0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan15 halaman

Teknik Antarmuka Elektronik dan Fungsinya

Teknik antarmuka digunakan untuk menghubungkan sistem digital atau analog dengan sistem lain. Antarmuka berfungsi sebagai penghubung dan penggerak. Contohnya adalah penggunaan transistor sebagai saklar untuk menghubungkan keluaran sistem kontrol digital dengan beban seperti motor.

Diunggah oleh

HarMeter ABJM
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan15 halaman

Teknik Antarmuka Elektronik dan Fungsinya

Teknik antarmuka digunakan untuk menghubungkan sistem digital atau analog dengan sistem lain. Antarmuka berfungsi sebagai penghubung dan penggerak. Contohnya adalah penggunaan transistor sebagai saklar untuk menghubungkan keluaran sistem kontrol digital dengan beban seperti motor.

Diunggah oleh

HarMeter ABJM
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TEKNIK ANTARMUKA

DEFINISI
• Rangkaian antarmuka/interface elektronik adalah suatu rangkaian yang
menghubungkan antara keluaran (output) dari suatu sistem digital atau
analog dengan suatu masukan (input) dari suatu sistem digital atau analog
yang lain berikutnya.
• Sistem yang lain berikutnya adalah bila sistem alat tersebut sebagai
keluaran dan merupakan beban yang dikendalikan, dan membutuhkan
konsumsi daya atau arus yang lebih besar dari sistem rangkaian sebelumnya
Output
Input Rangkaian
Rangkaian
Kontrol Beban (biasanya
Interface dan
(Digital, µC, ANALOG)
Driver
µP
FUNGSI
Interfacing berfungsi sebagai:
• Penghubung/perantara,
• Pendorong/penggerak (driver).
Akan tetapi jika sistem alat yang lain berikutnya hanya sebagai keluaran dan
bukan merupakan beban yang membutuhkan arus yang lebih besar/daya yang
besar dari sistem rangkaian sebelumnya, maka fungsi rangkaian
interface hanya sebagai penghubung/perantara, yaitu menyesuaikan fungsi
keluaran sistem rangkaian sebelumnya dengan sistem rangkaian berikutnya
CONTOH SISTEM INTERFACE TRANSISTOR SEBAGAI SAKLAR PADA
PENGGABUNGAN RANGKAIAN KONTROL DIGITAL DG OUTPUT TTL

• Suatu rangkaian kontrol digital sederhana


pada output TTL compatible digunakan
gerbang pembalik atau NOT sistem open
collector “OC”, tegangan output waktu “high”
maksimum 5V TTL, dengan kemampuan arus
dari sistem digital hanya 20 mA, dan tegangan
waktu “low” adalah ekstrim 0 V
REPRESENTASI RANGKAIAN SISTEM KONTROL SEDERHANA

• Bila komponen utama untuk penggerak Motor


DC 12V/1A disediakan Relay 12V/ dengan
resistansi lilitan 300Ω. Maka rangkaian
interface untuk penggerak Motor DC 12V/
1A, adalah dengan menggunakan komponen
tambahan: transistor NPN dengan arus
Collector maksimum ( IC maksimum) adalah
transistor tersebut pada Collector-nya mampu
dibebani liltan Relay hingga dapat bekerja
normal, yaitu IC saat kerja sekitar:
(12V/300Ω) = 40mA.
REPRESENTASI RANGKAIAN SISTEM KONTROL SEDERHANA

• Berarti IC maksimum dari transistor yang


digunakan harus dicari yang lebih besar dari
nilai 40mA. Karena sistem output kontrol
digital diberikan gerbang NOT open collector
(NOT-gate sistem OC), maka pada gambar
blok yang bertanda tanya (question
mark) harus diberikan tahanan “pull-
up” agar gerbang NOT bekerja sempurna
sesuai dengan fungsi gerbang NOT.
REALISASI INTERFACE DIGITAL MENGGUNAKAN
TRANSISTOR 
• Jika suatu rangkaian kontrol digital
sederhana pada output TTL
compatible digunakan gerbang
pembalik atau NOT sistem open
collector “OC” (seperti gambar berikut
), tegangan output
waktu “high” maksimum 5V TTL,
dengan kemampuan arus dari sistem
digital hanya 20 mA, dan tegangan
waktu “low” adalah ekstrim 0 V
REALISASI INTERFACE DIGITAL MENGGUNAKAN
TRANSISTOR 
• Bila komponen utama untuk penggerak
Motor DC 12V/1A disediakan Relay 12V/
dengan resistansi lilitan 300Ω. Maka
rangkaian interface untuk penggerak Motor
DC 12V/ 1A, adalah dengan menggunakan
komponen tambahan: transistor NPN
dengan arus Collector maksimum
( IC maksimum) adalah transistor tersebut
pada Collector-nya mampu dibebani liltan
Relay hingga dapat bekerja normal, yaitu
IC saat kerja sekitar: (12V/300Ω) = 40mA.
REALISASI INTERFACE DIGITAL MENGGUNAKAN
TRANSISTOR 
• Berarti IC maksimum dari transistor yang
digunakan harus dicari yang lebih besar dari
nilai 40mA. Dari pengalaman nilai
nominalnya kurang lebih sekitar 2 (dua) kali
dari arus saat kerja (yaitu sekitar 100mA).
Karena sistem output kontrol digital
diberikan gerbang NOT open collector (NOT-
gate sistem OC), maka pada gambar blok
yang bertanda tanya (question mark) harus
diberikan tahanan “pull-up” agar
gerbang NOT bekerja sempurna sesuai
dengan fungsi gerbang NOT.
• Karena, tegangan lilitan relay (VRL) =12V, dan resistansi lilitan relay (RRL)=
300Ω, maka arus kerja relay dihitung sama dengan arus collektor saat
transistor kerja ( arus collector riil, karena lilitan relay dihubungkan pada
kolektor transistor). Secara hitungan sederhana, arus pada lilitan relay agar
relay dapat bekerja Jika transistor NPN ditentukan/dipilih hFE=B=50,
dengan bahan Silikon (VBE=0,7V), makadapat ditentukan dengan persamaan
berikut:
• Setiap beban yang bersifat induktif, bila dihubungkan dengan Transistor sebagai
penggerak (driver) dari system  interface, maka harus dipasang dengan diode
reverse terhadap tengangan sumber, untuk mengamankan rangkaian driver interface
transistor terhadap ggl (gaya gerak listrik) induksi balik yang berupa
tegangan “spike” induktip (UL) yang sangat tinggi, yang biasanya
melebihi VCE maksimum dari transistor sebagai driver-nya. sebesar:
INTERFACE DIGITAL MENGGUNAKAN IC TTL
COMPATIBLE
INTERFACE DIGITAL MENGGUNAKAN IC TTL
COMPATIBLE
• Saat ini telah banyak diciptan komponen elektronik sebagai interface
driver dari output rangkaian digital yang compatible terhadap tegangan TTL,
seperti IC interface dan driver  dengan system TTL compatible input, yaitu 
serie ULN 2803, ULN2004, ULN2003 dan lain-lainya. IC ULN2803 ini
selain TTL compatible input, output didesain system open collector, sehingga
sangat cocok untuk beban dengan tegangan yang lebih besar dari rangkaian
kontrol digital-nya, yang dalam prakteknya bisa digunakan menggerakkan beban
dengan tegangan dan arus  sampai sekitar 24VDC, 0,5 Ampere untuk masing-masing
gerbang. Berikut gambar simulasi interface dengan TTL compatible input dari IC Counter
74LS93 sebagai control penggerak Motor DC 24V.
PENGEMBANGAN RANGKAIAN INTERFACE
DIGITAL
• Rangkaian counter digital
diaplikasikan untuk mengontrol
operasi kerjanya Motor DC 12V
dengan indicator LED. Misalkan
dalam kasus ini Motor DC dan LED
sebagai indicator akan ON mulai dari
angka 5 sampai dengan angka 7,
sedangkan penghitung menghitung
sampai dengan 9.
• Dari rangkaian di atas dapat dijelaskan bahwa, blok system
control dikerjakan oleh counter 74LS90, interface display 7-
segment adalah IC74LS47, sedangkan interface dan decoder dari
Motor DC dan indicator LED adalag gerbang dasar NOT, AND
dan OR, serta transistor sebagai driver.

Anda mungkin juga menyukai