0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
315 tayangan34 halaman

Reviu Rencana Kebutuhan BMN 2024

Dokumen tersebut membahas tentang Reviu Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara (RKBMN), yang merupakan dokumen perencanaan barang milik negara untuk satu tahun ke depan. Dokumen ini menjelaskan peraturan terkait RKBMN, proses penyusunan dan penelaahan RKBMN, serta hubungannya dengan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga.

Diunggah oleh

05Daniel Gilbert
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
315 tayangan34 halaman

Reviu Rencana Kebutuhan BMN 2024

Dokumen tersebut membahas tentang Reviu Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara (RKBMN), yang merupakan dokumen perencanaan barang milik negara untuk satu tahun ke depan. Dokumen ini menjelaskan peraturan terkait RKBMN, proses penyusunan dan penelaahan RKBMN, serta hubungannya dengan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga.

Diunggah oleh

05Daniel Gilbert
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Reviu Rencana Kebutuhan Barang Milik

Negara (RKBMN)
Workshop Teknik Reviu Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara
Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara
Peraturan terkait RKBMN
Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2020
Tentang Perubahan PP No. 27 Tahun 2014 tentang
Pengelolaan BMN/D

Peraturan Menteri Keuangan Peraturan Menteri Keuangan


Nomor 153/PMK.06/2021 Nomor 172/PMK.06/2020
Tentang Perencanaan Tentang Standar Barang dan
Kebutuhan Barang Milik Standar Kebutuhan Barang Milik
Negara Negara

Keputusan Menteri Keuangan Nomor Peraturan Menteri Keuangan Nomor


128/KM.06/2022 105/KM.06/2022
Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Tentang Tahapan Pelaksanaan Penyusunan
Perencanaan Kebutuhan Barang Milik Negara dan Penelaahan Rencana Kebutuhan Barang
Milik Negara pada Kementerian/Lembaga

[Link] 3
Apa itu RKBMN ?

RKBMN adalah dokumen perencanaan BMN untuk periode 1 (satu) tahun

Objek Tanah dan/atau Bangunan RKBMN disusun


Perencanaan berdasarkan
BMN Selain Tanah dan/atau Bangunan

Renstra Standar Standar


Perencanaan Pengadaan BMN Barang Kebutuhan
Perencanaan Pemeliharaan BMN
Bentuk
Perencanaan Perencanaan Pemanfaatan BMN PMK
BMN Perencanaan Penghapusan BMN 172/2020

Perencanaan Pemindahtanganan BMN

[Link] 4
Siklus Penyusunan RKBMN

Kuasa Pengguna Pengguna Pengelola


Barang Barang Barang

APIP

[Link] 5
Tahapan Pelaksanaan RKBMN
Keputusan Menteri Keuangan Nomor 105/KM.6/2022

RKBMN RKBMN RKBMN


2024 2025 2026

Seluruh KL
Kemenkeu, PPATK, Kemensekneg,
K/L lain KemenPPN/BPN, KemenpanRB, KPK, RKBMN Pengadaan
LKPP, MK, KY RKBMN Pemelihaaan
RKBMN Pengadaan
Kemenkeu RKBMN Pemelihaaan RKBMN Pengadaan RKBMN Pemanfaatan
RKBMN Pemelihaaan RKBMN Pemindahtanganan
RKBMN Pengadaan RKBMN Penghapusan
RKBMN Pemelihaaan RKBMN Pemanfaatan
RKBMN Pemanfaatan RKBMN Pemindahtanganan
RKBMN Pemindahtanganan RKBMN Penghapusan
RKBMN Penghapusan K/L Lain
RKBMN Pengadaan
RKBMN Pemelihaaan

[Link] 6
Perubahan RKBMN
Perubahan RKBMN, dapat dilakukan pada

periode setelah penetapan RKBMN tahun pelaksanaan


Hasil Penelaahan sampai dengan tahun RKBMN
pelaksanaan RKBMN

terdapat perubahan mekanisme terdapat rencana revisi anggaran yang


pemenuhan kebutuhan pengadaan, berdampak pada perubahan kebutuhan
pemanfaatan, pemindahtanganan, dan pengadaan dan/atau pemeliharaan BMN
penghapusan BMN.

terdapat perubahan organisasi yang berdampak pada perubahan kebutuhan pengadaan dan/atau
pemeliharaan BMN berdasarkan persetujuan MenpanRB, namun dokumen persetujuannya diterima
setelah batas waktu penyampaian usulan RKBMN kepada Pengelola Barang atau setelah penetapan
RKBMN Hasil Penelaahan sebelum tahun pelaksanaan RKBMN

[Link] 7
Hubungan RKBMN dan RKA-K/L
RKBMN  RKA-K/L
TA 2022 TA 2023

Proses Penyusunan RKA K/L 2024


Proses RKBMN TA 2024 Pagu Indikatif – Pagu Anggaran – Pagu Alokasi Anggaran

Agst Nov Des Jan Feb Mar Apr Okt Nov Des

• Proses Penyusunan • Proses Penelaahan dan Pengesahan


RKBMN 2024 Penetapan RKBMN 2024 DIPA
• Proses Penelitian • Penyampaian RKBMN Hasil
RKBMN Penelaahan ke DJA
• Proses Reviu RKBMN

[Link] 9
RKBMN  RKA-K/L

[Link] 10
RKBMN  RKA-K/L
PMK 153/2021

Pasal 1 Rencana Kebutuhan BMN yang selanjutnya disingkat RKBMN adalah dokumen
perencanaan BMN untuk periode 1 (satu) tahun.

Pengguna Barang yang tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud


Pasal 25 dalam Pasal 23 ayat (1) dan Pasal 24 ayat (4) tidak dapat menyusun dan
mengusulkan penyediaan anggaran untuk kebutuhan baru (new initiative) dan
penyediaan anggaran angka dasar ( baseline) dalam rangka rencana pengadaan
dan/atau rencana pemeliharaan dalam rencana kerja Kementerian/Lembaga
bersangkutan.

RKBMN Hasil Penelaahan ditindaklanjuti oleh Pengguna Barang dengan menyusun


Pasal 37 rincian anggaran biaya sesuai standar biaya yang berlaku dengan
mempertimbangkan ketersediaan anggaran Kementerian/ Lembaga

[Link] 11
Reviu RKBMN
Lampiran III Keputusan Menteri Keuangan Nomor 128/KM.06/2022
Reviu RKBMN
Lampiran III Keputusan Menteri Keuangan Nomor 128/KM.06/2022

Reviu RKBMN adalah penelaahan atas dokumen RKBMN yang bersifat tahunan oleh auditor APIP K/L
yang kompeten, untuk memastikan penyusunan RKBMN telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang
berlaku.

APIP K/L tidak mengambil alih tanggung jawab Pengguna Barang terhadap kebijakan yang ditetapkan
dalam proses penyusunan dan kebenaran angka RKBMN yang diusulkan karena hal tersebut adalah
tetap menjadi tanggung jawab Pengguna Barang

memberi keyakinan terbatas (limited assurance)


Tujuan Reviu memastikan kelengkapan dokumen usulan RKBMN
RKBMN
memastikan kepatuhan terhadap penerapan kaidah RKBMN.

Sasaran Reviu adalah agar Menteri/Pimpinan Lembaga memperoleh keyakinan bahwa dokumen RKBMN
yang disusun oleh Pengguna Barang dilengkapi dokumen pendukung, sesuai kepatuhan terhadap penerapan
kaidah RKBMN antara lain telah mempertimbangkan kesesuaian program, kegiatan, dan keluaran (output)
berupa BMN dengan Renstra-K/L, ketersediaan BMN pada satuan kerja di lingkungan Pengguna Barang,
Standar Barang dan Standar Kebutuhan, Kondisi Barang, dan Status Barang

[Link] 13
Reviu RKBMN
Lampiran III Keputusan Menteri Keuangan Nomor 128/KM.06/2022

Penyusunan RKBMN untuk pengadaan


Penyusunan RKBMN untuk pemeliharaan
Ruang Lingkup
Penyusunan RKBMN untuk penghapusan
Reviu RKBMN
Penyusunan RKBMN untuk pemanfaatan
Penyusunan RKBMN untuk pemindahtanganan

Waktu Reviu RKBMN dilaksanakan setelah proses konsolidasi RKBMN oleh Pengguna
Pelaksanaan Barang dan sebelum disampaikan oleh Pengguna Barang kepada Pengelola
Reviu RKBMN Barang.

Pelaksanaan reviu tidak mencakup pengujian atas pengendalian intern, penetapan risiko pengendalian,
dan pengujian atas respon terhadap permintaan keterangan dengan cara perolehan dokumen melalui
aplikasi, pengamatan, atau konfirmasi dan prosedur tertentu yang dilaksanakan dalam suatu audit.

[Link] 14
Tata Cara Reviu RKBMN

Rapat Koordinasi dengan Pengguna Barang


Penyusunan Tim Reviu RKBMN
Tahap Perencanaan
Pembekalan Tim Reviu
Penyusunan Program Kerja Reviu
Tahapan
Penelaahan Dokumen RKBMN
Reviu Tahap Pelaksanaan
RKBMN Penyusunan Kertas Kerja Reviu

Penyusunan Laporan Hasil Reviu (LHR)


Tahap Pelaporan Penyampaian LHR kepada Pengguna Barang
dengan tembusan Sekretaris Jenderal/
Sekretaris Utama/Sekretaris

[Link] 15
Kompetensi Tim Reviu

memahami Sistem
memahami tata memiliki
Perencanaan
cara penyusunan kemampuan dasar-
Pembangunan
RKBMN dasar reviu
Nasional

memahami proses
memahami tata
bisnis atau tugas menguasai teknik
cara penyusunan
dan fungsi unit komunikasi
RKA K/L
yang diteliti

[Link] 16
Standar Barang dan Standar Kebutuhan
PMK 172/2020
PMK 172/2020
Standar Barang dan Standar Kebutuhan Barang Milik Negara

Pasal 4 PMK 153/2021


RKBMN disusun berdasarkan Renstra K/L, Standar Barang, dan Standar
Kebutuhan
Pentingnya
pemahaman PMK Pasal 12 PMK 153/2021
172/2020 dalam RKBMN untuk pengadaan BMN disusun oleh Kuasa Pengguna Barang terhadap
Reviu RKBMN BMN yang telah terdapat Standar Barang dan Standar Kebutuhan
Pasal 10 PMK 172/2020
Ketentuan mengenai SBSK BMN diberlakukan untuk digunakan sebagai
pedoman dalam penyusunan dan penelaahan RKBMN TA 2023.

Tanah dan Bangunan Tanah dan Bangunan Tanah dan Tanah dan Bangunan
Ruang Gedung Perkantoran Gedung Rumah Bangunan Gedung Gedung Tempat
Negara Pendidikan Persidangan
Lingkup
Tanah dan Bangunan Kendaraan Kendaraan
SBSK Gedung Tahanan Jabatan Operasional

[Link] 18
Program Kerja Reviu RKBMN
Reviu Kelengkapan
Dokumen Pendukung

Surat pengantar RKBMN Hasil


surat pernyataan
RKBMN yang Konsolidasi dan Hasil
Pengguna Barang atas
ditandatangani Penelitian RKBMN oleh
kebenaran RKBMN
Pengguna Barang Pengguna Barang

Dokumen notulen
Data existing BMN pada SIMAN, rapat, atau surat
Renstra K/L termasuk tanah dan/atau pernyataan dari
bangunan terindikasi idle instansi di bidang
pekerjaan umum

Dokumen perencanaan pengadaan Dokumen pendukung


bangunan/kendaraan antara lain: terkait lainnya (antara
RKA-K/L Pagu Alokasi T-1; DIPA lain: data jumlah
Tahun Berjalan T-2 pegawai ideal)

[Link] 21
Reviu atas Perencanaan Kebutuhan
Bangunan Gedung Kantor

SBSK
Usulan Satker
Standar Ketinggian
Ketinggian Bangunan
Bangunan
Standar Kebutuhan
Kebutuhan Unit Unit

Luas Ruang Kerja Standar Luas


Ruang Kerja
Luas Bangunan
Standar Luas
Bangunan
Catatan Penting:
Dengan tetap memperhatikan
Optimalisasi Eksisting Gedung Kantor
[Link] 22
SBSK Bangunan Gedung Perkantoran

A. Klasifikasi Bangunan Sesuai Pengguna B. Standar Ketinggian Bangunan C. Standar Kebutuhan Unit

1. Type A: Kantor Lembaga Negara 1. Type A & Type B: Max 20 Lt.


2. Type B: Kantor Menko, Menteri Negara, 2. Type C & D: Max 8 Lt 1. Type A, Type B, Type C & Type D: tidak
LPNK 3. Type E1: Max 4 lt dibatasi
3. Type C: Kantor pejabat setingkat Es.1 4. Type E2: Max 2 lt 2. Type E1 & E2: satu bangunan untuk setiap
4. Type D: Kantor pejabat setingkat Es.2 unit
5. Type E1: Kantor pejabat setingkat Es.3
6. Type E2: Kantor pejabat setingkat Es.4

E. Standar Luas Ruang Kerja


D. Standar Luas Bangunan
Ruang Pimpinan Lembaga Negara dan yang setingkat : ditentukan
Pengelolan
Ruang Menteri dan yang setingkat : 223 M2
Ruang Wakil Menteri : 102 m2
Ruang Pejabat Eselon IA dan yang setingkat : 102 m2 Luas Bangunan Neto.
Ruang Pejabat Eselon IB dan yang setingkat : 79 m2
Ruang Pejabat Eselon IIA dan yang setingkat : 70 m2
Luas Bangunan Bruto.
Ruang Pejabat Eselon IIB dan yang setingkat : 58 m2
Ruang Pejabat Eselon III sebagai Kepala Kantor dan yang setingkat : 37 m2
Ruang Pejabat Eselon III yang bukan sebagai kepala kantor dan yang setingkat : 21
m2
Ruang Pejabat Eselon IV sebagai kepala kantor dan yang setingkat : 31 m2
Ruang Pejabat Eselon IV yang bukan kepala kantor dan yang setingkat : 11 m2
Ruang Pejabat Fungsional Golongan IV : 17 m2
Ruang Pejabat Eselon V/Pejabat Fungsional Golongan III ke bawah : 11 m2
Ruang Pelaksana : 5 m2
Ruang Penunjang

[Link] 23
Hitung Luas Bangunan Neto dan Bruto
Luas Bangunan Neto Luas Bangunan Bruto
jumlah luas keseluruhan ruangan dalam luas keseluruhan ruangan dalam
gedung yang dapat diutilisasi. gedung, termasuk bagian yang tidak dapat diutilisasi.

Tips
• Ruang-ruang kerja dan penunjang secara keseluruhan
berpatokan terhadap jumlah pejabat/pegawai kecuali
untuk “Lobi/Fasilitas Lain” menggunakan pengali Luas
Tips
Bangunan Neto Ex Lobi. Perhatikan Jenis Klasifikasi Bangunan Gedung
• Tentukan terlebih dahulu Luas Bangunan Neto Ex Lobi lalu
Negara (Sederhana, Tidak Sederhana Bertingkat
dikalikan 0,02 (20 m2 per 1000 m2) lalu jumlahkan secara
keseluruhan. Rendah, Tidak Sederhana Bertingkat Tinggi) untuk
• Pergunakan data jumlah pegawai ideal berdasarkan menentukan Koefisien Luas Bangunan yang tidak
perhitungan Analisis Beban Kinerja atau data sejenis, dapat diutilisasi.
“Jangan gunakan data pegawai eksisting!”.

[Link] 24
Klasifikasi Bangunan Gedung Negara

Bangunan Tidak
Bangunan Sederhana
Sederhana
 bangunan dengan spesifikasi teknis tidak sederhana
 memiliki kompleksitas dan teknologi yang tidak
 bangunan dengan spesifikasi teknis sederhana sederhana
 memiliki kompleksitas dan teknologi  Masa penjaminan kegagalan bangunannya adalah
sederhana selama paling singkat 10 (sepuluh) tahun.
 tidak bertingkat atau memiliki jumlah lantai
1. Bangunan Tidak Sederhana Bertingkat Rendah
paling tinggi 2 (dua) lantai  bertingkat paling tinggi 4 (empat) lantai
 luas lantai keseluruhannya kurang dari 500 m 2  luas lantai keseluruhannya lebih dari 500 m2
 masa penjamin kegagalan bangunannya  SLB tidak diutilisasi sebesar 25% LBB
adalah selama 10 (sepuluh) tahun.
 SLB tidak diutilisasi sebesar 20% LBB 2. Bangunan Tidak Sederhana Bertingkat Tinggi
 bertingkat lebih dari 4 (empat) lantai
 memiliki sarana dan prasarana bangunan yang lengkap
 SLB tidak diutilisasi sebesar 30% LBB

SLB : Standar Luas Bangunan


LBB : Luas Bangunan Bruto

[Link] 25
Reviu atas Perencanaan Kebutuhan
Tanah Bangunan Kantor

Usulan Satker SBSK


Kebutuhan Luas Standar Luas
Tanah Maksimum Tanah

Catatan Penting:
• Dengan tetap memperhatikan Optimalisasi Eksisting Tanah
• Harus diajukan bersamaan dengan RKBMN Bangunan yang berdiri di atasnya
• Dilengkapi dokumen koefisien dasar bangunan

u ka n Luas an Lua
s
an Lua
s
Te nt
gunan Tentuk Lahan Tentuk an
r B a n m um Lah
Cara Menghitung Das a Minimu M aks i m

Standar Luas Luas Bangunan Bruto Luas Dasar


Luas Dasar Bangunan x 5
Bangunan
Maksimum Tanah Jumlah Lantai Koefisien Dasar Bangunan
Bangunan Koefisien Dasar
Bangunan

[Link] 26
Reviu atas Perencanaan Kebutuhan Rumah Negara

Usulan Satker SBSK


Kebutuhan Unit Standar Kebutuhan
Unit
Luas Bangunan
Standar Luas
Bangunan

Catatan Penting:
• Dengan tetap memperhatikan Optimalisasi Eksisting Rumah Negara
• Harus dilengkapi dokumen pembahasan dengan dinas PU
• Tidak diperkenakan melalui mekanisme sewa

[Link] 27
SBSK Bangunan Gedung Rumah Negara

A. Klasifikasi Bangunan Sesuai Pengguna B. Standar Ketinggian Bangunan C. Standar Kebutuhan Unit

1. Type Khusus: RN Pimpinan Lembaga Negara, berdasarkan pembahasan bersama antara Pengguna
1. Rumah Negara Tipe Khusus, Tipe A, dan
Menteri, Pimpinan Lembaga Pemerintah non Barang/Kuasa Pengguna Barang bersangkutan dengan
Kepenterian, setingkat.
Tipe B paling tinggi 2 (dua) lantai; instansi/unit kerja yang bertanggung jawab di bidang
2. Type A; RN Pejabat setingkat Es. 1 2. Rumah Negara Tipe C, Tipe D, dan Tipe E pekerjaan umum
3. Type B: RN Pejabat Setingkat Es. 2 adalah 1 (satu) lantai.
4. Type C: RN pejabat setingkat Es.3
5. Type D: Kantor pejabat setingkat Es.4
6. Type E: Kantor pejabat setingkat Es.5

D. Standar Luas Bangunan

1. Type Khusus: 400 m2.


2. Type A; 250 m2
3. Type B: 120 m2
4. Type C: 70 m2
5. Type D: 50 m2
6. Type E: 36 m2

[Link] 28
Reviu atas Perencanaan Kebutuhan Tanah Rumah Negara

Usulan Satker SBSK


Kebutuhan Luas Standar Luas
Tanah Maksimum Tanah

Catatan Penting:
• Dengan tetap memperhatikan Optimalisasi Eksisting Tanah Standar Luas Tanah
• Harus diajukan bersamaan dengan RKBMN Rumah Negara 1. Type Khusus: 1.000 m2.
yang berdiri di atasnya 2. Type A; 600 m2
• Terdapat toleransi luas Tanah untuk tipe rumah negara 3. Type B: 350 m2
4. Type C: 200 m2
melebihi standar maksimal luas tanah (misalnya DKI
5. Type D: 120 m2
Jakarta 20%, ibu kota provinsi 30%, ibu kota kabupaten/ 6. Type E: 100 m2
kota 40% dan pedesaan 50%).
• Tidak diperkenankan melalui mekanisme sewa

[Link] 29
Reviu atas Perencanaan Kebutuhan Kendaraan Jabatan, Operasional, Fungsional

Usulan Satker SBSK


Kebutuhan Unit Standar Kebutuhan Unit

Spesifikasi Unit Standar Spesifikasi Unit

Catatan Penting:
• Memperhatikan Optimalisasi Eksisting Kendaraan. Jumlah Eksisting Kendaraan dapat dipengaruhi oleh:
• rencana penggunaan, antara lain: alih fungsi (dialihkan ke jenis kendaraan lain), dihentikan penggunaannya.
• rencana pemanfaatan, pemindahtanganan dan penghapusan. Syarat penghapusan: berumur 7 tahun, kondisi rusak
berat dengan kondisi fisik setinggi-tingginya 30%
• rencana pengadaan kendaraan dalam DIPA yang akan direalisasikan pada semester II tahun berjalan.
• revisi anggaran terkait penambahan kendaraan hasil optimalisasi anggaran tahun berjalan
• rencana pengadaan kendaraan dalam RKA-K/L (pagu alokasi anggaran) tahun berikutnya.
• Dalam hal telah dilaksanakan delayering jabatan struktural menjadi jabatan fungsional, standar kebutuhan pengadaan
Kendaraan Operasional dapat dilakukan dengan tetap memperhitungkan jabatan struktural lama yang berubah
menjadi jabatan fungsional.
[Link] 30
SBSK Kendaraan Jabatan
Standar Kebutuhan Kendaraan Jabatan
Tingkat Jabatan Jumlah Pilihan Jenis Kelas Maksimum
Standar Barang Kendaraan Jabatan Maksimum
Menteri dan yang setingkat 2 unit Sedan dan/atau Kualifikasi A
Kualifikasi Jenis Spesifikasi SUV atau MPV

Sedan 3.500 cc, 6 Silinder Wakil Menteri 1 unit Sedan atau Kualifikasi A
SUV/MPV
Sport Utility Vehicles 3.500 cc, 6 Silinder
Eselon IA dan yang setingkat 1 unit Sedan atau SUV Kualifikasi B
A (SUV)/
Multi Purpose Vehicles Eselon IB dan yang setingkat 1 unit Sedan atau SUV Kualifikasi C

(MPV) Eselon IIA dan yang setingkat 1 unit SUV Kualifikasi D

Sedan 2.500 cc, 4 Silinder Eselon IIB dan yang setingkat 1 unit SUV Kualifikasi E
B
SUV 3.000 cc, 6 Silinder Eselon III dan yang setingkat, 1 unit MPV Kualifikasi F
yang berkedudukan sebagai
Sedan 2.000 cc, 4 Silinder
C kepala kantor
SUV 2.500 cc, 4 Silinder
Eselon IV dan yang setingkat, 1 unit MPV Kualifikasi G
D SUV 2.500 cc, 4 Silinder yang berkedudukan sebagai
E SUV 2.000 cc, 4 Silinder kepala kantor dengan wilayah
kerja minimal 1 (satu)
MPV 2.000 cc Bensin atau
kabupaten/kota
F 2.500 cc Diesel, 4
Eselon IV dan yang setingkat, 1 unit Sepeda Motor Kualifikasi G
Silinder
yang berkedudukan sebagai
MPV 1.500 cc, 4 Silinder kepala kantor dengan wilayah
G
Sepeda Motor 225 cc, 1 Silinder kerja kurang dari 1 (satu)
kabupaten/kota
[Link] 31
SBSK Kendaraan Operasional

Jumlah Kendaraan Operasional


Standar Barang Kendaraan (KDO)
Operasional Jenis Satker Keterangan
Roda 4 Roda 2
 Mobil MPV 1.500 cc, 4 silinder
 Sepeda Motor 225 cc, 1 silinder
+ 1 KDO R4 utk
Setingkat Es. I / Jumlah Jumlah Jabatan Penyelenggara
Kantor Pusat Jabatan Es. III Es. III Kesekretariatan di
Tiap Unit Eselon II

Setingkat Es. II / Jumlah Jumlah Jabatan + 1 KDO R4 utk


Kanwil / Kantor Penyelenggara
Pelayanan Jabatan Es. III Es. III Kesekretariatan

Setingkat Es.
50 % Jumlah Jumlah Jabatan Pembulatan ke
III / Kantor
Pelayanan Jabatan Es. IV Es. IV atas

Setingkat Es. Jumlah Jabatan


IV / Kantor - Es. IV + Es. V -
Pelayanan (Jika Ada)

[Link] 32
Ketentuan Alih Fungsi AADB

Kendaraan Operasional dapat berasal dari


Kendaraan Jabatan yang ditetapkan untuk
dialihfungsikan, dengan ketentuan:
SUV 2500 cc

Spesifikasi Kendaraan Jabatan Alih Fungsi


MPV 2500 cc
ke Operasional

Kendaraan Roda 2

Telah Berumur 7 Tahun Sejak Tanggal


Perolehan

Didukung
Tidak Melebihi SBSK dan Jumlah Kendaraan Dokumen
Operasional dengan adanya alih fungsi tidak RP4
mengalami perubahan.

[Link] 34
Reviu atas atas Perencanaan
Pemeliharaan BMN
Objek Tanah dan/atau Bangunan
Perencanaan
Pemeliharaan BMN Selain Tanah dan/atau Bangunan

Kriteria BMN dapat dipelihara


• status barang tidak dalam status penggunaan
Usulan Satker sementara/ dioperasikan pihak lain/
dimanfaatkan/ menjadi beban pihak lain
Kebutuhan • kondisi BMN tidak rusak berat
Jumlah • tidak direncanakan untuk dihapuskan/ dihentikan
Pemeliharaan penggunaannya/ dipindahtangankan/
dimanfaatkan / dimusnahkan/ dialihfungsikan
• tidak adanya duplikasi pemeliharaan antara
pemeliharaan BMN selain tanah dan bangunan
dengan pemeliharaan tanah dan/atau bangunan

[Link] 36
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai