0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
535 tayangan20 halaman

Pencemaran Lingkungan oleh PT Pajitex

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
535 tayangan20 halaman

Pencemaran Lingkungan oleh PT Pajitex

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pencemaran Lingkungan

PT Pajitex
Pekalongan
(dari gangguan kesehatan hingga kriminalisasi
warga)

Divara Lailatul Zulfa (042011333003) - Etika Profesi Bisnis Kelas (N)


Kelompok J - No urut 1 - Environment, Social, and Society
Latar Belakang PT Pajitex
PT Panggung Jaya Indah Textile (Pajitex) merupakan
perusahaan yang bergerak di industri sarung tenun.
Perusahaan ini berada di Kota Pekalongan Jawa
Tengah. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1989 ini
memiliki visi dan misi untuk menjadi produsen sarung
tenun yang unggul dalam motif dan warna, serta
melestarikan budaya bangsa.

Sumber:
[Link]
Latar Belakang Masalah
Warga Desa Watusalam, Kecamatan Buaran, Bukannya memperbaiki proses produksi
Kabupaten Pekalongan harus menanggung yang merusak hidup warga, PT Pajitex
dampak pencemaran lingkungan dari aktivitas malah menambah beban warga dengan
produksi PT Panggung Jaya Indah Textile melaporkan dua warga yang terus berjuang
(Pajitex). Berdasarkan catatan Walhi Jateng, keras melindungi lingkungan hidupnya.
aktivitas produksi PT Pajitex yang merupakan
perusahaan tekstil produsen sarung menimbulkan
pencemaran lingkungan. Asap dan debu batu bara
(fly ash) yang keluar dari cerobong perusahaan,
ditambah dengan suara bising mesin, telah
mengotori rumah serta mengancam kesehatan
warga setempat. Warga sekitar PT Pajitex
mengeluhkan gatal-gatal dan ISPA. Selain itu, air
sungai sekitar pemukiman warga ikut terdampak
limbah sehingga berwarna pekat dan berbau
busuk. Bahkan atap rumah warga dilaporkan
rusak dampak dari getaran mesin boiler.
Sumber:
[Link]
/pencemaran-lingkungan-pt-pajitex-pekalongan-dari-gangguan-kese
hatan-hingga-kriminalisasi-warga?page=all
Latar Belakang Masalah
Berkali-kali warga sempat mendatangi pabrik Setelah 1 jam menunggu, pihak operator
untuk melayangkan protes. Tetapi, pihak tidak merespon, warga yang menunggu
manajemen pabrik mengatakan bahwa mesin dengan kondisi panas dan capek, salah
boiler dan cerobong tersebut bersifat sementara satu warga melempar batu bara ke kaca
dan akan direlokasi ke tempat yang lebih jauh. pintu operator mesin boiler. Akibat tindakan
Bertahun-tahun berlalu hingga 2021. Warga tersebut, pihak pabrik melaporkan tiga
berkumpul di depan pabrik dan berencana warga ke pihak kepolisian. Dua warga
menemui pihak manajemen pabrik untuk bernama Muhammad Abdul Afif dan
bermediasi. Namun, diskusi berakhir buntu Kurohman diperiksa sebagai tersangka,
bahkan, responnya sangat buruk. Akibat suasana sedangkan Roma sebagai saksi.
yang kian memanas, warga keluar menuju ruang
operator mesin boiler. Salah satu warga meminta
pihak operator untuk mematikan mesin boiler.
Namun, tindakan tersebut harus memiliki izin
pihak manajemen pabrik sehingga warga harus
Sumber:
menunggu keputusan pihak manajemen.
[Link]
maran-lingkungan-dua-warga-desa-watusalam-ditetapkan-seb
[Link]
Point Rumusan Masalah
Masalah pencemaran Dampak Pembahasan
lingkungan dan masalah yang masalah terkait
kriminalisasi oleh PT terjadi. corporate status.
Pajitex.

Pembahasan masalah Pembahasan masalah Pembahasan masalah


terkait stakeholder : terkait environmental terkait government
ESG. justice. regulation.
Teori Dasar
Corporate Status
Konsep tanggung jawab terbatas berarti bahwa
pemegang saham perusahaan, serta direktur
dan manajer, dilindungi oleh undang-undang
yang menyatakan bahwa tanggung jawab
mereka jika terjadi kegagalan bisnis tidak dapat
melebihi jumlah kepemilikan sahamnya. Status
perusahaan diberikan pada bisnis oleh undang-
undang ketika negara menerbitkan piagam
pendirian bisnis.
Teori Dasar
Sustainability
Mengabaikan keterkaitan antara bisnis dan
lingkungan dapat menimbulkan kecaman publik dan
anggota parlemen yang mendengarkan konstituen,
serta dapat menghancurkan kelangsungan hidup
perusahaan. Sustainability tidak hanya
mempengaruhi lingkungan tetapi juga pemangku
kepentingan lainnya, termasuk karyawan,
masyarakat, politik, hukum, sains, dan filsafat. Oleh
karena itu, program keberlanjutan yang sukses
membutuhkan komitmen dari setiap bagian
perusahaan.
Teori Dasar
Earth Jurisprudence Government Regulation
Earth Jurisprudence adalah Interpretasi hukum Government regulation untuk bisnis adalah
dan pemerintahan berdasarkan keyakinan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah
bahwa masyarakat akan berkelanjutan hanya jika untuk mengatur aktivitas bisnis dan
kita mengakui hak hukum Bumi seolah-olah itu memastikan bahwa bisnis beroperasi secara
adalah seseorang. Pengakuan resmi status sah dan etis, serta memenuhi standar
hukum lingkungan diperlukan untuk melestarikan keselamatan dan lingkungan yang ditetapkan
planet yang sehat untuk generasi mendatang. oleh pemerintah.
Problem
1. Tahun 2006, PT Pajitex merubah bahan bakar boiler dari solar menjadi batubara dan
mendirikan 1 mesin boiler dan cerobong tanpa izin warga. Manajemen perusahaan
menjelaskan bahwa mesin dan cerobong bersifat sementara dan dipindah ke tempat yang
jauh dari warga.
2. Beberapa tahun kemudian, muncul 1 lagi cerobong yang sama tanpa izin kepada warga,
sehingga total cerobong menjadi 2 yang mengeluarkan asap hitam pekat bercampur debu
halus membumbung ke udara dan berjatuhan ke pemukiman warga. Perwakilan warga
melakukan protes keras kepada manajemen pabrik tetapi tidak digubris.
3. Berbagai upaya mediasi diusahakan oleh warga, malah tahun 2020 Pajitex melakukan
perluasan pabrik dan mendirikan mesin boiler dan cerobong yang lebih besar dari
sebelumnya, sehingga total mesin boiler dan cerobong hingga menjadi 3 unit, tanpa izin
warga seperti sebelumnya.
4. Tahun 2021, mesin dan cerobong ketiga dioperasikan suara mesin boiler menggelegar dan
merusak pendengaran warga sekitar. Suara bising dan bau dari boiler menyebabkan warga
stres dan mudah emosi.
Problem
5. PT Pajitex melaporkan dua warga bernama Muhammad Abdul Afif dan Kurohman yang
menjadi tersangka pelemparan batu bara ke kaca pintu operator mesin boiler. Sebagai aksi
protes kepada PT Pajitex.
6. Pada 22 November 2021, PT Pajitex mendapatkan sanksi dari Dinas Lingkungan Hidup dan
Kehutan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah. Sanksi tersebut memaksa PT Pajitex merevisi Upaya
Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) dalam waktu 90
hari dan memperbaiki selama 30 hari. Pada Desember 2021 melalui Putusan Pengadilan
Negeri Pekalongan, PT Pajitex juga sudah terbukti melakukan pencemaran lingkungan.
Putusan tersebut berdasarkan investigasi dan uji laboratorium yang dilakukan oleh DLHK.
7. Manajer PT Pajitex yakni Agung Triyanto yang sudah berstatus terdakwa dalam kasus
pencemaran lingkungan tidak pernah sekalipun ditahan, berbeda nasib dengan dua warga
yang sudah ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan sebagai terlapor kasus perusakan
dengan ancaman hukum 5 tahun penjara.
Criminalization

Penetapan tersangka kepada warga itu merupakan


bentuk kriminalisasi terhadap pejuang lingkungan.
Seharusnya perusahaan yang patut dituntut secara
pidana maupun digugat secara perdata sesuai Pasal 66
UU No.32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup (PPLH). Kriminalisasi terhadap dua
warga tersebut merupakan bentuk perbuatan strategic
lawsuit against public participation (SLAPP) atau upaya
litigasi untuk membungkam perjuangan warga.

Sumber:
[Link]
arga-desa-pekalongan-jadi-tersangka-1050538
Impact
Mengancam Kesehatan Kerusakan Melanggar HAM
Warga Lingkungan Warga
Warga mengeluhkan Air sungai di sekitar Perlakuan manajemen
gatal-gatal dan ISPA pemukiman warga pabrik terhadap warga
karena dampak terdampak limbah sekitar mencederai
menghirup udara kotor sehingga berwarna HAM warga karena
akibat operasi PT pekat dan berbau tidak ada upaya
Pajitex. busuk. menjaga hubungan
baik dengan warga.
Corporate Status
PT Pajitex di Pekalongan adalah badan usaha yang didirikan
sebagai Perseroan Terbatas (PT). Sebagai badan usaha, PT
Pajitex memiliki hak dan kewajiban dalam menjalankan
operasinya, termasuk dalam hal perlindungan lingkungan hidup.
Dalam kasus pencemaran lingkungan yang terjadi di sekitar lokasi
PT Pajitex Pekalongan, PT Pajitex dianggap bertanggung jawab
atas kerusakan lingkungan tersebut. PT Pajitex harus mematuhi
regulasi yang berlaku dan harus bertanggung jawab atas tindakan
yang dilakukan oleh perusahaan yang dapat menyebabkan
pelanggaran hak masyarakat. Selain itu, PT Pajitex memiliki
tanggung jawab sosial untuk mematuhi regulasi yang ditetapkan
oleh pemerintah dan masyarakat terkait dengan hak asasi
manusia dan kebebasan berpendapat.
Stakeholder: ESG
Environment
Stakeholder terkait lingkungan sekitar PT Pajitex
adalah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutan (DLHK)
Provinsi Jawa Tengah yang meninjau dan
melakukan uji laboratorium mengenai pelanggaran
lingkungan oleh PT Pajitex. PT Pajitex merusak
lingkungan di sekitar pabrik baik sungai yang
berwarna pekat disertai bau busuk, banyak sumur
warga tidak bisa dimanfaatkan karena tercemar.
Udara yang dihirup warga juga kotor karena sebaran
debu halus sisa pembakaran batu bara.
Stakeholder: ESG
Society Government
Stakeholders terkait sosial adalah masyarakat PT Pajitex telah melanggar regulasi
Desa Watusalam sekitar PT Pajitex. Asap dan debu pemerintah UU No 32 Tahun 2009 tentang
batu bara serta suara bising mesin merusak rumah perlindungan dan pengelolaan lingkungan.
warga dan mengancam kesehatan warga sekitar Selain itu PT Pajitex telah melanggar hak
pabrik. PT Pajitex memberikan tekanan mental asasi manusia warga sekitar pabrik sesuai
serta psikologis warga melalui penambahan mesin dengan UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak
dan cerobong yang dampak lebih dari sebelumnya. Asasi Manusia.
Pihak PT Pajitex juga melakukan tindakan
kriminalisasi terhadap 2 warga dengan tuduhan
pengrusakan yang ingin memperjuangkan
lingkungan hidupnya.
Environmental Justice
1. PT Pajitex harus memperhatikan dampak pencemaran yang
ditimbulkan oleh kegiatan operasi pabrik terhadap
masyarakat sekitar kawasan PT Pajitex, terutama
kesehatan dan kesejahteraan mereka.
2. Guna menjaga environmental justice, PT Pajitex harus
bertanggung jawab atas dampak negatif yang disebabkan
oleh kegiatan industri. Meliputi upaya memperbaiki
lingkungan yang tercemar dan memberikan kompensasi
bagi masyarakat yang terdampak.
3. PT Pajitex Pekalongan harus berkomunikasi secara terbuka
dengan masyarakat sekitar mengenai dampak lingkungan
dari kegiatan operasi mereka.
4. Pemerintah memiliki hak dan kewajiban untuk memastikan
bahwa bisnis tidak menggunakan sumber daya apapun
secara berlebihan.
Government Regulation
Pemerintah menjadi harapan bagi masyarakat untuk bersikap tegas saat melakukan pengawasan
dan memberikan sanksi bagi pencemar lingkungan sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat
yang terdampak pencemaran lingkungan. Pemerintah sebagai pemegang kekuasaan secara
mutlak harus dapat menciptakan kondisi yang kondusif agar tidak terjadi konflik kepentingan
seperti kasus PT pajitex. Pencemaran lingkungan di sekitar PT Pajitex Pekalongan dapat diatur
oleh peraturan pemerintah yang terkait dengan lingkungan hidup dan keberlanjutan. Regulasi yang
dapat diterapkan untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan meliputi:
a. UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
b. Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3
c. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 71 Tahun 2016 tentang
Persyaratan dan Tata Cara Izin Lingkungan
d. Peraturan Daerah Kota Pekalongan No. 8 Tahun 2014 tentang Pengendalian Pencemaran
dan Kerusakan Lingkungan
Government Regulation
Di Indonesia, kriminalisasi dapat dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan tindakan
yang tidak etis. Oleh karena itu, pemerintah telah menetapkan regulasi yang bertujuan untuk
mencegah terjadinya kriminalisasi terhadap warga sekitar perusahaan. Regulasi tersebut antara
lain:
a. UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, yang menjamin hak setiap warga negara
untuk mendapatkan perlindungan dan jaminan atas hak asasi manusia yang diakui dan
dihormati oleh negara.
b. UU No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana, yang mengatur prosedur hukum dalam
menangani kasus pidana, termasuk dalam kasus kriminalisasi.
c. UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang
menetapkan bahwa setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat serta
wajib melindungi lingkungan hidup.
d. UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang menjamin hak-hak pekerja dan
masyarakat sekitar perusahaan untuk mendapatkan perlindungan dalam melaksanakan
pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.
Kesimpulan
PT Pajitex harus bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan yang dihasilkan oleh
kegiatan usahanya. Pencemaran lingkungan dapat berdampak negatif pada kesehatan
manusia dan lingkungan, serta merusak reputasi perusahaan. Untuk memperbaiki
pencemaran lingkungan, PT Pajitex harus menerapkan praktik-praktik yang ramah
lingkungan dan mengikuti regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah. Perusahaan juga harus
memperbaiki sistem pengelolaan limbah dan mengurangi penggunaan bahan kimia
berbahaya dalam proses produksi. PT Pajitex dapat mengadopsi teknologi dan praktik ramah
lingkungan seperti penggunaan energi terbarukan dan kemasan ramah lingkungan, serta
berpartisipasi dalam program penghijauan dan kampanye lingkungan. Selain itu, PT Pajitex
harus lebih mendengarkan keluh kesah masyarakat sekitar pabrik agar tidak terjadi hal yang
tidak diinginkan. Dengan menerapkan solusi tersebut, PT Pajitex dapat memperbaiki
pencemaran lingkungan dan memastikan keberlangsungan bisnisnya di masa depan dengan
tetap memperhatikan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.
Saran
1. Mengganti bahan bakar dari batu bara ke bahan baku yang lebih ramah lingkungan.
2. Melakukan perbaikan dengan meninggikan cerobong asap dan memasang peredam untuk mesin.
3. Meningkatkan dan memperbaiki sistem pengelolaan limbah.
4. Memperkenalkan dan mengadopsi teknologi bersih untuk menghasilkan produk yang lebih ramah
lingkungan.
5. Berkomitmen terhadap tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), seperti mengadakan program
penghijauan, memberikan fasilitas untuk periksa kesehatan secara gratis untuk warga di area pabrik.
6. Mematuhi regulasi terkait lingkungan dan hak asasi manusia.
7. Berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk pemerintah dan masyarakat sekitar pabrik untuk
memperkuat upaya mengurangi dampak lingkungan, tindakan kriminalitas dan mencapai tujuan yang
lebih baik.

Common questions

Didukung oleh AI

Kebijakan Environmental, Social, and Governance (ESG) bertujuan untuk memastikan perusahaan beroperasi secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Situasi pencemaran di PT Pajitex menunjukkan pelanggaran terhadap komponen environmental dan social dari ESG. Perusahaan gagal menjaga lingkungan sekitar dari polusi dan tidak mempromosikan hubungan masyarakat yang baik, sementara governance yang diterapkan tidak cukup efektif untuk mencegah eskalasi masalah lingkungan dan sosial .

Menurut UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, PT Pajitex wajib memperbaiki kerusakan lingkungan yang mereka sebabkan dan bertanggung jawab untuk memastikan kegiatan mereka tidak merusak kesehatan lingkungan dan manusia. Putusan pengadilan yang membuktikan keterlibatan mereka dalam pencemaran mengharuskan revisi dan perbaikan sistem pengelolaan lingkungan sesuai dengan sanksi yang diberikan .

PT Pajitex dapat mengambil beberapa langkah untuk memperbaiki dampak negatif dari pencemaran, termasuk mengganti bahan bakar dari batubara ke sumber yang lebih ramah lingkungan, meninggikan cerobong asap, memasang peredam untuk mesin, meningkatkan sistem pengelolaan limbah, dan mengadopsi teknologi bersih. Juga penting untuk memperkuat komitmen terhadap tanggung jawab sosial perusahaan dengan program penghijauan dan pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga. Implementasi langkah ini akan membantu mengurangi pencemaran dan memitigasi dampak terhadap warga .

PT Pajitex merespon protes warga dengan menambahkan beban pada mereka, seperti melaporkan warga yang protes ke kepolisian atas tuduhan perusakan. Meskipun warga berkali-kali mendatangi pabrik untuk protes dan mediasi, manajemen sering kali tidak bergeming dan bahkan berjanji akan merelokasi mesin hanya sebagai langkah sementara tanpa tindak lanjut yang jelas .

PT Pajitex melaporkan warga yang melempar batu bara ke kaca pintu operator mesin boiler sebagai bentuk tindakan protes, yang ditanggapi perusahaan dengan melabeli warga sebagai tersangka dalam kasus perusakan. Langkah ini ditegaskan sebagai bentuk kriminalisasi atau strategic lawsuit against public participation (SLAPP), yang merupakan upaya perusahaan membungkam perjuangan warga untuk lingkungan yang sehat, marcus royale .

Aktivitas produksi PT Pajitex Pekalongan telah menyebabkan pencemaran lingkungan serius yang berdampak negatif terhadap kesehatan warga sekitar. Sumber pencemaran ini termasuk asap dan debu batu bara yang mengotori rumah dan mengancam kesehatan warga dengan menyebabkan gatal-gatal dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Selain itu, limbah dari produksi mengubah air sungai di sekitar pemukiman menjadi pekat dan berbau busuk, sementara getaran mesin boiler berkontribusi terhadap kerusakan rumah warga .

Regulasi pemerintah yang dapat diterapkan meliputi UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang mengatur hak atas lingkungan hidup dan kewajiban perusahaan dalam melindungi lingkungan. Selain itu, PP No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3 dan Peraturan Daerah Pekalongan membantu menegakkan standar lingkungan yang harus dipatuhi PT Pajitex untuk mengurangi dampak pencemaran serta berkoordinasi dengan DLHK untuk memantau implementasinya .

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah berperan penting dengan melakukan investigasi dan laboratorium yang membuktikan pencemaran lingkungan oleh PT Pajitex. Berdasarkan temuan ini, DLHK mengeluarkan sanksi dan memerintahkan perusahaan untuk memperbaiki Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) sebagai langkah korektif terhadap pelanggaran yang terjadi .

Earth Jurisprudence menekankan pengakuan hak hukum Bumi untuk menjaga keberlanjutan. Dalam konteks PT Pajitex, penerapan Earth Jurisprudence berarti mengadopsi pendekatan hukum yang memastikan setiap kegiatan produksi menghormati hak lingkungan, dengan langkah konkret seperti mengurangi emisi, mengolah limbah secara aman, dan memilih bahan bakar ramah lingkungan. Ini mengubah cara perusahaan beroperasi untuk mendukung keseimbangan ekosistem sekitar .

Tindakan PT Pajitex yang melaporkan warga dapat dianggap tidak etis karena dianggap sebagai upaya membungkam suara masyarakat yang berusaha menjaga lingkungan hidup mereka. Memanfaatkan legalitas untuk melawan individu yang memperjuangkan hak mereka atas lingkungan yang bersih dan sehat menunjukkan adanya penggunaan kekuasaan untuk mengintimidasi, yang terindikasi sebagai SLAPP dan dianggap melanggar prinsip etika korporasi dan hak asasi manusia .

Anda mungkin juga menyukai