SUHU UDARA
- Panas adalah salah satu bentuk energi yang dikandung oleh
suatu [Link] diukur dalam satuan Joule (J) atau
kalori (cal)
- Suhu : merupakan energi kinetik rata-rata dari gerakan
molekul-molekul pada gas (spt : udara) hubungan antara
energi kinetik dengan suhu :
Ek = ½ mv2 : 3/2 NkT
Ek : energi kinetik rata-rata dari molekul gas
m : massa sebuah molekul
v2 : kecepatan kuadrat rata-rata dari gerakan molekul
N : jumlah molekul persatuan volume
K : tetapan Boltzman
T : suhu mutlak ( K) 1
Satuan Suhu
Umumnya dikenal ada 4 macam yaitu :
Celcius : Fahrenheit : Reamur : Kelvin , perbandingan skala :
5 9 4 5
Konversi dari Celcius menjadi satuan yang lain :
X0C : (9/5 x + 32) 0F 0
F 0
C K
0
R
212 100 373 80
: (4/5 x) 0R
: (x + 273) K
Untuk Kelvin tidak perlu
Diberi simbol derajat (0) 32 0 273 0
-273 0 2
Kapasitas Panas dan Panas Jenis
Jumlah panas yang dapat dikandung oleh suatu benda
tergantung dari kapasitas panasnya. Makin besar kapasitas
semakin banyak energi panas yang dikandung benda
tersebut.
Kapasitas panas : C : Q / T
C : Kapasitas panas
Q : penambahan (+) atau pengurangan (-) panas (J)
T : perubahan suhu (K), naik (+) atau turun (-)
Kapasitas panas tergantung dari massa (m) atau jumlah mol
(n)dari panas jenis (C atau C*) benda tersebut.
Kapasitas panas yang dihitung dari panas jenis dan massa
atau mol,
C : m.c atau C : n.c* 3
Untuk gas, panas jenisnya dibedakan atas panas jenis pada
volume tetap (Cv) dan panas jenis pada tekanan tetap (Cp),
untuk udara kapasitas panasnya menjadi :
C : [Link] atau C : [Link]*
Jadi panas jenis udara adalah :
cv : C/m : Q / (m. T) atau
cv* : C/m : Q / (n. T)
Hubungan antara penambahan / pengurangan panas
persatuan massa atau mol ( Q/m atau Q/n) dengan
perubahan suhu ( T).
Q/m : cv . T atau Q/n : cv* . T
4
Proses Pemindahan Panas Di Permukaan Bumi
Terjadi dari tempat/benda yang mempunyai tingkat energi lebih tinggi ke
tingkat energi yang lebih rendah. Ada 3 proses pemindahan energi :
1. Konduksi
2. Konveksi memerlukan medium untuk proses pemindahan energi
3. Radiasi : tidak memerlukan medium
Konduksi
Proses pemindahan panas terjadi secara konduksi, sebagian energi
kinetik molekul benda/medium yang bersuhu lebih tinggi ke molekul
benda yang bersuhu lebih rendah melalui tumbukan molekul-molekul
tersebut. Energi panas seolah-olah merambat melalui medium tersebut.
Macam-macam konduktor : udara, tanah dan air.
Tanah merupakan konduktor terbaik
Udara merupakan konduktor terburuk (nilai K terendah)
Oleh sebab itu proses konduksi hanya efektif untuk pemanasan tanah
dan tidak efektif untuk pemanasan udara.
Di udara proses pemindahan panas secara konduksi terjadi pada lapisan
udara yang sangat tipis (beberapa milimeter) dekat permukaan dikenal
dengan Konduksi Semu, karena tidak sepenuhnya merupakan proses
pemindahan panas secara konduksi. 5
Konveksi
Proses pemindahan panas secara konveksi terjadi pada fluida (cairan
dan gas). Pada proses konduksi medium dari aliran panas dalam
keadaan diam, pada proses konveksi panas dipindahkan bersama-
sama dengan fluida yang bergerak. Proses konveksi dapat terjadi
melalui :
a. Konveksi paksa (forced convection) disebut turbulensi
b. Konveksi bebas (free convection)
Pada konveksi paksa, udara bergerak melalui lapisan perbatas
(boundary layer) pada permukaan yang kasar. Pengaruh angin sangat
peka dan sangat nyata pada proses ini terutama dekat permukaan.
Pada konveksi bebas, udara dipanaskan oleh permukaan bumi akibat
penerimaan radiasi surya, sehingga udara akan mengembang dan
naik menuju tekanan yang lebih rendah.
Proses pemanasan udara melalui konveksi lebih efektif dibandingkan
dengan konduksi dan radiasi. Oleh sebab itu proses pemanasan
udara dalam energi hanya di wakili oleh panas konveksi.
6
Persamaan proses pemindahan panas secara konduksi :
G : - K dT/dz (tanda – menunjukkan arah pemindahan
panas ke tempat yang bersuhu lebih
rendah
G : fluks panas (Wm-2) tempat yang bersuhu lebih rendah)
K : konduktivitas panas (Wm-2 K-1)
dT/dz : gradien suhu (K m-1)
Persamaan proses pemindahan panas secara konveksi :
H : - þ.cp / [Link]/dz
H : fluks panas dari permukaan ke atmosfer atau sebaliknya (Wm-2)
Þ : kerapatan udara kering (Kg m-3)
cp : panas jenis udara pada tekanan tetap (J Kg K-1)
ra : tahanan aerodinamik (s m-2)
dT/dz : gradien suhu udara vertikal (K m-1) 7
Radiasi
Radiasi yang dipancarkan oleh suatu permukaan berbanding
lurus dengan pangkat 4 suhu mutlak, diterangkan dengan
rumus Stefan-Boltzman :
Q1 : 0 T4 (0,56 – 0,079 ea0,5) (0,1 + 0,9 n/N)
Q1 : radiasi gelombang panjang dari suatu permukaan bumi
T : suhu udara
ea : tekanan uap air di udara (mb)
8
Penyebaran Suhu Menurut Ruang dan Waktu
Penyebaran Suhu Vertikal
Pada lapisan troposfer, secara umum suhu makin rendah menurut
ketinggian ; dengan faktor-faktor sebagai berikut :
1. Udara merupakan penyimpan panas terburuk, sehingga suhu udara
sangat dipengaruhi oleh permukaan bumi tempat persentuhan antara
suhu dengan daratan dan lautan. Permukaan bumi tersebut merupakan
pemasok panas terasa untuk pemanasan udara.
2. Lautan mempunyai luas dan kapasitas panas yang lebih besar
daripada daratan, sehingga meskipun daratan merupakan penyimpan
panas yang lebih buruk tetapi karena udara bercampur secara dinamis,
maka pengaruh permukaan lautan secara vertikal akan lebih dominan.
Akibatnya suhu akan turun menurut ketinggian diatas lautan/daratan.
Rata-rata penurunan suhu udara menurut ketinggian di Indonesia
sekitar 5 – 6 0C tiap kenaikan 1.000 m.
9
Penyebaran Suhu Di Permukaan Bumi
Suhu dipermukaan bumi makin rendah dengan bertambahnya
Lintang seperti halnya penurunan suhu menurut ketinggian.
Penyebaran suhu menurut Lintang, sumber energi utama berasal
dari daerah tropika (30 0LU – 30 0LS) yang merupakan penerima
enerdi radiasi surya terbanyak. Sebagian energi tersebut
dipindahkan ke daerah Lintang tinggi untuk menjaga
keseimbangan energi global.
Alat-alat Pengukuran Suhu
Alat pengukur suhu secara umum disebut Termometer,
sedangkan alat pengukur suhu otomatis yang menggunakan
kertas pias sebagai perekam datanya disebit Termograf. Tempat
pencatatan data tersebut (kertas pias) disebut Termogram.
Alat pengukur tersebut harus terpasang pada tempat yang
terlindung dari hujan, pengembunan dan radiasi surya langsung.
Pada stasiun klimatologi, alat-alat tersebut diletakkan di dalam
sangkar cuaca yang disebut “Stevenson Screen”.
10
Variasi suhu musiman atau tahunan dihitung dari suhu rata-rata
harian yang berbeda dari hari ke hari. Menghitung suhu rata-rata
harian (T), misalnya :
T : (Tmaks+ Tmin) / 2
T : ∑ Ti , i : 0,2, ……., 23
T : (2 T07.30 + T13.30 + T17.30) / 4
Tmaks dan Tmin : suhu udara maksimum dan minimum
T07.30;13.30;17.30 : suhu udara pada pukul 07.30, 13.30 atau 17.30 (0C)
Ti : suhu udara pada pukul 1.
11
Termometer
bola basah
Termometer
Bola kering 1.25 – 1.5 m
sensor suhu
Aquadest Sangkar cuaca
(Stevenson Screen)
Gambar : Termometer bola kering untuk mengukur suhu udara
Termometer bola basah untuk mengukur kelembaban udara
Sangkar cuaca tempat ke -2 alat tersebut dipasang
12