PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF
UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPA 6
SMA NEGERI 10 PEKANBARU.
Diajukan oleh:
Rani Pansila Putri
NPM. 146410343
BAB 1
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Rumusan
Masalah
Tujuan
Penelitian
Manfaat
Penelitian
Latar Belakang
Berdasarkan wawancara dan observasi bahwa pembelajaran yang dilakukan di
kelas terdiri dari:
1. Guru menerapkan pembelajaran biasa (konvensional) dan tidak pernah
menggunakan model pembelajaran yang lain.
2. Kurangnya antusias siswa untuk belajar, terlihat ketika guru menjelaskan
materi pelajaran banyak siswa yang kurang memperhatikan. Siswa lebih
cendrung menerima apa saja yang disampaikan oleh guru.
3. Sebagian siswa masih enggan untuk bertanya kepada guru mengenai
kesulitan yang dialami, terlihat jika diberikan soal latihan. Dalam
menyelesaikan masalah matematika, siswa mudah menyerah dan akhirnya
melihat hasil kerja temannya yang lebih pintar tanpa mau bertanya cara dan
proses pengerjaannya.
Secara umum dalam proses pembelajaran, siswa kurang antusias dalam belajar.
Siswa hanya menerima penjelasan dari guru tentang materi yang disampaikan tanpa harus
berfikir terlebih dahulu. Hal ini membuat siswa kurang bertanggung jawab terhadap
materi yang dipelajari. Ketika diberi kesempatan untuk menyampaikan ide-idenya hanya
siswa yang berkemampuan tinggi yang bersedia. Siswa yang berkemampuan rendah
kurangnya berpatisipasi dan sering merasa malu menyampaikan idenya. Oleh sebab itu,
perlu dilaksanakan pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dan mengembangkan
kegiatan siswa dalam mengkomunikasikan gagasan serta memecahkan masalah
matematika untuk memperbaiki proses belajar dan meningkatkan hasil belajar
matematika siswa melalui berbagai model, metode dan strategi pembelajaran.
Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif
dapat memperbaiki proses belajar matematika dan
Rumusan meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA 6
Masalah SMAN 10 Pekanbaru?
Melalui penerapan pembelajaran kooperatif dapat
Tujuan memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan hasil
belajar matematika siswa kelas XI IPA 6 SMAN 10
Penelitian Pekanbaru.
a) Bagi siswa
Manfaat b) Bagi guru
Penelitian c) Bagi sekolah
d) Bagi peneliti
BAB 2
TINJAUAN TEORI
4. Penerapan Model Pembelajaran
Kooperatif dalam Pembelajaran
1. Pengertian Belajar
Matematika
2. Pengertian Hasil Belajar 5. Penelitian Relevan
3. Pembelajaran Kooperatif 6. Hipotesis Tindakan
Disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses
usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh
1. Pengertian
perubahan tingkah laku yang baru sebagai
Belajar
pengalaman individu itu sendiri. Intinya belajar
adalah proses perubahan kearah yang lebih baik.
Proses belajar ditandai dengan perubahan tingkah
laku secara keseluruhan baik yang menyangkut segi
2. Pengertian kognitif, afektif maupun psikomotor. Hasil belajar
Hasil Belajar adalah perubahan perilaku secara keseluruhan.
Bahwa pembelajaran kooperatif adalah
3. Pembelajaran pembelajaran yang mengutamakan kerja sama
Kooperatif kelompok yang di dalamnya beranggotakan siswa
yang heterogen, terdiri dari siswa dengan prestasi
tinggi, sedang, dan rendah untuk mencapai tujuan
pembelajaran yang diharapkan oleh guru. Disini
kelompok yang dibentuk terdiri dari 4-5 orang.
Fase pembelajaran Kooperatif
FASE AKTIVITAS GURU
Fase 1 Guru menyampaikan tujuan pelajaran yang ingin
Menyampaikan tujuan dan dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa
memotivasi siswa belajar
Fase 2 Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan
Menyajikan Informasi demonstrasi atau lewat bahan bacaan
Fase 3 Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya
Mengorganisasikan siswa ke dalam membentuk kelompok belajar dan membantu setiap
kelompok-kelompok belajar kelompok agar melakukan transisi secara efisien
Fase 4 Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada
Membimbing kelompok bekerja saat mereka mengerjakan tugas mereka
dan belajar
Fase 5 Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang
Evaluasi telah dipelajari atau masing-masing kelompok
mempresentasikan hasil kerjanya
Fase 6 Guru memberikan penghargaan tertentu atau hasil
Memberikan penghargaan belajar individu maupun kelompok.
Sumber: Ibrahim,dkk dalam Al-Tabany (2015: 117)
4. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif
dalam Pembelajaran Matematika
a. Tahap
persiapan
Kegiatan Awal
b. Tahap
Kegiatan Inti
Pelaksanaan
Kegiatan Akhir
Tempat
dan Waktu
Penelitian
Teknik
Analisis
Data Subjek
Penelitian
METODE
PENELITIAN
Teknik
Pengumpulan Bentuk
Data Penelitian
Instrumen
Penelitian
Pelaksanaan penelitian dilakukan di SMAN
Tempat dan 10 Pekanbaru pada semester genap tahun
Waktu 2017/2018. Penelitian berlangsung pada
Penelitian tanggal 5 Februari-28 Februari 2018.
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 6
Subjek di SMAN 10 PEKANBARU sebanyak 39 siswa,
Penelitian 16 orang laki-laki dan 23 orang perempuan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas
(PTK). Bentuk penelitian ini dilakukan dengan
model siklus yang terdiri dari dua siklus. Apabila
Bentuk siklus pertama tidak sesuai dengan harapan, maka
Penelitian pada siklus kedua akan dilakukan perbaikan
penerapan pembelajaran sesuai saran-saran yang
dibuat oleh pengamat.
Perangkat Pembelajaran
Silabus
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Lembar Kerja Siswa (LKS).
Instrumen
Penelitian
Instrumen Pengumpulan Data
a. Lembar Pengamatan
Ditujukan untuk mengamati aktivitas-aktivitas
yang dilakukan guru dan siswa dalam proses
pembelajaran.
b. Tes hasil belajar digunakan untuk
menentukan kompetensis siswa dan keberhasilan
tindakan.
Teknik Pengamatan
Teknik ini digunakan untuk mengetahui
bahwa setiap fase-fase dalam proses
pembelajaran yang telah dirancang
terlaksana sesuai keinginan.
Teknik
Pengumpulan
Data
Teknik Tes
Teknik ini digunakan untuk mengetahui
keberhasilan dalam proses pembelajaran.
Teknik tes merupakan serangkaian soal yang
ditujukan kepada siswa berdasarkan materi
pelajaran, melalui tes hasil belajar matematika
berupa ulangan harian.
Teknik Analisis Data
Analisis data kualitatif berdasarkan dari hasil lembar Analisis Data
pengamatan aktivitas guru dan siswa, selama Kualitatif
pelaksanaan tindakan melihat kesesuaian antara
perencanaan dengan pelaksanaan tindakan.
Analisis Data 1. Analisis Ketercapaian KKM
Kuantitatif
Keterangan:
KI = Ketuntasan individu
SS = Skor hasil belajar siswa
SMI= Skor maksimal ideal
KK = Presentase ketuntasan klasikal
JST = Jumlah siswa yang tuntas
JS = Jumlah siswa keseluruhan
Analisis Data 2. Analisis Rata-rata (Mean) Hasil Belajar
Kuantitatif Data yang diperoleh dari ulangan harian siswa
dianalisis dengan menggunakan analisis rata-rata atau
mean. Untuk analisis rata-rata dilakukan dengan
membandingkan nilai rata-rata sebelum tindakan (skor
dasar) dengan setelah tindakan (UH I dan UH II).
Adapun rumus yang digunakan adalah (Riduwan dan
Sunarto, 2013: 38)
Keterangan:
= Rata-rata (mean)
= Jumlah tiap data
= Jumlah data
BAB 4
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1 Senin / 05 Februari 2018 Sifat Khusus fungsi dan aljabar
pada fungsi
2 Rabu/ 07 Februari 2018 Menentukan rumus fungsi
komposisi
SIKLUS I
3 Senin / 12 Februari 2018 Menentukan komponen
pembentuk fungsi komposisi
4 Rabu/ 14 Februari 2018 Ulangan Harian I
5 Senin / 19 Februari 2018 Menentukan rumus fungsi invers
6 Rabu/ 21 Februari 2018 Menggambar grafik fungsi invers
7 Senin / 26 Februari 2018 Menentukan fungsi invers dari SIKLUS II
fungsi komposisi
8 Rabu/ 28 Februari 2018 Ulangan Harian II
Pembahasan Hasil Penelitian
Aktivitas Proses Pembelajaran Sebelum dan Sesudah Tindakan
Sebelum tindakan:
1. Guru belum menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Guru belum memberikan motivasi kepada siswa.
3. Membentuk kelompok berdasarkan teman sebangku untuk mengerjakan soal yang
diberikan.
4. Guru belum menguasai kelas dengan baik karena masih banyak siswa yang tidak
memperhatikan penjelasan, siswa masih sibuk dengan aktivitasnya sendiri.
5. Guru kurang mengawasi dan membimbing siswa sehingga siswa kurang aktif dan
kurang serius dalam mengerjakan soal yang diberikan. Siswa masih ada yang
mengunggu dan menyalin jawaban dari temannya.
6. Ketika diberikan kesempatan untuk bertanya hanya beberapa siswa yang bertanya
kepada guru sedangkan siswa lain hanya diam.
7. Guru bersama siswa belum meyimpulkan materi yang telah dipelajari.
8. Guru belum menyampaikan materi yang akan dibahas untuk pertemuan
selanjutnya.
Sesudah Tindakan
Siklus I:
1. Guru telah menyampaikan tujuan pembelajaran
2. Guru kurang memberikan motivasi kepada siswa
3. Membentuk kelompok berdasarkan kemampuan akademik
4. Guru belum menguasai kelas dengan baik karena masih banyak siswa yang tidak
memperhatikan penjelasan guru, maupun saat kelompok lain mempresentasikan
hasil diskusinya.
5. Guru sudah mengontrol dan membimbing siswa, tetapi belum secara keseluruhan
terlihat siswa kurang serius dan kurang aktif dalam berdiskusi dan masih ada
siswa yang menyalin punya temannya ketika mengerjakan LKS. Siswa juga masih
enggan bertanya langsung kepada guru.
6. Guru bersama siswa masih kurang membuat kesimpulan dari materi yang telah
dipelajari
7. Guru telah memberikan latihan individu kepada siswa, namun untuk pertemuan
ketiga guru belum memberikannya karena waktu pelajaran berakhir.
8. Guru telah menyampaikan materi yang akan dibahas untuk pertemuan selanjutnya.
Siklus II:
1. Guru telah menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Guru telah memberikan motivasi kepada siswa.
3. Membentuk kelompok berdasarkan kemampuan akademik.
4. Guru telah menguasai kelas dengan baik, terlihat siswa sudah serius
memperhatikan penjelasan guru.
5. Guru sudah mengontrol dan membimbing siswa, sehingga terlihat siswa sudah
saling bekerjasama dan serius dalam mengerjakan tugasnya maupun saat diskusi.
Siswa juga sudah tidak malu lagi untuk bertanya langsung kepada guru.
6. Guru bersama siswa telah membuat kesimpulan dari materi yang telah dipelajari.
7. Guru telah memberikan latihan individu kepada siswa.
8. Guru telah menyampaikan materi yang akan dibahas untuk pertemuan selanjutnya.
Berdasarkan aktivitas proses pembelajaran sebelum dan setelah dilakukan
tindakan (siklus I dan siklus II) adanya peningkatan proses pembelajaran. Hal ini
juga dapat terlihat dari jumlah siswa yang tuntas mengalami peningkatan dari
skor dasar ke UH I, dan UH I ke UH II. Dimana pada skor dasar siswa yang
mencapai KKM sebanyak 16 orang siswa (41,03%) dengan rata-rata hasil belajar
74,92. Pada UH I siswa yang mencapai KKM sebanyak 20 orang siswa (51,28%)
dengan rata-rata hasil belajar 77,82. Selanjutnya pada UH II siswa yang mencapai
KKM sebanyak 26 orang siswa (66,67%) dengan rata-rata 82,97.
Kelemahan Penelitian:
1. Guru belum bisa mengatur waktu secara optimal sehingga ada kegiatan yang ada
di RPP tidak terlaksana dengan baik.
2. Masih kurangnya guru dalam mengontrol dan membimbing siswa dalam
berdiskusi, sehingga masih ada siswa yang tidak serius dalam kelompoknya.
3. Saat siswa mempresentasikan hasil diskusinya, masih ada siswa yang tidak
memperhatikannya dengan serius.
4. Kurang maksimalnya hasil pengamatan karena lembar pengamatan yang dibuat
belum mencakup seluruh aspek yang diamati.
BAB 5
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, pada penelitian ini
diperoleh bahwa dengan menggunakan pembelajaran kooperatif dapat
memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar
matematika siswa kelas XI IPA 6 SMAN 10 Pekanbaru pada semester
genap tahun ajaran 2017/2018.
Terimakasih
Wassalamualaik
um