Casing Desi
g n
Maximum Lo
a d
Metoda Maximum Load
Casing Design
0 Secara garis besar rangkaian casing yang direncanakan untuk
dipasang pada suatu sumur harus memenuhi delapan persyaratan
utama, yaitu :
1. Mampu menahan beban burst
2. Mampu menahan beban collapse
3. Mampu menahan + beban tension
4. Mampu menahan beban tension yang ditimbulkan oleh deviasi lubang bor
5. Tidak ada kebocoran pada sambungan-sambungan casing
6. Mampu menahan beban compression
7. Mampu menahan beban puntiran (torsi)
8. Tidak mudah terkena korosi dan kerapuhan
Metoda Maximum Load Casing Design
0 Langkah pertama dalam desain casing adalah penentuan jenis kondisi yang dapat
membuat masing-masing beban mencapai harga terbesar serta penentuan distribusi
beban tersebut terhadap kedalaman. Dengan membuat masing-masing beban
mencapai harga terbesar, maka akan diperoleh rangkaian casing paling kuat.
0 Pada metoda maximum load, penentuan jenis kondisi dilakukan berdasarkan kondisi
terburuk yang dialami oleh rangkaian casing. Kondisi-kondisi tersebut adalah:
0 Beban burst maksimal terjadi pada saat sumur mengalami kick
0 Beban collapse maksimal terjadi pada saat sumur mengalami lost circulation
0 Pada metoda maximum load, burst merupakan kriteria pertama dalam menentukan
pemilihan casing. Hasil sementara perencanaan ini kemudian diuji mengikuti urutan
terhadap beban collapse, tension dan terakhir beban biaksial.
0 Apabila pada salah satu langkah pengujian dari tiga beban diatas terdapat beban
yang tidak terpenuhi maka desain harus diulang dari beban burst dan selanjutnya
kembali seperti langkah semula diuji terhadap beban collapse, tension dan beban
biaksial hingga terpenuhi semuanya.
Surface Casing (beban Burst)
Beban burst untuk surface
casing ditimbulkan oleh kolom
gas yang mengisi seluruh
panjang casing. Batasan
tekanan maksimum pada kaki
casing sebesar tekanan injeksi.
Keterangan:
A : tekanan dalam casing
B : tekanan luar casing
C : resultan beban burst
D : desain beban burst
Surface Casing (beban Burst)
Pada kaki casing
0 Dengan menganggap gradien
0 IP = 0.052 (Gfr + SF) D
hidrostatik gas = 0.115 psi/ft
0 IP = 0.052 (Gfr + 1) Ls maka tekanan gas di
dengan, permukaan adalah tekanan
0 IP = tekanan injeksi (psi) injeksi dikurangi tekanan
0 Gfr = gradien tekanan rekah hidrostatik gas.
(ppg) 0 Di Permukaan
0 SF = safety factor (ppg)
0 D = kedalaman (ft)
0 Ls = panjang surface casing
(ft)
Surface Casing (beban Burst)
Pada kenyataannya casing juga mendapat tekanan dari luar
yang sifatnya membantu casing untuk menahan beban burst.
Pada metoda maksimum load beranggapan bahwa tekanan di
luar casing minimal sebesar tekanan hidrostatik kolom air asin.
Jadi :
Pe = 0.465 Ls
dengan,
Pe = tekanan di luar casing (psi)
= densitas fluida (ppg)
Surface Casing (beban Collapse)
Pada surface casing umumnya
penyemenan dilakukan sampai ke
permukaan. Tinggi kolom semen
ini memberikan beban collapse
pada casing yang besarnya sama
dengan tekanan hidrostatik
semen. Karena kedalaman surface
casing relatif dangkal, lost
circulation yang terjadi dapat
memungkinkan kolom lumpur
turun hingga di bawah kaki casing.
Keterangan:
A : tekanan luar casing
B : desain beban collapse
Intermediate Casing (beban Burst)
Beban burst di
dalam intermediate
casing dibentuk
oleh dua macam
fluida yaitu lumpur
terberat yang akan
digunakan dan gas.
Keterangan:
A : tekanan dalam casing
B : tekanan luar casing
C : resultan beban burst
D : desain beban burst
Intermediate Casing (beban Burst)
Pada surface Dengan kedua batasan
0 Ps = P_BOP
tekanan maksimum tersebut
Pada kaki casing akan ditentukan berapa tinggi
0 IP = 0.052 (Gfr + SF) D
kolom masing-masing fluida
0 IP = 0.052 (Gfr + 1) Li
sehingga memberikan beban
dengan, burst terbesar.
0 IP = tekanan injeksi (psi)
0 Hm + Hg = Li
0 Gfr = gradien tekanan rekah (ppg)
0 SF = safety factor (ppg) 0 IP = Ps + Pm + Pg
0 D = kedalaman (ft)
0 Li = panjang intermediate casing
(ft)
Intermediate Casing (beban Burst)
Pada kenyataannya casing juga mendapat tekanan dari luar
yang sifatnya membantu casing untuk menahan beban burst.
Pada metoda maksimum load beranggapan bahwa tekanan di
luar casing minimal sebesar tekanan hidrostatik kolom air asin.
Jadi :
Pe = 0.465 Ls
dengan,
Pe = tekanan di luar casing (psi)
= densitas fluida (ppg)
Intermediate Casing (beban Collapse)
Beban collapse pada
intermediate casing
terdiri atas tekanan
hidrostatic lumpur saat
casing dipasang dan
tekanan hidrostatik
semen.
Keterangan:
A : tekanan luar casing
B : desain beban collapse
Intermediate Casing (beban Collapse)
Pada interval kedalaman lubang
yang belum dicasing dapat
dipahami bahwa tekanan formasi
terkecil akan berada tepat di
bawah kaki casing. Sehingga
kolom lumpur terberat dalam
casing akan turun sampai terdapat
kesetimbangan antara tekanan
hidrostatik lumpur dengan
tekanan formasi di kaki casing.
Dengan demikian hal ini akan
memberikan tinggi kolom lumpur
tersisa (Lm2) di dalam casing yang
paling kecil.
P3 = 0.465 D2
Production Casing (beban Burst)
Kondisi terburuk untuk burst terjadi
apabila terdapat kebocoran pada pipa
tubing dekat permukaan dan
mengakibatkan fluida produksi, dalam
kasus ini diambil gas, masuk ke dalam
packer fluid. Dengan mengabaikan
kehilangan tekanan di sepanjang tubing
maka tekanan gas tersebut pada packer
fluid di permukaan sama dengan
tekanan dasar sumur
Ps = BHP
Keterangan:
A : tekanan dalam casing
B : tekanan luar casing
C : resultan beban burst
D : desain beban burst
Production Casing (beban Burst)
Pada kenyataannya casing juga mendapat tekanan dari luar
yang sifatnya membantu casing untuk menahan beban burst.
Pada metoda maksimum load beranggapan bahwa tekanan di
luar casing minimal sebesar tekanan hidrostatik kolom air asin.
Jadi :
Pe = 0.465 Ls
dengan,
Pe = tekanan di luar casing (psi)
= densitas fluida (ppg)
Production Casing (beban Collapse)
Seperti pada inetermediate casing
maka beban collapse pada
production casing juga terdiri atas
tekanan hidrostatik lumpur saat
casing dipasang dan tekanan
hidrostatik semen di anulus.
Kondisi terburuk terjadi apabila
penyekat di dasar sumur bocor
sehingga seluruh kolom packer
fluid menghilang/lost. Dengan
demikian casing menahan beban
collapse tanpa mendapat bantuan
tekanan dari dalam
Keterangan:
A : tekanan luar casing; B : desain beban collapse
Perencanaan surface casing
Diketahui
Diameter casing (OD) : 13.375 in
Panjang casing : 3,000 ft (MD)
Panjang minimum tiap seksi : 1,000 ft
Gradient tekanan rekah pada kaki casing : 14 ppg
Semen 0 – 2,000 ft : 11.7 ppg
2,000 – 3,000 ft : 15.6 ppg
Minimum drift diameter : 12.25 in
Densitas Lumpur saat casing dipasang : 11 ppg
Design factor burst/collapse : 1.1
Tension : 1.6
Temperature : 1200 F
Z : 0.9