0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan50 halaman

Teknik Pengkodean Data Digital

Teknik pengkodean data digital dan modulasi sinyal merupakan hal penting dalam komunikasi data. Dokumen ini membahas berbagai teknik pengkodean seperti NRZ-L, NRZI, Manchester, dan Biphase serta keunggulan dan kelemahan masing-masing teknik. Selain itu, dibahas pula istilah-istilah kunci seperti rate data, durasi bit, dan teknik-teknik penyandi seperti scrambling yang digunakan untuk meningkatkan k

Diunggah oleh

hilman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan50 halaman

Teknik Pengkodean Data Digital

Teknik pengkodean data digital dan modulasi sinyal merupakan hal penting dalam komunikasi data. Dokumen ini membahas berbagai teknik pengkodean seperti NRZ-L, NRZI, Manchester, dan Biphase serta keunggulan dan kelemahan masing-masing teknik. Selain itu, dibahas pula istilah-istilah kunci seperti rate data, durasi bit, dan teknik-teknik penyandi seperti scrambling yang digunakan untuk meningkatkan k

Diunggah oleh

hilman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

PENGKODEAN DATA
Komunikasi Data

Mohamad Hilman, [Link]., M.T.I


Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Teknik Pengkodean
2

 Data digital, sinyal digital


- Merupakan bentuk paling sederhana dari pengkodean digital
- Data digital ditetapkan satu level tegangan untuk biner
satu dan lainnya untuk biner nol
- Digunakan untuk meningkatkan kinerja dng cara mengubah
spektrum sinyal dan menyediakan kemampuan
sinkronisasi
 Data digital, sinyal analog
- Sebuah modem mengubah data digital menjadi sinyal analog
sehingga dpt ditransmisikan sepanjang saluran analog
- Teknik dasar adalah ASK, FSK dan PSK
- Ketiganya mengubah satu karakter atau lebih menjadi
suatu frekuensi pembawa yang mewakili data biner
Teknik Pengkodean
 Data analog, sinyal digital
- Data analog, misalnya suara dan video diubah ke bentuk
digital agar mampu menggunakan fasilitas-fasilitas transmisi
digital
- Teknik paling sederhana adalah PCM yang
melibatkan pengambilan sampel data analog secara
periodik dan mengkuantisasi
 Data analog, sinyal analog
- Data analog memodulasi suatu frekuensi pembawa agar
menghasilkan sinyal analog dlm bentuk band frekuensi yg
berlainan yang digunakan pada sistem transmisi analog
- Teknik dasar adalah AM, FM dan PM

3
Contoh Pengkodean
4
Contoh Pengkodean

5
Teknik Pengkodean dan Modulasi
X(t)

g(t)
Digital atau x(t) g(t)
analog Encoder Decoder
digital
t

(a) Pengkodean ke dalam bentuk sinyal digital

m(t)
Digital atau s(t) m(t)
analog Modulator Demodulator
analog S(f)

(b) Modulasi ke dalam bentuk sinyal analog

f
fc
6
Data digital, sinyal-sinyal digital

 Sinyal digital
- Merupakan deretan pulsa tegangan yang terputus-putus
yang berlainan dan masing-masing mempunyai ciri-
ciri tersendiri
- Setiap pulsa merupakan sebuah elemen sinyal
- Data biner ditransmisikan melalui pengkodean setiap bit data
ke dalam elemen-elemen sinyal

7
Data digital, sinyal-sinyal digital

8
Data digital, sinyal-sinyal digital

9
Istilah-istilah kunci komunikasi data
10

 Unipolar
- Elemen-elemen sinyal memiliki tanda yang sama (yaitu
semua positif atau negatif)
 Polar
- Satu pernyataan logika ditampilkan melalui level tegangan
positif dan lainnya melalui level tegangan negatif
 Rate data
- Rate dimana data ditransmisikan
- Ditunjukkan dalam bit per detik
 Durasi atau panjang bit
- Jumlah waktu yang diambil transmitter untuk memancarkan
bit
- Untuk rate R durasi bit adalah 1/R
Istilah-istilah kunci komunikasi data
11

 Rate modulasi
- Rate dimana level sinyal berubah
- Tergantung pada sifat pengkodean digital
- Dinyatakan dalam baud, berarti elemen-elemen
sinyal per detik

 Mark dan Space


- Menampilkan binary 1 dan 0
Mengartikan sinyal-sinyal digital
12

 Yang perlu diketahui receiver


- harus mengetahui pewaktuan setiap bit
- harus mengetahui dengan tepat saat suatu bit awal dan
akhir
- harus dapat menentukan level sinyal untuk masing-
masing posisi bit (1 atau 0)

 Faktor-faktor yang menentukan kesuksessan receiver


 Signal to noise ratio (meningkat berarti
mengurangi BER)
 Rate data (meningkat berarti meningkatkan BER)
 Bandwidth (meningkat berarti membuat rate data
meningkat
Faktor lain yang menentukan kinerja
receiver (Skema pengkodean)
13

Pendeteksi Kesalahan
- Dapat dimasukkan didalam skema pengkodean
 Kekebalan terhadap noise dan interferensi
- Beberapa kode tertentu menunjukkan kinerja yang
sangat baik dalam mengatasi noise
 Biaya dan Kelengkapan
- Semakin tinggi rate pensinyalan dalam
mendapatkan rate data tertentu, biayanya semakin
mahal
- Beberapa kode memerlukan rate pensinyalan yang
lebih besar dibanding rate data
Beberapa Teknik Pengkodean
14

 Nonreturn to Zero-Level (NRZ-L)


 Nonreturn to Zero Inverted (NRZI)
Bipolar AMI (Alternate Mark Invertion)
Pseudoternary
 Manchester
 Differential Manchester
B8ZS
HDB3
Nonreturn to Zero-Level (NRZ-L)
15

 Menampilkan dua perbedaan tegangan untuk bit 0 dan 1


 Tegangan tetap konstan sepanjang interval bit
- tidak terdapat transisi (tidak kembali ke level tegangan
nol)
 Sebagai contoh tidak ada level tegangan
untuk menampilkan biner 0
 Lebih umum lagi tegangan negatif digunakan
untuk menampilkan biner 1 dan tegangan positif
untuk menampilkan yang lainnya.
 Kode ini sering dipergunakan untuk membangkitkan
atau mengartikan data digital melalui terminal atau
lainnya
Nonreturn to Zero Inverted
16

 Nonreturn to zero inverted on ones


 Mempertahankan pulsa tegangan konstan
untuk durasi waktu bit
 Data itu sendiri ditandai saat kehadiran atau
ketidak hadiran transisi
 Adanya transisi (rendah ke tinggi atau tinggi ke
rendah) pada permulaan waktu bit menunjukkan
biner 1, tanpa transisi menunjukkan biner 0
 Sebagai contoh pengkodean differential
NRZ
17

NRZ
Keuntungan dan kerugian NRZ
18

 Keuntungan
- Mudah dalam mengefisiensikan penggunaan bandwidth
- Lebih kebal noise
 Kelemahan
- Keberadaan komponen dc
- Kurangnya kemampuan sinkronisasi

 Aplikasi
- Umumnya digunakan untuk perekaman magnetik digital
- Tidak banyak digunakan untuk transmisi sinyal
Multilevel Binary
19

 Menggunakan lebih dari dua level sinyal


 Dua contoh yaitu Bipolar-AMI dan Pseudoternary
Bipolar-AMI
 Biner 0 ditampilkan melalui nonsinyal pada jalur
 Biner 1 ditampilkan melalui pulsa positif
atau negatif
 Pulsa biner 1 harus berganti-ganti polaritasnya
 Kehilangan sinkronisasi tidak akan terjadi
bila muncul string panjang 1 s
 Tidak terdapat komponen dc murni
 Bandwidth lebih sempit dibanding bandwidth
NRZ
 Banyak digunakan sebagai alat bantu
untuk mendeteksi kesalahan
Pseudoternary
20

 Biner 1 ditampilkan melalui nonsinyal pada


jalur
 Biner 0 ditampilkan melalui pulsa positif
atau negatif
 Tidak ada kelebihan khusus dari pengkodean
bipolar-AMI dan masing-masing menjadi dasar
untuk diterapkan pada aplikasi yang sesuai
Bipolar-AMI and Pseudoternary
21
Kesimpulan untuk Multilevel Binary
22

 Tidak seefisien pengkodean NRZ


 Setiap elemen sinyal hanya ditampilkan dalam bit 1
 Jalur sinyal menerima satu dari tiga level, namun masing-
masing elemen sinyal dapat menampilkan log23 = 1.58 bit
informasi, hanya memuat satu bit informasi
 Receiver harus membedakan diantara ketiga level
(+A, -A, 0) dari pada hanya dua level dalam format
pensinyalan yang sebelumnya
 Karena hal tsb, maka diperlukan daya sinyal kira-kira 3dB
untuk mencapai probabilitas kesalahan bit yang sama
 Multilevel banyak digunakan untuk Digital Subscriber Line
(DSL) dan Gigabit Ethernet
Biphase
23
 Manchester
 Mempunyai transisi ditengah-tengah setiap periode bit
 Transisi pertengahan bit bermanfaat sebagai mekanisme clock dan
sekaligus sebagai data transisi
 Transisi rendah ke tinggi menggambarkan 1
 Transisi tinggi ke rendah menggambarkan 0
 Ditetapkan untuk standar IEEE 802.3

 Differential Manchester
 Transisi pertengahan bit hanya digunakan untuk menyediakan clock
 Transisi pada awal periode bit digambarkan dengan pengkodean 0
 Terdapat inversi sinyal pada saat bit berikut adalah bit 0.
Apabila bit berikut adalah bit 1, maka tidak ada inversi sinyal.
 Ditetapkan untuk token ring IEEE 802.5 LAN menggunakan shielded
twisted pair
Manchester Encoding
24
Differential Manchester Encoding
25
Biphase
26
 Ciri-ciri
 Hanya memerlukan satu transisi per bit waktu
dan mungkin mempunyai dua transisi
 Modulation rate maximum adalah dua kali NRZ

 Memerlukan bandwidth yang besar

 Terdapat transisi yang dapat diprediksikan


sebelumnya sepanjang setiap satuan waktu bit,
receiver menjadi sinkron pada transisi
tersebut
 Tidak memiliki komponen dc

 Tidak adanya transisi yg diharapkan


dapat digunakan untuk mendeteksi
kesalahan
Modulation Rate
27
Teknik-teknik Scrambling
 Digunakan untuk menem2p8 atkan deretan data yang
akan menghasilkan level tegangan konstan yang telah
diganti-kan oleh deretan data pengganti
 Deretan data pengganti
- Harus menghasilkan transisi yang cukup
untuk sinkronisasi
- Harus dikenal oleh receiver dan akan
digantikan dengan deretan data asli
- Deretan data pengganti harus sama
panjangnya dengan deretan data asli
 Tanpa komponen dc
 Tanpa deretan yang panjang dari jalur sinyal
yang mempunyai level 0
Tidak mengurangi rate data
 Mempunyai kemampuan mendetaksi kesalahan
B8ZS
29

 Bipolar dengan 8 Zeros Substitution


 Berdasarkan bipolar-AMI
 Apabila terdapat 8 level tegangan nol
berurutan, maka kedelapan level tegangan
tersebut disubstitusi oleh level tegangan
000VB0VB
HDB3
30

 High Density Bipolar 3 Zeros


 Berdasarkan bipolar-AMI
 Jika jumlah sinyal tidak nol setelah substitusi
terakhir adalah ganjil, maka substitusi dilakukan
dengan menggunakan level tegangan 000V.
 Jika jumlah sinyal tidak nol setelah substitusi
terakhir adalah genap, maka substitusi dilakukan
dengan menggunakan level tegangan B00V.
B8ZS and HDB3
31
Digital Data, Analog Signal
32

 Public telephone system


 300Hz to 3400Hz

 Contoh: modem (modulator-demodulator)

 Amplitude shift keying (ASK)


 Frequency shift keying (FSK)
 Phase shift keying (PSK)
Modulation Techniques
33
Amplitude Shift Keying
34

 Nilai diwakili oleh amplitudo carrier yg


berbeda
 Rentan terhadap perubahan gain yg tiba-tiba
 Inefficient
 Sampai1200 bps pada voice grade lines
 Digunakan pada optical fiber
Binary Frequency Shift Keying
35

 Bentuk yg paling umum adalah binary FSK


(BFSK)
 Dua nilai biner diwakili oleh 2 frekuensi yg
berbeda (carrier yg berdekatan)
 Lebih tahan terhadap error daripada ASK
 Sampai 1200 bps pada voice grade lines
 High frequency radio
 Contoh: LAN yang menggunakan co-ax
Phase Shift Keying
36

 Fase dari sinyal carrier digeser untuk


menyatakan data
 Binary PSK
 Dua fase mewakili 2 digit biner
 Differential PSK
Differential PSK
37
Performance of Digital to Analog Modulation
Schemes
38

 Bandwidth
 Bandwidth ASK dan PSK berhubungan dengan bit rate
 Bandwidth FSK berhubungan dengan data rate utk
frekuensi rendah, tetapi offset dari frekuensi carrier pada
frek. tinggi
 Noise, bit error rate PSK dan QPSK 3dB
lebih bagus daripada ASK dan FSK.
Analog Data, Digital Signal
39

 Digitization
 Konversi analaog data ke digital data
 Digital data dapat ditransmisikan menggunakan NRZ-L
 Perubahan analaog ke digital menggunakan codec
 Pulse code modulation
 Delta modulation
Digitizing Analog Data
40
Pulse Code Modulation(PCM) (1)
41

 Jika sebuah sinyal disampel dengan interval


yg tetap pada laju lebih tinggi dua kali sinyal
frekuensi, maka sampel tersebut berisi semua
informasi dari sinyal asli.
 Voice data dibatasi dibawah 4000Hz
 Memerlukan 8000 sample per second
 Analog samples (Pulse Amplitude
Modulation, PAM)
 Masing-masing sampel diberi nilai digital
Pulse Code Modulation(PCM) (2)
42

 4 bit system memberikan 16 level


 8 bit sample memberikan 256 level
 Kualitasnya dibandingkan dengan sinyal analog
 8000 samples per second dari 8 bit
menghasilkan 64kbps
Pulse Code Modulation(PCM) (2)
43

 Pengkodean
PCM

 Pembalik kode
PCM
PCM Example
44
Effect of Non-Linear Coding
45
Delta Modulation
46

 Input analog diperkirakan dengan sebuah


fungsi
 Naik turunkan 1 level () pada masing-
masing interval sampel.
Delta Modulation - example
47
Delta Modulation - Performance
48

 Baik untuk reproduksi voice


 PCM - 128 levels (7 bit)

 Voice bandwidth 4khz

 8000 x 7 = 56kbps untuk PCM

 Kompresi data dapat ditingkatkan dengan


ini
 Misal: Interframe coding techniques for video
Analog Data, Analog Signals
49

 Mengapa memodulasi analog signals?


Frekuensi yg lebih tinggi dapat memberikan transmisi
yg lebih efisien.
 Mengijinkan frequency division multiplexing
 Types of modulation
 Amplitude
 Frequency
 Phase
Analog
Modulation 5
0

Amplitude Modulation (AM)


Phase Modulation (PM)
Frequency Modulation (FM)

Anda mungkin juga menyukai