PENGELOLAAN DAYA TARIK WISATA BERBASIS
LINGKUNGAN DI KAMPUNG BLEKOK
SITUBONDO
ZULFA AULIA
18934010003
USAHA PERJALANAN WISATA
PENGELOLAAN DAYA TARIK WISATA BERBASIS
LINGKUNGAN DI KAMPUNG BLEKOK SITUBONDO
BAB I BAB II
BAB III BAB IV
PENDAHULUAN
• 1.1 Latar Belakang Masalah
• Untuk membangun Desa Wisata dari kampung yang kumuh dan masyrakat yang
belum mengenal pariwisata membuat penulis ingin tau bagaimana pengelolaa yang
di terapkan di Kampung Blekok dan potensi apa yang membuat kampung ini
berbeda dari yang lainnya
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana potensi daya tarik wisata Kampung Blekok ?
2. Bagaimana bentuk pengelolaan pariwisata berbasis lingkungan di Kampung Blekok
1.3 Batasan Masalah
1. Menganalisis potensi daya tarik wisata yang ada di Kampung Blekok ?
2. Mengetahui sistem bagaimana pengelolaan Kampung Blekok
3. Mengetahui sistem pariwisata berbasis lingkungan di Kampung Blekok ?
1.4 Tujuan Penelitian
1. Mengetahui potensi daya tarik wisata di Kampung Blekok
2. Mengetahui penerapan pengelolaan berbasis lingkungan yang diterapkan di Kampung Blekok
1.5 Manfaat Penelitian
1.5.1 Manfaat Teoritis
1. Ingin berbagi ilmu pengetahuan
2. Menambah kajian dan wawasan penelitian mengenai dunia pariwisata dan pengelolaan berbasis
lingkungan
3. Ingin memberikan informasi kepada peneliti lain yang meniliti di bidang yang sama
1.5.2 Manfaat Praktis
[Link] Bagi Peneliti
Secara akademik sebagai salah satu untuk mencapai Program Diploman III pada Akademi Pariwisata
Majapahit Surabaya
[Link] Bagi Akademi Pariwisata Majapahit
Dapat digunakan sebagai bahan referensi dan sumber bacaan bagi mahasiswa program studi UPW pada
khususnya
1..5.2.3 Bagi Tempat Penelitian
Dapat digunakan sebagai refensi dalam meningkatkan pengelolaan berbasis lingkungan. Menjadi bahan
untuk dimanfaatkan menambah kelebihan dalam menerapkan model ekowisata
KAJIAN TEORI DAN METODE
PENELITIAN
• 2.1 Kajian Teori
• 2.1.1 Variable Teori
• [Link] Pengertian Pariwisata
• Pada dasarnya pariwisata merupakan perjalanan dengan tujuan untuk menghibur
yang dilakukan diluar kegiatan sehari-hari guna untuk memberikan keuntungan yang
bersifat permanen ataupun sementara. Tetapi apabila dilihat dari segi konteks
pariwisata bertujuan unutk menghibur dan mendidik.
Unsur Pariwisata
1. Attractions (daya tarik wisata)
Jenis dan Ragam sesuatu yang menjadi daya tarik wisata (obyek wisata)
2. Amenitis(fasilitas)
Tersedianya fasilitas yaitu penginapan, restoran, transport lokal yang memungkinkan wisatawan
bepergian, alat-alat komunikasi
3. Aksesibilitas
Tersedianya transportasi ke lokasi, aman, dan nyaman.
4. Ancilarry
Merupakan produk wisata penunjang dan pelengkap yang dibutuhkan oleh wisatawan misalkan airport
handling, money changer, asuransi, tour guide, travel dokumen
[Link] Pengertian Daya Tarik Wisata
Sesuatu hal yang menajadi alasan para wisatawan untuk berkunjung
1. Daya Tarik Wisata Alam
2. Daya Tarik Wisata Bangunan
3. Daya Tarik Wisata Budaya
4. Daya Tarik Wisata Sosial
2..1.1.3 Pengelolaan Pariwisata Berbasis Lingkungan
Perkembangan pariwisata dapat memberikan manfaat yang cukup besar, tetapi perkembangan tersebut
juga mengandung resiko yang tidak kecil. Manfaat yang diperoleh serta resiko yang mungkin timbul
tersebut harus dikelola dengan baik agar dapat diusahakan secara optimal tanpa harus mengabaikan
kelestarian fungsi lingkungan hidup.
[Link] Pengertian Tentang Ekowisata
Ekowisata adalah perjalan ke wilayah-wilayah yang lingkungan alamnya masih asli, dengan
menghargai warisan budaya dan alamnya, mendukung upaya-upaya konservasi, tidak
menghasilkan dampak negative, danmemberikan keuntungan sosial ekonomi serta menghargai
partisipasi penduduk lokal, secara umum obyek kegiatan ekowisata tidak jauh berbeda dari
kegiatan wisata alam biasa, tetapi memiliki nilai-nilai moral dan tanggung jawab yang tinggi
terhadap obyek wisatanya :
1. Wisata Pemandangan
2. Wisata Petualang
3. Wisata Kebudayaan dan Sejarah
4. Wisata Penelitian
5. Wisata Sosial, Konservasi, dan Pendidikan
[Link] Konsep Dasar Ekowisata
Suatu obyek pariwisata harus memenuhi tiga kriteria agar obyek tersebut diminati pengunjung, yaitu :
1. Something to see
2. Something to do
3. Something to buy
[Link] Dampak Ekowisata
1. Dampak Umum
2. Dampak Sosial Budaya
3. Dampak Terhadap Lingkungan
2.1.2 Penelitian Terdahulu
Nama, Tahun, dan Judul Variabel Penelitian Metode Hasil Penelitian
Penelitian Penelitian
Nur Ismawati, 2018, Potensi dan 1. Potensi Metode penelitian Bahwa jenis fauan
Strategi pengembangan Ekowisata 2. Strategi pengembangan ini menggunakan yang ada di
Mangrove Park Pekalongan Ekowisata metode deskriptif Mangrove park
Dengan Analisis Swot di dengan didominasi oleh
Kelurahan Kandang Panjang, pendekatan burung lalu kepiting
Kecamatan Pekalongan Utara, kualitatif bakau, udang dogol
Kota Pekalongan, Jawa Tengah dan kerang dara
Joko Purnomo, 2018, Pengelolaan 1. Pengelolaan ekowisata Metode penelitian Bahwa masyarakat
Ekowisata Hutan Pinus Berbasis 2. Berbasis masyarakat kualitatif ikut berpartisipasi
Masyarakat dalam pengelolaan
Ekowisata hutan
pinus dan
merasakan
dampaknya sendiri
2.1.3 Kerangka Pemikiran Teoritis
2.2 Metode Penelitan
2.2.1 Jenis dan Dasar Penelitian
[Link] Jenis Penelitian
Model penelitian kualitatif deskriptif dengan cara mengamati melihat dan mengalami serta partisipasi
secara langsung terhadap obyek yang diteliti atau secara observasi alami.
Jenis penelitian kualitatif adalah Observasi Alami yaitu dengan cara observasi menyeluruh pada sebuah latas
tertentu yang alamiah secara keseluruhan dengan tujuan untuk mengamati dan memahami perilaku orang atau
sekelompok orang dalam situasi tertentu. Observasi dapat menggunakan perekam gambar dan suara
tersembunyi.
[Link] Desain Penelitian
2.2.2 Teknik Cuplikan
Penulis menggunakan teknik purposive dan teknik snowball samping
2.2.3 Jenis dan Sumber Data
a. Jenis Data Primer
b. Jenis Data Sekunder
c. Jenis Data Olahan
2.2.4 Teknik Pengumpulan Data
a. Observasi
b. Wawancara
c. Dokumen
2.2.5 Variabel dan Definisi Konsep
N Variabel Definisi Konsep
O
1 Pengelolaan Penerapan yang dilakukan pada destinasi wisata
yang bermodalkan Alam
2 Potensi Daya Tarik Potensi yang manjadikan Daya Tarik di destinasi
tersebut
3 Masyarakat Lokal Dampak yang di rasakan bagi masyarakat lokal
2.2.6 Validitas Data
Data yang di dapat dari hasil observasi adalah valid karena data diambil sacara langsung, bertahap,
meihat, dicatat kemudian didokumentasikan dan dipergunakan sebagai bahan analisis.
2.2.7 Teknik Analisis Data
Penulis menggunakan teknik kualitatif
a. Merumuskan aspek yang diteliti dalam pertanyaan terbuka mendalam baik untuk obervasi maupun
wawancara.
b. Mencatat dan rekam hasil obervasi, wawancara dan dokumen kedalam protokol kelompok catatan.
c. Merumuskan resume hasil setiap kelompok catatan.
d. Membuat kategori/jenis hasil catatan sesuai point rumusan masalah.
e. Membentuk pola jawaban menurut setiap kategori.
f. Mengaitkan dengan konsep-konsep lain yang ada.
g. Merumuskan kontruksi model penelitian.
2.3 Tempat Dan Waktu Penelitian
2.3.1 Tempat Penilitian
Kampuung Blekok yang terletak di Dusun Pesisir, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten
Situbondo
2.3.2 Waktu Penilitian
Penelitian di laksanakan dalamw waktu 6 hari dimulai pada Tanggal 21-26 Agustus Tahun 2001
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
• 3.1 Penelitian
• 3.1.1 Gambaran Umum Obyek Penulisan
• [Link] Tentang Ekowisata Kampung Blekok
• Dari kampung yang kumuh hingga mendapat perhatian dari pemkab menjadi desa wisata
karena memiliki potensi yang dapat dijual dan patut dikenal, akhirnya dikelola oleh
Dinas Lingkungan Hidup dan juga di bantu warga setempat hingga akhirnya menjadi
Kampung Blekok yang dikenal dengan keindahan alamnya
[Link] lokasi Kampung Blekok
[Link] Visi dan Misi Ekowisata Kampung Blekok
Visi
Terciptanya Ekowisata Kampung Blekok yang bermutu, damai, alami, edukasi dan bermanfaat bagi
kesejahteraan masyarkat Situbondo khususnya, dan Bangsa Indonesia.
Misi
Menciptakan lapangan kerja melalui sektor pariwisata.
Menjaga kualitas ekosistem destinasi Ekowisata Pesisir Kampung Blekok.
Mewujudkan sapta pesona wisata (Aman, Tertib, Sejuk, Indah, Ramah, Tamah, Ketenagan) Kepada
masyarakat dan pengunjung.
Kelembagaan POKDARWIS Koodinator
Ketua : Kholid Maulana Kuliner : Nur Kholifah
Wakil Ketua : Muhammad Ilyas Souvenir : Asum
Sekretaris : Ahmad Alkahfi Humas : Suraji
Bendahara : Dinda Amelia Ketertiban : Masseri
Keaamanan : Miswan
Kebersihan : Misrudi
Mangrove : Sukiman
Daur Ulang : Ali Murthada
Keindahan : Budiyanto
3.1.2 Deskripsi Hasil Temuan
[Link] Potesi Kampung Blekok
a. Burung Air
b. Mangrove
[Link] Pengelolaan Berbasis Lingkungan di Kampung Blekok
a. Pokdarwis
Kelembagaan di tingkat masyarakat yang anggotanya terdiri dari masyarakat di Kampung Blekok
bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas Kampung Blekok.
b. Operasi Pelayanan
Kampung Blekok Beroperasional setiap hari.
Jam terbaik untuk berkunjung menikmati ribuan burng air pulang ke srang pada pukul 16.00- 17.45 wib
c. Formasi Kampung Blekok
3.2 Pembahasan
3.2.1 Keanekaragaman Hayati
Objek wisata yang cukup strategis untuk dikembangkan adalah daya tarik wisata alam atau
wisata berbasis lingkungan dengan melakukan pengelolaan potensi sumberdaya alam untuk
edukasi edologi. Pelestarian keanekaragaman hayati dan bagaimana menciptakan masyarakat
wisata yang mempunyai hubungan harmonis dengan alam sekitar.
Untuk menunjang dan mensukseskan wisata edukasi lingkungan, maka perlu dilakukan kajian
yang cukup baik untuk menggali potensi sumber daya alam wisata alam yang akan dikembangkan.
Kajian yang pelu dilakukan adalah kajian potensi kekayaan keanekaragaman hayati yang digali
nantinya dapat memperkuat aspek edukasi dalam pengembangan kawasan wisata. Sehingga objek
wisata yang ditawarkan akan memberikan nilai tambah bukan hanya memberikan asara rekreasi ,
Namun juga memberikan paengtahuan yang lengkap mengenai objek wisata alam yang dilindungi.
3.2.11 Mangrove
[Link] Burung Air
3.2.2 Pengelolaan Kampung Blekok Berbasis Lingkungan
[Link] Mangrove Center Kampung Blekok
Merupakan binaan dari dinas lingkungan hidup Kabupaten Situbondo, untuk melestarikan mangrove
dengan melakukan pembibitan, penanaman dan perawatan mangrove.
Pembibitan mangrove dilakukan dengan menyemai biji/propagule berbagai jenis mangrove, Perawatan
mangrove dilakukan secara berkala untuk mempertahankan dan merawat mangrove yang telah ditanam agar
dapat bertumbuh kembang dengan baik.
[Link] Penangkaran dan Rescue Center Burung Air di Kampung
Blekok
Ekowisata Kampung Blekok melakukan konservasi burung air melalui kegiatan penangkaran burung air
yang telah mendapatkan izin dari BKSDA dengan nomer
SK 65/K.2/BIDTEK.7/KSA/8/2019
3.2.3 Atraksi Di Kampung Blekok
a. Art Shop Kampung Blekok
b. Taman Blekok
c. Teras Kampung Blekok
d. Coffe Shop
e. Mushollah
f. Toilet
3.2.4 Paket Edukasi Kampung Blekok
PENUTUP
• 4.1 Kesimpulan
• Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa :
• Ekowisata Kampung Blekok adalah kawasan hutan mangrove yang memiliki 11 jenis mangrove, yang membuat berbeda dari hutan
mangrove lainnya adalah kawasan ini menjadi habitat bagi ribuan burung air yang bermacam jenis dan jenis terbanyak adalah
Blekok dan karna inilah akhirnya diberi nama Kampung Blekok.
• Karna perbedaan inilah Kampung Blekok memiliki Daya Tarik Wisata keanekaragaman hayati dengan berbagai jenis Mangrove dan
Burung Air. Kawasan ini dikelola dengan bantuan Dinas Lingkungan Hidup dibantu dengan Pokdarwis dan Masyarakat Kampung
Blekok berawal dari tempat kumuh akirnya menjadi Ekowisata yang layak dikenal oleh banyak orang.
• Ekowisata Kampung Blekok adalah obyek wisata alam mengingat hal itu, maka perlu adanya dukungan menjaga kualitas
lingkungan agar tetap terjaga dan tidak merusak. Untuk mengantisipasi maka pengembangan pariwisata harus dilandasi upaya
permberdayaan yang menjamin kelestarian lingkungan. Oleh karena ini diperlukan pengelolaan pariwisata berbasis lingkungan
meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi melalui pendekatan ekosistem. Dalam hal ini maka dibangunlah
Mangrove Center Kampung Blekok dan Penangkaran untuk Rescue Burung Air. Dan juga penerapan pengurangan sampah plastik.
Dengan menerapkan Zerowaste Area. Dan jika ada penggunaan plastic yang tidak bisa dihindari maka di masukkan ke Ecobrick.
4.2 Saran
Berdasarkan uraian diatas penulis memberikan saran sebagai berikut :
Mengajak masyarakat dan pengunjung untuk lebih mencintai hutan mangrove, dengan memberikan
pengetahuan manfaat dari hutan mangrove.
Melarang masyarakat untuk memburu burung air untuk dikonsumsi dan di perjual belikan.
Memberi peraturan kepada pengunjung untuk tidak membawa makanan atau minuman dari luar dengan
bungkusan yang berbahan plastik.
Mengawasi secara ketat kepada pengunjung yang dengan sengaja mengotori, mencoret, merusak fasilitas di
area kampung blekok.
TERIMAH KASIH