0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan20 halaman

Paradigma Teknik dan Pembangunan Wilayah

Ada dua paradigma utama dalam AMDAL yaitu paradigma teknis dan paradigma pembangunan masyarakat. Paradigma teknis lebih menekankan pendekatan ilmiah sedangkan paradigma pembangunan masyarakat lebih menitikberatkan pada partisipasi masyarakat. Kedua paradigma memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga diperlukan pendekatan kombinasi antara keduanya dalam pelaksanaan AMDAL.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan20 halaman

Paradigma Teknik dan Pembangunan Wilayah

Ada dua paradigma utama dalam AMDAL yaitu paradigma teknis dan paradigma pembangunan masyarakat. Paradigma teknis lebih menekankan pendekatan ilmiah sedangkan paradigma pembangunan masyarakat lebih menitikberatkan pada partisipasi masyarakat. Kedua paradigma memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga diperlukan pendekatan kombinasi antara keduanya dalam pelaksanaan AMDAL.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PARADIGMA AMDAL

OLEH
PURWOWIBOWO, MSI
ADA DUA PARADIGMA AMDAL

1. Paradigma Teknik
2. Paradigma Pembangunan Masyarakat
Paradigma Teknik

 Paradigma teknis menekankan metode


ilmiah sebagai cara untuk menyajikan
informasi kepada pengambil keputusan.
Paradigma Pembangunan
Masyarakat

 Paradigma ini menekankan bahwa


keputusan yang baik dan benar adalah
suatu keputusan transparan dan terbuka
Paradigma Teknik

 Keputusan yang baik adalah suatu


keputusan yang rasional
 Inputnya dari sumber yang obyektif,
ilmiah, bebas nilai, dan kuantitatif
 Analisisnya kompleks, yang merupakan
aplikasi dari metode penelitian sosial
 Refleksi dari positivisme (ilmu sosial
sebagai mana ilmu alam)
Paradigma Teknik

 Sebagai proses teknis, setiap situasi


sosial mempunyai basis dinamika
struktural dan membentuk kehidupan
rasional
 Amdal menyajikan informasi ilmiah
 Paradigma ini mengutamakan proses
dan produk ilmiah
 Informasi baik, keputusan juga baik
Paradigma Pembangunan
Masyarakat
 Paradigma ini kuncinya pada nilai, etika,
dan keadilan
 Titik beratnya pada kebutuhan sikap,
kepercayaan, dan nilai warga
masyarakat yang terkena dampak
 Peran masyarakat sangat penting
 Fungsi amdal untuk memobilisasi
partisipasi masyarakat
Paradigma Pembangunan
Masyarakat

 Paradigma ini tidak memerlukan analisis


ilmiah yang canggih, karena lebih
memerlukan ketrampilan organisatoris,
komunikasi, dan kemampuan
memahami sikap, kepercayaan, dan nilai
warga masyarakat yang terkena dampak
Paradigma Pembangunan
Masyarakat
 Tujuan paradigma ini untuk mencapai
proses yang adil dalam memberi
kesempatan kepada masyarakat untuk
terlibat di dalam menentukan
pembangunan
 Paradigma ini menekankan dinamika
yang tumbuh di dalam masyarakat
Kritik Terhadap Paradigma
Teknis
 Tidak semua informasi yang baik
menghasilkan keputusan yang baik
 Penyajian informasi ilmiah terkadang
menyulitkan
 Informasi yang melimpah akan menjadi
kecil kegunaannya
 Model teknis tidak bertanggung jawab
terhadap masalah sosial
Kritik Terhadap Paradigma
Teknis
 Model teknis yang dipentingkan hanya
ekonomis, dampak lain diabaikan
 Model teknis tidak memperhatikan aspek
sosial secara komprehensif
 Model teknis tidak memenuhi tuntutan
amdal secara luas
 Langka makna
 Hanya science (ilmiah saja)
Penganut Paradigma Teknis

 Model pem masyarakat tidak memiliki


basis dalam pengambilan keputusan
 Mpm tidak memperhatikan prosedur
ilmiah
 MPM gagal mengakumulasi informasi
secara sistematis
 Perlu teknis untuk mengukur akurasi
dampak yang terjadi
Perbedaan Keduanya

 Teknis titik beratnya pada hasil


 PPM titik beratnya pada proses
 Taknis, teori positivisme
 PPM, teori kritis
 Teknis, bukti ilmiah penting
 PPM, pemahaman gejala dan nilai
Perbedaan Keduanya

 Teknis, para ahli dominan


 PPM, masyarakat dominan
 Teknis, teknologi tinggi untuk menanggulangi
masalah
 PPM, teknologi tepat guna
 Teknis, motivasi ilmiah
 PPM, alternatif dan strategi sos-bud
 Teknis, fokusnya metode
 PPM, fokusnya konteks sosial budaya, sejarah
Paradigma Kombinasi

 Pada paradigma teknis si pemrakarsa


proyek, konsultan, dan para ahli yang
terlibat sebagai sumber informasi.
 Informasinya berupa simbol
 Jenis informasinya ilmiah dan teknis
 Wujudnya dalam bentuk pernyataan
secara formal yang dikomunikasikan.
Paradigma Kombinasi

 Pada Paradigma Pembangunan


Masyarakat informasinya langsung dari
sumbernya yakni masyarakat
 Tidak secara formal dapat dimodifikasi
 Tidak mudah diverifikasi
 Meskipun detail sulit digeneralisir
 Sumber, penduduk lokal dan pihak yang
berkopeten.
Paradigma Kombinasi

 Pendekatan teknis dapat membantu


PPM:
 PPM memerlukan informasi kualitas tinggi,
hal ini dari paradigma teknis
 PT dapat menjadi embrio munculnya PPM
 PT memerlukan perencanaan lokal, dan itu
dilakukan PPM
 Keduanya saling melengkapi
 PT lebih cocok diterapkan pada tahap awal
Paradigma Kombinasi

 PPM cocok untuk analisis dan evaluasi


 Studi ilmiah dan obyektif dapat
menyajikan informasi sebagai basis
penyusunan input
 Informasi dari masyarakat untuk analisis
dan evaluasi dampak
Dominasi PT atas PPM

 Banyak negara maju menggunakan PT,


dampak fisik lebih utama daripada
dampak sosial
 Jika dilihat hanya nafas sosialnya
AMDAL kurang bermutu
 Amdal seringkali mengabaikan
konsultasi dengan masyarakat
 PT lebih mementingkan hal yang bersifat
ekonomis
Langkanya PPM

 PT datanya kuantitatif
 Kuantifikasi lebih ilmiah
 Data eksak lebih mudah dipahami
 Data kualitatif sulit diidentifikasikan
 PPM banyak menggunakan waktu,
biaya, tenaga, dan sulit menemukan
solusi

Anda mungkin juga menyukai