ASET TAK BERWUJUD
Aset Tak Berwujud
PSAK No.19 (revisi 2000), aktiva non moneter yang
dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai bentuk fisik
serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan
atau menyerahkan barang atau jasa, disewakan
kepada pihak lainnya atau untuk tujuan administrasi.
Karakteristik Aset Tak Berwujud
1. Dapat diidentifikasi
2. Adanya Pengendalian atas aktiva tersebut
3. Tidak Mempunyai Wujud Fisik
4. Perusahaan memperoeh manfaat dari aktiva tersebut dimassa
yang akan datang
Jenis-jenis aset tak berwujud yaitu paten, hak cipta, waralaba atau
lisensi, merek dagang atau nama dagang, daftar pelanggan, dan
goodwill
Jenis Aset Tak Berwujud
Berhubungan dengan Pemasaran
• Contoh:
o Merek dagang atau nama dagang, mastheads koran, nama
domain internet, dan perjanjian non-kompetisi.
• Harga perolehannya dengan cara membeli maka diukur dengan
jumlah uang yang dibayarkan ditambah dengan biaya registrasi dan
biaya lain dalam usaha untuk mendapatkan merek dagang tersebut.
• Harga perolehannya dengan cara dibuat sendiri oleh perusahaan
maka semua biaya yang dikeluarkan sampai Merk Dagang tersebut
bisa digunakan.
• Amortisasi untuk biaya selama masa manfaat.
Jenis Aset Tak Berwujud
Berhubungan dengan Pelanggan
• Contoh:
o Daftar pelanggan, pesanan atau backlog produksi, dan
hubungan pelanggan kontrak dan non-kontrak.
• Harga Perolehan biaya untuk memperoleh dan
mempertahankan aset tak berwujud
• Amortisasi untuk biaya selama masa manfaat.
Jenis Aset Tidak Berwujud
Berhubungan dengan Artistik
• Contoh:
o Permainan, karya sastra, karya musik, gambar, foto, dan materi video
dan audiovisual.
• Hak cipta diberikan masa manfaat 28 tahun, dengan ditambah kemungkinan
perpanjangan Hak cipta selama 28 tahun kedua
• Harga Perolehan biaya untuk memperoleh dan mempertahankan.
dan Mickey
Mouse
Jenis Aset Tak Berwujud
Berhubungan dengan Teknologi
• Contoh:
o Teknologi yang dipatenkan dan rahasia dagang yang diberikan oleh
badan pemerintah.
• Paten memberi pemegang penggunaan eksklusif untuk jangka waktu 20 tahun.
• Harga Perolehannya biaya untuk memperoleh dan mempertahankan
• Membebankan biaya litbang untuk mengembangkan hak paten. ( Apabila
melakukan penelitain dan pengembangan teknologi)
Jenis Aset Tidak Berwujud
Goodwill
Goodwill yang boleh dicatat apabila perusahaan membeli
kekayaan bersih dari perusahaan lain yang sudah berjalan,
dengan pembayaran di atas harga pasar dari seluruh aktiva
yang secara spesifik dapat diidentifikasikan dikurangi dengan
seluruh hutang-hutangnya.
Harga Perolehan Goodwill adalah sebesar selisih lebih dari
harga yang dibayar untuk perusahaan secara keseluruhan di
atas harga pasar kekayaan bersih yang dapat diidentifikasikan,
di dalam transaksi pembelian atau penggabungan badan
usaha
Pengakuan Aset Tak Berwujud
1. Apabila Aktiva dibeli secara tunai, maka Harga Perolehan Aktiva diukur
dengan jumlah uang yang dikeluarkan untuk mendapatkan hak / aktiva
tersebut
2. Apabila aktiva diperoleh melalui transaksi selain pembelian tunai, maka
Harga Perolehan diukur dengan Harga Pasar dari barang / jasa yang
dikorbankan untuk mendapatkan aktiva tersebut, atau Harga Pasar dari
Aktiva yang bersangkutan.
3. Apabila Aktiva diperoleh dengan riset dan pengembangan yang
dilakukan oleh perusahaan sendiri, maka pada umumnya tidak dicatat
tersendiri.
Pengukuran Setelah Perolehan
1. Model Biaya Perolehan
Pengukuran awal aset tak berwujud dinilai berdasarkan biaya
perolehan – akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi
penurunan nilai
2. Model Revaluasi
Pengukuran awal aset tak berwujud dinilai berdasarkan nilai
wajar – akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi penurunan
nilai. Nilai wajar ditentukan dengan mengacu pada pasar aktif.
Pasar aktif sendiri adalah pasar tempat aset diperdagangkan,
pembeli dan penjual dapat menemukan barang setiap saat
dipasar tersebut, dan harga tersedia untuk publik. Sebab itu
model revaluasi tidak dapat diterapkan untuk sebagian besar
aset tak berwujud
Amortisasi Aset Tidak Berwujud
PSAK No.19
Jumlah yang dapat diamortisasikan dari aktiva tetap tidak
berwujud harus dialokasikan secara sistematis berdasarkan
perkiraan terbaik dari masa manfaatnya. Pada umumnya masa
manfaat suatu aktiva tidak berwujud tidak akan melebihi 20
tahun sejak tanggal aktiva siap digunakan, aktiva harus
dihitung mulai saat aktiva siap digunakan.
Jurnal :
Beban Amortisasi Xxxxx
Akumulasi Amortisasi Xxxxx
* Metode Garis Lurus
Penurunan Nilai Aset Tak Berwujud
Indikasi terjadinya penurunan nilai atas Aset Tak Berwujud yaitu :
• Nilai pasar aktiva turun secara signifikan melebihi amortisasi
atau depresiasi
• Adanya perubahan teknologi, pasar, ekonomi dan hukum yang
memburuk yang mengakibatkan menurunnya nilai aktiva
• Terdapat keusangan fisik
• Kinerja ekonomi aktiva tidak sesuai harapan
Note Ada tidaknya kerugian penurunan nilai dilihat dengan
membandingkan nilai tercatat aset tak berwujud sekarang
dengan nilai tercatat aset tak berwujud dimassa depan
( Arus Kas) apabila nilai sekarang lebih besar dari nilai
dimassa depan maka mengalami kerugian
Contoh Soal Penurunan Nilai Aset
PT Lerch Indo Inc, dimana pada tanggal 1 Juli 2001 memiliki hak
paten sebesar Rp 30.000.000 dengan massa manfaat 15 tahun
(metode garis lurus) Harga minyak yang turun membuat teknologi
serpihan minyak ini menjadi tidak menguntungkan, dan hak paten
hanya menyediakan sedikit laba hingga saat ini. Apabila pada
tanggal 31 Desember 2004 Arus kas bersih yang diharapkan dari
hak paten ini adalah Rp.20.700.000 maka berapa kerugian atas
nilai aset tersebut ?
Contoh Soal Penurunan Nilai Aset
Periode [Link] Amortisasi dalam Akm Amortisasi
Awal suatu periode Akhir
1 Juli – 31 Des 2001 - 1.000.000 1.000.000
1 Jan – 31 Des 2002 1.000.000 2.000.000 3.000.000
1 Jan – 31 Des 2003 3.000.000 2.000.000 5.000.000
1 Jan – 31 Des 2004 5.000.000 2.000.000 7.000.000
Nilai Hak Paten Rp 30.000.000
Nilai Wajar ( Nilai Sekarang) (Rp 7.000.000)
Nilai Tercatat Hak Paten Rp 23.000.000
Nilai Massa depan (Rp.20.700.000)
Rugi Penurunan Nilai Rp. 2.300.000
Contoh Soal Penurunan Nilai Aset
Hak Paten Rp 30.000.000
Akm Amortisasi Hak Paten (Rp.7.000.000)
Akm Rugi Penurunan Hak Paten (Rp.2.300.00)
Paten (Neto) Rp 20.700.00
Jurnal 31 Des 2004
Kerugian atas Penurunan Nilai Rp 2.300.0000
Akm Rugi Hak Paten Rp 2.300.000
Jurnal 31 Des 2005
Beban Amortisasi Hak Paten Rp.1.800.000
Akm Amortisasi Hak Paten Rp.1.800.000
Note : Rp 20.700.000 / 11,5 tahun = Rp 1.800.000
Contoh GoodWill
PT Astina membeli PT Alengka dengan harga Rp
[Link]. nilai wajar aktiva PT Alengka pada saat
transaksi Rp [Link] dan nilai seluruh utangnya
Rp10.000.000.000, maka nilai goodwill yang diperoleh
oleh PT Astina ?
PT Alengka :
Nilai wajar aktiva netto Rp [Link]
Nilai utang (Rp [Link])
Total Modal PT Alengka Rp [Link]
Harga beli PT Alengka Rp [Link]
Lanjutan Contoh
Maka nilai goodwill yang diperoleh yaitu
Goodwill = Rp [Link] - [Link]
= Rp [Link]
Jurnal :
Macam- macam aktiva Rp [Link]
Goodwill Rp [Link]
Macam-macam utang Rp [Link]
Kas Rp [Link]
Apabila diamortisasikan selama 20 tahun,
Maka setiap tahun = Rp [Link] : 20
= Rp Rp 50.000.000
Jurnal penyesuaian setiap akhir periode akuntansi
adalah :
Beban amortisasi goodwiil Rp 50.000.000
Akm Amortisasi Goodwill Rp 50.000.000
Contoh Hak Paten
Ilustrasi: Harcott Co dikenai biaya legal sebesar $ 180.000 pada tanggal 1
Januari 2015, untuk berhasil mempertahankan hak paten. Masa manfaat
paten adalah 20 tahun, diamortisasi secara garis lurus. Harcott mencatat
biaya hukum dan amortisasi pada akhir tahun 2015 sebagai berikut.
Jan. 1 Patent 180,000
Kas 180,000
Dec. 31 Beban Amortisasi Paten 9,000
Patent (atau Akumulasi Amortisasi) 9,000
Beban Amortisasi Paten = ($180,000 ÷ 20) = $9,000