0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan15 halaman

Cakupan Program Gizi Puskesmas Cilimus

Program Gizi Puskesmas Cilimus mencapai target pada sebagian besar indikator, kecuali pemberian ASI eksklusif dan pemantauan pertumbuhan balita. Rencana kegiatan mencakup sosialisasi gizi seimbang, pembinaan kader, dan kunjungan rumah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Diunggah oleh

Puskesmas Cilimus
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan15 halaman

Cakupan Program Gizi Puskesmas Cilimus

Program Gizi Puskesmas Cilimus mencapai target pada sebagian besar indikator, kecuali pemberian ASI eksklusif dan pemantauan pertumbuhan balita. Rencana kegiatan mencakup sosialisasi gizi seimbang, pembinaan kader, dan kunjungan rumah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Diunggah oleh

Puskesmas Cilimus
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM GIZI

RENI MARYANI, AMG


UPTD Puskesmas Cilimus
Cakupan Program Gizi Bulan Desember 2018

No. Indikator Target (%) Pencapaian (%) Kesenjangan (%)


Berdasarkan
Renstara 2015 -2019
1. D/S (Partisipasi Masyarakat) 85 103,7
-
2. N/S (Keberhasilan Program) 40 77,2
-
3. N/D (Efek Program) 70 80,6
-
4. BGM/D < 15 2,25
-
5. Gizi Buruk Mendapatkan Perawatan 100 0
-
6. Vitamin A Bayi 100 102,2
-
7. Vitamin A Balita 90 137,3
-
8. Vitamin A BUFAS 100 106,8
-
9. ASI Ekslusif 44 65,7
-
10. Fe3 90 114,3 -
12 Indikator Keluarga Sehat
A Program Gizi, Kesehatan Ibu & Anak:
1 Keluarga mengikuti KB
2 Ibu bersalin di faskes
3 Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap
4 Bayi diberi ASI Eksklusif selama 6 bulan
5 Pertumbuhan Balita dipantau Tiap Bulan
B Pengendalian Peny. Menular & Tidak Menular:
6 Penderita TB Paru berobat sesuai standar
7 Penderita hipertensi berobat teratur
8 Gangguan jiwa berat tidak ditelantarkan
C Perilaku dan kesehatan lingkungan:
9 Tidak ada anggota keluarga yang merokok
10 Keluarga memiliki/memakai air bersih
11 Keluarga memiliki/memkai jamban sehat
12 Sekeluarga menjadi anggota JKN/askes
Pencapaian Cakupan 2 Indikator

Target Cakupan
No Indikator
(%) (%)

1. Bayi mendapat air susu ibu(ASI) eksklusif 100,00 89.94

2. Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan 100,00 96,49


Prioritas Masalah menggunakan Metode USG
N Masalah U S G Total Urutan
o Prioritas
1 Bayi mendapat air susu
ibu(ASI) eksklusif tidak
4 4 4 12 1
mencapai taeget 89,9% dari
target 100%
2 Balita mendapatkan
pemantauan pertumbuhan
3 3 4 10 2
tidak tercapai taeget 96,4% dari
target 100%
ANALISA PENYEBAB AKAR MASALAH
MANUSIA METODA
Peran kader blom maksimal
Kontak Bumil ke Bidan Kurang

Kualitas kader Kurang


Kujungan Rumah Bumil

Pembinaan/Reflesing kader Kelas Bumil


Masih adanya 89,9%
Yg tidak mencapi target
Pengetahuan dan pemahaman ibu Asi Ekslusif
mengenai ASI eksklusi cara pemberian
serta pentingnya ASI kurang

Kepeduliaan masy. kurang

Penyuluhan /Sosialisa PMBA & Isi


SARANA piringku
DANA
LINGKUNGAN
MANUSIA METODA
Pengetahuan masyarakat kurang Koordinasi LS/LP Kurang

Kesadaran masyarakat Sosialisasi kurang Tidak adanya pemahaman


rendah yang sama (Adokasi)
Masih adanya
Penyulahan Masyarakat Lokbul/Loktri 96,4% yang tidak
Mencapai target
pemantuan
Dukungan keluarga kurang
pertumbuhan
balita

Kepeduliaan masih rendah

Kunjungan rumah

SARANA DANA LINGKUNGAN


Menetapkan pemecahan masalah
Pemecahan
No Prioritas masalah Penyebab masalah Alternatif Pemasalah masalah
terpilih
1 Masih adanya 89,9 % 1. Kontak Bumil ke 1. Kunjungan rumah Kelas ibu
Yg tidak mencapi Bidan Kurang 2. Kelas Ibu hamil hamil
target
Asi Ekslusif 2. Peran kader blom 3. Kualitas kader Pembinaan/
maksimal Kurang Reflesing
4. Pembinaan/ kader
Reflesing kader

3. Pengetahuan 1. Kepedulian Penyuluhan /


dan pemahaman Masyarakat kurang Sosialisasi
ibu mengenai ASI 2. Penyuluhan / PMBA & Isi
eksklusi cara Sosialisasi PMBA & piringku
pemberian serta Isi piringku
pentingnya ASI
kurang
Lanjutan......
Pemecahan
No Prioritas masalah Penyebab masalah Alternatif masalah masalah
terpilih
2 Masih adanya 1. Koordinasi 1. Tidak adanya Lokbul/Loktri
96,4% yang tidak LS/LP Kurang pemahaman yang
Mencapai target sama (Adokasi)
pemantuan 2. Lokbul/Loktri
pertumbuhan
balita
2. Pengetahuan 3. Sosialisasi Kurang Penyuluhan
Masyarakat 4. Penyuluahan Masyarakat
Kurang Masyarakat

3. Dukungan 5. Kepedulian Masih Kunjungan


Keluarga Rendah Rumah /
Kurang 6. Kunjungan Rumah Sweeping
/ Sweeping
RENCANA USULAN KEGIATAN (RUK)
Program Perbaikan Gizi Masyarakat Di Wilayah Kerja UPTD Puskemas Cilimus

Kebutuhan Sumber Biaya


No Upaya Kegiatan Tujuan Sasaran Target Indikator
Keberhasilan APBD APBD Lainn
Dana Alat Tenaga kab prov APBN ya
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
I. KEGIATAN LUAR GEDUNG
GIZI

Untuk mengetahui/paham agar Masyarakat


Sosialisasi Tentang Gizi masyarakat melalukan/prilaku Masyarak 7 desa x Laeflet, Petugas mengatahui
1 seimbang ( Isi makanan sehat dengan gizi at 100% 2 kl lembar Gizi dan makanan sehat       Bok
Piringku) seimbang balik Bides dengan gizi
seimbang

Jenis
pelayanan
pendidikan
Pembinaan, Edukasi diterapkannya
Untuk mengetahui perilaku ibu perilaku ibu dlm
dan Konseling dalam pemberian makanan Ibu Bayi 100% 7 desa x Laeflet, Petugas pemberian
2 Pemberian Makan tambahan pada bayi usia 6-11 dan balita 1 kl lembar Gizi dan makan       Bok
Bayi dan Balita balik Bides
(PMBA) bl dan anak 12-24 bl tambahan pd
bayi & balita

Reflesing Kader Untuk meningkatkan 1 kl x 7 Kader bisa


3 tentang perbaikan gizi pengetahuan kader posyandu Kader 100% desa x Infokus Petugas memahami       Bok
masyarakat tentang kegiatan posyandu Posyandu 14 Gizi tentang
kader perbaikan gizi

Pengadaan Lembar Untuk meningkatkan Masyarakat


4 balik 1000 HPK, pengetahuan masyarakat dan Masyarak 100%       paham       Bok
Leaflet Stunting, memahami pentingnya at pentingnya
Leaflet Isi Piringku kesehatan kesehatan
Jenis
pelayanan
Suplementasi
Gizi
Distribusi dan Untuk memenuhi kebutuhan zat Terpenuhinya
5 Monitoring PMT Biskuit gizi selama kehamilan sehingga Ibu hamil 100% 7 desa x Biakuit Petugas Gizi kebutuhan zat gizi       Bok
dapat mencegah kurang gizi dan 6 kl PMT dan Bides
Ibu hamil buat ibu hamil
akibat yg ditimbulkan

Untuk memenuhi kebutuhan zat


Distribusi dan gizi balita dalam masa 7 desa x Biakuit Terpenuhinya
Petugas Gizi kebutuhan
6 Monitoring PMT Biskuit pertumbuhan dan mencegah Balita 100% 6 kl PMT dan Bides zat gizi       Bok
Balita Stunting buat balita

Monitoring pemberian terpenuhinya


7 Vitamin A Bayi dan mencegah kurang nya Vitamin A
pada bayi dan balita
Bayi dan
Balita 100% 7 desa x Kapsul Vit. Petugas Gizi kapsul vitamin A
2 kl A dan Bides       Bok
Balita bayi dan balita

Monitoring pemberian Untuk mencegah anemia gizi pada Ibu hamil terpenuhinya
7 desa x tablet Fe Petugas Gizi Tablet
8 100% Fe untuk       Bok
Fe Ibu ibu hamil 3 kl ibu hamil

Pembinaan/pemberian Untuk mencegah anemia gizi pada Remaja 6 terpenuhinya


9 Fe remaja putri ke putri kelas 100% sekolah tablet Fe Petugas Gizi Tablet Fe untuk       Bok
sekolah kelas 1 & 2 SMP remaja putri 1&2 x 3 kl remaja putri
Pelayanan Surveilans
Gizi

Mencegah memburuknya status gizi sebagai upaya


10 Pembinaan/pemantuan meningkatkan dan mempertahankan keadaa gizi Bayi dan Balita 100% 7 desa x 10 kl format Petugas Gizi meningkat nya status gizi Bok
pertumbuhan balita yang baik bayi dan balita

     

Skring aktif/pelacakan dan konfirmasi Penemuan kasus balita gizi kurang dan gizi buruk Dokter, surveilans, mengetahui data balita gizi
11 Bayi dan Balita 100% 7 desa x 1 kl format Bok
kasus gizi buruk secara tepat oleh tenaga kesehatan. bides & [Link] kurang dan gizi buruk

     

meningkat kegiatan
Untuk mengetahui Sistem e-PPGBM mendorong pembinaan gizi termauk
12 Surveilans gizi melalui e-PPGBM pendataan dan pelaporan terkait gizi di setiap desa Bayi dan Balita 100% 7 desa x 11 kl format Petugas gizi pelaporan kasus gizi buruk Bok
dan stunting

     

mengetahui gambaran
13 Pemantauan konsumsi Garam Iodium Memperoleh gambaran tingkat konsumsi garam Ibu balita 100% 7 desa x 2 kl format Petugas gizi tingkat masyarakat tentang       Bok
beryodium dimasyarakat
garam beryodium

mengetahui gambaran
14 Bulan Penimbangan Balita (BPB) Memperoleh gambaran status gizi balita di desa Bayi dan Balita 100% 7 desa x 1 kl format Petugas gizi       Bok
status gizi balita

Menyelaraskan berbagai kegiatan lintas sektor untuk lintas setor Terjalinnya kesepakatan
15 Koordinasi lintas sektor ( Rakor Desa ) mengoptimalkan kegiatan program gizi serta 100% 7 desa x 12 kl   petugas gizi       -
mendapatkan dukungan dari pihak terkait terkait lintas sektor terkait

Konsultasi petugas gizi ke dinas kesepakatan dalam


16 untuk menyamakan data gizi dinkes   4 kl           Bok
kesehatan penyamaan data gizi
II. KEGIATAN DALAM GEDUNG

Pengumpilan,pengolahan, analisa
data, merumuskan malalah,
Perencanaan mengidentifikasi sasaran dan 1 kl Tersusun nya
16 Program Gizi merumuskan tujuan serta target RUK & RPK - setahun RUK & RPK -
kegiatan dlm rangka menentukan
kegiatan gizi sesuai dengan
masalah, tenaga dan sarana
           

Membantu Klien/pasien agar mau kesepakatan


mengikuti saran konselor dalam Pasien rawat antara pasien
pemecahan masalah dan jalan & rawat sesuai dengan
17 Konseling Gizi pengambilan keputusan yang - petugas untuk -
mendukung terwujudnya inap dengan jadwal perubahan
perubahan perilaku gizi secara masalah gizi perilaku yg
positif sehat
           

Jumlah
Penyelenggaraan Menyediakan makanan pasien Pasien rawat pasien (3x terpenuhinya
18 makanan untuk waktu kebutuhan gizi -
pasien rawat inap sesuai dietnya inap makan sesuai diet nya
perhari
             

KIA-KB,
Promkes,
Koordinasi Lintas Menyelaraskan kegiatan gizi Kesling, Gizi,
Program dengan program lain dan untuk P2M, BP,
19 mendapat dukungan agar Bides dan 12 bulan .- ,-
(Lokakarya Mini kegiatan program gizi berjalan Lintas
Puskesmas) sinergis program
terkait
lainnya

             
Menyusunan data laporan
20 Pencatatan dan bulanan, tersedianya catatan dan laporan 12 bulan ,- ,-
Pelaporan laporan semua data kegiatan gizi bulanan gizi
             
RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN (RPK)
Program Perbaikan Gizi Masyarakat Di Wilayah Kerja UPTD Puskemas Cilimus

Volume Lokasi Tenaga


No Upaya Kegiatan Sasaran Target Kegiatan Rincian Pelaksanaan Pelaksanaan Pelaksana Jadwal Biaya
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
GIZI Sosialisasi Tentang Gizi Semua (Gol III 1 or x 7 hr x 2 kl x Rp. Bulan Juni
  Masyarakat 14 oh 7 Desa TPG Bok
  seimbang ( Isi Piringku) Sasaran 50.000,-) dan Des
 
  ketua
  Reflesing Kader tentang Kader kader 26 oh Mamin (26 or x 1 hr x Rp. 45.000,-) 7 Desa TPG Bulan Mei Bok
  perbaikan gizi masyarakat Posyandu
  posyandu
 
  Bulan maret-
  Distribusi dan Monitoring Ibu hamil Semua 42 oh (Gol III 1 or x 7 hr x 6 kl x Rp. 7 Desa TPG juni & bulan Bok
  PMT Biskuit Ibu hamil Sasaran 50.000,-)
  sep-nov
 
  Bulan maret-
  Distribusi dan Monitoring Balita Semua 42 oh (Gol III 1 or x 7 hr x 6 kl x Rp. 7 Desa TPG juni & bulan Bok
PMT Biskuit Balita Sasaran 50.000,-)
  sep-nov
Monitoring pemberian Bayi dan Semua 14 oh (Gol III 1 or x 7 hr x 2 kl x Rp. 7 Desa TPG Bulan Feb Bok
  Vitamin A Bayi dan Balita Balita Sasaran 50.000,-) dan Agust
Monitoring pemberian Fe Semua (Gol III 1 or x 7 hr x 4 kl x Rp. Bulan
Ibu hamil 28 oh 7 Desa TPG mart,juni, Bok
  Ibu Sasaran 50.000,-) sep,des
Pembinaan/pemberian Fe Remaja Semua (Gol III 1 org x 6 hr x 4 kl x Rp. 6 Sekolah Bulan April,
remaja putri ke sekolah putri kelas 1 Sasaran 24 oh 50.000) (SMP) TPG juli, Okt & Bok
  kelas 1 & 2 SMP &2 Des
Bulan jan,
Pembinaan/pemantuan Bayi dan Semua (Gol III 1 org x 7 hr x 10 kl x Rp Maret,april,
pertumbuhan balita Balita Sasaran 70 oh 50.000) 7 Desa TPG mei,jun,jul,s Bok
ep,okt,nov,d
  es

Skring aktif/pelacakan dan Bayi dan Semua 28 oh (Gol III 4 org x 7 hr x 1 kl x Rp. 7 Desa TPG Bulan Bok
konfirmasi kasus gizi buruk Balita Sasaran 50.000) September
 
Surveilans gizi melalui e- Bayi dan Semua 84 oh (Gol III 1 or x 7 hr x 12 kl x Rp. 7 Desa TPG Bulan Jan s/d Bok
  PPGBM Balita Sasaran 50.000,-) des
Pemantauan konsumsi Ibu balita Semua 14 oh (Gol III 1 or x 7 hr x 2 kl x Rp. 7 Desa TPG Bulan Feb Bok
  Garam Iodium Sasaran 50.000,-) dan Agust
Bulan Penimbangan Balita Bayi dan Semua 7 oh (Gol III 1 or x 7 hr x 1kl x Rp. 7 Desa TPG Bulan Bok
  (BPB) Balita Sasaran 50.000,-) agustus
Konsultasi petugas gizi ke (Gol III 1 org x 1 hr x 4 kl x Bulan April,
dinkes Dinkes 4 oh Dinkes TPG juli, Okt & Bok
dinas kesehatan Rp.75.000) Des
 
Terima
Kasih

Common questions

Didukung oleh AI

To address the high percentage of families not achieving exclusive breastfeeding and child growth monitoring targets, UPTD Puskesmas Cilimus has proposed increasing home visits, strengthening the role of healthcare cadres through training, and enhancing public awareness campaigns through educational classes and literature distribution . The alternative strategies, including reinforcement of cross-sector collaboration and home visitations, are pragmatic as they build on strengthening community-based approaches and leveraging local knowledge. However, their success is heavily reliant on sufficient resource allocation, cadre motivation, and sustained community engagement, which may pose logistical and resource challenges .

Home visits are considered effective in improving adherence to child nutrition and health programs by providing personalized guidance and support, identifying specific needs, and reinforcing education . They foster trust and enable real-time feedback and intervention, which may improve program adherence and effectiveness. However, their effectiveness can be constrained by logistical challenges such as coverage limitations, resource allocation for personnel, and ensuring a consistent approach among healthcare providers. Further, the success of home visits is heavily dependent on the training and dedication of health personnel and the receptiveness of families .

UPTD Puskesmas Cilimus addresses the prevention of anemia in pregnant women and adolescent girls through targeted supplementation programs, providing iron tablets and monitoring adherence and health impacts . This focus is critical as anemia can significantly affect maternal and fetal health, leading to adverse outcomes such as low birth weight and increased maternal morbidity. By targeting adolescent girls, the program also aims to build a healthier reproductive future, addressing anemia early on to prevent future complications during pregnancies . This approach underscores the importance of long-term health investments in community health strategies.

The UPTD Puskesmas Cilimus aims to improve community knowledge about balanced nutrition through the "Isi Piringku" program, which includes the distribution of educational materials like leaflets and change agents' capacity-building . These methods are feasible as they leverage existing community structures, such as the involvement of Posyandu cadres for dissemination and training purposes. However, the effectiveness is contingent on the continuous engagement and education of community leaders and stakeholders to ensure sustainability and proper message propagation . The challenge lies in resource allocation and maintaining ongoing support and training for the cadres .

Cross-sector collaboration plays a vital role in addressing nutritional issues by facilitating resource sharing, aligning strategies, and leveraging expertise from different sectors such as health, education, and social services . The integration of efforts can enhance program effectiveness and reach. However, potential obstacles include coordination difficulties, differing priorities among sectors, varying levels of commitment and resource availability, and challenges in maintaining ongoing communication and accountability across different agencies . Ensuring coherent and sustained collaboration is essential for these efforts to yield significant outcomes.

The Vitamin A supplementation programs at UPTD Puskesmas Cilimus are designed to ensure that all infants and children receive the necessary Vitamin A to prevent deficiency. Success is measured by achieving or exceeding the target coverage for Vitamin A supplementation, which has been demonstrated by the percentage achievement of 102.2% for infants and 137.3% for children . Challenges in these programs may include maintaining the supply chain for vitamins, ensuring accurate and comprehensive monitoring and recording of supplementation, and continuing to raise awareness about the importance of these programs in preventing deficiencies .

The causes for the underachievement in child growth monitoring, which stands at 96.4% against the target of 100%, include poor coordination among stakeholders, insufficient community knowledge, and lack of family support . To combat these issues, the UPTD Puskesmas Cilimus plans to enhance local bulletin and community learning center activities, increase socialization efforts, and conduct home visits to raise awareness and support for child growth monitoring . Additionally, they propose collaboration across sectors to improve strategy alignment and resource allocation .

Home visits and community education are complementary approaches used by UPTD Puskesmas Cilimus to address nutrition gaps. Home visits allow for tailored, one-on-one interaction, offering personalized education and direct engagement with families to address specific issues, thereby providing immediate feedback and intervention . Community education, on the other hand, focuses on disseminating information to a broader audience, raising general awareness, and fostering community-wide behavior change through structured programs like "Isi Piringku" . While home visits offer depth and personalization, community education provides breadth and communal reinforcement, making their joint application valuable in comprehensive public health strategies.

The UPTD Puskesmas Cilimus identifies the lack of exclusive breastfeeding among mothers as a priority issue, with a gap where only 89.9% achievement against a target of 100% . The program proposes several solutions to address this problem, including increasing home visits to pregnant women, implementing more Mother's Classes to educate on the importance of exclusive breastfeeding, enhancing the quality of cadres through additional training, and improving community awareness through intensified counseling and socialization efforts . These approaches aim to enhance maternal knowledge and support systems surrounding exclusive breastfeeding.

The "Isi Piringku" program is significant as it provides a structured approach to educating communities about balanced nutrition by using culturally relevant materials and methods, aiming to promote healthy eating habits . Challenges include ensuring widespread dissemination of information, overcoming language or literacy barriers, and ensuring that the message resonates with diverse socioeconomic groups within the community. The program's success can be evaluated through surveys measuring changes in community knowledge and attitudes regarding nutrition, as well as tracking health outcomes such as changes in malnutrition rates and dietary behavior shifts .

Anda mungkin juga menyukai