0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan17 halaman

Skrining Stunting 2024 di Kecamatan

Berdasarkan dokumen tersebut, terdapat 3 kalimat ringkasan: 1. Hasil skrining stunting di 9 desa menunjukkan prevalensi stunting sebesar 6,8% dengan jumlah balita stunting sebanyak 76 orang. 2. Skrining resiko stunting pada remaja putri menunjukkan 20,96% berisiko akibat tidak memiliki jaminan kesehatan dan kekurangan gizi. 3. Skrining calon pengantin mengungkapkan 70,83

Diunggah oleh

farida gishan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan17 halaman

Skrining Stunting 2024 di Kecamatan

Berdasarkan dokumen tersebut, terdapat 3 kalimat ringkasan: 1. Hasil skrining stunting di 9 desa menunjukkan prevalensi stunting sebesar 6,8% dengan jumlah balita stunting sebanyak 76 orang. 2. Skrining resiko stunting pada remaja putri menunjukkan 20,96% berisiko akibat tidak memiliki jaminan kesehatan dan kekurangan gizi. 3. Skrining calon pengantin mengungkapkan 70,83

Diunggah oleh

farida gishan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

EVALUASI

Hasil Skrining Stunting di


Kecamatan ................
T
M A
FO R
O H AN
N T PAR AN
CO PA MAT
C A
KE
I. Kondisi Stunting
1. Jumlah Angka Stunting berdasarkan Bulan Timbang Pebruari 2023

Balita dg
Jumlah Balita Balita dg Prevalens
No Desa Status Sanget Jumlah
di Timbang Status Pendek i
Pendek
1 Sembung 61 1 6 7 11,48
2 Bangle 74 1 1 2 2,70
3 Kedungkumpul 200 1 13 14 7,00
4 Sukorame 347 7 19 26 7,49
5 Mragel 72 0 2 2 2,78
6 Kedungrejo 61 3 4 7 11,48
7 Sewor 101 2 5 7 6,93
8 Wedoro 93 2 1 3 3,23
9 Pendowokumpul 108 2 6 8 7,41
Jumlah 1.117 19 57 76 6,80
 Mendorong penerusan pemberian ASI hingga usia 23
2. Audit Kasus Stunting Tahun 2022
bulan didampingi oleh pemberian MP-AS
 Memastikan konsumsi gizi seimbang terutama protein
 Calon Pengantin
hewani
 Ibu Hamil
 Menyediakan obat cacing
 Ibu Nifas
 Menyediakan suplementasi zink
 Balita/Baduta
 Memberikan imunisasi lengkap
 Melakukan pencegahan dan pengobatan diare.
 Memastikan Intervensi pencegahan di rematri
membuahkan hasil
3. Intervensi yg akan dilakukan 2023  Pemberian TTD pada rematri dan Cek HB
 Sosialisasi dan Konseling Gizi (Gemar makan protein
 Memberikan makanan tambahan pada ibu hamil hewani) : semua sekolah membuat kegiatan tentang
untuk mengatasi kekurangan energi dan protein gemar makan protein hewani 1 minggu sekali
kronis  Evaluasi hasil setiap bulan rutin
 Mengatasi kekurangan zat besi dan asam folat  Memastikan Catin sehat dan siap hamil
 Mengatasi kekurangan iodium  Sosialisasi & konseling gizi serta kesehatan reproduksi
 Menanggulangi kecacingan pada ibu hamil  Memastikan pembinaan pada catin berjalan dg baik;
 Melindungi ibu hamil dari penyakit menular.  Pemeriksaan fisik Catin (BB, TB, LILA, Hb, Gol. darah,
 Mendorong inisiasi menyusui dini (pemberian ASI TTD )
jolong/colostrum  Konseling Pranikah
 Mendorong pemberian ASI Eksklusif  INOVASI PUSKESMAS
II. Skrining Stunting
Sasaran Skrining Risiko Stunting REKAP GLOBAL SKRINING

Skrining Hijau Kuning Merah Jumlah


Remaja
Rematri 132 35 0 167
Putri
Catin 14 22 12 48
Bumil 29 53 17 99
Bufas 11 14 4 29
Baduta Catin Baduta 164 175 28 367
Sasaran
Skrining

Ibu Ibu
Nifas Hamil
Skrining Stunting Remaja Putri (REMATRI)

1. Rekap Hasil Skrining Rematri


2. Penyebab Dominan Kuning dan Merah 100
79.04
80
Hasil Skrining Rematri
30
26
60
25
Variabel Resiko Rematri 40
20
20.96
20
15 0
0
10 Hijau Kuning Merah
5 4 3
 Dari 167 populasi Rematri masuk dalam kategori
5
1 0 1 0 berisiko (kuning dan merah) 35 rematri (20,96%)
0
IMT <18.5 KEK ANEMIA Menderita Miskin Tidak Rumah Asupan sedangkan tidak beresiko 132 rematri (97,04%)
penyakit Punya JKN Tidak Gizi Tidak
Kronis Layak Huni sesuai
 Dari 9 Desa yang ada terdapat 2 Desa Kategori Hijau
Standart yaitu Desa Bangle dan Mragel, dan 7 Desa katagori
Dari 35 populasi rematri yang sudah di skrining variabel Kuning Sukorame, Sewor, Kedungrejo, Sembung,
yg menyebabkan rematri beresiko, antara lain : Wedoro, Pendowokumpul dan Kedungkumpul
 Tidak Punya JKN sebanyak 26 Rematri
 KEK sebanyak 5 Rematri 3. Intervensi yang telah dilakukan saat Skrining
 Anemia sebanyak 4 Rematri
 Asupan Gizi tidak sesuai Standard sebanyak 3 Rematri 1. Pemberian TTD pada rematri dan Cek HB
 IMT Kurang dan Status Miskin masing-masing 2. Sosialisasi dan Konseling Gizi (Gemar makan protein
sebanyak 3 Rematri hewani)
Skrining Stunting Calon Pengantin (CATIN)

1. Rekap Hasil Skrining Catin


2. Penyebab Dominan Kuning dan Merah 50 45.83
40 Calon Pengantin
29.17
30 25
30 27
20
25
Variabel Resiko Catin 10
20
0
15 12
Hijau Kuning Merah
10 10  dari 48 Populasi Catin masuk dalam kategori berisiko
10 7 (kuning dan merah) sebanyak 34 Catin (70,83%)
5 3 sedangkan tidak beresiko 14 Catin (29,17%)
0 0 1
0  Dari 9 Desa yang ada terdapat 1 Desa Kategori Hijau
umur <20 IMT <18.5 KEK ANEMIA Menderita Miskin Tidak Rumah Asupan yaitu Desa Sembung, serta 2 Desa katagori merah
penyakit Punya Tidak Gizi Tidak
Kronis JKN Layak sesuai Desa Sukorame dan Mragel sedangkan 6 Desa kategori
Huni Standart Kuning
Dari 34 populasi catin yang sudah di skrining terdapat variabel
yang menyebabkan Rematri beresiko, antara lain : 3. Intervensi yang telah dilakukan saat Skrining
 Anemia sebanyak 27 Catin
 IMT sebanyak 12 Catin 1. Sosialisasi dan konseling gizi serta kesehatan reproduksi
 KEK dan Status Umur <20 Tahun masing-masing 10 Catin 2. Konseling Pranikah
 Tidak Punya JKN sebanyak 7 Catin 3. Pemeriksaan fisik Catin (BB, TB, LILA, Hb, Gol. darah, TTD )
 Rumah Tidak Layak Huni sebanyak 3 Catin 4. Konseling KB bagi Catin yg kurang usia & ingin anak tunda
5. Memastikan Catin sehat dan siap hamil (KIE Pencegahan
 Asupan Gizi tidak sesuai Standard sebanyak 1 Catin
Sunting pada Ibu Hamil
Skrining Stunting Ibu Hamil (BUMIL)
1. Rekap Hasil Skrining Bumil
2. Penyebab Dominan Kuning dan Merah 50
42
40
Variabel Resiko Bumil
30
60 53.54 20
18 16
50 Ibu Hamil 10
11 9 10
6
4
40 0 0 1 1
29.29 0
30
20 17.17
10
0
Hijau Kuning Merah
Dari 99 Populasi ibu hamil terdapat 70 Bumil (70,71%)
masuk dalam kategori berisiko (kuning dan merah). Dari 70 populasi bumil yang sudah di skrining variabel yang
sedangkan tidak beresiko 29 Bumil (29,29%) menyebabkan rematri beresiko, antara lain :
Dari 9 Desa yang ada terdapat 7 Desa Kategori Hijau serta 7  Anemia sebanyak 42 Bumil
Desa katagori merah sedangkan 9 Desa kategori Kuning  IMT Kurang sebanyak 18 Bumil
 Tidak Punya JKN sebanyak 16 Bumil
 Umur <20 Th sebanyak 11 Bumil
3. Intervensi yang telah dilakukan saat Skrining
 KEK sebanyak 10 Bumil
1. Sosialisasi dan konseling gizi serta kesehatan reproduksi  Jarak anak sebanyak 9 Bumil
pada ibu hamil  miskin sebanyak 6 Bumil
2. Pemberian TTD pada Bumil dan Cek HB  Menderita Penyakit Kronis sebanyak 4 Bumil
3. KIE Nutrisi bagi Ibu Hamil (zat besi dan asam folat iodium)  RTLH dan Asupan Gizi tidak sesuai Standard masing-
4. Melindungi ibu hamil dari penyakit menular masing sebanyak 1 Bumil
(menyarankan penggunaan protokol kesehatan
Skrining Stunting Ibu Nifas (BUFAS)
1. Rekap Hasil Skrining Bufas
2. Penyebab Dominan Kuning dan Merah 60
48.28
50
37.93 Ibu Nifas
40
30
20 13.79
10
0
Hijau Kuning Merah
Dari 29 Bufas yang diskrining didapatkan 18 bufas (62,07%)
kategori berisiko (kuning dan merah). sedangkan tidak beresiko
11 Bufas (37,93%)
Dari 9 Desa yang ada terdapat 4 Desa Kategori Hijau serta 3 Desa
katagori merah sedangkan 6 Desa kategori Kuning

Dari 18 populasi bufas yang sudah di skrining variabel yang


3. Intervensi yang telah dilakukan saat Skrining
menyebabkan rematri beresiko, antara lain :
 Anemia sebanyak 11 Bufas 1. Mendorong inisiasi menyusui dini (pemberian ASI
 Tidak Punya JKN sebanyak 5 Bufas jolong/colostrum)
 Tidak menggunakan Alokon dan Asupan Gizi tidak sesuai 2. Mendorong pemberian ASI Eksklusif.
Standard sebanyak 3 Bufas 3. Mendorong penerusan pemberian ASI hingga usia 23
 Miskin, kompilasi nifas, mederita penyakit kronis masing- bulan didampingi oleh pemberian MP-ASI
masing sebanyak 1 Bufas 4. Memastikan konsumsi gizi seimbang terutama protein
hewani
5. Memberikan Konseling Pemilihan KB
Skrining Stunting Ibu Bayi Usia Dua Tahun (BUDUTA)
1. Rekap Hasil Skrining Baduta
100 93
2. Penyebab Dominan Kuning dan Merah 80 58
60
28 35
40 19 20
12 15 8 7
20 2 3 5
60 0
44.69 47.68
40 Baduta

20
7.63
0
Hijau Kuning Merah
Dari 367 baduta terdapat 203 Baduta (55,31%) masuk dalam
kategori berisiko (Kuning dan merah). sedangkan tidak beresiko Dari 203 populasi bumil yang sudah di skrining variabel yang
164 Baduta (44,69%) menyebabkan rematri beresiko, antara lain : :
Dari 9 Desa yang ada terdapat 9 Desa Kategori Hijau serta 7 Desa  Tidak Punya JKN sebanyak 93 Baduta
katagori merah sedangkan 9 Desa kategori Kuning  tidak diberikan asi eklusif sebanyak 58 Baduta
 MP AsI Tidak Sesuai sebanyak 35 Baduta
 BB < 2500gr sebanyak 28 Baduta
3. Intervensi yang telah dilakukan saat Skrining  miskin sebanyak 20 Baduta
 kurva pertumbuhan tidak sesuai sebanyak 19 Baduta
1. Mendorong pemberian ASI Eksklusif. Dan penerusan  PB saat lahir < 48 sebanyak 15 Baduta
pemberian ASI hingga usia 23 bulan didampingi oleh  prematur sebanyak 12 Baduta
pemberian MP-ASI  Rumah Tidak Layak huni sebanyak 8 Baduta
2. Memberikan KIE konsumsi gizi seimbang terutama protein  Diasuh Nenek sebanyak 7 Baduta
hewani  anak sering sakit sebanyak 5 Baduta
3. Memberikan Konseling Pemilihan KB (bagi yg belum ber KB)  Asfiksia sebanyak 3 Baduta
4. Memberikan Imunisasi lengkap  LIKA kurang sebanyak 2 Baduta
IV. Jumlah desa yang mengalokasikan anggaran desa untuk
III. percepatan stunting
Capaian NO NAMA DESA PAGU DD
PAGU
% KET
STUNTING
Intervensi insentip kader posyandu, PMT,
1 Mragel 761,048,000 50,000,000 7
Penyuluhan
REMATRI
sebanyak 32 Rematri insentip kader posyandu, PMT,
2 Sembung 800,929,000 40,000,000 5
Penyuluhan
Catin insentip kader posyandu, PMT,
sebanyak 34 Catin 3 Sukorame 1,456,824,000 59,200,000 4
Penyuluhan

Ibu Hamil 4 Sewor 951,232,000 37,079,000 4 insentip kader posyandu, PMT


sebanyak 70 Bumil
5 Wedoro 907,755,000 30,000,000 3 insentip kader posyandu, PMT
Ibu Nifas
sebanyak 18 Bufas 6 Pendowokumpul 893,787,000 26,200,000 3 insentip kader posyandu, PMT

Baduta 7 Kedungrejo 779,862,000 20,000,000 3 insentip kader posyandu, PMT


sebanyak 203 Ibu Baduta
8 Banggle 808,082,000 20,000,000 2 insentip kader posyandu, PMT

9 Kedungkumpul 1,387,216,000 30,000,000 2 insentip kader posyandu, PMT


V. Kendala yang dihadapi

1. Tidak semua Variabel dapat dilakukan perbaikan terutama yang berupa historis dari sasaran misalnya
prematur, BBLR, PB Lahir, usia nikah dan jarak kelahiran anak
2. Keterbatasan anggaran dalam pelaksanaan pemeriksaan rutin HB (anemia) dll
3. Keterbatasan dalam penyelesaian variabel penyebab resiko misalnya JKN, Miskin dan Rumah tidak
layak huni
4. Pola Asuh orangtua yang kurang tepat : anggapan stunting adalah hal biasa walaupun orangtua
merupakan orang berpendidikan dan orang mampu
5. Adanya resitensi dari orangtua yang menganggap anaknya baik baik saja

VI. Usul Penyelesaian

Memberikan makanan tamabahan/gizi tambahan kepada anak dengan stunting selama 1


minggu berturut turut dengan pengawasan dan pendampingan dari desa
Terima
Kasih

Anda mungkin juga menyukai