METODE PENYUSUNAN RKL-RPL
Waode Azfari Azis, ST.,[Link]
METODE PENYUSUNAN RKL-RPL
RKL-RPL :
PermenLH No. 16/2012, ditentukan bahwa RKL-RPL harus
terdiri atas :
1) Pendahuluan;
2) Rencana pengelolaan lingkungan hidup;
3) Rencana pemantauan lingkungan hidup;
4) Jumlah dan jenis izin perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang
dibutuhkan;
5) Pernyataan komitmen pemrakarsa untuk melaksanakan ketentuan yang
tercantum dalam RKL-RPL;
6) Daftar pustaka; dan
7) Lampiran.
Penyusunan RKL-RPL, dilakukan sesuai dengan pedoman penyusunan RKL-RPL
sebagaimana tercantum dalam Lampiran III PermenLH No. 16/2012.
METODE PENYUSUNAN RKL-RPL (Lanjutan)
RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (RKL)
RKL adalah merupakan bagian dari AMDAL suatu proyek, RKL disusun
berdasarkan hasil dari studi ANDAL.
Kedudukan RKL dalam AMDAL dapat dilihat pada gambar berikut :
METODE PENYUSUNAN RKL-RPL (Lanjutan)
Dokumen RKL diperlukan untuk :
Mengendalikan dan menanggulangi dampak
penting lingkungan hidup yang bersifat negatif.
Memaksimalkan dampak positif yang terjadi
akibat rencana suatu kegiatan.
Upaya-upaya tersebut di atas dirumuskan
berdasarkan hasil arahan dasar-dasar
pengelolaan dampak yang dihasilkan dari kajian
ANDAL .
METODE PENYUSUNAN RKL-RPL (Lanjutan)
RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (RPL)
Menurut Duinker (1983), Pemantauan Lingkungan Hidup
adalah pengukuran berdasarkan waktu atau pengulangan
pengukuran pada komponen atau parameter lingkungan
pada waktu-waktu tertentu.
Kegunaan pemantauan lingkungan adalah :
Untuk menguji pendugaan dampak.
Untuk mendapatkan efektivitas dari aktivitas atau teknologi yang
digunakan untuk mengendalikan dampak negatif.
Untuk mendapatkan tanda peringatan sedini mungkin mengenai
perubahan lingkungan.
Untuk mengumpulkan bukti-bukti untuk menunjang tuntutan-
tuntutan ganti rugi.
METODE PENYUSUNAN RKL-RPL (Lanjutan)
Dokumen RPL harus memuat :
Program-program pemantauan untuk melihat
perubahan lingkungan yang disebabkan oleh dampak-
dampak yang berasal dari rencana kegiatan.
Hasil pemantauan digunakan untuk mengevaluasi
efektifitas upaya-upaya pengelolaan lingkungan yang
telah dilakukan, ketaatan pemrakarsa terhadap
peraturan lingkungan hidup.
Digunakan untuk mengevaluasi akurasi prediksi dampak
yang digunakan dalam kajian ANDAL.
PELIBATAN MASYARAKAT DALAM AMDAL & IZIN LINGK.
Mekanisme pelibatan masyarakat di dalam AMDAL dan perizinan lingkungan
lainnya (UKL-UPL dan SPPL), diatur di dalam PermenLH No. 17/2012 tentang
PEDOMAN KETERLIBATAN MASYARAKAT DALAM PROSES ANALISIS DAMPAK
LINGKUNGAN HIDUP DAN IZIN LINGKUNGAN.
Hak masyarakat yang dijamin oleh peraturan tersebut, meliputi :
1) Pelaksanaan keterlibatan masyarakat dalam proses analisis mengenai dampak
lingkungan hidup; dan
2) Pelaksanaan keterlibatan masyarakat dalam proses izin lingkungan.
Prinsip Dasar dalam Pelaksanaan keterlibatan masyarakat dalam proses
AMDAL dan izin lingkungan, meliputi :
1) Pemberian informasi yang transparan dan lengkap;
2) Kesetaraan posisi diantara pihak-pihak yang terlibat;
3) Penyelesaian masalah yang bersifat adil dan bijaksana; dan
4) Koordinasi, komunikasi dan kerjasama dikalangan pihak-pihak yang terkait.
PELIBATAN MASYARAKAT DALAM AMDAL & IZIN LINGK. (Lanjutan)
Yang maksud dengan MASYARAKAT di
dalam peraturan dan perundang-
undangan yang berlaku, adalah :
Masyarakat yang berada di sekitar lokasi
kegiatan (yang potensial menerima
dampak dari kegiatan).
Masyarakat pemerhati lingkungan dan
sumber daya alam.
PELIBATAN MASYARAKAT DALAM AMDAL & IZIN LINGK. (Lanjutan)
Pelaksanaanketerlibatan masyarakat dalam proses analisis
mengenai dampak lingkungan hidup, sebagaimana diatur
dalam PermenLH No.17/2012 mengandung makna bahwa :
Dokumen AMDAL atau Dokumen Lingkungan lain, harus
menggambarkan dengan jelas bukti adanya pelibatan masyarakat
dalam penyusunan dokumen lingkungan tersebut, sekaligus memuat
aspirasi dari masyarakat tersebut.
Sedangkan Pelaksanaan keterlibatan masyarakat dalam
proses izin lingkungan, mengandung makna bahwa :
Masyarakat harus mendapatkan akses untuk berpartisipasi dalam
melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan, berdasarkan
dokumen lingkungan yang dimiliki oleh pengelola/pemilik kegiatan
atau usaha.
PELIBATAN MASYARAKAT DALAM AMDAL & IZIN LINGK. (Lanjutan)
PROSEDUR PELIBATAN MASYARAKAT DALAM PENYUSUNAN DOKUMEN
LINGKUNGAN (AMDAL, UKL-UPL, & SPPL)
PELIBATAN MASYARAKAT DALAM AMDAL & IZIN LINGK. (Lanjutan)
PROSEDUR PELIBATAN MASYARAKAT DALAM PEMANTAUAN KEGIATAN
(PEDOMAN RKL-RPL atau UKL-UPL atau SPPL)
DOKUMEN LINGKUNGAN
PENGELOLA/PEMILIK INSTANSI PEMERINTAH MASYARAKAT BERKEPENTINGAN
Pemantauan Pemerintah Pemantauan Masyarakat
Beraktifitas berdasarkan Izin
Saran, pendapat, instruksi Saran, pendapat, tanggapan
Perbaiki Kinerja/
Sesuaikan Dokumen
YA TIDAK
AKTIFITAS AKTIFITAS
BERKELANJUTAN DIHENTIKAN