Antibodi
MONOklonal Kelompok 1
dan
Poliklonal
Presented by:
Syaiful Hakim
Kiki Homisatul Miskiyah
Siti Ramdhani
Ulfah Nurul Annasyiah
Antibodi Poliklonal
Antibodi Monoklonal
Antibodi Monoklonal
DI
MONOK
LONAL
Petama ditemukan oleh
Kőhler dan Milstein pada
Tahun 1975
Yaitu antibodi monoklonal
yang didapatkan melalui
teknik sel hibrid atau
hibridoma
Pada dasarnya infeksi pertama oleh antigen
bakteri atau virus akan menghasilkan antibodi
yang sifatnya heterogen untuk setiap jenis
antigen. Hal ini akan mengakibatkan interaksi
antara sel B dengan berbagai epitop. Reaksi ini
akan menghasilkan antiserum yang sifatnya
heterogen (respon poliklonal). Respon ini
sangat menguntungkan dalam hal
mempermudah lokalisasi, fagositosis, dan
respon komplemen dalam lisis antigen.1 Namun
demikian dalam situasi eksperimental,
heterogenitas antibodi malah mengurangi
efisiensi antiserum. Sehingga dengan
ditemukannya antibodi monoklonal sangat
menunjang riset, diagnostik, dan terapi, yaitu
antibodi hasil klon tunggal yang spesifik untuk
satu epitop
● Antibodi monoklonal diproduksi secara masal
dalam laboratorium dengan menggabungkan sel
myeloma (tipe kanker sumsum tulang) dari sel B
mencit yang menghasilkan antibodi spesifik. Sel
hasil penggabungan ini disebut hibridoma.
● Kombinasi sel B yang bisa mengenali antigen
khusus dan sel myeloma yang hidup akan
membuat sel hibridoma menjadi semacam pabrik
produksi antibodi yang tidak ada habisnya.
● Karena semua antibodi yang dihasilkan identik,
berasal dari satu (mono) sel hibridoma, mereka
disebut antibodi monoklonal (disingkat MAb).
● Kegunaan MAb didasari oleh tiga karakteristik
yaitu: spesifitas ikatan, homogenitas,
kemampuannya untuk diproduksi dalam kuantitas
besar.
# Sel Myeloma :
Sel yang memiliki kemampuan untuk terus # Medium HAT (Hypoxantine, Aminopterin, Thymidine) :
tumbuh secara terus menerus (immortal cells) Medium seleksi yang akan membunuh sel
Tidak memiliki enzim HGPRT yang berperan myeloma maupun sel limpa yang gagal
dalam replikasi DNA bergabung
Waktu paruh sel untuk hidup lama Aminopterin dapat mengeliminasi de novo
purine synthesis pada sel myeloma
# Sel Limpa :
Sel limfosit B yang akan digunakan sebagai # Hibridoma :
sumber penghasil antibodi dan berasl dari Sel yang tumbuh sebagai hasil dari
organ limpa penggabungan sel myeloma denga sel limpa
Memiliki enzim HGPRT Sel myeloma membawa sifat hidup yang lama
Waktu paruh sel untuk hidup pendek dan sel limpa memiliki enzim HGPRT
Permasalahan terapi antibodi monoklonal
Antibodi Antibodi
monoklonal monoklonal
Penolakan
dari hewan generasi baru
oleh manusia
untuk terapi (antibodi
manusia rekayasa)
Antibodi monoklonal mempunyai 4 jenis (gambar 1)
yaitu:5
1. Murine, murni didapat dari tikus dapat
menyebabkan human anti mouse antibodies (HAMA)
nama akhirannya ″momab″ (ibritumomab).
2. Chimeric, gabungan Fc antibodi human dan Fab antibodi
monoklonal tikus nama akhirannya ″ximab″ (rituximab).
3. Humanized, hanya sebagian kecil Fab antibodi tikus yang
digabungkan dengan antibodi human (95-98%) nama
akhirannya ″zumab″ (trastuzumab).
4. Fully human, keseluruhan antibodi human nama
akhirannya ″mumab″ (adalimumab).
Chimeric Antibody Humanized Antibody Fully-Human Antibody
• Dibuat melalui • Bagian protein yg • Sepenuhnya berasal dr
rekayasa genetika utk berasal dr mencit manusia teknik
men-ciptakan suatu hanya terbatas pada rekayasa genetika
mencit/tikus yg dpt antigen binding site untuk menciptakan
mempro-duksi sel hibrid (fab) saja, sedangkan mencit transgenik yg
mencit-manusia bag. Fc nya berasal dr membawa gen yg
• Bagian variabel dr mol manusia. berasal dr manusia
ab, termasuk antigen • Contoh : Alemtuzumab shg mampu
binding site (fab) 90% berasal dr memproduksi antibodi
berasal dr mencit, manusia Chronic yg diinginkan.
sedang-kan variabel Lymphocytic Leukimia • Pendekatan lainnya
konstan (Fc) berasal dr (CLL) merekayasa suatu
manusia. binatang transgenik yg
• Contoh : Rituximab dpt mensekresikan
66% molekulnya antibodi manusia dalam
berasal dr manusia air susu yg dikeluarkan
kanker Limfoma oleh binatang tersebut.
APLIKASI TERAPI DARI ANTIBODI MONOKLONAL
1. Induksi imunisasi pasif
2. Diagnostik imaging
[Link] molekular
[Link] terapi obat (untuk live-saving drug)
[Link] penghantaran obat (Drug delivery system/DDS)
[Link] dan atau purifikasi obat baru
[Link] kanker
Berikut adalah contoh MAb yang telah diproduksi secara masal:7
[Link], Humira 2002 manusia inhibisi dari TNF-α signaling Beberapa gangguan
auto-imun
[Link], Campath 2001 manusiawi CD52 Leukemia limfositik kronis
[Link], Simulect 1998 chimeric IL-2Rα reseptor (CD25), Penolakan transplantasi
[Link], Avastin 2004 manusiawi Vascular endothelial growth factor (VEGF)
Kanker kolorektal
[Link], Erbitux 2004 chimeric faktor pertumbuhan epidermal reseptor Kanker
kolorektal, kanker Kepala dan leher
[Link] pegol, Cimzia 2008 manusiawi signaling inhibisi dari TNF-α signaling
Crohn
(+) (-)
Lebih spesifik (antibodi dg 1 jenis antigen
binding site) Kelebihan dan
Relatif lebih lama (memerlukan ketekunan) &
mahal
kekurangan antibodi
Dapat digunakan langsung dr cairan acites
monoklonal
Harus melalui proses pemurnian (purifikasi)
karena tercampur dg antibodi jenis lain
Utk teknik imunokimia lebih baik hasilnya Hewan uji yg digunakan terbatas
Antibodi poliklonal
Antibodi Poliklonal :
Kumpulan antibodi terhadap suatu antigen secara spesifik yang dapat
mengenali lebih dari satu epitop antigen tersebut
● Produksi Antibodi poliklonal : usaha utk
menghasilkan antibodi dari respon antigen (lebih
dari 1 epitop) secara keseluruhan dengan
menggunakan hewan uji (jenis hewan uji bervariasi)
● Produksi dalam skala besar dapat diperoleh dari
pengambilan serum darah secara periodik
Organisme yang dapat digunakan untuk Produksi antibodi poliklonal
Cara Produksi Antibodi
Poliklonal
Kelebihan dan kekurangan antibodi poliklonal
(+) (-)
Relatif lebih mudah, cepat dan murah Kurang spesifik (antibodi dg berbagai
jenis antigen binding site)
Hewan uji yg digunakan jenis bervariasi Utk teknik imunokimia sering timbul reaksi
(ayam, mencit, tikus, kelinci, kambing, silang (cross-reaction)
kuda)
contoh
antibodi
poliklonal
Studi Antibodi Poliklonal Anti-TBC dan Potensinya sebagai Rapid Test Kit
Pendeteksi TBC
Dilakukan pemberian 3 perlakuan berbeda pada Kelompok tanpa perlakuan sebagai kontrol,
Kelompok yang diberi isolat protein dari serum penderita TB Paru dengan sputum BTA (+)
sebagai kelompok 1 dan Kelompok yang diberi perlakuan dengan diberi isolat protein dari serum
penderita TBParu dengan sputum BTA (-) sebagai kelompok 2. Dari hasil uji elektroforesis sampel
protein serum penderita TB Paru dengan BTA (+) dan protein dari serum penderita TB Paru
dengan BTA (-), didapatkan protein spesifik dengan berat molekul 39 kDa. Dari hasil uji
easternbloting protein serum 1 berasal dari penderita TB Paru dengan BTA (+) dan protein serum
2 berasal dari dari serum penderita TB Paru dengan BTA (-), terjadi reaksi positip antara
antibodipoliklonal (anti 39 kDa) dengan protein serum penderita TB Paru dengan BTA (+), atau
protein dari serum penderita TB Paru dengan BTA (-). Antibodi poliklonal anti TBC pada penelitian
nampaknya cukup sensitip sebagai Rapid tes pendeteksi TBC , namun tidak spesifisitas yang
dibuktikan dengan hasil perhitungan statistik memiliki significansi > 0,0 5, sehingga Antibodi
poliklonal anti TBC pada penelitian ini cukup sensitip, namun tidak spesifik digunakansebagai alat
deteksi MTb.
terima
kasih