0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
569 tayangan49 halaman

Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2025

Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) menjelaskan perlunya kompetensi dokter yang mampu mengantisipasi permasalahan kesehatan global dan memberikan pelayanan kesehatan yang holistik serta komprehensif di fasilitas kesehatan primer sesuai peraturan pemerintah. SKDI juga mengatur profil lulusan, area kompetensi, dan sistematika kompetensi untuk memastikan kualifikasi dokter.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
569 tayangan49 halaman

Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2025

Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) menjelaskan perlunya kompetensi dokter yang mampu mengantisipasi permasalahan kesehatan global dan memberikan pelayanan kesehatan yang holistik serta komprehensif di fasilitas kesehatan primer sesuai peraturan pemerintah. SKDI juga mengatur profil lulusan, area kompetensi, dan sistematika kompetensi untuk memastikan kualifikasi dokter.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STANDAR KOMPETENSI

DOKTER INDONESIA (SKDI)

Diterbitkan oleh
KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA
Indonesian Medical Council
Perlunya Kompetensi Dokter
• Dokter sebagai agen perubahan dan menghasilkan
inovasi kesehatan
• Sinergisme antara sistem pendidikan dengan
sistem pelayanan kesehatan
• Regulasi kesehatan :
• sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)  konsep
Universal coverage
• penguatan pelayanan kesehatan di tingkat primer
(FASKES
tingkat 1) : promotif dan preventif
Perlunya Kompetensi Dokter

• Dokter mampu mengantisipasi permasalahan


kesehatan global (memenuhi kebutuhan
nasional dalam konteks kesehatan global)
• Dokter multipotensi, mampu memperkuat sistem
pelayanan kesehatan dan pendidikan kedokteran
(mengembangkan diri jalur klinis, akademik
penelitian dll)
• Dokter mampu memberikan pelayanan kesehatan
holistik dan komprehensif
Perlunya Kompetensi Dokter
Perpres No 72/2012
• Dokter harus mampu melakukan upaya kesehatan
perseorangan (UKP) dan upaya kesehatan
masyarakat (UKM) dengan ciri berbudi luhur,
memegang teguh etika profesi, dan selalu
menerapkan prinsip perikemanusiaan dalam
penyelenggaraan pembangunan kesehatan serta
memiliki kepedulian sosial terhadap lingkungan
sekitar
Perlunya Kompetensi Dokter
Permenkes RI No 75/2014 pasal
35
• Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan
dasar di Faskes tingkat primer :
• komprehensif, berkesinambungan dan
bermutu;
• mengutamakan upaya promotif dan
preventif;
• berorientasi pada individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat;
Perlunya Kompetensi Dokter
Permenkes RI No 75/2014 pasal
35•
mengutamakan keamanan dan keselamatan pasien,
petugas dan pengunjung;
• prinsip koordinatif dan kerja sama inter dan
antar profesi;
• Melaksanakan rekam medis;
• Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi
terhadap mutu dan akses Pelayanan Kesehatan;
• Melaksanakan peningkatan kompetensi Tenaga
Kesehatan;
Perlunya Kompetensi Dokter
Permenkes RI No 75/2014 pasal
35
• Mengoordinasikan dan melaksanakan pembinaan
fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di
wilayah kerjanya;
• Melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan
indikasi medis dan system rujukan
Interaksi Dokter-Pasien
(kompetensi)
Pengertian Kompetensi

• Menurut SK Mendiknas No. 045/U/2002

• Kompetensi adalah 'seperangkat tindakan


cerdas dan penuh tanggung jawab yang
dimiliki seseorang sebagai syarat untuk
dianggap mampu oleh masyarakat dalam
melaksanakan tugas- tugas di bidang
pekerjaan tertentu'.
Pengertian Kompetensi

• Kompetensi dapat pula diartikan sebagai ciri-


ciri pengetahuan, keterampilan dan
kepribadian yang diperlukan untuk mencapai
performansi (kinerja) yang tinggi.
• Menguasai pengetahuan tidak sama dengan
memiliki kompetensi. Kompetensi berkaitan
dengan kemampuan bertindak yang
cerdas (Memecahkan masalah nyata
dalam kehidupan)
Pengertian Kompetensi

• Pendidikan harus menghasilkan


kemampuan bertindak yang benar &
cerdas; tindakan yang produktif,
yang efektif, yang mampu
memecahkan masalah nyata dalam
kehidupan.
Pengertian Kompetensi

• Dalam ilmu pendidikan dikenal adanya 3


kawasan tujuan pendidikan yang perlu
dicapai melalui kegiatan belajar/ pendidikan,
yaitu: cognitive, psycho-motoric dan
affective.
• Pendidikan yang baik adalah yang mencakup
ketiga kawasan tujuan itu, yang menjamin
dikuasainya kemampuan bertindak cerdas,
dan bukan sekedar mengetahui (cognitive).
Pengertian Kompetensi

• UNESCO merumuskan adanya empat pilar


utama pendidikan, yaitu:
1. Learning to know  Belajar untuk mengetahui;
2. Learning to do  Belajar untuk dapat melakukan;
3. Learning to be  Belajar memerankan;
4. Learning to live together  Belajar hidup bersama,
berinteraksi, bekerjasama.
Keempatnya harus dapat dicapai melalui setiap
pendidikan / program studi.
Kompetensi Dokter

• Kompetensi menurut KKNI (Kerangka Kualifikasi


Nasional Indonesia) : akumulasi kemampuan
seseorang dalam melaksanakan suatu deskripsi kerja
secara terukur melalui asesmen terstruktur,
mencakup kemandirian dan tanggung jawab
individu pada bidang kerjanya
Kompetensi Dokter

• Pengetahuan, ketrampilan dan perilaku serta


kualitas personal yang esensial untuk seseorang
dapat melakukan praktik kedokteran
Model Pendidikan
Kedokteran
Pendidikan Dokter

• Terdiri atas
• TAHAP AKADEMIK (Sked); KKNI level 6 : 144
SKS
• TAHAP PROFESI (dr): KKNI level 8 : 24 SKS
• Praktik kedokteran
• Uji kompetensi : sertifikat profesi dan sertifikat
kompetensi internship untuk SIP mengikuti
pendidikan profesi internship setelah sumpah dokter
Pendidikan Dokter

• Praktik kedokteran
• Setelah internship: sertifikat kompetensi untuk mendapatkan
surat tanda registrasi untuk SIP sbg dokter, PPDS
• Tidak Praktik kedokteran
• Studi lanjut
• Peneliti
• Pendidik
• Bidang lain yang tidak memerlukan SIP
Deskripsi generik kualifikasi level 8
KKNI sesuai Perpres 8/2012
No. Deskripsi Generik Kualifikasi tingkat 8 KKNI

1. Mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan/atau seni di


dalam bidang keilmuannya atau praktek profesionalnya melalui riset,
hingga menghasilkan karya inovatif dan teruji.
2. Mampu memecahkan permasalahan ilmu pengetahuan, teknologi,
dan/atau seni di dalam bidang keilmuannya melalui pendekatan inter
atau multidisipliner.
3. Mampu mengelola riset dan pengembangan yang bermanfaat bagi
masyarakat dan keilmuan, serta mampu mendapat pengakuan nasional
dan internasional.
Perbedaan Gambaran Dokter pada
SKDI 2006, 2012 dan 2019
No Aspek SKDI 2006 SKDI 2012 SKDI 2019

1 Arah Lulusan Dokter yang siap Dokter yang siap Dokter yang memiliki
bekerja di fasilitas bekerja di fasilitas multi potensi untuk
kesehatan/layanan kesehatan/layanan bekerja sebagai praktisi di
primer atau primer atau fasilitas kesehatan tingkat
melanjutkan pendidikan melanjutkan pendidikan primer, sebagai pendidik,
ke tingkat magister ke tingkat magister sebagai peneliti atau
atau program atau program melakukan pekerjaan lain
pendidikan dokter pendidikan dokter yang terkait, atau
spesialis spesiallis melanjutkan pendidikan ke
tingkat magister atau
program pendidikan
dokter spesialis
Perbedaan Gambaran Dokter pada
SKDI 2006, 2012 dan 2019
2 Profil Dokter yang Dokter yang 1. Praktisi/klinisi
lulusan bekerja di bekerja di 2. Pendidik dan
fasilitas fasilitas Peneliti
kesehatan/layan kesehatan/layan 3. Agen Perubah
an primer an primer dan
Pembangunan
Sosial
Perbedaan Gambaran Dokter pada
SKDI 2006, 2012 dan 2019
3 Area 1. Komunikasi efektif 1. Profesionalitas yang 1. Profesionalitas yang
kompete 2. Ketrampilan klinis luhur luhur
nsi 3. Landasan lmiah 2. Mawas diri dan 2. Mawas diri dan
ilmu pengembangan 3. Pengembangan diri
kedokteran diri 4. Komunikasi efektif
4. Pengelolaan 3. Komunikasi efektif 5. Literasi tekonologi
masalah kesehatan 4. Pengelolaan informasi dan digital.
informasi Literasi sains atau landasan
5. Pengelolaan
5. Landasan ilmiah ilmu ilmiah
informasi
kedokteran 6. Ketrampilan klinis
6. Mawas diri dan
6. Keterampilan klinis 7. Pengelolaan masalah
pengembangan 7. Pengelolaan masalah kesehatan dan manajemen
diri kesehatan sumber daya
7. Etika, moral,
8. Kolaborasi dan kerjasama
medikolegal, dan 9. Keselamatan pasien dan
profesionalisme mutu pelayanan kesehatan
serta
keselamatan
pasien
Perbedaan Gambaran Dokter pada
SKDI 2006, 2012 dan 2019
3 Sistemat 1. Area Kompetensi 1. Area Kompetensi 1. Profil Lulusan
ika 2. Kompetensi Inti 2. Komponen Kompetensi 2. Area Kompetensi
Kompet 3. Komponen 3. Penjabaran Capaian
ensi Kompetensi Pembelajaran
4. Lampiran 1 Daftar Kompetensi 3. Daftar Masalah
Masalah 4. Daftar Kesehatan Sesuai Sistem
Pokok 4. Daftar Penyakit Sesuai
5. Lampiran 2 Daftar
Bahasan Sistem
Penyakit 5. Daftar 5. Daftar Ketrampilan
6. Lampiran 3 Daftar Masalah Klinis
Ketrampilan 6. Daftar 6. Daftar Masalah
Klinis Penyakit Kesehatan
7. Daftar Masyarakat/Kedokteran
Ketrampilan Klinis Pencegahan /Kedokteran
Pencegahan
7. Daftar Masalah
Terikat dengan Profesi
Dokter
Kelompok area kompetensi
No Kelompok Area Kompetensi
1. Personal Dan Profesional Profesionalitas yang luhur
(the right person doing it) Mawas diri dan pengembangan diri
Kolaborasi dan kerjasama
Keselamatan pasien dan mutu pelayanan
kesehatan
2. Intelektual, Analitis, Literasi sains atau landasan ilmiah
Kreatif (doing the thing Literasi teknologi informasi
right)
3. Kompetensi Teknis Pengelolaan masalah kesehatan dan manajemen
(doing the right thing) sumber daya
Keterampilan klinis
Komunikasi Efektif
Skema kelompok area kompetensi
dan area kompetensi
Kerangka konsep SKDI
2019
Sistematika SKDI
2019
• Area kelompok : definisi
• Capaian pembelajaran : tahap akademik dan tahap
profesi
• Ruang lingkup
• Daftar masalah kesehatan
• Daftar penyakit
Tingkat Kemampuan 1
SKDI 2019
• Tingkat Kemampuan 1 : mengenali
dan menjelaskan
• Lulusan dokter mampu mengenali dan
menjelaskan gambaran klinik penyakit, dan
mengetahui cara yang paling tepat untuk
mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai
penyakit tersebut, selanjutnya menentukan
rujukan yang paling tepat bagi pasien.
Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti
sesudah kembali dari rujukan.
Tingkat Kemampuan 2
SKDI 2019
• Tingkat Kemampuan 2: mendiagnosis
dan merujuk
• Lulusan dokter mampu membuat diagnosis
klinik terhadap penyakit tersebut berdasarkan
anamnesis dan pemeriksaan fisik dan
menentukan rujukan yang paling tepat bagi
penanganan pasien selanjutnya. Lulusan dokter
juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali
dari rujukan.
Tingkat Kemampuan 3
SKDI 2019
• Tingkat Kemampuan 3 :
mendiagnosis, melakukan
penatalaksanaan awal dan merujuk
• 3A Bukan gawat darurat
• 3B Gawat darurat
Tingkat Kemampuan 3A
SKDI 2019
• 3A. Bukan gawat darurat
• Lulusan dokter mampu membuat diagnosis
klinik berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik
dan hasil pemeriksaan penunjang dan
memberikan usulan terapi pendahuluan pada
keadaan yang bukan gawat darurat. Lulusan
dokter mampu menentukan rujukan yang paling
tepat bagi penanganan pasien selanjutnya dalam
konteks penilaian kemampuan.
Tingkat Kemampuan 3B
SKDI 2019
• 3B. Gawat darurat
• Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik
berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan hasil
pemeriksaan penunjang dan memberikan terapi
pendahuluan pada keadaan gawat darurat demi
menyelamatkan nyawa atau mencegah keparahan
dan/atau kecacatan pada pasien dalam konteks penilaian
mahasiswa. Lulusan dokter mampu menentukan usulan
rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien
selanjutnya.
Tingkat Kemampuan 4
SKDI 2019
• Tingkat Kemampuan 4 :
mendiagnosis, melakukan
penatalaksanaan secara mandiri dan
tuntas
• Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik
dan melakukan penatalaksanaan penyakit
tersebut secara mandiri dan tuntas.
Tingkat Kemampuan 4A, 4B
SKDI 2019
• Kompetensi yang dicapai pada saat lulus dokter
• Lulusan dokter mampu membuat diagnosis
klinik berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan hasil
pemeriksaan penunjang, serta mengusulkan
penatalaksanaan penyakit atau melakukan penatalaksanaan
penyakit secara mandiri sesuai tugas klinik yang
dipercayakan (entrustable professional activity) pada saat
pendidikan dan pada saat penilaian kemampuan.
Tingkat
No Daftar Penyakit
Kemampuan
Genetik & Kongenital
1 Spina bifida 2
2 Fenil ketonuria 1
3 Hidrosefalus kongenital 2
Gangguan Neurologik Pediatrik
4 Duchene muscular dystrophy 2
5 Kejang demam 4A
6 Kejang pada neonatus 3B
7 Cerebral palsy 2
Infeksi
8 Infeksi sitomegalovirus 3B
9 Meningitis 3B
10 Ensefalitis 3B
11 Malaria serebral 3B
12 Tetanus 3B
13 Vertigo sentral 3A
14 Neuritis vestibularis 3A
15 Tetanus neonatorum 3B
16 Toxoplasmosis serebral 2
17 Abses otak 2
Ketrampilan klinis SKDI
2019
Tingkat Kemampuan 1
SKDI 2019
• Tingkat kemampuan 1
(Knows) : Mengetahui dan
Menjelaskan
• Lulusan dokter mampu menguasai pengetahuan
teoritis termasuk aspek biomedik dan
psikososial keterampilan tersebut sehingga
dapat menjelaskan kepada pasien/klien dan
keluarganya, teman sejawat, serta profesi lainnya
tentang prinsip, indikasi, dan komplikasi yang
mungkin timbul.
Tingkat Kemampuan 1
SKDI 2019
• Tingkat kemampuan 1
(Knows) : Mengetahui dan
Menjelaskan
• Keterampilan ini dapat dicapai mahasiswa
melalui perkuliahan, diskusi, penugasan, dan
belajar mandiri,
• Penilaiannya dapat menggunakan ujian tulis.
Tingkat Kemampuan 2
SKDI 2019
• Tingkat kemampuan 2 (Knows How) :
Pernah Melihat atau
didemonstrasikan
• Lulusan dokter menguasai pengetahuan teoritis
dari keterampilan ini dengan penekanan pada
clinical reasoning dan problem solving serta
berkesempatan untuk melihat dan mengamati
keterampilan tersebut dalam bentuk
demonstrasi atau pelaksanaan langsung pada
pasien/masyarakat.
Tingkat Kemampuan 2
SKDI 2019
• Tingkat kemampuan 2 (Knows How) :
Pernah Melihat atau
didemonstrasikan
• Pengujian keterampilan tingkat kemampuan 2
dengan menggunakan ujian tulis pilihan
berganda atau penyelesaian kasus secara tertulis
dan/atau lisan (oral test).
Tingkat Kemampuan 3
SKDI 2019
• Tingkat kemampuan 3 (Shows) : Pernah
melakukan atau pernah menerapkan di bawah
supervisi
• Lulusan dokter menguasai pengetahuan teori
keterampilan ini termasuk latar belakang biomedik
dan dampak psikososial keterampilan tersebut,
berkesempatan untuk melihat dan mengamati
keterampilan tersebut dalam bentuk demonstrasi atau
pelaksanaan langsung pada pasien/masyarakat, serta
berlatih keterampilan tersebut pada alat peraga
dan/atau standardized patient.
Tingkat Kemampuan 3
SKDI 2019
• Tingkat kemampuan 3 (Shows) :
Pernah melakukan atau pernah
menerapkan di bawah supervisi
• Pengujian keterampilan tingkat kemampuan 3
dengan menggunakan Objective Structured
Clinical Examination (OSCE) atau Objective
Structured Assessment of Technical Skills
(OSATS)
Tingkat Kemampuan 4
SKDI 2019
• Tingkat kemampuan 4 (Does) :
Mampu melakukan secara mandiri
• Keterampilan yang dicapai pada saat
lulus dokter
• Lulusan dokter dapat memperlihatkan
keterampilannya tersebut dengan menguasai seluruh
teori, prinsip, indikasi, langkah-langkah cara
melakukan, komplikasi, dan pengendalian
komplikasi. Selain pernah melakukannya di bawah
supervisi sesuai dengan ketrampilan klinikyang
dipercayakan (entrustable professional activity)
Tingkat Kemampuan 4
SKDI 2019
• Keterampilan yang dicapai pada saat
lulus dokter
• Pengujian keterampilan tingkat
kemampuan 4 dengan menggunakan
Workbased Assessment misalnya mini-
CEX, portfolio, logbook, dsb.
Tingkat
No Keterampilan
Keterampilan
PEMERIKSAAN FISIK
Fungsi Saraf Kranial
1 Pemeriksaan indra penghidu 4A
2 Inspeksi lebar celah palpebra 4A
3 Inspeksi pupil (ukuran dan bentuk) 4A
4 Reaksi pupil terhadap cahaya 4A
5 Reaksi pupil terhadap obyek dekat 4A

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
71 Permintaan dan interpretasi X-Ray tengkorak 4A
72 Permintaan dan interpretasi X-Ray tulang belakang 4A
73 CT-Scan otak dan interpretasinya 2
74 EEG dan interpretasinya 2
75 EMG, EMNG dan iterpretasinya 2
76 Electronystagmography (ENG) 1
77 Magnetic Resonance Imaging (MRI) sistem saraf 1
Penjabaran Kompetensi Dokter
dalam Pendidikan/ Pembelajaran
• Pendidikan dokter dilakukan di tatanan klinis
(clinical setting) dengan karakteristik khusus c;incal
teaching dan melibatkan dokter (medical teacher),
pasien (sumber ilmu dan pembelajaran),
masyarakat, mahasiswa
Penjabaran Kompetensi Dokter
dalam Pendidikan/ Pembelajaran
• Pembelajaran : tahap akademik  sistem blok
(kuliah/pleno, tutorial/PBL, skills, praktikum)
: kegiatan knowledge, psikomotor, attitude
• Evaluasi : kuliah & tutorial (MCQ : UTB,
UAB), skills
(OSCE), praktikum (MCQ, OSPE)
TUGAS INDIVIDU

• CARILAH 1 CONTOH TENTANG


KONDISI KESEHATAN YANG ADA
DI MASYARAKAT
• KAITKAN DENGAN STANDAR
NASIONAL PENDIDIKAN PROFESI
DOKTER
• TUGAS KIRIM KE EMAIL
irma@[Link]
• NAMA DAN NIM

Anda mungkin juga menyukai