0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
145 tayangan45 halaman

Kriteria Hasil dan Tindakan Keperawatan PPOK

Berdasarkan dokumen tersebut, terdapat beberapa kasus keperawatan lanjut usia yang meliputi pengkajian lansia dengan stroke, diabetes melitus, dan luka bokong akibat tidak sering diganti posisi. Beberapa masalah keperawatan yang diidentifikasi adalah gangguan fungsi motorik, defisit nutrisi, serta risiko infeksi.

Diunggah oleh

Deny Bayupratama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
145 tayangan45 halaman

Kriteria Hasil dan Tindakan Keperawatan PPOK

Berdasarkan dokumen tersebut, terdapat beberapa kasus keperawatan lanjut usia yang meliputi pengkajian lansia dengan stroke, diabetes melitus, dan luka bokong akibat tidak sering diganti posisi. Beberapa masalah keperawatan yang diidentifikasi adalah gangguan fungsi motorik, defisit nutrisi, serta risiko infeksi.

Diunggah oleh

Deny Bayupratama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SOAL2

Seorang laki-laki 58 tahun dirawat di ruang penyakit dalam


dengan PPOK. Hasil pengkajian pasien mengeluh sesak,
sianosis, terdengar ronchi dan wheezing, batuk berdahak,
susah mengeluarkan dahak, mual, tampak cemas dan tegang.
Apakah kriteria hasil yang tepat pada kasus tersebut?
a. Batuk efektif meningkat
b. Cemas berkurang
c. Mual tidak ada
d. Demam berkurang
e. Suhu tubuh normal
• Seorang perempuan usia 45 tahun dirawat di ruang penyakit
dalam dengan diagnosis medis PPOK. Hasil pengkajian
pasien mengeluh sesak, tampak sedikit retraksi dada, batuk
dengan sputum banyak, tampak susah mengeluarkan
sputum, posisi duduk di tempat tidur, dan SpO2 96%. Apakah
tindakan keperawatan yang tepat?
a. Posisikan semi fowler
b. Mengajarkan latihan nafas dan batuk efektif
c. Berikan terapi oksigen 10 lpm
d. Melaporkan kondisi pasien pada dokter jaga ruangan
e. Suction
• Seorang lansia 58 tahun dirawat diruang interna RS dengan
CHF. Hasil pengkajian pasien mengeluh lemas, pusing,
sesak nafas bila beraktifitas,tampak pucat, akral dingin, dan
lembab, T 130/80 mmHg, N 80 x/menit, R 24 x/menit.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus
tersebut?
a. Meningkatkan aktivitas fisik
b. Menganjurkan tirah baring dan pembatasan aktifitas
c. Menganjurkan aktifitas fisik sesuai toleransi
d. Menganjurkan intake nutrisi adekuat
e. Menganjurkan latihan nafas dalam
• Seorang laki-laki berusia 60 tahun dirawat di ruang instalasi
pelayanan jantung terpadu dengan keluhan sesak nafas, hasil
pengkajian TD 140/100 mmHg, N 60 x/menit, R 30
x/menit,tampak pucat, peningkatan vena jugularis, pitting
edema pada kedua tungkai dan terpasang CVP dengan nilai 15
mmHg. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus
tersebut?
a. Pola nafas tidak efektif
b. Bersihan jalan nafas tidak efektif
c. Penurunan curah jantung
d. Hipervolemia
e. Hipovolemia
• Seorang perempuan 50 tahun dirawat diruangan interna
wanita RS dengan keluhan mudah lelah dan sesak nafas.
Hasil pengkajian pasien tampak pucat, akral dingin, CRT >3
dtk, distensi vena jugularis, pitting edema pada kedua
tungkai. Apakah kriteria hasil yang tepat pada masalah
utama pada kasus diatas?
a. Turgor kulit menurun
b. Adanya kesemutan
c. Pengisian kapiler membaik
d. CRT < 5 dtk
e. Suhu tubuh normal
• Seorang lansia 63 tahun datang ke poliklinik jantung dengan
keluhan nyeri dada sebelah kiri menjalar ke lengan kiri
hingga leher. Hasil pengkajian pasien mengeluh nyeri seperti
diremas, meringis kesakitan, gelisah, skala nyeri 8, T 90/60
mmHg, N 115 x/menit, R 24 x/menit, S 37 0 C. Apakah
masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
a. Penurunan curah jantung
b. Perfusi perifer tidak efektif
c. Pola nafas tidak efektif
d. Ansietas
e. Nyeri akut
• Seorang remaja 18 tahun dirawat di ruang penyakit dalam
dengan keluhan BAB cair dan sakit perut. Hasil pengkajian
pasien mengeluh mual, nafsu makan menurun, frek BAB
7x/hari, bising usus 25 x/menit dan membran mukosa
lembab. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada
kasus tersebut?
a. Hipovolemia
b. Hipervolemia
c. Defisit nutrisi
d. Ketidakseimbangan cairan
e. Diare
• Seorang remaja 17 tahun dirawat di ruang penyakit dalam
dengan typoid. Hasil pengkajian pasien mengeluh pusing,
nyeri otot, pegal-pegal, nafsu makan turun dan mual, suhu
tubuh 38,9 0 C, suhu meningkat pada sore dan malam hari.
Apakah evaluasi keperawatan yang tepat pada kasus
tersebut?
a. Termoregulasi membaik
b. Nyeri berkurang
c. Nafsu makan menurun
d. Tidak ada mual
e. Porsi makan habis
• Seorang anak 8 tahun dirawat diruang isolasi dengan luka
bakar, ibu pasien melapor bahwa cairan infus akan habis
dan perawat menyampaikan akan segera mengganti,
kemudian mengambil cairan sesuai program dan
mendatangi pasien untuk mengganti infus. Apakah prinsip
etik yang yang diterapkan pada kasus tersebut?
a. Autonomi
b. Justice
c. Non maleficience
d. Veracity
e. Fidelity
• Seorang perempuan 58 tahun datang ke poliklinik penyakit
dalam untuk kontrol rutin. Hasil pengkajian pasien
mengeluh lemas, pusing, gemetar dan berkeringat, RPD DM
sejak 10 tahun, T 120/90 mmHg, N 80 x/menit, R 18
x/menit, S 37 0 C, GDS 40 mgdl. Apakah tindakan
keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
a. Mengukur tanda-tanda vital
b. Segera melaporkan pada dokter yang bertugas
c. Memberikan minum larutan gula
d. Memberikan infus D 5 %
e. Injeksi insulin 10 unit
• Seorang lansia 65 tahun diantar keluarganya memeriksakan
diri ke poliklinik penyakit dalam. Hasil pengkajian GDS 55
mgdl, pasien nampak lemas, cemas, berkeringat dingin,
pucat dan gelisah, RPD DM sejak 8 tahun BB 55 kg TB 155
cm. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus
tersebut?
a. Defisit nutrisi
b. Ansietas
c. Perfusi perifer tidak efektif
d. Ketidakstabilan kadar gula darah
e. Resiko sok
``
• Berdasarkan hasil survey di sebuah desa didapatkan 30 %
masyarakat memiliki riwayat hipertensi, 50% masyarakat
memiliki kebiasaan memakan makanan yang bersantan dan
asin, 30% perokok aktif. Apakah intervensi yang tepat bagi
masyarakat tersebut?
a. Memberikan pendidikan kesehatan tentang diet hipertensi
b. Memberikan pendidikan kesehatan tentang aktifitas yang
disarankan
c. Memberikan pendidikan tentang pengobatan yang dianjurkan
d. Melakukan kontrol tekanan darah secara berkala
e. Manajemen lingkungan
• Perawat komunitas melakukan survey ke sebuah desa. Hasil
pengkajian 15% balita di desa tersebut berada di garis kuning, 50%
ibu yang memiliki balita tidak mengetahui tentang gizi seimbang
pada balita, dan 20% balita hanya diberi makan nasi dan sayur.
Apakah intervensi yang tepat bagi masyarakat tersebut?
a. Melakukan pemeriksaan DDST
b. Menganjurkan balita makan sedikit tapi sering
c. Memberikan pendidikan kesehatan tentang gizi seimbang pada
balita
d. Menganjurkan balita untuk banyak minum
e. Memberikan dukungan pada ibu untuk meningkatkan pengasuhan
• Perawat melakukan diskusi dengan kelompok remaja di
wilayah binaannya. Hasil diskusi didapatkan 5% remaja
tidak bersekolah, 60% remaja merokok, 75% remaja
bermain gadjet lebih dari 6 jam, dan 10% remaja pernah
pulang larut malam. Apakah diagnosa keperawatan yang
tepat?
a. Manajemen kesehatan tidak efektif
b. Perilaku kesehatan cenderung berisiko
c. Pemeliharaan kesehatan tidak efektif
d. Defisit kesehatan komunitas
e. Kesiapan manajemen kesehatan
• Perawat komunitas melakukan pendidikan kesehatan kepada
masyarakat tentang demam berdarah di balai desa. Setelah
penyampaian materi perawat mengajak masyarakat yang
hadir untuk berdiskusi. Peserta tampak antusias dalam
kegiatan tersebut. Apakah kriteria hasil yang tepat dari
kegiatan tersebut?
a. Masyarakat mampu melakukan P3M plus
b. Masyarakat antusias dalam berdiskusi
c. Masyarakat mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
d. Masyarakat mengetahui tentang demam berdarah
e. Masyarakat merencanakan program P3M plus
• Sebuah kelurahan ditemukan masalah keperawatan resiko
peningkatan gangguan penyakit PPOK. Sebanyak 20%
masyarakat pernah dirawat dengan PPOK, 57% masyarakat
adalah perokok aktif dan memiliki kebiasaan merokok di
dalam rumah. Apakah tindakan promotif yang tepat pada
kasus?
a. Penyuluhan kesehatan tentang bahaya rokok
b. Deteksi kasus PPOK
c. Latihan batuk efektif
d. Menyarankan masyarakat menggunakan masker
e. Melakukan skrining sputum
• Perawat mengunjungi rumah seorang lansia 68 tahun yang
mengeluh sering nyeri persendian kaki. Hasil pengkajian klien
berjalan menggunakan tongkat, tapi masih mampu
melakukan aktifitas secara mandiri seperti makan, BAK,
mandi dan berpakaian. Klien tinggal bersama anak dan
cucunya. Apakah pengkajian yang sedang dilakukan perawat?
a. Indeks katz
b. Morse fall scale
c. Geriatric depression scale
d. Mini mental state examination
e. Pittsburgh sleepquality index
• Seorang perempuan 63 tahun dirawat dibangsal
geriatri dengan DM. saat pengkajian klien mengeluh
badan terasa lemah dan sering merasa haus. Semua
aktifitas klien dibantu oleh anggota keluarga. Apa
kategori klien dalam indeks katz?
a. D
b. E
c. F
d. G
e. H
• Seorang lansia 70 tahun dirawat di bangsal geriatri
direncanakan akan melakukan pemeriksaan rontgen.
Perawat mengantarkan pasien menggunakan kursi roda. Saat
ini perawat sudah merendahkan posisi bed. Apakah langkah
selanjutnya yang tepat dilakukan oleh perawat?
a. Bantu pasien duduk di tepi bed
b. Dekatkan kursi roda ke samping bed pada sudut 45
derajat terhadap bed
c. Bantu pasien berdiri
d. Pastikan kursi roda dalam keadaan terkunci
e. Tekuk lutut dan pinggul perawat sejajar dengan lutut pasien
• Seorang perempuan 67 tahun dirawat di bangsal
geriatri dengan stroke sejak 3 hari yang lalu. Saat
pengkajian klien sering berbicara berbelit-belit namun
sampai pada tujuan pembicaraan. Apakah gangguan
proses pikir yang dialami lansia tersebut?
a. Sirkumtansial
b. Tangensial
c. Flight of idea
d. Blocking
e. Perseverasi
• Seorang lansia 70 tahun dirawat dibangsal geriatri
dengan stroke. Hasil pengkajian kaki kiri klien sulit
digerakkan, kekuatan otot 2 kemudian perawat
melakukan latihan ROM pasif pada kaki kiri klien.
Apakah prinsip etik yang diterapkan oleh perawat?
a. Autonomy
b. Beneficience
c. Justice
d. Veracity
e. Fidelity
• Seorang perempuan 65 tahun datang ke poliklinik RS
dengan keluhan sering mengompol padahal tidak ada
keinginan untuk BAK, dan terjadi setiap 4 jam. Klien
mengatakan sering minum kopi. Apakah masalah
keperawatan yang tepat?
a. Gangguan eliminasi urin
b. Inkontinensia urin berlebih
c. Inkontinensia urin refleks
d. Inkontinensia urin stres
e. Inkontinensia urin urgensi
• Seorang perempuan 68 tahun tinggal di panti wreda sejak 4 hari
lalu. Hasil pengkajian klien mengeluh lemah, daerah bokong
terasa panas dan nyeri. Bokong dan skapula tampak kemerahan,
T 150/110 mmHg, N 84 x/menit, RR 20 x/menit dan suhu 36,8 0
C. klien mengatakan dipanti hanya berbaring ditempat tidur.
Apa tindakan yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?
a. Melakukan relaksasi nafas dalam
b. Melakukan massage
c. Melakukan ROM
d. Mobilisasi setiap 2 jam
e. Memberikan kompres hangat
• Seorang lansia 63 tahun datang ke RS mengeluh sering
pusing dan mengantuk sejak 1 minggu lalu, mudah
berkeringat dan sering lapar. Klien memiliki DM sejak 5
tahun lalu namun sudah 6 bulan tidak kontrol. Klien jarang
berolahraga. Hasil pemeriksaan GDS 62 mg/dl. Apa
masalah keperawatan yang tepat?
a. Resiko ketidakstabilan kadar glukosa darah
b. Ketidakstabilan kadar glukosa darah
c. Intoleransi aktifitas
d. Defisit nutrisi
e. Inkontinensia urine
• Seorang lansia 68 tahun nampak hanya berbaring di Panti
Wreda. Hasil pengkajian klien mengeluh sulit menggerakkan
kedua kakinya, kekuatan otot ekstermitas bawah menurun.
Kemudian perawat melakukan latihan ROM pasif pada kaki
klien. Saat melakukan ROM tiba-tiba klien mengeluh nyeri pada
kakinya. Apa tindakan yang tepat dilakukan oleh perawat?
a. Beri kompres hangat
b. Memberikan analgetik
c. Istirahatkan klien
d. Melanjutkan latihan ROM
e. Menghentikan latihan ROM
• Seorang lansia 68 tahun dirawat di bangsal geriatri dengan
stroke hemoragik. Saat pengkajian klien mengeluh susah
menggerakkan kaki kirinya, kekuatan otot 2, terdapat
pembengkakan dan nyeri pada persendian kaki, klien
nampak lemah. Apa masalah keperawatan pada klien?
a. Gangguan mobilitas fisik
b. Ansietas
c. Nyeri akut
d. Nyeri kronis
e. Intoleransi aktifitas
• Seorang perawat melakukan pemeriksaan refleks
kepada seorang bayi 8 bulan. Dimulai pada tumit
perawat menggoreskan sisi lateral telapak kaki kearah
atas. Apakah jenis refleks yang diperiksa perawat?
a. Babinski
b. Glabella
c. Rooting
d. Sucking
e. Swallowing
• Seorang anak 3 tahun dibawake IGD dengan keluhan
BAB cair 10x, mual, nyeri perut dan tidak nafsu
[Link] pengkajian anak tampak lemah, S 37,2 0C,
R 32 x/menit, N 98 x/menit, BB 12 kg. Apakah masalah
keperawatan yang tepat?
a. Defisit nutrisi
b. Diare
c. Resiko ketidakseimbangan elektrolit
d. Resiko ketidakseimbangan cairan
e. Mual
• Seorang anak 3 tahun dirawat dengan TB Paru. Hasil
pengkajian anak tampak pucat, nafas cepat dan batuk terus
menerus. Anak kesulitan mengeluarkan dahak, hasil
auskultasi terdengar adanya ronchi di kedua lapang paru.
SaO2 97%, R 46 x/menit. Apakah tindakan keperawatan
yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?
a. Pemberian oksigen pada anak
b. Anjurkan batuk efektif
c. Lakukan inhalasi
d. Atur posisi semi fowler atau fowler
e. Lakukan suction
• Seorang perawat sedang mengunjungi bayi yang mengalami
demam sejak 3 hari lalu. Saat pengkajian perawat mengajak
bayi untuk bermain agar tidak rewel. Perawat memberikan
jarinya untuk digenggam sang bayi sambil tersenyum dan
tertawa, lalu bayi menggenggam jari perawat dan membalas
dengan tersenyum dan tertawa. Apakah jenis terapi bermain
yang sedang dilakukan sesuai kasus?
a. Skill play
b. Sense play
c. Assosiative play
d. Social affective play
e. Dramatic play
• Seorang bayi baru lahir dari 8 jam yang lalu mengalami
ikterik pada tubuh. Hasil pengkajian bilirubin total 18
mg/dl, ikterik pada bagian kepala, leher, dibawah umbilikus
hingga atas lutut. Bayi akan diberikan tindakan fototerapi
untuk mengurangi ikterik. Termasuk derajat ikterik
berapakah bayi pada kasus tersebut?
a. Derajat 1
b. Derajat 2
c. Derajat 3
d. Derajat 4
e. Derajat 5
• Anak laki-laki 5 tahun dirawat diruang anak karena
diare. Hasil pengkajian matanya cekung, turgor kulit
kembali lambat, mukosa bibir kering, BB 21 kg, TB 110
cm, S 38,5 0 C. berapakah kebutuhan cairan anak?
a. 1520 ml
b. 1596 ml
c. 1702,4 ml
d. 1720,4 ml
e. 1824 ml
• Segera setelah lahir, bayi laki-laki menangis lemah
dengan badan pucat, HR 90 x/menit, pernafasannya
lemah dan tidak teratur, serta bayi hanya bergerak
lemah dengan atau tanpa di stimulasi. Apa klasifikasi
APGAR pada bayi tersebut?
a. Gagal nafas
b. Asfiksia berat
c. Asfiksia sedang
d. Normal
e. Vigorous baby
• Seorang anak 4 tahun dibawa ke puskesmas karena
demam sejak 3 hari lalu. Hasil pengkajian R 32
x/menit, N 101 x/menit, S #8,8 0 C, tidak ada kaku
kuduk, dan hasil pemeriksaan RDT positif. Apa
klasifikasi demam anak berdasarkan MTBS?
a. Mungkin DBD
b. Demam mungkin bukan DBD
c. Malaria
d. Campak
e. DBD
• Perawat sedang menjelaskan kepada ibu bayi
bahwa hari ini bayi akan diberikan imunisasi
untuk mencegah TBC. Apakah imunisasi yang
akan diberikan kepada bayi?
a. BCG 0,005 ml IC
b. BCG 0,05 ml IM
c. Polio 2 tetes peroral
d. HB 0,5 ml IM
e. DPT 0,5 ml IM
• Seorang perawat komunitas merencanakan intervensi
kepada keluarga binaan dengan permasalahan DM
gestasional. Perawat bekerjasama dengan ahli gizi untuk
menentukan menu diet yang sesuai. Apakah peran
perawat yang dilakukan perawat pada kasus tersebut?
a. Pendidik/educator
b. Koordinator
c. Konsultan
d. Fungsi independen
e. Kolaborator
• Perawat komunitas melakukan survey ke sebuah desa. Hasil
pengkajian 15% balita di desa tersebut berada digaris kuning,
50% ibu yang memiliki balita tidak mengetahui tentang gizi
seimbang pada balita dan 20% balita hanya diberi makan nasi
dan sayur. Perawat memberikan Pendidikan kesehatan tentang
gizi seimbang pada balita. Apakah peran yang dilakukan
perawat pada kasus tersebut?
a. Pendidik/educator
b. Koordinator
c. Konselor
d. Fungsi independent
e. Kolaborator
• Seorang klien dating ke puskesmas bersama anaknya. Hasil
pengkajian anak klien mengalami gangguan jiwa dan harus dirujuk ke
RS. Keluarga tidak memiliki jaminan kesehatan. Perawat telah
memberikan penjelasan tentang penyakit yang diderita pasien
kepada keluarga pasien dan pentingnya proses rujukan. Perawat
memberi kesempatan kepada keluarga untuk membuat keputusan
terbaik terhadap kesembuhan pasien. Apakah prinsip etik yang
dilakukan oleh perawat?
a. Autonomy
b. Beneficience
c. Justice
d. Veracity
e. Confidentiality
• Perawat komunitas melakukan pengkajian terkait
perilaku merokok pada remaja. Perawat ingin menggali
informasi lebih dalam terhadap kelompok remaja laki-
laki yang pernah merokok. Apakah strategi yang tepat
untuk mengumpulkan data tersebut?
a. Focus group
b. Survey
c. Literatur review
d. Archival data
e. Winshield survey
• Perawat komunitas melakukan pengkajian didapatkan data
50% lansia, 30% lansia mengalami HT, 15% lansia lainnya
mengalami diabetes, masyarakat jarang memeriksakan
kesehatan ke puskesmas /posyandu. Apakah komponen
pengkajian yang sudah dilakukan pada kasus tersebut?
a. Data demografi
b. Data pelayanan kesehatan
c. Data subsistem
d. Data persepsi masyarakat
e. Data lingkungan fisik
• Seorang perawat komunitas ditugaskan untuk
mengumpulkan data berupa riwayat daerah, tipe
keluarga, status perkawinan, statistic angka kelahirandan
kematian serta agama disebuah wilayah. Apakah jenis
data yang dikumpulkan oleh perawat tersebut?
a. Data persepsi
b. Data inti komunitas
c. Data subsistem komunitas
d. Data kualitatif
e. Data kuantitatif
• Hasil survey ditemukan 25% masyarakat usia dewasa mengalami
batuk lebih dari 2 minggu, 45% masyarakat tinggal dilingkungan
yang padat dan kumuh. Kader melaporkan 20% penderita TB
mengalami putus obat. Perawat berencana melakukan
pemeriksaan dahak pada masyarakat. Dan semua orang yang
mengalami batuk tersebut. Apa tindakan yang dilakukan oleh
perawat?
a. Pencegahan primer
b. Pencegahan sekunder
c. Pencegahan tersier
d. Promosi kesehatan
e. Program rehabilitas
• Perawat komunitas melakukan pengkajian didapatkan data 50%
masyarakat usia dewasa memiliki kebiasaan merokok, 60% usia
dewasa tidak melakukan olahraga karena sibuk bekerja, 40%
masyarakat memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan siap
saji. Apakah intervensi preventif primer yang dapat dilakukan
pada kasus tersebut
a. Menajemen lingkungan
b. Memberikan pendkes tentang aktifitas
c. Memberikan pendkes pola hidup sehat
d. Memberikan Pendidikan tentang pengobatan yang dianjurkan
e. Memberikan pendkes tentang gizi seimbang
• Seorang perawat komunitasmendatangi sekolah-sekolah
dasar dan memberikan obat cacing secara gratis kepada
anak sekolah dasar dan balita pada kegiatan posyandu.
Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan
selama 2 kali dalam setahun. Apakah bentuk tindakan yang
dilakukan oleh perawat?
a. Penyuluhan kesehatan
b. Preventif primer
c. Preventif sekunder
d. Preventif tersier
e. Kuratif

Anda mungkin juga menyukai