0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan81 halaman

Rencana Kerja Madrasah 2021

Diunggah oleh

riyanto sorong
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan81 halaman

Rencana Kerja Madrasah 2021

Diunggah oleh

riyanto sorong
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA KERJA MADRASAH

oleh Laras Indriati, SE., MM

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM


KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 2021
PETA KOMPETENSI MANAJERIAL
PMA 58 TAHUN 2017 TENTANG KEPALA MADRASAH

KOMPETENSI MANAJERIAL

3.a. Menyusun perencanaan [Link]


madrasah dalam berbagai madrasah sesuai dengan
skala perencanaan. kebutuhan.

3.f. Mengelola guru dan tenaga kependidikan 3.n. Mengelola sistem informasi madrasah
dalam rangka pemberdayaan sumber untuk penyusunan program dan
daya manusia secara optimal. pengambilan keputusan.
3.i. Mengelola peserta didik untuk 3.o. Memanfaatkan kemajuan teknologi
penerimaan peserta didik baru dan informasi bagi peningkatan
pengembangan kapasitas peserta didik. pembelajaran dan manajemen madrasah.

Materi 1. Materi 2. Materi 3. Materi 4.


Rencana Kerja Pengelolaan Usaha Pengelolaan Sistem
dan Anggaran Sumber Daya Pengembangan Administrasi dan Informasi
Madrasah Madrasah
Madrasah Madrasah
• KOMENTARI
WHO AM I ???
WHAT WILL U DO???
RKM ???

 Proses menentukan tindakan masa depan (4 tahun)


sekolah/madrasah yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan
memper-hitungkan ketersediaan sumber daya.
 Dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah/madrasah di
masa depan untuk mencapai tujuan dan sasaran sekolah/
madrasah yang telah ditetapkan.
What for???
 Pedoman kerja (kerangka acuan) dalam mengembangkan
madrasah;
 Dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi
pelaksanaan pengembangan madrasah
 Bahan acuan untuk mengidentifikasi dan mengajukan
sumberdaya pendidikan yang diperlukan untuk
pengembangan madrasah
 Mengetahui secara rinci tindakan-tindakan yang harus
dilakukan agar tujuan, kewajiban, dan sasaran
pengembangan sekolah/madrasah dapat dicapai
MANFAAT RKM

Menjamin agar tujuan dan sasaran sekolah/ madrasah


dapat dicapai

Manfaat
Menjamin keterkaitan antara perencanaan,
penganggaran, pelaksanaan, pelaporan dan
pengawasan
Menjamin penggunaan sumber daya sekolah/
madrasah yang ekonomis, efisien, efektif, berkeadilan,
berkelanjutan
Menjamin penggunaan sumber daya sekolah/
madrasah yang ekonomis, efisien, efektif, berkeadilan,
berkelanjutan
untuk menjamin agar perubahan/tujuan sekolah yang
telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian
yang tinggi dan resiko yang kecil.

BAHAN KULIAH UAD CAWU 2 7


Dasar Hukum
1. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, Pasal 51 ayat 1.
2. PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan, Pasal 53 ayat 1.
3. PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan, Pasal 51.
4. PP Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan
Pendidikan.
5. Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar
Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar
dan Menengah.
PP No. 19/2005 (Pasal 53 ayat 1):
“Setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja
tahunan yang merupakan penjabaran rinci dari rencana kerja
jangka menengah satuan pendidikan yang meliputi masa 4
(empat) tahun”

Permendiknas No. 19/2007 menyatakan bahwa


Sekolah/Madrasah wajib membuat:
1. Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) yang
menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu
empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin
dicapai dan perbaikan komponen yang mendukung peningkatan
mutu lulusan.
2. Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang dinyatakan dalam Rencana
Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dilaksanakan
berdasarkan Rencana Kerja Jangka Menengah.
Prinsip Penyusunan RKM
Prinsip Umum Prinsip Khusus

memperbaiki prestasi belajar siswa, 1. Terpadu, mencakup keseluruhan


membawa perubahan yang lebih baik program.
(peningkatan/ pengembangan), 2. Multi-tahun, mencakup periode 4
tahun.
demand driven (berdasarkan
3. Multi-sumber, mengidentifikasi
kebutuhan), partisipasi, keterwakilan,
berbagai sumber dana.
data driven, realistik sesuai dengan
4. Berbasis pada 8 Standar Nasional
hasil analisis SWOT, mendasarkan Pendidikan
pada hasil review dan evaluasi, 5. Berbasis kinerja.
keterpaduan, holistik/tersistem, 6. Partisipatif, melibatkan berbagai unsur.
transparansi, dan keterkaitan serta 7. Sensitif terhadap isu jender.
kesepadanan. 8. Responsif terhadap keadaan bencana.
9. Dimonitor oleh stakeholder lainnya.
Alur Penyusunan RKM

PENYUSUNAN RKS/M
• Menetapkan Kondisi
Sekolah/Madrasah Saat Ini. PENGESAHAN
• Menetapkan Kondisi • Penyetujuan oleh
PERSIAPAN Sekolah/Madrasah yang rapat dewan
• Pembentukan pendidik
Tim Pengembang Diharapkan.
Sekolah/Madrasah • Menyusun Program, • Pengesahan oleh
(TPS/M). Kegiatan dan Indikator pihak berwenang
• Pembekalan/
Kinerja. • Sosialisasi kepada
Orientasi TPS/M.
• Menyusun Rencana pemangku
Anggaran Sekolah/ kepentingan
Madrasah.
• Menyusun RKT & RKAS/M.
PROSES PENYUSUNAN RKS/M DAN RKT
TAHAP I Melakukan Acuan Standar Sekolah
Menetapkan
kondisi Kondisi Nyata Tantangan (Utama)
sek/Mad saat Sek/Mad
SPM/ SNP
ini L.1 Merumuskan Visi Visi, Misi Dinas
Pend. Kab/kota
TAHAP II L.2 Merumuskan Misi
Menetapkan
kondisi sek/Mad Harapan L.3 Merumuskan Tujuan
yang diharapkan Pemangku
Kepentinga L.4 Merumuskan sasaran &
n Indikator kinerja

TAHAP III L.1 Merumuskan Program dan


menetapkan penanggung jawab
Menyusun program
Program dan L.2 Menentukan Kegiatan, Indikator
Kegiatan Kegiatan, dan jadwal kegiatan

TAHAP IV L.1 Membuat Rencana biaya


program
Menyusun
L.2 Membuat Rencana Pendanaan
Rencana Anggaran
Program 1. Menetapkan
Se/Mad Prog/Keg
L.3 Menyesuaikan Rencana biaya dengan Stategis
sumber pendanaan
2. Menetapkan
TAHAP V L.1 Merumuskan RKT Prog/Keg
rutin
Menyusun RKT- 3. Menetapkan
RKS/M L.2 Membuat RKAS/M
Jadwal RKT
Proses Penyusunan RKS/M
Menetapkan Kondisi Sekolah/Madrasah saat ini)

Menetapkan Kondisi Sekolah/Madrasah Yang Diharapkan

Menetapkan Program dan Kegiatan

Merumuskan Rencana Anggaran Sekolah/Madrasah

Merumuskan RKTS/M dan RKAS/M


Rekomendasi Sistematika
Penyusunan Dokumen RKS/M
1. Pendahuluan (latar belakang, tujuan, sasaran, dasar
hukum, sistematika, alur penyusunan).
2. Identifikasi kondisi sekolah/madrasah saat ini.
3. Identifikasi kondisi sekolah/madrasah masa depan
yang diharapkan.
4. Perumusan program dan kegiatan.
5. Perumusan rencana anggaran sekolah/madrasah.
6. Perumusan RKTS/M dan RKAS/M.
Menentukan Kondisi
Sekolah/Madrasah
Saat ini
Langkah Menentukan Kondisi Saat ini:

1. Melakukan EDS/M.

2. Membandingkan hasil EDS/M dengan Acuan Standar


Sekolah/Madrasah.

3. Merumuskan Tantangan Sekolah/Madrasah.


Melakukan EDS/M

 Untuk menetapkan kondisi saat ini, sekolah/madrasah perlu melakukan


evaluasi diri didasarkan pada SNP dan/ atau SPM
 Evaluasi diri bisa menggunakan berbagai alat evaluasi diri, misalnya dengan
menggunakan instrumen (EDS/M) yang dijelaskan dalam Sesi tentang EDS/M
 Tujuannya adalah untuk melihat gambaran yang jelas tentang situasi
sekolah/madrasah saat ini.
 Dengan melakukan evaluasi diri akan menunjukkan kinerja sekolah/madrasah
misalnya, bagian yang mengalami perbaikan atau peningkatan, bagian yang
tetap, dan bagian yang mengalami penurunan.
Program Sekolah/Madrasah

1. Pengembangan kompetensi lulusan (bidang akademik dan non akademik)


2. Pengembangan kurikulum/KTSP
3. Pengembangan pembelajaran
4. Pengembangan sistem penilaian
5. Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan
6. Pengembangan sarana dan prasarana sekolah/madrasah
7. Pengembangan manajemen sekolah/madrasah
8. Pembinaan kesiswaan/ekstrakurikuler
9. Budaya dan lingkungan sekolah/madrasah
10. Penanaman karakter (budi pekerti).
Membandingkan Hasil EDS/M dengan Acuan Standar
Sekolah/Madrasah

Pengelolaan sekolah/madrasah pada dasarnya bertujuan untuk mencapai SNP. Dalam


penyusunan RKS/M, data dan informasi yang dikumpulkan melalui instrumen EDS/M
perlu disimpulkan.
Penyimpulan dilakukan dengan dua cara:
1. Membandingkan kondisi nyata/terkini dengan SPM dan/atau SNP. Pembandingan kondisi
nyata dengan SPM dan/atau SNP dimaksudkan untuk mengetahui apakah sekolah/madrasah
masih belum memenuhi SPM, sudah memenuhi SPM, sudah memenuhi SNP, atau bahkan
sudah melampaui SNP.
2. Dengan melihat data hasil EDS/M yang masih perlu mendapat perhatian untuk diperbaiki,
ditingkatkan atau dipertahankan. Dalam hal ini, kesimpulan dinyatakan dalam kalimat
pernyataan yang spesifik (mencantumkan data), fokus (menunjukkan indikator), dengan
tidak mencantumkan alasan/harapan.
Merumuskan Tantangan Sekolah/Madrasah

 Tantangan sekolah/madrasah merupakan kesenjangan kondisi nyata sebagai hasil


EDS/M dengan kondisi yang diharapkan.
 Tantangan utama diklarifikasi dengan melakukan pembandingan nilai/tahapan hasil
EDS/M dengan SPM dan/atau SNP.
 Tantangan sekolah/madrasah sebaiknya dirumuskan secara spesifik:
• Apabila berkaitan dengan nilai mata pelajaran, maka perlu dirumuskan besaran tantangan,
dan di kelas mana saja;
• Apabila berkaitan dengan guru, maka perlu dirumuskan guru di kelas mana saja; apakah
semua guru mata pelajaran atau satu mata pelajaran saja, dan seterusnya;
• Apabila berkaitan dengan buku/bahan ajar, maka perlu dirumuskan mata pelajaran mana
saja atau semua mata pelajaran, buku teks, buku referensi, buku pegangan peserta didik
atau guru, untuk kelas mana saja dan seterusnya.
Contoh Rumuskan Tantangan Sekolah/Madrasah
Kondisi Saat Ini (Hasil Standar Acuan
Tantangan
EDS/M) Sekolah/Madrasah
Rasio buku : murid untuk a) < 1:1 Memenuhi rasio
mapel matematika kelas 5 b) 1:1 untuk BI, Matematika, buku : murid untuk
adalah 1:2. IPA, IPS buku mapel
Rasio buku : murid untuk matematika
c) 1:1 untuk semua mapel
menjadi 1:1
mapel BI, IPA dan IPS
kelas 5 adalah 1:1
d) > 1:1 untuk semua mapel
(dengan judul buku yang
berbeda)

Prestasi UASBN/UN 1. < 5,49 (kurang) Menaikkan nilai


sekolah/ madrasah 2. 5,50 – 6,49 (cukup) rata-rata UASBN/
berpredikat cukup (6,10) UN sebesar 1,39
3. 6,50 – 7,49 (memuaskan) (dari 6,10 menjadi
4. 7,50 – 10,00 (sangat 7,49)
memuaskan)
Menentukan Kondisi Sekolah/Madrasah
yang Diharapkan
Kondisi Sekolah/Madrasah Yang Diharapkan

1. Seperti apa seharusnya sekolah/madrasah ini empat tahun


mendatang?
2. Sesuai dengan harapan sekolah/madrasah dan para
pemangku kepentingan.
3. Apa yang dianggap penting oleh sekolah/ madrasah dan
para pemangku kepentingan, dan apa yang menjadi
perhatian mereka dalam kinerja sekolah/madrasah?
Langkah Menentukan Kondisi
Sekolah/Madrasah Yang Diharapkan

1. Merumuskan visi sekolah/madrasah.


2. Merumuskan misi sekolah/madrasah.
3. Merumuskan tujuan sekolah/madrasah.
4. Menentukan sasaran dan indikator
kinerja sekolah/madrasah.
Apakah Visi Sekolah/Madrasah Itu?
1. Gambaran apa yang diinginkan sekolah/
madrasah di masa depan.
2. Dikembangkan sesuai dengan keinginan atau
cita-cita sekolah/madrasah dengan tetap
berkepribadian Indonesia.
3. Mengacu kondisi lingkungan sekolah/madrasah
dan daerah, tujuan pendidikan dasar dan
pendidikan nasional.
4. Mempertimbangkan potensi dan harapan
masyarakat sekolah/madrasah.
Rumusan Visi Sekolah/Madrasah
(Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007)
1. Dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah/madrasah dan
segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang
2. Mampu memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan pada warga
sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan
3. Dirumuskan berdasar masukan dari berbagai warga sekolah/ madrasah
dan pihak-pihak yang berkepentingan selaras dengan visi institusi di
atasnya serta visi pendidikan nasional.
4. Diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala
sekolah/madrasah dengan memperhatikan masukan komite
sekolah/madrasah.
5. Disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang
berkepentingan.
6. Ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan
perkembangan dan tantangan di masyarakat.
Rambu-rambu Perumusan Visi
1. Mengacu kepada landasan filosofis bangsa, UUD, dll. yang
bersifat baku dan telah menjadi pegangan hidup bangsa
Indonesia.
2. Memiliki indikator pengembangan prestasi akademik dan
non akademik.
3. Berkepribadian, nasionalisme, budaya nasional Indonesia.
4. Perkembangan era global.
5. Perkembangan IPTEK.
6. Dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan.
7. Sesuai konteks daerah, sekolah/madrasah, visi yayasan.
8. Belum operasional.
9. Menggambarkan harapan masa datang.
Contoh Rumusan Visi Sekolah:

“Terwujudnya lulusan
SD/MI yang berkualitas,
kompetitif dan
berakhlak mulia”
Merumuskan Misi

• Adalah tindakan atau upaya untuk mewujudkan


visi.
• Bentuk layanan utama yang dituangkan dalam visi
dengan berbagai indikatornya.
• Menggunakan kalimat ’tindakan’ dan bukan
’keadaan’ sebagaimana pada rumusan visi.
Rumusan Misi Sekolah/Madrasah
(Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007)

1. Memberikan arah dalam mewujudkan visi sekolah/madrasah sesuai dengan


tujuan pendidikan nasional;
2. Merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu;
3. Menjadi dasar program pokok sekolah/madrasah;
4. Menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan yang
diharapkan oleh sekolah/madrasah;
5. Memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan program
sekolah/madrasah;
6. Memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan kegiatan satuan-satuan
unit sekolah/madrasah yang terlibat;
7. Dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap pihak yang berkepentingan
termasuk komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik
yang dipimpin oleh kepala sekolah/madrasah;
8. Disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang
berkepentingan;
9. Ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan
dan tantangan di masyarakat.
Contoh Rumusan Misi Sekolah/Madrasah

1. Menumbuhkembangkan sikap, perilaku, dan sikap amalilah yang berlandaskan agama


Islam di Madrasah.
2. Menumbuhkan semangat belajar agama Islam.
3. Melaksanakan bimbingan dan pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menarik sehingga
peserta didik berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang mereka miliki.
4. Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif dan daya saing yang sehat kepada
seluruh warga sekolah baik prestasi akademik maupun non akademik.
5. Menata lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan indah.
6. Mendorong, membantu dan memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan
kemampuan, bakat, dan minatnya sehingga dapat dikembangkan secara lebih optimal
dan memiliki daya saing yang tinggi.
Merumuskan Tujuan

Tujuan sekolah/madrasah pada dasarnya


merupakan langkah untuk mewujudkan misi
sekolah/madrasah dalam jangka waktu tertentu.
Rumusan Tujuan Sekolah/Madrasah
(Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007)
1. Menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai
dalam jangka menengah (4 tahunan);
2. Mengacu pada visi, misi, dan tujuan pendidikan
nasional serta relevan dengan kebutuhan masyarakat;
3. Mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah
ditetapkan oleh sekolah/madrasah dan Pemerintah;
4. Mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang
berkepentingan termasuk komite sekolah/madrasah dan
diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin
oleh kepala sekolah/madrasah;
5. Disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan
segenap pihak yang berkepentingan.
Contoh Tujuan Tahap I (2010 – 2013)
1. Meningkatkan pengamalan 5 S (Senyum, Salam, Sapa,
Sopan, dan Santun) pada seluruh warga sekolah.
2. Meningkatkan pengamalan shalat berjamaah (zhuhur)
di madrasah.
3. Meningkatkan nilai rata-rata UN secara berkelanjutan.
4. Mewujudkan tim olahraga dan kesenian yang mampu
bersaing di tingkat provinsi dan nasional.
5. Meningkatkan jumlah lulusan yang diterima di sekolah
atau perguruan tinggi yang baik;
6. Meningkatkan kepedulian warga madrasah terhadap
kesehatan, kebersihan, dan keindahan lingkungan
madrasah.
Contoh Tujuan Tahap II (2014 – 2017)

1. Mewujudkan tim olimpiade matematika, sains dan KIR


yang mampu bersaing di tingkat nasional.
2. Meningkatkan jumlah sarana dan prasarana serta
pemanfaatannya yang mendukung peningkatan prestasi
akademik dan non akademik.
3. Meningkatkan jumlah peserta didik yang menguasai
bahasa Inggris dan Arab secara aktif.
4. Mewujudkan sekolah sebagai lembaga pendidikan yang
diperhitungkan oleh masyarakat kabupaten pada
khususnya dan provinsi pada umumnya.
5. Mewujudkan sekolah ini sebagai sekolah rujukan di
tingkat kota dan provinsi.
Menentukan Sasaran
 Sasaran adalah tantangan utama yang akan
dicapai sekolah/madrasah dalam waktu empat
tahun ke depan.
 Sasaran disusun untuk mencapai tujuan.
 Penetapan sasaran sebagai pedoman dalam
penyusunan program dan kegiatan.
 Menggunakan rumusan SMART
(Spesifik/khusus, Measurable/terukur,
Achievable/dapat dicapai, Realistic/realistis dan
Timebond/kerangka waktu)
Langkah-langkah Menentukan Sasaran:

1. Mengidentifikasi harapan pemangku


kepentingan;
2. Merumuskan tantangan sekolah/madrasah
3. Menetapkan tantangan utama (prioritas)
tantangan sekolah/madrasah;
4. Menentukan penyebab utama tantangan;
5. Menentukan alternatif pemecahan tantangan.
Contoh Sasaran:
 Meningkatnya rata-rata nilai UASBN
Matematika sebesar 1,51 (dari 6,49 menjadi 8)
pada tahun ajaran 2010-2012.
 Meningkatnya rata-rata nilai UASBN IPA
sebesar 1,26 (dari 6,74 menjadi 8) pada tahun
ajaran 2011.
 Terselesaikannya 100% pembangunan masjid
madrasah dan melengkapi berbagai sarana
yang dibutuhkan.
Menentukan Indikator Kinerja
Indikator kinerja adalah ukuran yang digunakan untuk
menilai berhasil atau tidaknya suatu kegiatan yang telah
dilakukan untuk mencapai sasaran. Apabila indikator
kinerja telah dapat dicapai, maka kegiatan tersebut dapat
dikatakan berhasil.
Indikator kinerja dapat bersifat kuantitatif atau kualitatif,
yang penting dapat diukur dan dirumuskan secara
spesifik, operasional, dan dalam bentuk kalimat
pernyataan.
Contoh :
“Tahun 2014 rata-rata nilai UASBN/UN sebesar 7,50
berpredikat memuaskan”
Contoh :
VISI MISI TUJUAN SASARAN INDIKATOR
KINERJA
Terwujudnya lulusan •Menumbuhkemban • Meningkatkan  Meningkatnya rata- Tahun 2014 rata-
yang berkualitas, gkan sikap, pengamalan 5 S rata nilai UN 1,00 rata nilai UN
kompetitif dan perilaku, dan sikap (Senyum, Salam, (dari 6,75 menjadi sebesar 7,75
berakhlak mulia amalilah yang Sapa, Sopan, dan 7,75) tahun 2011- berpredikat
berlandaskan Santun) pada 2014 memuaskan
agama Islam di seluruh warga
Sekolah/Madrasah. sekolah.  Terselesaikannya Tahun 2012
•Melaksanakan • Meningkatkan 100% pemba pembangunan
pengamalan shalat ngunan masjid masjid sek/mad
bimbingan dan berjamaah (zhuhur) madrasah dan
pembelajaran aktif, terselesaikan dan
di sek/madrasah. melengkapi dilengkapi sarana
kreatif, efektif, dan berbagai sarana
menarik sehingga • Meningkatkan nilai yang dibutuhkan
rata-rata UN secara yang dibutuh kan
peserta didik pada tahun 2012.
berkembang secara berkelanjutan.
optimal sesuai • Mewujudkan tim
dengan potensi olahraga dan
yang mereka kesenian yang
miliki. mampu bersaing di
tingkat provinsi
dan nasional.
Menyusun Program
dan Kegiatan
Apakah Program Itu?

• Adalah upaya untuk mencapai sasaran.


• Pengelompokan program sebaiknya
disesuaikan dengan kategori program BOS
2011.
Tahapan Penyusunan Program

1. Identifikasi visi, misi dan sasaran strategis


sekolah/madrasah.
2. Identifikasi kinerja sekolah/madrasah dan
indikator kinerjanya.
3. Penyusunan indikator kinerja program
4. Penamaan program.
Menetapkan Penanggungjawab Program

1. Penanggungjawab program adalah individu atau


jabatan yang melekat pada individu, misalnya guru
kelas atau guru mata pelajaran atau wakil kepala
sekolah/madrasah, atau komite sekolah/madrasah.
2. Bertanggung jawab terhadap keberhasilan dan
kegagalan sesuai dengan sasaran yang telah
ditetapkan.
3. Bertanggung jawab terhadap tertib administrasi
dan tertib waktu.
Merumuskan Kegiatan

 Kegiatan adalah tindakan-tindakan yang akan dilakukan


di dalam program.
 Kegiatan perlu dirumuskan dari setiap program dengan
mengacu pada indikator keberhasilan yang telah
ditetapkan sehingga program dapat dicapai.
 Perumusan kegiatan dilakukan dengan cara membuat
daftar kegiatan yang terkait dengan program tersebut.
 Kegiatan yang baik adalah yang mengarah pada
pencapaian indikator keberhasilan yang telah dirumuskan,
dan dapat diperkirakan biaya atau anggarannya.
Contoh:
Sasaran: Meningkatnya rata-rata nilai UN 1,00 (dari 6,75 menjadi
7,75) tahun 2011-2014

Jadwal
Penang 2011 2012 2013 1014
Program Kegiatan gung Gj Gn Gj Gn Gj Gn Gj Gn
jawab

1. Pengem 1. Pelatihan PAIKEM Kepala   


bangan bagi 6 Guru Sek/Mad
Pendidik Bahasa Indonesia
dan 2. Pelatihan PAIKEM   
Tenaga bagi 6 Guru
Kependi Matematika
dikan
3. Pelatihan PAIKEM   
bagi 6 Guru IPA
4. Pelatihan PAIKEM   
bagi 6 Guru IPS
Jadwal
Penan 2011 2012 2013 1014
Program Kegiatan ggung Gj Gn Gj Gn Gj Gn Gj Gn
jawab

2. Penge 1. Menyediakan buku Kepala   


mbang Mapel Matematika Sek/Ma
an dengan rasio 1 : 1 d
Sarana 2. Menyediakan buku   
dan Mapel IPA dengan
Prasara rasio 1 : 1
na
3. Menyediakan buku   
Mapel IPS dengan
rasio 1 : 1
4. Menyediakan buku   
Mapel Bahasa
Indonesia dengan
rasio 1 : 1
5. Menyediakan alat 
peraga Mapel yang
di UN kan
Dan seterusnya
Penyusunan
Rencana Anggaran
Sekolah/Madrasah
Apakah Anggaran Sekolah/Madrasah itu?

 Pernyataan rencana kerja program dan


kegiatan dan estimasi kinerja yang
hendak dicapai sekolah/madrasah.
 Dinyatakan dalam ukuran finansial
tertentu.
 Untuk periode waktu tertentu.
Cara Membuat Rencana Biaya
Sekolah/Madrasah

1. Mendapatkan dan menghitung


Biaya Satuan.

2. Menghitung Rencana Biaya.


Mendapatkan dan Menghitung Biaya Satuan

Biaya satuan dapat dihitung dengan cara:


1. Menentukan jenis satuan dan jumlah
satuan standar.
2. Menghitung biaya atau harga satuan.

Sekolah/madrasah perlu memiliki Daftar


Biaya Satuan yang diterbitkan oleh Pemda
setempat.
Contoh Daftar Biaya Satuan

Satuan
Satua
Program/Kegiatan n Jumlah
Juml Harga
Unit
ah

Program : Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan


Kegiatan : Pelatihan PAKEM bagi 6 guru Bahasa Indonesia

1. Biaya foto copy bahan exemplar 6 5.000 30.000

2. Biaya transport (pp) Orang 6 5.000 30.000

Total biaya 60.000

10.000/orang/
Biaya Satuan hari
Menghitung Rencana Biaya
 Rencana Biaya adalah Rencana Kebutuhan Dana
yang diperlukan untuk pelaksanaan program dan
kegiatan yang telah dirumuskan serta biaya
operasionalnya.
 Kebutuhan dana ini dihitung tahunan untuk empat
tahun ke depan.
 Menghitung biaya program, yaitu mengalikan
jumlah satuan dengan harga satuan. Setelah itu,
tambahkan untuk mendapatkan total rencana biaya
yang dibutuhkan selama empat tahun mendatang.
Contoh Rencana Biaya:
Satuan Jumlah 2011/2012 2012/2013 2013/2014 2014/2015
Program/Kegiatan Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
Jenis Harga
Satuan Biaya Satuan Biaya Satuan Biaya Satuan Biaya Satuan Biaya
I. Pengembangan Kompetensi
Lulusan
II. Pengembangan
Kurikulum/KTSP
III. Pengembangan Pembelajaran
IV. Pengembangan Sistem
Penilaian
V. Pengembangan Pendidik dan
Tenaga Kependidikan
5.1. Kegiatan: Pelatihan OH
PAKEM bagi 6 guru (Orang 10.000 12 199.600 6 60.000 6 66.000 6 73.600
Bahasa Indonesia Hari)
VI. Pengembangan Sarana dan
Pra-sarana Sekolah/ Madrasah
VII. Pengembangan Manajemen
Sekolah/Madrasah
VIII. Pembinaan Kesiswaan/
Ekstrakurikuler
IX. Budaya dan Lingkungan
Sekolah/ Madrasah
X. Penanaman Karakter (Budi
Pekerti)
Membuat Rencana Pendanaan Sekolah/Madrasah
• Rencana pendanaan adalah rencana sumber pendapatan
sekolah/madrasah yang sesuai dengan kebutuhan dan
urutan tingkat kepastian perolehan dana.
• Berasal dari seluruh sumber pendapatan yang diterima
oleh sekolah/madrasah.
Contoh:
1. Bantuan Operasional Sekolah/Madrasah (BOS/M).
2. Dana Alokasi Khusus (DAK), bagi sekolah/madrasah terpilih
3. APBD Provinsi/Kabupaten/Kota.
4. Sumbangan masyarakat
5. Donatur (perusahaan/industri, alumni , pengusaha, dsb).
Contoh Rencana Pendapatan Sekolah/Madrasah
2011/201 2012/201 2013/201 2014/201
2011-2015
No. Sumber Pendapatan 2 3 4 5
(Rp.000) (Rp.000) (Rp.000) (Rp.000) (Rp.000)
1 Pemerintah
1.1 BOS 304.396 76.224 76.224 76.224 76.224
1.2 Dana Alokasi Khusus - - - - -
1.3 APBD Provinsi 23.040 5.760 5.760 5.760 5.760
1.4 APBD Kab/Kota 3.840 960 960 960 960
2 Masyarakat
2.1 Bantuan Masyarakat 800 200 200 200 200
2.2 Bantuan Alumni 600 150 150 150 150
3 Pendapatan Asli
Sekolah/Madrasah
3.1 Kantin 900 225 225 225 225
3.2 ....
TOTAL 333.576 83.519 83.519 83.519 83.519
Menyesuaikan Rencana Biaya
dengan Sumber Pendanaan
1. Memahami asumsi /tingkat kepastian perolehan dana
sekolah/madrasah:
• Sumber pendapatan yang telah bersifat pasti (BOS, APBD
Propinsi dan Kab/Kota)
• Sumber pendapatan bersifat belum pasti (sumbangan,
donatur, hibah, usaha sekolah/ madrasah, dll)
2. Memperkirakan persentase kontribusi setiap sumber pendanaan
terhadap total pendanaan pada periode tahun perencanaan.
3. Mempelajari aturan penggunaan berdasarkan sumber
pendanaan. Dana BOS telah mengatur secara tertulis apa yang
boleh dan tidak boleh dalam penggunaan anggaran, demikian
pula sumber pendanaan lainnya.
4. Lakukan penyesuaian rencana pengeluaran terhadap sumber
pendanaan.
Contoh Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan
Sumber Pendanaan
Program/Kegiatan Total Pemerintah Masyarakat
PAS
Biaya
DA APBD APBD
(Rp.000) BOS Masy. Alumni Kantin
K Prov Kab/Kota

I. Pengembangan Kompetensi Lulusan


1. Dst…
II. Pengembangan Kurikulum/KTSP
2.2…. Dst
III. Pengembangan Pembelajaran
IV. Pengembangan Sistem Penilaian
V. Pengembangan Kompetensi Lulusan
1. Kegiatan : Pelatihan PAKEM bagi 6 199,6 199, - - - - - -
guru Bahasa Indonesia 6
VI. Pengembangan Sarana dan Pra-sarana
Sekolah/ Madrasah
VII. Pengembangan Manajemen sekolah
VIII. Pembinaan Kesiswaan/Ekstrakurikuler
IX. Budaya dan lingkungan sekolah
X. Pengembangan Karakter (Budi Pekerti)
Sesi 6
Perumusan RKT
dan RKAS/M
Apakah RKT itu?
• Proses untuk menentukan program dan kegiatan tahunan
sekolah/madrasah yang tepat sesuai dengan urutan
prioritas, dengan memperhitungkan sumber daya yang
tersedia.
• Dokumen tentang gambaran program dan kegiatan tahunan
sekolah/madrasah untuk mencapai tujuan dan sasaran
tahunan yang telah ditetapkan.
Tujuan Penyusunan RKT
1. Menjamin agar tujuan dan sasaran sekolah/ madrasah yang
telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang
tinggi dan resiko yang kecil.
2. Mendukung koordinasi antar pelaku sekolah/ madrasah.
3. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik
antar pelaku sekolah/madrasah, antar sekolah/madrasah, Dinas
Pendidikan Kabupaten/Kota, Dinas Pendidikan Provinsi, dan
antar waktu.
4. Menjamin keterkaitan antara perencanaan, penganggaran,
pelaksanaan, pelaporan dan pengawasan.
5. Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah/madrasah dan
masyarakat.
6. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien,
efektif, berkeadilan dan berkelanjutan.
Dasar Hukum RKT (1)
1. PP 19/2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan,
Pasal 53 ayat (1):
Setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar
rencana kerja tahunan yang merupakan
penjabaran rinci dari rencana kerja jangka
menengah satuan pendidikan yang meliputi masa 4
(empat) tahun.
Dasar Hukum RKT (2)
2. PP 17/2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan,
Pasal 51:
Kebijakan pendidikan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) oleh satuan pendidikan anak usia dini,
satuan pendidikan dasar, dan satuan pendidikan
menengah dituangkan dalam:
[Link] kerja tahunan satuan pendidikan;
[Link] pendapatan dan belanja tahunan satuan
pendidikan;
[Link] satuan atau program pendidikan.
Dasar Hukum RKT(3)
3. Permendiknas 19/2007 tentang Standar Pengelolaan
Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
menyatakan bahwa sekolah/madrasah wajib membuat:
1. Rencana kerja jangka menengah (RKJM) yang
menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun
waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan
yang ingin dicapai dan perbaikan komponen yang
mendukung peningkatan mutu lulusan.
2. Rencana kerja tahunan (RKT) yang dinyatakan dalam
Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-
S/M) dilaksanakan berdasarkan rencana kerja jangka
menengah.
Prinsip-Prinsip RKT

• Terintegrasi, mencakup keseluruhan program.


• Multi Sumber, mengidentifikasi berbagai
sumber dana.
• Partispatif, melibatkan berbagai unsur.
• Monitoring dan evaluasi, oleh berbagai pihak.
• Kesetaraan Gender.
Menetapkan Rencana Kerja Tahunan

Tiga hal yang harus dilakukan:

1. Menetapkan program/kegiatan strategis

2. Menetapkan kegiatan-kegiatan rutin

3. Menetapkan jadwal rencana kerja tahunan.


Menetapkan Program/Kegiatan Strategis
Langkah-langkah menyusun program/kegiatan strategis:
1. Menetapkan sasaran yang akan dicapai dalam satu tahun
berdasarkan sasaran yang telah ditetapkan dalam
RKS/M.
Misalnya, sasaran dalam RKS/M “Pada 2014 nilai UN
rata-rata 7,50”. Sasaran dalam program tahunan “Pada
2011 nilai UN rata-rata 6,50“
2. Menetapkan program, indikator keberhasilan program,
kegiatan dan penanggung-jawab program/kegiatan harus
merujuk pada program yang ada dalam RKJM. Untuk
menetapkan indikator keberhasilan program harus sesuai
dengan sasaran yang akan dicapai dalam satu tahun.
Contoh Program/Kegiatan Strategis
Indikator Penanggung
Sasaran Program Kegiatan
Program/Kegiatan jawab
1. Pada 2011 rata- Pengembangan [Link] 3 orang guru Kepala
rata nilai Pendidik dan PAKEM bagi 6 menerapkan PAKEM sekolah/
UASBN 6,5 Tenaga guru Bahasa dalam pembelajaran madrasah
Kependidikan Indonesia Bahasa Indonesia

dst dst dst


2. Pada 2011 Pengembangan [Link] Rasio buku : murid Guru Kelas III
rasio buku: Sarana buku mapel untuk mapel dan Komite
murid untuk Prasarana matematika Matematika 1 : 1 sekolah/
mapel Sekolah/ madrasah
Matematika Madrasah
sebesar 1:1

dst dst dst dst dst


Menetapkan Kegiatan Rutin/Reguler

 Kegiatan rutin adalah kegiatan yang secara


regular selalu dilakukan sekolah/madrasah
berdasarkan kebutuhan tahunan.
 Dalam hal ini termasuk kegiatan untuk
mempertahankan/meningkatkan prestasi siswa,
kegiatan untuk memenuhi kebutuhan daya dan
jasa, dan sebagainya.
Contoh Kegiatan Rutin/Reguler
Penanggung
Kategori Sasaran Kegiatan Indikator Kegiatan
jawab
Umum Terpenuhinya barang Pengadaan alat tulis kantor Adanya ATK bahan habis Kepala
dan jasa yang diperlu- (ATK) dan bahan habis pakai. Sekolah/madrasah
kan sekolah/madrasah pakai dan Ketua Komite
untuk mendukung pe- Sekolah/madrasah
laksanaan pendidikan/
a. Pembayaran langganan [Link] listrik ke
listrik ke PLN. PLN.
pembelajaran Tahun
2010/2011 [Link] telepon [Link] telepon
c. Pembayaran langganan [Link] air ke
air ke PDAM. PDAM.
Dst Dst dst dst
Pengem- Penerimaan Siswa Baru Rapat PSB Ada rencana PSB Kepala sekolah/
bangan (PSB) Pelaksanaan PSB X siswa baru diterima madrasah
Pembelajaran
Pengem- 1. Terlaksananya Penyelenggaraan kegiatan Terselenggaranya kegiatan Kepala sekolah/
bangan Sistem kegiatan pembelajaran pembelajaran yang pembelajaran yang madrasah dan
Penilaian dengan baik mencakup: mencakup: Guru kelas
[Link] kisi-kisi tes a. Menyusun kisi-kisi tes
[Link] soal tes semester b. Reviu soal tes semester
[Link] soal tes semester c. Revisi soal tes semester
[Link] Semesteran d. Tes Semesteran.
[Link] Ujian e. Pengawasan Ujian
[Link] Soal f. Pembuatan Soal
[Link]. g. dst.
Menetapkan Jadwal Rencana Kerja Tahunan

 Sekolah/madrasah perlu menyusun jadwal RKT


untuk mengetahui beban kegiatan sekolah/
madrasah, sumber daya yang ada, serta
kegiatan monitoring pelaksanaan program/
kegiatan dalam jangka waktu satu tahun.
 Dalam RKT, jadwal disusun berdasarkan
kalender akademik yang berlaku, yakni dimulai
bulan Juli.
Contoh Jadwal Rencana Kerja

Bulan
Sasaran
Program dan Kegiatan
No Tahun 1
Operasional 7 8 9 10 12 1 2 3 4 5 6
2011/2012 1
1 Pada 2011 Program :
rata-rata Pengembangan
nilai UN Pendidik dan Tenaga
6,8 Kependidikan

Kegiatan :
1. Pelatihan PAKEM
bagi 6 guru Bahasa
Indonesia

2. dst
3. dst
2 Dst
Menyusun RKAS/M

Penyusunan RKAS/M terdiri dari tiga


langkah:

1. Menghitung biaya rutin/reguler

2. Menghitung rencana biaya dan sumber


pendanaan.

3. Menyusun RKAS/M.
Menghitung Biaya Rutin
Biaya rutin/reguler adalah bagian dari dana pendidikan
yang diperlukan untuk membiayai kegiatan rutin satuan
pendidikan agar kegiatan pendidikan dapat berlangsung
sesuai dengan standar nasional secara teratur dan
berkelanjutan.
Biaya rutin/reguler meliputi:
 Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala
tunjangan yang melekat pada gaji;
 Bahan atau peralatan habis pakai;
 Biaya rutin pendidikan tidak langsung berupa daya, air,
jasa telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan
prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak,
asuransi dll.
Contoh Biaya Rutin/Reguler
2011/2012
Biaya Rutin/Reguler Harga Jumlah
Satuan Volume
Satuan Biaya
1. Gaji
1.1 Gaji pendidik dan tenaga kependidikan tetap (PNS) 155,000,000
Org
1.2 Gaji pendidik dan tenaga kependidikan tidak tetap 48 500,000 24,000,000
Bulan
174,000,000
2. Belanja barang habis pakai
2.1 Alat Tulis Kantor Bln 12 150,000 1,800,000
2.2 Bahan/Material Bln 12 175,000 2,100,000
3,900,000
3. Langganan Daya dan Jasa
3.1 Listrik Bln 12 200,000 2,400,000
3.2 Air Bln 12 100,000 1,200,000
3.3 Telepon Bln 12 100,000 1,200,000
4,800,000
4. Kegiatan Belajar Mengajar
Semeste
4.1 Tes Semesteran 720 7,500 5,400,000
r/ Murid
4.2 UAN/UAS Murid 120 25,000 3,000,000
4.3 Penyelenggaraan Jam Tambahan Jam 40 30,000 1,200,000
Total 9,600,000
Menghitung Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan

 Setelah program dan kegiatan rutin/reguler dirumuskan,


langkah selanjutnya adalah menghitung biaya pelaksanaan
program dan kegiatan tersebut, dan dari mana sumbernya
serta kecukupannya untuk melaksanakan program dan
kegiatan rutin/reguler.
 Setelah mengetahui berapa kebutuhan sekolah/madrasah
untuk membiayai program dan kegiatan rutin/reguler,
langkah berikutnya adalah membuat Rencana Pendanaan.
Rencana Pendanaan dibuat untuk memperkirakan sumber
dan jumlah dana yang diperkirakan didapatkan oleh
sekolah/madrasah.
Contoh Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan
Pendanaan
Total BOS Bantuan PAS
Program/Kegiatan Biaya
(Rp.000) Tugas Kom-
Pusat Prov Kab Dekon DAK Alumni Kantin
Berban sek

I. Pengembangan Kompetensi
Lulusan

1.2. Dst…
II. Pengembangan Kurikulum/KTSP

2.1….
2.2…. dst
III. Pengembangan Pembelajaran

IV. Pengembangan Sistem Penilaian

V. Pengembangan pendidik dan


tenaga kependidikan

5.1. Kegiatan: Pelatihan PAKEM 199,6 199, - - - - - - - -


bagi 6 guru Bahasa Indonesia 6

2. ………………
Menyusun RKAS/M
Langkah-langkah Penyusunan RKAS/M:
1. Menghitung biaya per program atau kegiatan.
2. Mengalokasikan biaya/rencana penggunaan
uang tersebut kepada sumber-sumber dana
sesuai dengan aturan peruntukan dana dari
masing-masing sumber dana;
3. Menghitung jumlah surplus atau defisit.
Contoh RAKS/M
PENERIMAAN (dalam Rp.) PENGELUARAN/BELANJA
No. No.
No. Uraian Jumlah No. Uraian Jumlah
Kode Kode
I 1 SISA TAHUN LALU 200.000 I 1 PROGRAM SEKOLAH
1.1 Pengembangan Kompetensi Lulusan
II 2 PENDAPATAN RUTIN 1.2 Pengembangan Kurikulum/ KTSP
2.1 Gaji PNS 300.000.000 1.3 Pengembangan Pembelajaran
2.2 Gaji Pegawai Tidak 24.000.000 1.4 Pengembangan Sistim Penilaian
Tetap
2.3 Belanja Barang dan Jasa 1.5 Pengembangan Pendidik dan Tenaga
Kependidikan
2.4 Belanja Pemeliharaan 1.6 Pengembangan Sarana dan Prasarana
Sekolah/Madrasah
2.5 Belanja Lain-lain * 1.7 Pengembangan Manajemen
Sekolah/Madrasah
1.8 Pembinaan Kesiswaan/
Ekstrakulikuler
III 3 BOS 1.9 Pengembangan Budaya Lingkungan
Sekolah/Madrasah
3.1 BOS 1.10 Pengembangan Karakter (Budi
Pekerti).
3.2 BOS Provinsi
3.3 BOS Kabupaten/Kota II 2 NON PROGRAM SEKOLAH
2.1 Belanja Pegawai
Pengesahan dan Sosialisasi RKS/M
dan RKAS/M
• Harus disetujui oleh dewan Pendidik,
mempertimbangkan Komite Sekolah/Madrasah
• RKS/M dan RKAS/M Negeri disahkan oleh Dinas
Pendidikan/Kemenag Kab-Kota. Sekolah/Madrasah
swasta disahkan oleh Yayasan
• RKS/M dan RKAS/M harus disosialisasikan pada
orang tua peserta didik
Terima kasih

Anda mungkin juga menyukai