0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
74 tayangan15 halaman

Penanganan Perilaku Masalah Anak

ABA merupakan pendekatan ilmiah untuk meningkatkan perilaku yang sesuai dan mengurangi perilaku yang tidak diinginkan dengan memahami fungsi dari perilaku tersebut. Perilaku dapat terjadi karena berbagai faktor seperti perhatian, keinginan akan benda, penghindaran, atau pemicu otomatis. Penanganan masalah perilaku meliputi menghindari memberikan fungsi dari perilaku, memberikan penguatan ketika perilaku baik, serta melatih cara berperilaku
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
74 tayangan15 halaman

Penanganan Perilaku Masalah Anak

ABA merupakan pendekatan ilmiah untuk meningkatkan perilaku yang sesuai dan mengurangi perilaku yang tidak diinginkan dengan memahami fungsi dari perilaku tersebut. Perilaku dapat terjadi karena berbagai faktor seperti perhatian, keinginan akan benda, penghindaran, atau pemicu otomatis. Penanganan masalah perilaku meliputi menghindari memberikan fungsi dari perilaku, memberikan penguatan ketika perilaku baik, serta melatih cara berperilaku
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROBLEM

BEHAVIOR
Konsep dasar ABA
◦ Applied Behavior Analysis adalah sains dimana prinsip dari analisa perilaku di implementasikan secara
sistematis untuk meningkatkan perilaku yang sesuai dengan lingkungan
◦ Tujuan:
◦ Meningkatkan perilaku yang diinginkan
◦ Menurunkan perilaku yang tidak diinginkan
MENGAPA PERILAKU TERJADI? (FUNGSI DARI
PERILAKU)

◦ • Mendapatkan perhatian atau ̀Attention


Anak di kelas rewel karena ingin dapat perhatian dari guru
◦ • Mendapatkan sesuatu atau ̀Tangible
Anak di toko mainan menangis untuk mendapatkan mainan
◦ • Menghindari sesuatu atau Avoidance/Escape
Anak nakal dikelas – time out
◦ • Perilaku otomatis atau Automatic Reinforcement
Kaki bergoyang, stimming dalam autis
Ada dua factor
◦ Faktor biologis contoh sakit
◦ Faktor lingkungan
PENANGANAN PROBLEM BEHAVIOR

1. Jangan memberikan fungsi nya, fungsi komunikasi behavior nya tidak diberikan.
2. Problem behavior meningkat, contoh tantrum karna ingin membeli mainan, tidak diberikan fungsi
tantrum pada anak, lalu anak langsung meledak dan tetap tidak diberikan fungsinya, behave anak akan
turun, namun tetap dengan memberikan penanganan yang baik, contoh, cara meminta yang baik dan benar.
3. Spontaneus Recovery, jika behavior anak turun dan suatu saat behavior anak meningkat kembali tidak
perlu kaget tetap lihat fungsinya, dan tidak memberikan fungsinya.
CONTOH KUESIONER
CONTOH KASUS

◦ Anak melakukan tantrum karena ingin perhatian dari orang lain – fungsi atensi
◦ Jika tidak berbahaya, abaikan
◦ Jika berbahaya, katakan stop dengan nada datar, muka tanpa emosi, tahan tangan atau kaki (jika
memukul atau menendang). Tidak perlu marah, karena bisa jadi marah merupakan bentuk perhatian buat
anak.
◦ Karena anak ingin mendapatkan perhatian, berikan perhatian/pujian secara berkala saat dia baik, misal
setiap 5 menit, 15 menit, dll
◦ Ajari anak untuk mendapatkan perhatian dengan cara yang baik
◦ Perdalam pengertian anak bahwa tindakan mereka tidak benar dalam buku cerita (social story)
CONSEQUENCES: REINFORCEMENT & PUNISHMENT

◦ rainforcement: perubahan di lingkungan yang terjadi setelah perilaku dan meningkatkan probabilitas
perilaku itu berulang di masa depan
Contoh: Jika PR selesai, anak boleh nonton TV, jika karyawan kerja baik perusahaan memberikan bonus
◦ Punishment: perubahan di lingkungan yang terjadi setelah perilaku dan menurunkan probabilitas
perilaku itu berulang di masa depan.
Contoh: time out, positive correction.
◦ Sebaiknya dihindari menimbulkan ketidaknyamanan, menyebabkan emosi, memberikan contoh yg tidak
baik, di Amerika harus ijin yang berkepentingan setelah reinforcement dicoba dan tidak berhasil
REINFORCER

◦ karena keterbatasan bahasa dan sosial, anak ASD tidak memiliki keinginan atau kemampuan untuk
belajar dari lingkungan, sehingga perlu dimotivasi dengan reinforcer yang berbentuk langsung, mudah
diakses dan diminta.
◦ Reinforcer yang berbentuk dasar: seperti makanan/minuman, secara bertahap akan dikurangi dan
diarahkan menjadi reinforcers yang bersifat natural di lingkungan menggunakan (schedule of
reinforcement)
◦ Reinforcer:
­Makanan, minuman, movie clip, aktivitas dll ­
◦ Token: bears, clicker,
◦ sosial: pujian
PEMBERIAN REINFORCER

◦ Hanya mendapatkan di saat terapi (deprivation)


◦ Ke-segera-an memberikan reinforcer
◦ Ukuran reinforcer, tugas mudah diberi sedikit, tugas sulit diberi lebih banyak
◦ Hubungan antara perilaku (tugas) dan reinforcer – ingat teori ABC
◦ Jadwal pemberian reinforcer. Diawal harus satu jawaban benar, satu reinforcer, kemudian dikurangi
secara perlahan sehingga anak cukup dengan reinforcer alami.
◦ Untuk anak abk biasanya memiliki permasalahan sensory, untuk anak anak autism biasnya terlalu banyak
menerima input sensory yang masuk/ sensory overload yang menyebabkan problem pada behavior nya,
setiapprofile sensory anak berbeda ada seeking dan avoiding, contoh anak suka melihat lampu lampu
yang terang suara suara yang keras, ada juga avoid yang anak dengan avoid ini cenderung menghinari
lampu lampu yang terang, dan tidak suka suara suara yang bising atau keras, kita bisa melatih agar anak
terbiasa dan tidak menghindar.
Tabel sensory anak
Tabel sensory anak
Tabel sensory anak
PROBLEM BEHAVIOR, APAKAH SELESAI?

◦ Problem behavior tidak akan pernah selesai. Yang penting adalah bagaimana kita memahami memahami
sensori anak dan observasi fungsi behavior tersebut sehingga kita bisa menanggulangi problem behavior
yang mungkin muncul di kemudian hari. Jangan lupa, tidak memberikan fungsi behavior, maka problem
behavior pasti akan turun.
◦ Problem behavior tidak selalu berarti masalah, malahan mungkin adalah bentuk suatu proses perkembangan
anak.
◦ ­Anak autisme yang tadinya diam, pasrah, kemudian tiba-tiba timbul problem behavior seperti emosional,
tantrum atau mukul, dll. Terlihat seperti masalah, tetapi kalau ditelaah lagi sebetulnya ini adalah bentuk
proses perkembangan baru bahwa dia paham dia bisa meminta barang, memiliki kesadaran akan
lingkungan luar, tetapi mungkin belum mahir menggunakan bahasanya. Konsisten dalam penanganan
problem behavior
◦ ­Jika anak menangis karena tidak meminta barang atau atensi, ajarkan cara meminta barang atau atensi saat
dia baik, dll
REFERENSI
American Psychiatric Association (May, 2018). About DSM-V. Retrieved from
[Link]
Autism spectrum disorder. (May, 2018). Retrieved from
[Link]
Barbera, M. L. (2007). The verbal behavior approach: how to teach children with
autism and related disorders (1st ed.). Jessica Kingsley Publishers.
Barbera, M. L. (2017). Autism ABA Help. Online Program. Retrieved from
[Link] (members only).
Bertagnole, W. (2017). Sensory Solution Training Series. Special Learning Webcast
Training Series (2016).
Volkmar, F.R. & Wiesner, L.A. (2009). A practical guide to autism. Hoboken, NJ: John
Wiley & Sons, Inc.

Anda mungkin juga menyukai