0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan21 halaman

Penetas Telur Otomatis Arduino UNO

1. Alat ini dirancang untuk menetaskan telur secara otomatis menggunakan Arduino Uno untuk mengontrol suhu dan kelembaban. 2. Alat ini dapat mendeteksi telur yang telah menetas melalui sensor PIR dan memberikan notifikasi lewat bunyi buzzer. 3. Alat ini dirancang untuk memudahkan peternak dalam menetaskan telur secara masal dan efisien.

Diunggah oleh

Fox Orfoxt
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan21 halaman

Penetas Telur Otomatis Arduino UNO

1. Alat ini dirancang untuk menetaskan telur secara otomatis menggunakan Arduino Uno untuk mengontrol suhu dan kelembaban. 2. Alat ini dapat mendeteksi telur yang telah menetas melalui sensor PIR dan memberikan notifikasi lewat bunyi buzzer. 3. Alat ini dirancang untuk memudahkan peternak dalam menetaskan telur secara masal dan efisien.

Diunggah oleh

Fox Orfoxt
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RANCANG BANGUN PENETASAN

TELUR OTOMATIS
MENGGUNAKAN ARDUINO UNO
SYAIFUL MUKHLIS
1812000110
LATAR BELAKANG PERMASALAHAN

Peternak ayam sering menemukan masalah tentang bagaimana menetaskan


telur ayam dalam jumlah yang banyak, dikarenakan kemampuan induk ayam
dalam mengerami telurnya terbatas yaitu 10 butir telur setiap induk ayam.
Untuk menggantikan induk ayam dalam menetaskan telurnya maka, dibuatlah
penetas telur ayam berbasis Arduino UNO.
Penetas telur berbasis Arduino UNO adalah alat yang digunakan untuk menetaskan
telur unggas seperti ayam dan sejenisnya, dengan pengaturan suhu menggunakan
Arduino UNO sebagai pusat kendalinya, sensor DHT11 sebagai sensor suhu, LCD
sebagai penampilannya, Pemanas 220V (heater), dan Lampu. Arduino UNO ini
mempunyai input berupa sensor suhu, sensor ini akan mendeteksi 2 suhu yang berada
dalam inkubator dan menampilkannya pada LCD. Inkubator telur ini menggunakan
sebuah pemanas bertegangan 220V AC yang berfungsi pemanas ruangan dengan cara
kerja mengeluarkan panas pada ruang inkubator dan sebuah lampu yang berfungsi
sebagai penerangan, sehingga Inkubator akan bekerja secara otomatis.
RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana mengendalikan pemanas dari Heater 220V pada inkubator?


2. Bagaimana membuat sistem penetas telur ayam berbasis Arduino?
3. Bagaimana memutar rak telur menggunakan motor DC sesuai dengan
jadwal yang telah diprogram?
4. Bagaimana merancang sebuah mesin penetas telur yang mendeteksi telur
yang sudah menetas?
TUJUAN PENELITIAN

1. Untuk mengendalikan pemanas (heater 220V) pada inkubator.


2. Untuk membuat sistem penetas telur ayam berbasis arduino.
3. Untuk dapat memutar rak telur menggunakan motor DC sesuai dengan
jadwal yang telah diprogram.
MANFAAT PENELITIAN

1. Untuk tepat waktu dalam memantau penetasan telur.


2. Menjaga suhu, kelembaban pada ruang inkubator agar proses penetasan
telur baik.
3. Untuk meningkatkan produksi ayam di industri rumahan
KELENGKAPAN DALAM PERANCANGAN
ALAT
• ARDUINO UNO
• SENSOR DHT11
• LCD (LIQUID CRYSTAL DISPLAY)
• SENSOR PIR (PASSIVE INFRA RED)
• MODULE BLUETOOTH HC-05
• MOTOR SINKRON
• MODUL RELAY
• HEATER
DESAIN SISTEM

Blok Diagram
Blok Diagram adalah alur kerja sistem secara sederhana yang bertujuan untuk
menerangkan cara kerja sistem tersebut secara garis besar berupa gambar
dengan tujuan agar lebih mudah dimengerti dan dipahami.
Gambar blok diagram alat penetasan telur otomatis adalah sebagai berikut:
LCD
Module Bluetooth
HC-05
Relay modul

Sensor PIR Arduino Uno


Motor Sinkron AC
(Passive Infra Red) ATmega328

Lampu

Sensor DHT11
Pemanas

Catu Daya
RANCANGAN PERANGKAT LUNAK

Flowchart
Flowchart atau alur adalah diagram yang menampilkan langkah-langkah dan
keputusan untuk melakukan sebuah proses dari suatu program. Setiap langkah
digambarkan dalam bentuk diagram dan dihubungkan dengan garis atau arah
panah.

Gambar flowchart alat penetasan telur otomatis adalah sebagai berikut:


PENGUJIAN KESELURUHAN ALAT

Pada proses pengujian keseluruhan alat ini, seluruh komponen dihubungkan


pada Arduino. Sensor DHT11 akan membaca kondisi suhu dan kelembaban
pada mesin. Pemanas akan menyala jika suhu mesin di bawah ketentuan,
sedangkan kipas akan menyala jika kelembaban pada mesin di bawah
ketentuan.
Tampak Luar Tampak Dalam
CARA KERJA ALAT

• Masukkan kabel power ke sumber listrik.


• Setelah di hidupkan tunggu beberapa saat untuk alat mengecek seluruh
komponen yang berada di dalam alat.
• Tekan tombol power untuk memulai alat ini bekerja.
• Sampai waktu yang ditentukan maka otomatis alat akan mati.
SKENARIO PENGUJIAN

Pengujian alat penetasan telur otomatis berbasis Arduino Uno untuk memudahkan
peternak unggas untuk menetaskan telur dengan efisien dan dalam waktu yang
telah ditentukan. Uji coba terhadap sistem bertujuan untuk memastikan bahwa
sistem sudah berada pada kondisi siap pakai. yang digunakan untuk melakukan
pengujian ini yaitu dengan menggunakan Blackbox Testing atau biasanya disebut
dengan pengujian untuk menguji perangkat lunak tanpa memperlihatkan kode atau
program.
Berikut adalah blackbox testing:
No Perlakuan Realitas yang diharapkan Hasil

1 Menghidupkan Perangkat menyala Valid


perangkat

2 Mengaktifkan Pemanas hidup dengan baik dan Valid


pemanas menaikkan suhu pada ruangan
inkubator

3 Mengaktifkan kipas Panas menyebar ke seluruh penjuru Valid


inkubator

4 Mengaktifkan Alat terkoneksi ke smartphone Valid


bluetooth pengguna

5 Mengaktifkan motor Rak telur begerak sesuai jadwal Valid


AC

6 Mendeteksi suhu dan Menampilkan suhu dan kelembaban Valid


kelembaban pada LCD 16x2

7 Mendeteksi gerakan Buzzer berbunyi menandakan telur Valid


anak ayam menetas
KELEBIHAN

1. Alat sudah bisa dikoneksikan ke smartphone dengan menggunakan


perangkat bluetooth.
2. Alat sudah dilengkapi dengan sensor PIR yang dapat mendeteksi Gerakan
anak ayam.
KEKURANGAN

1. Belum adanya panduan penggunaan.


2. Belum adanya fitur notifikasi kompleks, hanya buzzer.
3. Biaya yang dikeluarkan dalam menciptakan alat ini masih terbilang mahal.
KESIMPULAN

1. Dengan menggunakan alat penetasan telur otomatis berbasis Arduino ini,


memudahkan peternak ayam dalam menetaskan telur dalam waktu yang
diharapkan.
2. Dengan menggunakan alat penetasan telur otomatis berbasis Arduino ini,
peternak ayam dapat mengetahui jika ada telur yang menetas dengan adanya
sensor PIR yang mendeteksi gerakan dan juga buzzer yang berbunyi jika
adanya gerakan yang terdeteksi oleh sensor PIR yang kemudian dikoneksikan
ke smartphone melalui modul Bluetooth.
SARAN

1. Membuat panduan pengguna untuk pengguna yang masih belum


memahami cara kerja alat.
2. Membuat fitur notifikasi agar informasi baru diketahui peternak tanpa
harus mengecek alat secara langsung.
3. Meningkatkan kapasitas inkubator agar dapat memaksimalkan jumlah
penetasan telur dalam sekali menetas.
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai