0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan29 halaman

Epidemiologi dan Penanganan Rabies

Rabies adalah penyakit virus yang menyerang sistem saraf pusat dan ditularkan melalui gigitan hewan seperti anjing dan kucing. Gejalanya meliputi takut air, angin, dan cahaya. Pencegahannya melalui vaksinasi hewan peliharaan dan manusia serta menghindari kontak dengan hewan liar."

Diunggah oleh

febiorah yusup
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan29 halaman

Epidemiologi dan Penanganan Rabies

Rabies adalah penyakit virus yang menyerang sistem saraf pusat dan ditularkan melalui gigitan hewan seperti anjing dan kucing. Gejalanya meliputi takut air, angin, dan cahaya. Pencegahannya melalui vaksinasi hewan peliharaan dan manusia serta menghindari kontak dengan hewan liar."

Diunggah oleh

febiorah yusup
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RABIES

Oleh:
Lisa permata Hati
031.19.040
EPIDEMIOLOGI

Rabies ditemukan tahun SM Tahun 1885, seorang anak yang


oleh2000 Aristoteles terinfeksi rabies diberikan vaksin
medulla spinalis anjing tersebut

Pada manusia oleh E.V. de Haan


Di Indonesia, ditemukan pertama tahun 1894 di Bekasi, Jawa Barat.
kali tahun 1884 pada kerbau pada di Sumatera Barat, Jawa Tengah,
anjing tahun 1890 dan Jawa Timur (1953), Sumatera
Utara (1956), Sumatera Selatan
dan Sulawesi Utara (1958)
EPIDEMIOLOGI RABIES

Satu-satu nya kasus melalui


Infeksi dari manusia ke transplantasi kornea yang berasal
manusia dari donor. Resipien meninggal 50-
80 hari kemudian

Di dunia, Di Amerika
50.000 kasus Serikat,
Penyebab
rabies setiap kanada, eropa
Rabies kematian ke-10
tahun. 5-15 barat, kasus
akibat infeksi
tahun sangat rabies telah
beresiko terkendali.
DEFINISI
Rabies 
Penyakit anjing gila.

Penyakit infeksi akut pada


susunan saraf pusat yang
disebabkan oleh virus rabies.

Penyakit ini bersifat zoonotik


yaitu dapat ditularkan dari
hewan ke manusia
HEWAN
PENYEBAB
Virus rabies ditularkan ke
Rabies yaitu penyakit zoonosis yang manusia melalui gigitan
disebabkan oleh virus RNA dari genus hewan misalnya oleh anjing,
Lyssavirus, famili Rhabdoviridae, virus kucing, kera, rakun, dan
berbentuk seperti peluru ukuran 180 x kelelawar.
75 nm yang bersifat neurotropis, Infeksi juga dapat terjadi
menular dan sangat ganas. Reservoir melalui jilatan hewan
utama rabies adalah anjing domestik. perantara pada kulit yang
Sebagian besar kasus (98%) disebabkan terluka
oleh gigitan anjing, sedangkan sisanya
oleh hewan lain seperti monyet dan
kucing.
TANDA RABIES PADA
MANUSIA :
Gejala rabies biasanya mulai timbul dalam waktu 30-
50 hari setelah terinfeksi.

Masa inkubasi virus hingga munculnya penyakit


adalah 10-14 hari pada anjing tetapi bisa mencapai 9
bulan pada manusia.

Bila disebabkan oleh gigitan anjing, luka yang


memiliki risiko tinggi meliputi infeksi pada mukosa,
luka di atas daerah bahu (kepala, muka, leher), luka pada
jari tangan atau kaki, luka pada kelamin, luka yang lebar
atau dalam, dan luka yang banyak.

Sedangkan luka dengan risiko rendah meliputi jilatan


pada kulit yang luka, garukan atau lecet, serta luka kecil
di sekitar tangan, badan, dan kaki.
SUMBER PENULARAN Masa Inkubasi

90% dari
Anjing Virus Rabies sekitar 20 -90 hari,
namun beberapa literatur lain
menyebutkan 30 – 60 hari.

6% dari
Kucing

Dari masuknya bibit penyakit sampai


4% dari timbulnya gejala bervariasi antara
Monyet & 15-50 hari.
Hewan Lain
GEJALA SESEORANG YANG TERKENA RABIES
1. Nyeri pada bekas luka gigitan
2. Sakit kepala, lemas, gelisah
3. Mulut berlendir
4. Takut air (hydrophobia) bahkan hanya untuk melihatnya saja.
5. Takut angin (aerophobia)
6. Takut cahaya (photophobia)
7. Takut suara
STADIUM PRODROMAL
 1-4 hari
 Gejala umum: demam, menggigil, batuk, nyeri menelan, nyeri perut, sakit kepala, malaise,
mialgia, muntah, diare, nafsu makan↓
 Gejala yg lebih spesifik: gatal & parestesia pada luka bekas gigitan
 Mioedema
STADIUM NEUROLOGI AKUT
 2-7 hari

1. Furious
 Hiperaktif, disorientasi, halusinasi, tingkah laku aneh, kejang, hidrofobia, aerofobia, fotofobia,
gerakan involunter, fluktuasi suhu badan, dilatasi pupil, hiperlakrimasi, takikardi, hipersalivasi
 Lesi pada nukleus amigloid libido↑, priapismus
 Sering terjadi kematian
2. Paralitik
 Demam, sakit kepala, paralisis, kaku kuduk, disorientasi, paraplegia, gangguan menelan,
kelumpuhan pernafasan, meninggal
STADIUM KOMA
 Pada penderita yg tidak ditangani komplikasi kematian
LANGKAH PENEGAKAN DIAGNOSIS

Anamnesis
 Riwayat tergigit atau kontak dengan hewan yang terkontaminasi rabies (anjing)
 Lingkungan tempat tinggal atau daerah tempat didapatkannya gigitan apakah merupakan
daerah endemis atau daerah yang banyak hewan yang sudah terkontaminasi rabies
 Gejala terkait umumnya jika sudah memasuki fase lanjut gejala yang khas adalah
aerophobia, hydrophobia, dan marah.
Langkah penegakan diagnosis

Pemeriksaan fisik
 Gigitan transdermal pada kepala, leher dan tangan membawa risiko tertinggi dan
biasanya berhubungan dengan masa inkubasi yang lebih pendek. Namun, gigitan
pada ekstremitas bawah yang lebih umum sering ditemukan
LANGKAH PENEGAKAN DIAGNOSIS

Pemeriksaan penunjang
 kulit  biopsi 
 tes air liur - dengan isolasi virus atau reverse transkripsi diikuti oleh polymerase
chain reaction (RT-PCR).
 Lumbal pungsi 
 Tes darah atau serum  - diperiksa antibodi
PENATALAKSANAAN

1. Perawatan luka

2. Serum anti rabies (SAR)

3. Vaksin anti rabies (VAR)


PERTOLONGAN PERTAMA

Disikat dengan
luka dibersihkan sabun dan air
dari saliva mengalir selama
10-15 menit

segera ke
Keringkan dan
puskesmas/rumah
diberi antiseptik
sakit terdekat
 Lanjutkan terus pengobatan dengan melakukan
pemeriksaan.

 Karena masa inkubasi rabies lama, sehingga perlu


waktu 2 minggu untuk melihat hasil suntikan vaksin
DOSIS DAN CARA PEMBERIAN VAKSIN ANTI
RABIES
1. Vaksin PVRV (Purified Vero Rabies Vaccine) terdiri dari vaksin kering dalam vial dan

pelarut sebanyak 0,5 ml dalam syringe.

a. Dosis dan cara pemberiannya sesudah digigit; cara pemberiannya adalah disuntikkan

secara intramuskular (im) di daerah deltoideus/ lengan atas kanan dan kiri. Dosis untuk

anak dan dewasa sama yaitu 0,5 ml dengan 4 kali pemberian yaitu hari ke 0 (dua kali

pemberian sekaligus), hari ke 7 satu kali pemberian dan hari ke 21 satu kali pemberian.

b. Dosis dan cara pemberian VAR bersamaan dengan SAR sesudah digigit; cara

pemberiannya sama di atas. Dosis untuk anak dan dewasa sama yaitu Dasar 0,5 ml

dengan 4 kali pemberian yaitu hari ke 0 (dua kali pemberian sekaligus), hari ke 7 satu

kali pemberian dan hari ke 21 satu kali pemberian.


 Ulangan 0,5 ml sama pada anak dan dewas pada hari ke 90.

 Depkes menganjurkan pemberian Purified Vero Rabies Vaccine (PVRV)

dengan regimen 2-1-1. Vaksin disuntikkan secara intramuskular di deltoid atau

di anterolateral paha (pada anak yang lebih kecil). Cara pemberiannya adalah

diberikan 2 dosis sekaligus pada hari ke 0 dan satu dosis diberikan masing-

masing pada hari ke-7 dan 21. Vaksin tidak boleh diberikan di area gluteal

karena buruknya respons antibodi yang didapat. Jika VAR diberikan bersama

dengan SAR, VAR diberikan dengan cara yang sama dan diulang pada hari ke-

90. Pada daerah dengan keterbatasan vaksin dan biaya, vaksin dapat diberikan

secara intradermal. Dengan cara ini, volume dan biaya vaksin dapat dikurangi

60-80%.
2. Suckling Mice Brain Vaccine (SMBV) mempunyai kemasan yang terdiri dari

dos berisi 7 vial @1 dosis dan 7 ampul pelarut @2 ml dan Dos berisi 5

ampul @1 dosis intra kutan dan 5 ampul pelarut @0,4 ml.

a. Dosis dan cara pemberian sesudah digigit adalah : cara pemberian untuk

vaksinasi dasar disuntikkan secara subcutan (sc) disekitar pusar. Sedangkan

untuk vaksinasi ulang disuntikkan secara intracutan (ic) dibagikan fleksor

lengan bawah. Dosis untuk vaksinasi dasar pada anak adalah 1 ml, dewasa 2

ml diberikan 7 kali pemberian setiap hari, untuk ulangan dosis pada anak 0,1

ml dan dewasa 0,25 ml diberikan pada hari ke 11,15,30 dan hari ke 90.
b. Dosis dan cara pemberian bersamaan dengan SAR sesudah digigit ; cara
pemberian sama dengan diatas. Dosis dasar untuk anak 1 ml, dewasa 2 ml
diberikan 7 kali pemberian setiap hari, untuk ulangan dosis pada anak 0,1 ml
dan dewasa 0,25 ml diberikan pada hari ke 11,15,25,35 dan hari ke 90.
PENCEGAHAN

 Mengedukasi masayarakat mengenai tatacara penanganan pasca gigitan hewan tersangka rabies dan

perlunya tindakan imunisasi

 Jangan biarkan hewan peliharaan di lepas secara bebas tanpa pengawasan atau kendali ikatan

 Berikan vaksinasi anti rabies pada hewan peliharaan secara berkala di pusat kesehatan

 Segera lapor ke puskesmas/rumah sakit apabila tergigit oleh hewan tersangka rabies

 Apabila melihat binatang dengan gejala rabies segera laporkan pada Pusat Kesehatan Hewan atau dinas

peternakan
NEUROLOGI PITUITARI PULMONAL KARDIOVASKULAR LAIN-LAIN

hyperventilasi aritmia Anemia


Hyperaktif SAHAD(Syndroma Hipoksemia Hipotensi perdarahan Gastrointetinal
Hydrophobia Abnormal Hormon Atelektasis gagal jantung Hipertermia
kejang fokal Anti Diuretik) apnea Kongestif Hipotermia
gejala neurologi lokal diabetes incipidus pneumotoraks trombosis arteri/vena Hipovolemia
edema serebri ileus paralitik
obstruksi vena
aerophobia retensio urin
cava superior
henti jantung gagal ginjal akut
KOMPLIKASI pneumomediastin

Anda mungkin juga menyukai