of the trees, enhancing robustness especially in noisy data . Both algorithms offer high interpretability, but random forests provide superior performance with larger datasets.

Support Vector Machines (SVMs) classify data by finding the hyperplane that maximizes the margin between data points of different classes. They are particularly effective in high-dimensional spaces and are robust to overfitting in these environments . SVMs are advantageous for binary classification and are effective with both linear and non-linear data when using kernel functions. However, they are best suited for smaller datasets due to high computational requirements, and choosing the right kernel and its parameters can be complex. Their interpretability is also limited compared to simpler models like decision trees .

XGBoost is renowned for its speed and performance in data science competitions due to its highly efficient implementation of gradient boosting. It employs advanced regularization to prevent overfitting, handles missing values efficiently, and offers parallel and distributed computing options, making it scalable with large datasets . Its flexibility with a range of hyperparameters allows fine-tuning for specific problems, and it supports various objective functions and evaluation criteria, making it versatile for a wide range of tasks. These features make it a strong contender in predictive modeling challenges .

Clustering is an unsupervised learning process that involves grouping a set of objects in such a way that objects in the same group (cluster) are more similar to each other than to those in other groups. It does not rely on predefined categories or labels, unlike classification, which is a supervised learning process with predefined classes . Clustering is suitable for discovering inherent groupings in data, such as market segmentation in business, grouping related documents in large document repositories, or identifying patterns in genetic data. It helps in organizing large datasets into meaningful structures without prior knowledge .

Neural networks, particularly deep learning models, require large datasets to perform effectively, and they can be computationally expensive, posing a challenge in terms of resources . They also tend to overfit easily when the model complexity exceeds that of the data. Additionally, neural networks are less interpretable due to their complex structure, making it hard to understand the decision-making process. These challenges can be mitigated by using techniques such as regularization (e.g., dropout), data augmentation to artificially increase the size of the training set, and employing training strategies like early stopping to prevent overfitting .

Anda mungkin juga menyukai