0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
60 tayangan20 halaman

Percepatan Sertifikasi Lahan Sawit Rakyat

Dokumen tersebut membahas percepatan sertifikasi lahan petani sawit dan pendaftaran tanah secara sistematis dan lengkap di Indonesia. Ringkasannya adalah: (1) pemerintah berupaya mempercepat sertifikasi lahan petani sawit; (2) pendaftaran tanah merupakan kewajiban pemerintah untuk memberikan kepastian hukum atas tanah; (3) capaian pendaftaran tanah telah meningkat lebih dari 5 kali lipat dari tahun

Diunggah oleh

Arya Ujang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
60 tayangan20 halaman

Percepatan Sertifikasi Lahan Sawit Rakyat

Dokumen tersebut membahas percepatan sertifikasi lahan petani sawit dan pendaftaran tanah secara sistematis dan lengkap di Indonesia. Ringkasannya adalah: (1) pemerintah berupaya mempercepat sertifikasi lahan petani sawit; (2) pendaftaran tanah merupakan kewajiban pemerintah untuk memberikan kepastian hukum atas tanah; (3) capaian pendaftaran tanah telah meningkat lebih dari 5 kali lipat dari tahun

Diunggah oleh

Arya Ujang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/

BADAN PERTANAHAN NASIONAL

Melayani, Profesional,
Terpercaya

PERCEPATAN SERTIPIKASI LAHAN PETANI SAWIT

Disampaikan dalam Diskusi Terbatas:


“Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR): Capaian dan
Tantangan”

Jakarta, 1 Desember 2022


PRINSIP DASAR PENGATURAN
PERTANAHAN

Bumi dan air dan kekayaan alam yang


terkandung di dalamnya dikuasai oleh
negara dan dipergunakan untuk sebesar
besar kemakmuran rakyat
UUD 1945
Pasal 33
ayat (3)
Bumi dan air dan
kekayaan alam yang Hak menguasai negara memberi
terkandung di wewenang untuk:
dalamnya pada  Mengatur dan menyelenggarakan
tingkatan tertinggi
UUPA
Pasal peruntukan, penggunaan, persediaan dan
dikuasai oleh pemeliharaan bumi, air dan ruang angkasa
Negara, sebagai 2 tersebut;
organisasi Hak  Menentukan dan mengatur hubungan-
kekuasaan seluruh Menguasai hubungan hukum antara orang-orang
rakyat. Negara dengan bumi, air dan ruang angkasa;
 Menentukan dan mengatur hubungan-
hubungan hukum antara orang-orang dan
perbuatan-perbuatan hukum yang
mengenai bumi, air dan ruang angkasa

2
PENDAFTARAN
TANAH

 Luas Wilayah Indonesia 8,23 Juta Pendaftaran Tanah


km2, dengan luas daratan Manfaat Pendaftaran Tanah
Rangkaian
187.751.900 Ha dengan Luas kegiatan yang
Kawasan Non Hutan (APL) Mengenai dilakukan
bidang tanah pemerintah
mencapai 67.490.200 Ha & Sarusun,
 Perkiraan jumlah bidang tanah termasuk Terus-menerus
Kepastian Meminimalisir Mendukung
tanda bukti Berkesinambun
sebanyak 126.000.000 Bidang hak, serta
gan dan Teratur
Hukum Sengketa Pertanahan Pembangunan
Kepastian & Perlindungan
Hak-hak yang
membebani Hukum

Pasal 19 (1) UUPA Tersedianya Tujuan


mengamanatkan Pemerintah Informasi Tertib
Meningkatkan Indeks
Administrasi Mendorong Inklusi Bentuk Tertib
untuk mendaftarkan bidang- Pertanahan Kemudahan Berusaha Keuangan Administrasi
Pertanahan
bidang tanah di seluruh
wilayah Republik Indonesia,
Pengolahan,
untuk memberikan Dalam pembukuan, dan
JAMINAN KEPASTIAN Bentuk Peta penyajian serta
HUKUM dan Daftar pemeliharaan data Meningkatkan Membangun
fisik dan data Penerimaan Pajak One Map Policy
Negara Skala Besar
yuridis

Tanah Hak
Macam Kepemilikan Tanah  Hak Milik PEMBERIAN
 Tanah Negara  Hak Guna usaha SURAT TANDA
 Tanah Bekas Milik Adat DI DAFTAR  Hak Guna Bangunan BUKTI HAK
 Tanah Bekas Hak Barat  Hak Pakai SEBAGAI
 Tanah Swapraja  Hak Pengelolaan
 Wakaf
ALAT BUKTI
 Tanah Ulayat
 Lainnya
KUAT
Untuk Tanah Ulayat cukup didaftar
atau diberikan Hak Pengelolaan
3
KONDISI PENDAFTARAN TANAH DI
INDONESIA
Capaian 2017-2021 PENDAFTARAN TANAH
 Luas Wilayah Indonesia 8,23 Juta
Rerata Output 8.879.961 SISTEMATIS LENGKAP
km2, dengan luas daratan
187.751.900 Ha dengan Luas Rerata SHAT 6.388.376 Kegiatan Pendaftaran Tanah untuk pertama
Meningkat kali yang dilakukan secara serentak
Kawasan Non Hutan (APL) lebih dari 11.286.963* 11.182.172* bagi semua objek Pendaftaran Tanah di
mencapai 67.490.200 Ha 5 Kali Lipat seluruh wilayah Republik Indonesia dalam
 Perkiraan jumlah bidang tanah 9.378.496*
satu wilayah desa/kelurahan atau nama
sebanyak 126.000.000 Bidang 7.191.198* lainnya yang setingkat dengan itu, yang
5.402.950* meliputi pengumpulan data fisik dan data
yuridis mengenai satu atau beberapa objek
Pendaftaran Tanah untuk keperluan
pendaftarannya
Sampai dengan Tahun 2022 1.168.095
 Total bidang tanah terdaftar 100,17 967.490
Juta (79,5%)
 Total bidang tanah bersertipikat  Kemudahan Syarat
2015 2018 2019 2020 2021
85,2 Juta (67 %) 2016 2017 dengan mendasarkan pada
pernyataan penguasaan fisik
bidang tanah
s.d. 2016 2017 s.d. 7 Nov 2022  Percepatan Jangka
On progress Waktu
54,17 Juta Bidang Tanah  Kepastian Penyelesaian
46 Juta Bidang Terdaftar (42,9%)
25,83 Juta Bidang
Kegiatan PTSL Bersifat Yuridis
39,2 Juta Bidang Tanah (20,5%)
36,5% Bersertipikat (31,1%)
Administratif yaitu setelah syarat
terpenuhi secara fisik dan yuridis
maka dapat diterbitkan hak atas
Target penyelesaian
tanah
Dimulainya PTSL 2025

126 Juta Bidang


4
HAK ATAS TANAH UNTUK KEGIATAN
USAHA PERKEBUNAN
HAK ATAS TANAH Emplasemen, bangunan pabrik,
UNTUK gudang, tempat tinggal sementara
HAK MILIK PERKEBUNAN karyawan dan bangunan lainnya yang
hak turun-temurun, terkuat dan terpenuh yang menunjang kegiatan usaha dapat
dapat dipunyai orang atas tanah yang dapat diberikan
beralih dan dialihkan kepada pihak lain (Pasal 20) HAK GUNA BANGUNAN
Hanya WNI dan badan-badan hukum Hak Guna Usaha adalah hak untuk
yang ditunjuk oleh pemerintah yang mengusahakan tanah yang dikuasai
dapat mempunyai Hak Milik Pasal 21) langsung oleh Negara, guna
perusahaan pertanian, perikanan atau
Terjadinya Hak Milik karena peternakan (Pasal 28)
Penetapan Pemerintah dan
Ketentuan Undang-Undang (Pasal Hak Guna Usaha dapat diberikan
22) kepada WNI dengan batasan paling
Hak Milik hapus karena: (Pasal luas 25 ha dan kepada badan hukum
27) yang didirikan menurut hukum
a. Tanahnya jatuh kepada Indonesia dan berkedudukan di
Negara: Indonesia (Pasal 30)
1. Karena pencabutan hak
2. Karena penyerahan
dengan sukarela
oleh pemiliknya HGU hapus karena (Pasal 34)
3. Karena a. jangka waktu berakhir
diterlantarkan b. Dihentikan sebelum berakhir
4. Karena subjek hak karena
tidak memenuhi syarat tidak dipenuhi
syarat lagi c. Dilepaskan haknya
b. Tanahnya musnah d. Dic abut untuk kepentingan umum
e. Ditelantarkan
f. Tanahnya musnah
g. Subjek hak tidak memenuhi syarat

5
PERCEPATAN SERTIPIKASI SAWIT
RAKYAT

Pendaftaran Tanah Lintas Sektor


Pendaftaran Tanah Lintas Sektor No Kegiatan Jumlah
Surat Edaran Nomor 6/[Link].02.01/IV/2021 1 Transmigrasi 39.982
2 UKM 204.013
3 Pertanian 81.771
 Kegiatan Lintas Sektor merupakan salah
4 Petani Sawit Rakyat 2.067
satu upaya percepatan pendaftaran tanah 5 Nelayan Tangkap 19.923
melalui kerja sama dengan berbagai 6 Pembudidayaan Ikan 57.288
Kementerian/Lembaga maupun Total 405.044
pemerintah daerah dalam rangka
pensertipikatan tanah.
 Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung
Capaian Pendaftaran Tanah
program pemberdayaan masyarakat yang
Lintas Sektor dalam
subjeknya ditujukan kepada masyarakat
periode 2017-2021
tertentu sesuai program pemberdayaan
Kementerian/Lembaga maupun pemerintah
daerah yang belum memiliki sertipikat 405.044
tanah dan belum memiliki akses bidang tanah
permodalan

6
PEREMAJAAN SAWIT
RAKYAT

1. PSR merupakan program untuk membantu pekebun rakyat


memperbaharui perkebunan kelapa sawit mereka dengan kelapa
sawit yang lebih berkelanjutan dan berkualitas, dan mengurangi
risiko pembukaan lahan ilegal
“Badan Pengelola Dana Perkebunan
2. Peremajaan kebun kelapa sawit pekebun ini dilaksanakan secara
Kelapa Sawit (BPDPKS) ditugaskan
bertahap di seluruh provinsi penghasil kelapa sawit. Produktivitas
untuk menghimpun, mengelola dan
kebun kelapa sawit rakyat saat ini tergolong rendah, berkisar 2
menyalurkan dana sawit untuk
hingga 3 ton/ha/tahun padahal perkebunan sawit di Indonesia
meningkatkan kinerja sektor sawit
memiliki potensi yang besar.
Indonesia. Penyaluran dana sawit
didasarkan pada Perpres No. 3. Melalui PSR, produktivitas lahan milik pekebun rakyat bisa
61/2015 jo. Perpres No.66/2018 yang ditingkatkan tanpa melalui pembukaan lahan baru.
di antaranya adalah untuk
peremajaan perkebunan kelapa
sawit.” 4. Rendahnya produktivitas perkebunan sawit rakyat ini antara lain
disebabkan kondisi pertanaman yang sudah tua dan rusak serta
sebagian menggunakan benih yang bukan unggul dan bersertifikat.
Oleh karena itu perlu dilakukan peremajaan tanaman kelapa sawit
dengan menggunakan benih unggul dan bersertifikat.

7
KERJA SAMA DENGAN
BPDPKS

Kementerian ATR/BPN telah melakukan kerja sama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS)
sejak tahun 2020 guna membantu pensertipikatan tanah petani yang menjadi peserta dalam program peremajaan
sawit rakyat (PSR)

Ruang Lingkup Nota Kesepahaman Ruang Lingkup Perjanjian Kerja Sama


BPDPKS & ATR/BPN BPDPKS dengan ATR/BPN
 Pendaftaran tanah pekebun peserta  BPDPKS berkewajiban menyampaikan
Program Peremajaan Sawit Rakyat; daftar pekebun dan daftar lahan peserta
 Penanganan permasalahan tanah PSR (CPCL);
pekebun peserta Program  ATR/BPN diberikan akses ke aplikasi PSR
Peremajaan Sawit Rakyat; Online;
 Pertukaran data dan/atau informasi;  BPDPKS berkoordinasi dengan instansi terkait
 Dukungan terhadap program untuk pendampingan persiapan dan
strategis nasional PIHAK KEDUA pelaksanaan pendaftaran tanah;
sesuai dengan ketentuan yang  ATR/BPN memberikan pelayanan
berlaku, dan pendaftaran tanah melalui mekanisme
 Kegiatan lain yang disepakati PARA PTSL;
PIHAK  Kedua belah pihak akan membentuk Tim
Teknis yang melibatkan
kementerian/Lembaga/instansi terkait;

8
PERSIAKPeAet Nnut PaEnNPDeAndFaTfAat RraAnNTaTnAaNh
ASaHwMti RE LaAkyLaUt I PSR
Berdasarkan Surat Edaran No.6 Tahun 2021

Menyiapkan dan Mengusulkan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah

PKS
BPDP  Penetapan Calon Peserta Calon Lokasi (CPCL) Petani
KS Sawit yang bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana
Koordinasi/ Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) ditetapkan oleh
Badan Pertanahan Nasional
Kerjasama Kepala Kantor Wilayah.
 Usulan Calon Peserta Calon Lokasi (CPCL) paling lama
Koordinasi diterima oleh Kepala Kantor Pertanahan dan Kepala
Kementerian Kantor Wilayah pada tanggal 30 Juni 2021. Untuk itu
Pertanian
Koordinasi/ diminta Kepala Kantor Wilayah dan Kantor Pertanahan
(Dirjen Instruksi melakukan koordinasi dengan satuan kerja di daerah dari
Perkebunan) Kementerian/Lembaga atau Dinas/ Instansi terkait yang
telah melakukan Nota Kesepahaman/Perjanjian Kerja
Kantor Wilayah Sama dalam rangka Kegiatan PBT dan SHAT Mandiri
Badan Pertanahan Nasional Provinsi (Lintas Sektor).
 BPDPKS menyampaikan Usulan Daftar Nominatif
Koordinasi/
Kepala Dinas Calon Peserta dan Calon Lokasi (CPCL) kepada
Instruksi Kepala Kantor Wilayah dan ditembuskan kepada
Provinsi/Kab/Kota
Kementerian.
Kantor Pertanahan
Kabupaten/Kota

9
PERBEDAAN ORIENTASI DAN TARGET PSR
2021
BPDPKS DENGAN DITJEN PERKEBUNAN
TARGET DARI BPDPKS (PSR Online) TARGET DITJEN
PERKEBUNAN
No Kanwil Target Clear NO PROVINSI TARGET (HA)

1 Jambi 322 133 1 ACEH 20.500


2 SUMATERA UTARA 20.500
2 Lampung 298 285
3 SUMATERA BARAT 8.000
3 Kalbar 75 13 4 RIAU 26.500
4 Kaltim 135 5 JAMBI 18.000
5 Sulteng 177 6 SUMATERA SELATAN 22.350
6 Kalteng 92 5 7 BANGKA BELITUNG 500
7 Sulsel 405 286 8 BENGKULU 6.500
9 LAMPUNG 3.000
8 Riau 359
10 BANTEN 1.000
9 Sultra 115 11 KALIMANTAN BARAT 12.500
10 Aceh 778 296 12 KALIMANTAN SELATAN 3.500
11 Sumut 675 400 13 KALIMANTAN TENGAH 12.150
12 Sulbar 61 14 KALIMANTAN TIMUR 4.000
13 Banten 122 13 15 KALIMANTAN UTARA 500
16 SULAWESI BARAT 10.000
14 Bengkulu 308 281
17 SULAWESI SELATAN 3.000
15 Sumbar 471 43 18 SULAWESI TENGAH 4.000
16 Sumsel 1.167 206 19 SULAWESI TENGGARA 1.000
Total 5.560 1.961 20 PAPUA 1.000
21 PAPUA BARAT 1.500
TOTAL 180.000
• Sumber data dari aplikasi PSR online, satuan target
dalam Bidang; • Satuan target adalah luasan dalam hektar BUKAN bidangan;
• Data Clear: Sudah ada koordinat dan tidak masuk • Orientasinya adalah untuk replanting perkebunan sawit
dalam Kawasan hutan rakyat dan bukan untuk sertipikasi

10
REALISASI TARGET PSR
2021
Target Target
No. Kanwil Alokasi Pusat Input Daerah Berkas PBT Sertipikat %

1 Jambi 322 47 49 49 49 15%


2 Lampung 298 298 298 298 298 100%
Catatan :
3 Kalbar 75 75 75 75 75 100% 1. Secara nasional, capaian sertipikasi PSR tahun
4 Kaltim 135 135 135 135 135 100% 2021 adalah sebanyak 2.053 bidang (37%) dari
5 Sulteng 177 177 177 177 177 100% target 5.560 bidang;
6 Kalteng 92 92 92 92 92 100% 2. Dari 16 Kanwil yang mendapat Target Lintor PSR,
7 Sulsel 405 405 405 405 405 100%
hanya ada 11 Kanwil yang memiliki output
(sertipikat) yaitu: Jambi, Lampung, Kalbar, Kaltim,
8 Riau 359 359 359 359 359 100%
Sulteng, Kalteng, Sulsel, Riau, Sultra, Aceh dan
9 Sultra 115 55 55 55 55 48% Sumut.
10 Aceh 778 778 340 340 337 43% 3. Sisanya sebanyak 5 Kanwil tidak ada realisasi
11 Sumut 675 232 85 73 71 11% dikarenakan tidak ada CPCL dan tidak ada CPCL
12 Sulbar 61 61 0 0 0 0% yang Clean and Clear karena masuk dalam
13 Banten 122 0 0 0 0 0%
Kawasan Hutan atau telah bersertipikat;
14 Bengkulu 308 0 0 0 0 0%
15 Sumbar 471 0 0 0 0 0%
16 Sumsel 1.167 0 0 0 0 0%
# Total 5.560 2.714 2.070 2.058 2.053 37%

11
USULAN TARGET DAN REALISASI SERTIPIKASI PSR
2022

No Provinsi Kabupaten Jumlah


Target
Bidang
1 ACEH 8 8.702
2 BANGKA BELITUNG 2 3.762
3 BANTEN 1 662
4 BENGKULU 3 4.326
5 JAMBI 5 2.260
6 KALIMANTAN BARAT 5 20.364
7 KALIMANTAN SELATAN 2 1.148
8 KALIMANTAN TENGAH 5 1.142 Rekapitulasi Petani Sawit Rakyat tanggal 1 Desember 2022
9 KALIMANTAN TIMUR 1 33 No. Kanwil Target Berkas PBT SU Pengesahan/SK Sertipikat Penyerahan
10 KALIMANTAN UTARA 1 432 1 Riau 90 90 90 20 0 0 0
2 Lampung 954 596 531 499 330 370 0
11 LAMPUNG 3 1.278
3 Kalbar 168 0 0 0 0 0 0
12 RIAU 3 328 4 Kalsel 196 196 196 196 0 196 196
13 SULAWESI BARAT 1 2.087 5 Sultra 100 89 89 20 0 0 0
14 SULAWESI SELATAN 1 808 # Total 1.508 971 906 735 330 566 196
15 SULAWESI TENGAH 1 79
• Data CPCL dari BPDPKS baru diterima tanggal 4 Januari 2022 (seharusnya sudah diterima tanggal 30 Juni 2021),
16 SULAWESI TENGGARA 1 886 tersebar di 19 provinsi dan 68 Kabupaten dengan total target 62.442 bidang;
17 SUMATERA BARAT 5 3.365 • Mekanisme sertipikasi melalui program PTSL, dimana lokasi CPCL yang masuk dalam penetapan lokasi PTSL dapat
18 SUMATERA SELATAN 7 3.226 dilakukan proses penerbitannya. Melalui Penlok PTSL 2022, usulan target PSR terdapat dalam Penlok 170 desa
19 SUMATERA UTARA 13 7.554 dengan total target 16.943 bidang (27%) dari total usulan 62.442 bidang.
• Sisa target akan dilaksanakan melalui optimalisasi anggaran kegiatan Non-Sistematis
Total 68 62.442

12
USULAN TARGET DAN REALISASI SERTIPIKASI PSR
2023

13
KENDAHLAAMBATAN DAN KENDALA SERTIPIKASI
PSR

UPAYA PENYELESAIAN
 Data CPCL yang diusulkan hanya bisa dapat
diproses melalui mekanisme PTSL sehingga  Berkoordinasi dengan Dinas Perkebunan
untuk usulan diluar Penlok PTSL belum Provinsi dan Kabupaten/Kota guna mencari
dapat diakomodir Tahun Anggaran 2022 objek PSR yang belum bersertipikat Hak Milik
 Data CPCL yang disampaikan belum dan mencari pengganti objek PRS yang berada
clean and clear sehingga masih di luar kawasan hutan dan PIPPIB
memerlukan verifikasi:  Kantor Pertanahan memverifikasi data
CPCL, yang disampaikan dari OPD
 Sebagian besar objek PSR yang sehingga tahapan selanjutnya dapat
diberikan sudah bersertipikat Hak segera dilaksanakan.
Milik  Rapat Koordinasi dengan BPDPKS dan
 Sebagian objek bidang tanah yang Ditjenbun di Ancol dan di Kementerian
dimiliki Petani Sawit dalam ATR/BPN terkait Sinkronisasi Data
rangka Peremajaan Sawit masuk Dashboard pada PSR Online dengan Hasil
dalam kawasan hutan dan dari seluruh Data CPCL yang Laporkan
 PIPPIB;
Belum ada pengaturan terkait Surat Kanwil BPN Provinsi, baru Provinsi
Pernyataan Bidang Tanah diluar Hak Guna Kalimantan Barat yang NIK Data CPCLnya
Usaha yang menjadi persyaratan sesuai dan terdaftar dengan PSR Online.
Rekomtek Dana PSR dalam MoU dan
PKS antara Kementerian ATR/BPN
dengan BPDKS.

14
PENGATURAN PELEPASAN KAWASAN HUTAN
#1

UU NOMOR 11 TAHUN 2020 PP NOMOR 23 TAHUN 2021


CIPTA KERJA PENYELENGGARAAN KEHUTANAN

UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan


Pasal 25
jo. UU No. 19 Tahun 2004 Penyelesaian bidang tanah yang telah dikuasai dan dimanfaatkan dan/atau telah diberikan hak di
atasnya sebelum bidang tanah tersebut ditunjuk sebagai Kawasan Hutan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 24 ayat (4) huruf a, dilakukan dengan mengeluarkan bidang tanah dari
(1) Perubahan peruntukan dan perubahan fungsi dalam Kawasan Hutan Negara melalui perubahan batas Kawasan Hutan
kawasan hutan ditetapkan oleh Pemerintah Pusat
dengan mempertimbangkan hasil penelitian
terpadu PP NOMOR 43 TAHUN 2021
Angka 3 (2) Ketentuan mengenai tata cara perubahan PENYELESAIAN KETIDAKSESUAIAN TATA RUANG, KAWASAN HUTAN, IZIN
Pasal 19 peruntukan dan perubahan fungsi kawasan DAN/ATAU HAK ATAS TANAH
hutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
diatur dalam Peraturan Pemerintah. Pasal 11 ayat (3)
Penyelesaian terhadap penguasaan tanah berupa permukiman, fasilitas sosial, fasilitas umum,
Penjelasan ayat (1) Penelitian terpadu dilaksanakan untuk menjamin lahan garapan, kebun rakyat, lahan transmigrasi, hutan adat, atau tanah ulayat yang telah
objektivitas dan kualitas hasil penelitian, maka kegiatan penelitian dikuasai dan dimanfaatkan secara fisik dengan iktikad baik oleh Masyarakat di
diselenggarakan oleh lembaga Pemerintah yang mempunyai kompetensi dalam Kawasan Hutan selama jangka waktu paling singkat 20 (dua puluh) tahun
dan memiliki otoritas ilmiah (scientific authority) bersama-sama dengan secara terus menerus, penguasaan tanah dimaksud tidak dipermasalahkan oleh pihak
pihak lain yang terkait. lainnya, dan dibuktikan dengan historis penguasaan dan pemanfaatannya, diselesaikan oleh
menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kehutanan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang- undangan.

15
PENGATURAN PELEPASAN KAWASAN HUTAN
#2

PP NOMOR 23 TAHUN 2021 TENTANG PENYELENGGARAAN KEHUTANAN

Pasal 24 Pasal 26
Penguasaan bidang tanah dalam Kawasan Hutan Negara sebagaimana 1) Penyelesaian penguasaan bidang tanah yang dikuasai
dimaksud dalam Pasal 23 wajib memenuhi kriteria: dan dimanfaatkan setelah bidang tanah
 penguasaan tanah di dalam Kawasan Hutan Negara oleh tersebut ditunjuk sebagai Kawasan Hutan
“Berdasarkan ketentuan
Masyarakat dilakukan sebelum berlakunya Undang-Undang Negara di dalam Kawasan Hutan Negara tersebut, maka bidang
Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja; sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (4) huruf tanah yang telah
 dikuasai paling singkat 5 (lima) tahun secara terus b, diawali dengan inventarisasi dan verifikasi.
menerus;
dikuasai dan
2) Pola penyelesaian untuk bidang tanah yang dikuasai
 dikuasai oleh Perseorangan dengan luasan paling banyak dan dimanfaatkan setelah bidang tanah tersebut dimanfaatkan telah
5 (lima) hektar; ditunjuk sebagai Kawasan Hutan sebagaimana diberikan hak atas tanah
 bidang tanah telah dikuasai secara fisik dengan iktikad baik dimaksud pada ayat (1) terdiri atas: sebelum bidang tanah
secara terbuka; dan
 bidang tanah yang tidak bersengketa. ditunjuk sebagai
 pengeluaran bidang tanah dalam Kawasan kawasan hutan maka
Hutan melalui perubahan batas Kawasan dilakukan pengeluaran
Pasal 25 Hutan;
Penyelesaian bidang tanah yang telah dikuasai dan dimanfaatkan dan/atau  pelepasan melalui Perubahan Peruntukan dari kawasan melalui
telah diberikan hak di atasnya sebelum bidang tanah tersebut Kawasan Hutan dan Perubahan Fungsi perubahan batas
ditunjuk sebagai Kawasan Hutan sebagaimana dimaksud dalam Kawasan Hutan; kawasan hutan”
Pasal 24 ayat (4) huruf a, dilakukan dengan mengeluarkan bidang  memberikan akses pengelolaan Hutan
tanah dari dalam Kawasan Hutan Negara melalui perubahan melalui program Perhutanan Sosial; atau
batas Kawasan Hutan  Penggunaan Kawasan Hutan.

16
PENGATURAN PELEPASAN KAWASAN HUTAN
#3

PP NOMOR 23 TAHUN 2021 TENTANG PENYELENGGARAAN KEHUTANAN

 Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan dan Perubahan Fungsi Kawasan Hutan ditetapkan PASAL 63
oleh Menteri berdasarkan Penelitian Terpadu. Ketentuan ini dijabarkan dalam BAB III (1) Pemegang Persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan dikenakan PNBP
Pasal 53 s.d. Pasal 88 PP 23/2021 Pelepasan Kawasan Hutan.
 Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan dilakukan secara parsial maupun untuk wilayah Provinsi (2) Terhadap kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (a) huruf a
sampai dengan huruf e dan kegiatan non komersial tidak dikenakan PNBP
sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(3) Tata cara pengenaan dan tarif PNBP Persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan
Pelepasan Kawasan Hutan untuk Kebun Sawit diatur dengan Peraturan Pemerintah tersendiri.

PASAL 61
(1) Permohonan Persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56
diajukan kepada Menteri.
PASAL 62
(1) Setelah menerima permohonan Pelepasan Kawasan Hutan, Menteri meneliti
pemenuhan persyaratan administrasi dan teknis dan pemenuhan komitmen.
(2) Terhadap permohonan Pelepasan Kawasan Hutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tim
terpadu menyampaikan rekomendasi kepada Menteri sebagai bahan pertimbangan.
(3) Berdasarkan penelitan persyaratan dan rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat
(l) ayat (21, Menteri menerbitkan:
a. keputusan Persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan untuk sebagian atau seluruh
Kawasan Hutan yang dimohon; atau
b. surat penolakan Pelepasan Kawasan Hutan.

17
PENGATURAN PELEPASAN KAWASAN HUTAN
#4

PP NOMOR 43 TAHUN 2021

Untuk Hak Atas Tanah dan/atau Hak Pengelolaan


yang terbit lebih dahulu daripada SK Penunjukan
Fungsi Kawasan Hutan :
 Diteliti kronologi penguasaan, pemanfaatan dan
penggunaan sampai dengan diterbitkannya
HAT/HPL;
 Diteliti izin dan kesesuaian tata ruang (apabila
tersedia) pada saat diterbitkan HAT/HPL;
 Dikategorikan subyek HAT/HPL apakah
perorangan atau badan hukum;
 Untuk perorangan (terutama masyarakat adat)
diutamakan untuk penyelesaian secara
administratif;
 Untuk badan hukum yang memenuhi syarat,
diusulkan untuk penyelesaian melalui kegiatan
Penataan Kawasan Hutan.

18
18
PENGATURAN PELEPASAN KAWASAN HUTAN
#5

Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan secara parsial Ketentuan Pasal 58


 Pelepasan Kawasan Hutan dilakukan pada Hutan Produksi yang dapat Dikonversi. dan hanya
dilakukan berdasarkan permohonan oleh:
dapat dilakukan pada Hutan Produksi yang dapat Dikonversi yang tidak produktif kecuali
a. menteri atau pimpinan lembaga;
pada provinsi yang tidak tersedia lagi Kawasan Hutan Produksi yang dapat Dikonversi yang
b. gubernur atau bupati/wali kota;
tidak produktif.
c. pimpinan badan hukum; atau  Pelepasan Kawasan Hutan untuk kegiatan: a. proyek strategis nasional; b. pemulihan ekonomi
d. Perseorangan, kelompok orang, dan/atau nasional; c. pengadaan tanah untuk ketahanan pangan (food estate) dan energi; d. pengadaan
Masyarakat. tanah untuk bencana alam; e. pengadaan tanah obyek reforma agraria; dan f. kegiatan
usaha yang telah terbangun dan memiliki izin di dalam Kawasan Hutan sebelum
Diajukan berlakunya UUCK, dapat dilakukan pada Kawasan Hutan Produksi yang dapat Dikonversi
danlatau Kawasan Hutan Produksi Tetap.
kepada
Menteri LHK
Rekomendasi Tim Terpadu
Menteri menerbitkan:
Melakukan Pelepasan
1 Kawasan Hutan sebagian
atau seluruhnya
 Keputusan Persetujuan
Pelepasan Kawasan Hutan
untuk sebagian atau seluruh
Kawasan Hutan yang
Menolak permohonan dimohon; atau
2 Pelepasan Kawasan Hutan  Surat Penolakan Pelepasan
Kawasan Hutan.
Perubahan Peruntukan Kawasan
Hutan dan Perubahan Fungsi
Kawasan Hutan ditetapkan oleh
3 Melakukan perubahan fungsi
menjadi Kawasan Hutan Tetap
Menteri berdasarkan Penelitian Penelitian Terpadu
Terpadu. Ketentuan ini
dijabarkan dalam BAB III Pasal dilakukan oleh tim terpadu yang
53 s.d. Pasal 88 PP 23/2021 dibentuk Menteri.

19
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

Melayani, Profesional,
TERIMA
Terpercaya KASIH

Anda mungkin juga menyukai