0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan28 halaman

Penanganan GIOP pada Pasien Steroid

1. Glukokortikoid sering digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit, namun penggunaannya jangka panjang dapat menyebabkan osteoporosis atau GIOP. 2. Pasien yang menggunakan glukokortikoid dosis tinggi perlu dilakukan penapisan awal GIOP dengan pemeriksaan BMD, radiologi, penilaian risiko fraktur, dan evaluasi klinis. 3. Penilaian ulang per 6-12 bulan perlu dilakukan untuk
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan28 halaman

Penanganan GIOP pada Pasien Steroid

1. Glukokortikoid sering digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit, namun penggunaannya jangka panjang dapat menyebabkan osteoporosis atau GIOP. 2. Pasien yang menggunakan glukokortikoid dosis tinggi perlu dilakukan penapisan awal GIOP dengan pemeriksaan BMD, radiologi, penilaian risiko fraktur, dan evaluasi klinis. 3. Penilaian ulang per 6-12 bulan perlu dilakukan untuk
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

GIOP

Glucocorticoid-induced
osteoporosis
PENDAHULUAN

Glukokortikoid merupakan salah satu obat yang paling sering digunakan oleh
populasi umum, dan sering digunakan untuk mengobati berbagai penyakit reumatik
autoimun, reaksi alergi, keganasan, dan berbagai penyakit lainnya. Pada bidang
reumatologi, glukokortikoid sering digunakan untuk menginduksi remisi pada
penyakit inflamasi. Namun, penggunaan jangka panjang dari glukokortikoid dalam
bentuk sediaan apapun dapat menimbulkan berbagai macam efek samping. Fraktur
dan osteoporosis merupakan salah satu efek samping yang sering dilaporkan. Risiko
fraktur dan osteoporosis akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya dosis
dan durasi dari penggunaan glukokortikoid yang diberikan, dan penyakit ini disebut
sebagai glucocorticoid-induced osteoporosis (GIOP).
LO
E

REKOMENDASI
GO
Pasien yang mendapatkan terapi R
glukokortikoid dengan dosis setara
1 prednison ≥5 mg/hari selama lebih dari A
atau sama dengan tiga bulan perlu
dilakukan penapisan terhadap GIOP.

LO
A

94,6±9,6
LO
E

I-IV

REKOMENDASI
GO
Penapisan awal terhadap GIOP dilakukan R
dengan pemeriksaan BMD (I/A), foto polos
2 radiologi (II/C), penilaian risiko fraktur (II/C), A-C
penanda marker tulang (II/C), evaluasi klinis
(IV/B), serta kadar kalsium dan vitamin D
(IV/C).

LO
A

93,7±9,3
Penapisan Awal GIOP dengan Pemeriksaan BMD

Interpretasi Skor-T pada Pemeriksaan BMD

NIlai Skor-T Interpretasi

Lebih tinggi dari


Normal
atau sama dengan -1

Antara -1 sampai -2.5 Osteopenia

Sama atau kurang


dari -2.5 Osteoporosis
Penapisan Awal GIOP dengan Pemeriksaan Foto Polos Radiologi

Pemeriksaan radiografi tulang belakang merupakan hal yang penting untuk


dikerjakan, karena hampir 33% pasien yang mendapatkan terapi glukokortikoid
mengalami fraktur tulang belakang, dan hanya 10% yang mengalami gejala
klinis.25,85 Selain itu, fraktur tulang belakang pada pasien pengguna steroid bisa
terjadi meskipun skor BMD masih normal.77 Sebuah studi potong lintang
menggunakan radiografi torakolumbal untuk menghitung TBS menunjukkan pada
pasien yang menerima terapi prednisolon 5 mg/hari selama ≥3 bulan mempunyai
skor TBS yang lebih rendah dibandingkan dengan pasien yang tidak mendapatkan
terapi glukokortikoid
Penapisan Awal GIOP dengan Penilaian Risiko Fraktur
Penapisan Awal GIOP dengan Penilaian Risiko Fraktur

Risiko Fraktur Osteoporosis Risiko Fraktur Pinggang


Interpretasi Mayor dalam 10 tahun dalam 10 tahun

Risiko fraktur
≥20% ≥3%
tinggi

Risiko fraktur sedang 10-19% >1 - 3%

Risiko fraktur rendah <10% ≤1%


Penapisan Awal GIOP dengan Penilaian Risiko Fraktur

Sesuai keputusan ISCD regional Asia


Untuk bangsa Asia digunakan metode perhitungan dari Canada yakni :

Major Osteoporosis ≥10% atau Hip Fracture ≥1.5%

Harus kita terapi dengan obat anti osteoporosis


Penapisan Awal GIOP dengan Evaluasi Klinis

Pada pemeriksaan fisik dapat dilakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan
(tanpa menggunakan sepatu), uji kekuatan otot, pemeriksaan fisik klinis tanda-tanda
fraktur yang tidak terdiagnosis (nyeri tekan pada tulang belakang, deformitas,
berkurangnya ruang antara kosta bawah dan pelvis bagian atas) sesuai usia pasien.
LO
E

I
V
REKOMENDASI
GO
Pasien yang menggunakan glukokortikoid dengan dosis
setara dengan prednison ≥5 mg/hari selama lebih dari sama R
dengan 3 bulan namun belum mengalami GIOP dilakukan
3 penilaian ulang setiap 6-12 bulan dengan menggunakan
evaluasi klinis dan/atau BMD dan/atau foto polos radiologi,
B
dan/atau penilaian risiko fraktur dan/atau penanda marker
tulang dan/atau kadar kalsium dan vitamin D.

LO
A

93,5±7,7
PENCEGAHAN LO
E
GIOP
I
I
REKOMENDASI
GO
Glukokortikoid direkomendasikan untuk R
digunakan dengan dosis harian maupun
4 kumulatif yang paling rendah dengan durasi B
sesingkat mungkin untuk mencegah terjadinya
GIOP

LO
A

97,0±7,0
PENCEGAHAN LO
E
GIOP
I

REKOMENDASI
GO
Konsumsi kalsium dan vitamin D melalui diet R
atau suplemen direkomendasikan untuk
5 pencegahan GIOP A

LO
A

96,9±5,8
PENCEGAHAN LO
E
GIOP
I
V
REKOMENDASI
GO
Modifikasi gaya hidup seperti diet yang R
seimbang, menjaga berat badan secara ideal,
6 penghentian merokok dan konsumsi alkohol,
serta latihan fisik secara rutin
C
direkomendasikan untuk pencegahan GIOP

LO
A

96,2±6,4
TATA LAKSANA LO
E
GIOP
I
I
REKOMENDASI
GO
Pasien yang menerima terapi glukokortikoid R
harus diedukasi mengenai faktor risiko,
7 perjalanan penyakit, pencegahan,
tatalaksana osteoporosis akibat GIOP
dan A

LO
A

97,6±5,1
TATA LAKSANA LO
E
GIOP
I
V
REKOMENDASI
GO
Modifikasi gaya hidup, meliputi diet yang R
seimbang, mempertahankan berat badan ideal,
8 menghentikan merokok, dan konsumsi alkohol
direkomendasikan pada tatalaksana pasien
B
GIOP.

LO
A

96,2±6,5
TATA LAKSANA LO
E
GIOP
II
I
REKOMENDASI
GO
Latihan fisik secara teratur yang sesuai dengan R
kondisi pasien direkomendasikan pada
9 tatalaksana GIOP B

LO
A

96,2±6,9
TATA LAKSANA LO
E
GIOP
I
I
REKOMENDASI
GO
Terapi farmakologis dapat dimulai pada pasien
R
dewasa yang mengonsumsi glukokortikoid setara

10
prednison dengan dosis ≥5 mg/hari selama ≥3 bulan
dengan nilai skor BMD skor-T ≤-2.0 atau dengan A
riwayat fraktur osteoporosis atau dengan risiko
sedang hingga tinggi terhadap fraktur

LO
A

94,8±7,7
TATA LAKSANA LO
E
GIOP
I-
II
REKOMENDASI
GO
Bisfosfonat (alendronate, risedronate, zoledronate)
R
direkomendasikan sebagai terapi lini pertama untuk

11
pasien GIOP (I/A). Jika tidak tersedia obat tersebut,
ibandronate direkomendasikan sebagai alternatif A-B
terapi bisfosfonat pada pasien GIOP (II/B).

LO
A

92,7±9,5
TATA LAKSANA LO
E
GIOP
I
I
REKOMENDASI
GO
Denosumab atau teriparatide direkomendasikan R
untuk tatalaksana pasien GIOP yang tidak
12 berespon adekuat setelah pemberian bisfosfonat
atau memiliki kontraindikasi terhadap terapi
B
bisfosfonat.

LO
A

95,4±7,3
TATA LAKSANA LO
E
GIOP
I
V
REKOMENDASI
GO
Terapi farmakologis pada GIOP sebaiknya
R
diteruskan selama pasien masih diberikan terapi

13
glukokortikoid. Apabila terapi glukokortikoid
dihentikan, penghentian terapi osteoporosis (drug C
holiday) mengacu pada osteoporosis
postmenopausal.

LO
A

92,3±9,8
Rangkuman Terapi Farmakologis pada Pasien GIOP8
Rangkuman Terapi Farmakologis pada Pasien GIOP8
MONITOR DAN FOLLOW-UP LO
E
GIOP
II-
III
REKOMENDASI
GO
Monitor efikasi pengobatan GIOP direkomendasikan
setiap 6-12 bulan dengan pemeriksaan BMD (II/B),
R
radiografi (II/B), penilaian fraktur (II/B), bone turnover
14 markers (BTM) (II/B), kadar kalsium serum dan B-C
vitamin D (II/B), tulang trabekula skor (TBS) (III/C),
penilaian klinis (IV/D), dan pengukuran tinggi badan
(IV/D)

LO
A

93,8±8,0
MONITOR DAN FOLLOW-UP LO
E
GIOP
I
I
REKOMENDASI
GO
Penilaian terhadap gangguan gastrointestinal, nyeri
R
muskuloskeletal, kadar kalsium darah, osteonecrosis

15
of the jaw (ONJ), dan atypical femoral fracture
(AFF) direkomendasikan selama pemantauan efek B
samping dan keamanan terapi bisfosfonat

LO
A

94,9±6,6
MONITOR DAN FOLLOW-UP LO
E
GIOP
I
V
REKOMENDASI
GO
Gagal terapi pada GIOP didefinisikan pada pasien yang
didapatkan adanya fraktur yang terjadi setelah ≥18
R
bulan diberikan terapi bisfosfonat atau jika fraktur
16 osteoporosis terjadi sebanyak 2 kali setelah dilakukan C
pemberian bisfosfonat atau jika didapatkan penurunan
BMD yang bermakna (≥10%/tahun) setelah 1 tahun
terapi.

LO
A

94,6±7,9
ALGORITMA TATALAKSANA
GIOP
TERIMA
KASIH

Anda mungkin juga menyukai