PSMS
1 day For SUKO
PSMS terdidi dari 15 elemen
1. Organisasi dan Kepemimpinan
Isinya mengatur struktur organisasi, komite K3LH dan wakilnya serta koordinasi
elemen, mengatur penyusunan & kebijakan dan penetapan sasaran K3LH .
2. Komunikasi
Tujuannya menginformasikan dan mensosialisasikan masalah K3LH, Informasi
K3LH, Statistik K3LH dan achievement/ pencapaian bintang yang diperoleh. Media
komunikasinya dapat berupa papan K3LH, Safety Talk, dsb.
3. Inspeksi Terencana
Inspeksi adalah kegiatan terstruktur dengan perencanaan untuk mengidentifikasi
kesesuaian kondisi fisik terhadap kriteria standar yang telah ditetapkan. Tujuannya
untuk memastikan Kondisi fisik, Housekeeping, penumpukan, penyimpanan yang
baik, serta pemenuhan standar perusahaan dipertahankan secara kontinyu
Jenis-jenis inspeksi
• Program Pemeriksaan Harian (P2H)
• Inspeksi Terencana
• Inspeksi Barang Kritis
• Over Inspeksi
4. Observasi Tugas Terencana
Observasi adalah serangkaian kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh seseorang
kepada orang lain yang sedang melakukan tugas apakah mengikuti prosedur
keselamatan kerja yang tertulis langkah demi langkah.
5. Investigasi Insiden dan analisis
Insiden adalah suatu peristiwa yang tidak diinginkan, yang mengakibatkan Cedera,
Kerusakan Harta Benda atau Kerugian dalam derajat apapun.
Investigasi Insiden adalah suatu cara/proses yang sistematis untuk menentukan
penyebab utama / akar masalah suatu insiden dengan tujuan menentukan tindakan
perbaikan untuk mencegah terjadinya insiden yang sama atau berulang.
6. Standar, Prosedur, Peraturan dan Disiplin
Mengatur pengendalian Standar dan Prosedur dalam bentuk dokumen, mengatur
cara penerapan peraturan dan disiplin dalam pengelolaan K3LH .
Hal yang diatur seperti surat ijin bekerja, aturan lalu lintas tambang, prosedur loading
dan dumping , symbol K3LH, rambu-rambu dll.
Tanda-tanda Simbol K3LH, Pengumuman, Pelabelan, Kode Warna dan
Demarkasi
PT PAMAPERSADA NUSANTARA
PT PAMAPERSADA NUSANTARA DISTRICT ABK LOA JANAN
DISTRICT ABK LOA JANAN
PAPAN KETERANGAN KODE WARNA DAN DEMARKASI
PAPAN KETERANGAN KODE WARNA DAN DEMARKASI
STANDAR KODE WARNA ( DEMARKASI ) LANTAI
DAERAH AREAL PEKERJAAN
STANDAR KODE WARNA ( DEMARKASI ) LANTAI DAERAH BEBAS DARI BARANG UNTUK PEMADAM API
DAERAH AREAL PEKERJAAN AREA AMAN UNTUK JALAN
DAERAH BEBAS DARI BARANG UNTUK PEMADAM API PEMBATAS DEMARKASI
AREA AMAN UNTUK JALAN DAERAH TEMPAT SAMPAH DAN BARANG BEKAS
DAERAH PENUMPUKAN DAN PENYIMPANAN
PEMBATAS DEMARKASI
DAERAH TEMPAT SAMPAH DAN BARANG BEKAS DAERAH BEBAS DARI BARANG UNTUK PERALATAN LISTRIK
DAERAH TEMPAT PENYIMPANAN APAR
DAERAH PENUMPUKAN DAN PENYIMPANAN
DAERAH AKSES TERBATAS ; PERUBAHAN KETINGGIAN
DAERAH BEBAS DARI BARANG UNTUK PERALATAN LISTRIK
DAERAH TEMPAT PENYIMPANAN APAR
DAERAH AKSES TERBATAS ; PERUBAHAN KETINGGIAN STANDAR KODE WARNA PIPA & TANKI
Air Minum
STANDAR KODE WARNA PIPA & TANKI Air Tidak bisa diminum
Air Minum Oli
Air Tidak bisa diminum Udara
Solar
Oli
Udara
Solar
[Link] dalam keadaan darurat
Menjelaskan prosedur kesiapan tanggap darurat seluruh site PAMA. MPKD adalah
dokumen yang disusun sebagai petunjuk bagi karyawan dan manajemen sehingga
bisa menghadapi situasi darurat yang mungkin terjadi.
8. Pelatihan
Pelatihan adalah kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, skill,
dan keterampilan agar sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan sesuai
dengan pekerjaanya.
9. Kesehatan Kerja dan Ergonomi
Bahaya kesehatan adalah semua proses / tugas yang berbahaya yang dapat
mempengaruhi kesehatan karyawan. Akibat dari pencahayaan, kebisingan dalam unit
dan alat kerja, tekanan panas, vibrasi, penyakit akibat pekerjaan, Bahan B3 serta
bahaya kesehatan lainnya.
Ergonomi adalah ilmu yang mempelajari kesesuaian antara pekerja (manusia)
dengan peralatan atau tempat kerja, sehingga dapat melakukan pekerjaan secara
aman, nyaman, sehingga mampu mendukung tercapainya produktifitas kerja
10. Bentuk perencanaan, Plant Management, Pembelian dan Metode Pembelian
Spesifikasi Pembelian adalah Pengadaan atau pembelian untuk bahan baku,
komponen atau jasa suatu perusahaan merupakan bagian dasar dari system
menejemen yang perlu dikelola dengan baik. Sistem pengadaan melibatkan dua
kelompok, yaitu perusahaan (pembeli/pemakai) dan supplier yang menyediakan
barang dan jasa yang dibutuhkan.
[Link] dan Penempatan
adalah proses seleksi dan penempatan pra-kerja calon karyawan yang sesuai
dengan persyaratan / tuntutan setiap jabatan dilakukan untuk memastikan hanya
orang-orang yang mampu secara fisik dan mental yang sesuai dengan persyaratan /
tuntutan jabatan yang dipekerjakan.
12. Alat Pelindung Diri
Fungsi APD aldalah untuk mengurangi timbulnya keparahan/dampak dari cedera
yang terjadi ditempat kerja perlu atau selama melakukan aktivitas kerja.
13. Sistem Evaluasi
Menjelaskan tata cara evaluasi PSMS dengan cara Audit Internal dan audit eksternal
. Audit Sistem PSMS adalah bagian dari elemen PSMS yang bertujuan untuk
mengukur tingkat implementasi dan pemenuhan terhadap persyaratan
14. Monitor dan Perlindungan Lingkungan
Mengatur pengelolaan LH di areal kerja yaitu, pengelolaan hydrocarbon,sampah ,
reklamasi, revegetasi, air limbah dsb.
Aspek lingkungan adalah bagian dari kegiatan perusahaan yang dapat berinteraksi
dengan lingkungan.
Dampak Lingkungan adalah perubahan pada lingkungan baik yang menguntungkan
maupun merugikan secara keseluruhan atau sebagian akibat dari aktifitas
perusahaan.
15. Keselamatan diluar Lingkungan Kerja
Maksud dan tujuan sub elemen (dan standar) ini adalah untuk mempertinggi tingkat
kesadaran K3LH di luar lingkungan pekerjaan dan untuk menyampaikan ‘itikad baik’
manajemen K3LH kepada masyarakat sekitar. Dengan demikian, kita berharap
karyawan akan lebih memiliki rasa tanggung jawab atas keselamatan, kesehatan,
dan lingkungan ‘di luar pekerjaan’ seperti halnya ‘di dalam pekerjaan’.
IBPR
IBPR adalah proses identifikasi semua bahaya yang ada kemudian menilai tingkat
resiko, selanjutnya melakukan pengelolaan dan pengendalian untuk mengurangi
resiko bahaya sampai pada level yang dapat diterima
• Bahaya adalah Benda, Bahan (zat), Aktivitas, atau Kondisi yang potensial
menyebabkan cedera, kerusakan, atau kerugian dalam derajat apapun.
• Resiko: “Kesempatan atau Kemungkinan bertemunya satu Bahaya atau lebih yang
dapat mengakibatkan kerugian atau kemungkinan mengakibatkan kerugian dalam
derajat apapun (termasuk Near Miss, Kerusakan Harta benda atau Kerugian
Prematur).
• Formula: Potensi Resiko = Probability x Severity x Frekuensi
Matriks Pengendalikan Resiko :
• Eliminasi: Memodifikasi proses, metode, atau materi untuk mengurangi bahaya yang
lebih buruk
• Substitusi: Mengganti bahan, zat, atau proses dengan yang tidak atau kurang
berbahaya.
• Engineering Control: Menyingjiejan bahaya dari orang dengan memberi
perlindungan, mengurung, atau menyimpan di tempat atau waktu terpisah
• Isolasi: Menyingkirkan bahaya dari orang dengan member perlindungan,
mengurung,atau menyimpan di tempat atau waktu terpisah.
• Administrasi: Menyesuaikan waktu dan kondisi dengan proses administrasi (batas
waktu paparan/ tingkat batas paparan/ dll)
• Pelatihan: Memberi pelatihan dasar yang sesuai untuk meningkatkan pengetahuan,
keterampilan, dan kesadaran untuk mengurangi resiko, dan
• APD: Menyediakan APD yang sesuai dan baik, untuk mengurangi keparahan dari
resiko terkecil.
HRCP ( High Risk Control Protocol)
Merupakan protokol pengendalian yang dimaksudkan untuk memberikan petunjuk
keselamatan bagi para operator dan pengawas dilapangan yang terlibat baik secara
langsung maupun tidak langsung untuk mencegah terjadi insiden yang berakibat fatal.
Berikut aktifitas yang beresiko tinggi menimbulkan insiden :
1. Pengoperasian Dump Truck dan Trailer
2. Pengoperasian LV
3. Aktifitas Peledakan
4. Bekerja di ketinggian
5. Bekerja di dekat air
6. Isolasi energi
7. Bekerja dengan Listrik
8. Bekerja di ruang terbatas
9. Pengoperasian alat angkat
10. Bekerja di dekat tebing.
1. Pengoperasian Dump Truck dan Trailer
Berisi tentang bahaya yang dapat ditmbulkan dalam pengoperasian DT dan trailer,
prosedur keselamatan dalam pengoperasian dump truck dan trailer meliputi prosedur
operasi, prosedur loading dan dumping, prosedur parkir dsb, untuk mencegah
terjadinya indiden yang dapat berakibat fatal.
2. Pengoperasian LV
Berisi tentang bahaya yang dapat ditmbulkan dalam pengoperasian LV, prosedur
keselamatan dalam pengoperasian lv meliputi prosedur operasi, penegakan disiplin,
dsb, untuk mencegah terjadinya indiden yang dapat berakibat fatal.
3. Aktifitas Peledakan
Berisi tentang bahaya-bahaya dalam aktifitas peledakan, prosedur keselamatan
dalam aktifitas peledakan yang meliputi jarak evakuasi alat dan manusia. Jarak aman
alat dan manusia dari aktifitas peledakan adalah 300m dan 500 m.
4. Bekerja di dekat tebing
Berisi tentang bahaya-bahaya bekerja di dekat tebing, prosedur keselamatan bekerja
di dekat tebing meliputi prosedur pengoperasian bulldozer dan excavator di dekat
tebing, bekerja di dekat slope untuk mencegah terjadinya insiden yang berakibat
fatal. Jarak aman saat bekerja di dekat tebing minimum 20 m dari tebing atau 1,5 kali
tinggi tebing
RAMBU - RAMBU
• Warna Dasar Rambu – Rambu :
• Merah : Larangan
• Kuning : Hati – hati
• Hijau : Petunjuk / Informasi
• Biru : Perintah, Instruksi