REKAYASA NILAI
Kuliah ke 11
A. Arti dan Maksud
• Rekayasa nilai adalah usaha yang
terorganisasi secara sistematis dan
mengaplikasikan suatu teknik yang telah
diakui, yaitu teknik mengindentifikasi
fungsi produk atau jasa yang bertujuan
memenuhi fungsi yang diperlukan dengan
harga yang terendah (paling ekonomis).
B. Nilai
• Ukuran nilai ditentukan oleh fungsi atau
kegunaannya, sedangkan harga atau
biaya ditentukan oleh substansi barangnya
atau harga komponen-komponen yang
membentuk barang tersebut.
• Ukuran nilai condong ke arah subjektif,
sedangkan biaya tergantung kepada
angka (monetary value) pengeluaran yang
telah dilakukan untuk mewujudkan barang
tersebut
C. Biaya
• Biaya adalah jumlah segala
usaha dan pengeluaran yang
dilakukan dalam
mengembangkan, memproduksi,
dan aplikasi produk.
D. Fungsi
• Fungsi dasar, yaitu alasan pokok
sistem itu terwujud.
• Fungsi kedua (secondary function),
adalah kegunaan yang tidak
langsung untuk memenuhi fungsi
dasar, tetapi diperlukan untuk
menunjangnya
E. Hubungan antara nilai,
biaya dan fungsi
• Bagi produsen :
Nilai = Fungsi/Biaya.
• Bagi konsumen :
Nilai = Faedah/Biaya
F. Teknik Rekayasa Nilai
1. Bekerja atas dasar spesifik,
mengarahkan analisis persoalan kepada
bagian-bagian atau area yang spesifik.
2. Dapatkan informasi dari sumber terbaik,
tdak mudah mengetahui dan
mendapatkan sumber informasi yang
tepat dan terbaik. Untuk maksud tersebut
usahakan dari berbagai sumber,
kemudian mengkaji dan menyaringnya.
F. Teknik Rekayasa Nilai
3. Hubungan antar manusia, pentingnya
hubungan antar manusia tergantung
pada besarnya derajad ketergantungan
terhadap masing-masing pihak.
4. Kerjasama tim, ada 4 kriteria yang perlu
diperhatikan, yaitu disiplin yang diwakili,
peranan, jumlah anggota, dan
kompetensi masing-masing anggota
yang bersangkutan.
F. Teknik Rekayasa Nilai
5. Mengatasi rintangan, dikaji apakah
rintangan kemungkinan besar akan
terjadi atau hanya imajinasi. Bila
kemungkinan besar akan terjadi,
rintangan dianalisis lebih jauh dan
ditentukan tindakan yang diperlukan
untuk mengatasinya.
G. Rencana Kerja Rekayasa Nilai.
(Value Engineering Job Plan)
1. Tahap Informasi, tahap informasi dari
proses rekayasa nilai meliputi
merumuskan masalah, mengumpulkan
fakta, mengenal objek (produk) dengan
mengkaji fungsi, dan mencatat biaya.
2. Tahap spekulasi, pada tahap ini
kemungkinan lain dianalisis dengan
menanyakan apakah ada alternatif lain
yang dapat memenuhi fungsi atau
kegunaan yang sama.
G. Rencana Kerja Rekayasa Nilai.
(Value Engineering Job Plan)
3. Tahap Analisis, di sini penyaringan dan
kombinasi antara keperluan proses
produksi, pemasaran, dan fungsi
mengalami kristalisasi, artinya yang pada
tahap sebelumnya baru berupa ide kini
meningkat ke pemecahan secara
kongkrit.
G. Rencana Kerja Rekayasa Nilai.
(Value Engineering Job Plan)
4. Tahap pengembangan, pada tahap ini
alternatif-alternatif yang terpilih dari
tahap sebelumnya dibuat program
pengembangannya sampai menjadi
usulan yang lengkap.
5. Tahap penyajian dan program tindak
lanjut, ini adalah tahap akhir proses
rekayasa nilai, yang terdiri dari persiapan
dan penyajian kesimpulan hasil rekayasa
nilai kepada yang berkepentingan.
AUDIT PROYEK
A. Arti dan Proses Audit
• Menurut D.R. Carmichael dan J.J.
Willingham (1987) audit adalah suatu
proses yg sistematis untuk mendapatkan
dan mengkaji secara objektif bahan bukti
(evidence) perihal pernyataan ekonomi
dan kegiatan-kegiatan lain yang bertujuan
mencocokkan atau membandingkan
dengan kriteria yang telah ditentukan.
Dari uraian di atas arti dan proses audit
dapat diuraikan sbb :
1. Kegiatan audit terdiri dari langkah-
langkah yang sistematis mengikuti
urutan yang logis.
2. Pengkajian dilakukan secara objektif.
3. Diperlukan bahan bukti (evidence), yaitu
fakta atau data berikut informasi yang
mendukungnya.
4. Adanya kriteria sebagai patokan
pertimbangan atau perbandingan.
5. Adanya kesimpulan yang berupa
pendapat atau opini dari auditor.
1. Langkah sistematis dengan
urutan yang logis
a. Mengindentifikasi lingkup kegiatan,
dimulai dengan merumuskan tujuan dan
mengindentifikasi lingkup kegiatan yang
akan dikerjakan, kemudian dilanjutkan
dengan survey pendahuluan untuk
mengumpulkan keterangan, fakta, latar
belakang, dan seluk beluk objek.
1. Langkah sistematis dengan
urutan yang logis
b. Mengindentifikasi dan menentukan
daerah permasalahan, auditor dapat mulai
melangkah lebih lanjut dengan pengkajian
yang lebih mendalam terhadap fakta dan
informasi yg mendukungnya. Selanjutnya
mulai mengisolasi wilayah atau lingkup
objek yang telah menunjukkan adanya
permasalahan atau kelemahan.
1. Langkah sistematis dengan
urutan yang logis
c. Menyiapkan dan menyusun laporan,
berdasarkan kegiatan di atas kemudian
disusun laporan yang dilengkapi dengan
kesimpulan berupa pendapat atau opini
dari auditor. Laporan ini disampaikan pada
pihak yang berkepentingan.
2. Pengkajian yang Objektif.
• Agar menghasilkan kajian yang
objektif, kegiatan audit dikerjakan
oleh pihak yang dianggap bebas
(independent).
3. Bahan Bukti
• Suatu bahan bukti yang
jumlahnya cukup, berbobot, dan
relevan perlu dipersiapkan untuk
digunakan sebagai dasar
membuat kesimpulan, opini, dan
usulan dari auditor.
4. Kriteria yang Telah Ditentukan.
• Yang dimaksud dengan kriteria di sini
adalah standar yang telah ditentukan
dimana organisasi, manajemen, atau
pelaksana harus mengikutinya dalam
usaha mencapai tujuan sesuai
dengan tanggung jawabnya masing-
masing.
5. Kesimpulan dan Opini
• Kegiatan audit diakhiri dengan laporan
yang berisi antara lain kesimpulan dan
pendapat atau opini dari tim auditor.
• Bila dari hasil pengkajian menunjukkan
segala sesuatunya telah memuaskan,
maka tim auditor akan menyatakan bahwa
hasil audit adalah unqualified opinion. Jika
ada temuan, maka kesimpulan berupa
qualified opinion.
B. Audit Proyek
• Menurut Leo Herbert (1979), yang
dimaksud dengan audit proyek adalah
merencanakan, mengumpulkan, dan
mengevaluasi bahan bukti yang cukup
jumlahnya, relevan dan kompeten.
• Dilakukan oleh auditor yang bebas
(independent).
Tujuan audit proyek adalah
menjawab pertanyaan berikut :
• Apakah manajemen atau personil suatu
perusahaan atau agen yang ditunjuk telah
melaksanakan kegiatan atau tidak/belum ?
• Apakah kegiatan yang dilakukan memakai
norma yang sesuai untuk mencapai hasil
yang telah ditetapkan oleh yang
berwenang,
• Apakah kegiatan telah dilakukan dengan
cara yang efektif ?
C. Tahap-Tahap Audit Proyek
1. Survey pendahuluan, survey ini
dimaksudkan untuk memperoleh
informasi mengenai latar belakang dan
keterangan yang bersifat umum prihal
proyek serta pendekatan
pengelolaannya, yang meliputi
organisasi, peserta, dan sistem
manajemen dari objek yang diaudit.
C. Tahap-Tahap Audit Proyek
2. Mengkaji dan menguji sistem
pengendalian manajemen, adalah
seperangkat tata cara atau prosedur dan
kebijakan, untuk menjamin semua pihak
dalam organisasi mengikuti langkah-
langkah yang telah ditetapkan guna
mencapai sasaran perusahaan dengan
cara yang efektif dan efisien.
C. Tahap-Tahap Audit Proyek
3. Pemeriksaan terinci, yaitu tahap dimana
dilakukan tugas utama dalam siklus
audit. Disini dilakukan pengumpulan
bukti dalam jumlah yang cukup, material
yang kompeten, relevan, dan berarti,
sehingga memungkinkan bagi auditor
untuk menganalisis dan membuat
kesimpulan.
C. Tahap-Tahap Audit Proyek
4. Penyusunan laporan, semua kegiatan
audit terdahulu disimpulkan ke dalam
suatu laporan yang berisi antara lain ada
tidaknya penyimpangan pelaksanaan
dari kriteria yang telah ditetapkan,
disertai bukti-bukti yang mendukung,
akibat dari penyimpangan tersebut,
khususnya terhadap pencapaian sasaran
proyek, perkiraan jumlah kerugian yang
ditimbulkan serta usulan-usulan
perbaikan yang mungkin bisa dilakukan.