Percepatan Sertifikasi Lahan Sawit Rakyat
Percepatan Sertifikasi Lahan Sawit Rakyat
Melayani, Profesional,
Terpercaya
2
PENDAFTARAN
TANAH
Tanah Hak
Macam Kepemilikan Tanah Hak Milik PEMBERIAN
Tanah Negara Hak Guna usaha SURAT TANDA
Tanah Bekas Milik Adat DI DAFTAR Hak Guna Bangunan BUKTI HAK
Tanah Bekas Hak Barat Hak Pakai SEBAGAI
Tanah Swapraja Hak Pengelolaan
Wakaf
ALAT BUKTI
Tanah Ulayat
Lainnya
KUAT
Untuk Tanah Ulayat cukup didaftar
atau diberikan Hak Pengelolaan
3
KONDISI PENDAFTARAN TANAH DI
INDONESIA
Capaian 2017-2021 PENDAFTARAN TANAH
Luas Wilayah Indonesia 8,23 Juta
Rerata Output 8.879.961 SISTEMATIS LENGKAP
km2, dengan luas daratan
187.751.900 Ha dengan Luas Rerata SHAT 6.388.376 Kegiatan Pendaftaran Tanah untuk pertama
Meningkat kali yang dilakukan secara serentak
Kawasan Non Hutan (APL) lebih dari 11.286.963* 11.182.172* bagi semua objek Pendaftaran Tanah di
mencapai 67.490.200 Ha 5 Kali Lipat seluruh wilayah Republik Indonesia dalam
Perkiraan jumlah bidang tanah 9.378.496*
satu wilayah desa/kelurahan atau nama
sebanyak 126.000.000 Bidang 7.191.198* lainnya yang setingkat dengan itu, yang
5.402.950* meliputi pengumpulan data fisik dan data
yuridis mengenai satu atau beberapa objek
Pendaftaran Tanah untuk keperluan
pendaftarannya
Sampai dengan Tahun 2022 1.168.095
Total bidang tanah terdaftar 100,17 967.490
Juta (79,5%)
Total bidang tanah bersertipikat Kemudahan Syarat
2015 2018 2019 2020 2021
85,2 Juta (67 %) 2016 2017 dengan mendasarkan pada
pernyataan penguasaan fisik
bidang tanah
s.d. 2016 2017 s.d. 7 Nov 2022 Percepatan Jangka
On progress Waktu
54,17 Juta Bidang Tanah Kepastian Penyelesaian
46 Juta Bidang Terdaftar (42,9%)
25,83 Juta Bidang
Kegiatan PTSL Bersifat Yuridis
39,2 Juta Bidang Tanah (20,5%)
36,5% Bersertipikat (31,1%)
Administratif yaitu setelah syarat
terpenuhi secara fisik dan yuridis
maka dapat diterbitkan hak atas
Target penyelesaian
tanah
Dimulainya PTSL 2025
5
PERCEPATAN SERTIPIKASI SAWIT
RAKYAT
6
PEREMAJAAN SAWIT
RAKYAT
7
KERJA SAMA DENGAN
BPDPKS
Kementerian ATR/BPN telah melakukan kerja sama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS)
sejak tahun 2020 guna membantu pensertipikatan tanah petani yang menjadi peserta dalam program peremajaan
sawit rakyat (PSR)
8
PERSIAKPeAet Nnut PaEnNPDeAndFaTfAat RraAnNTaTnAaNh
ASaHwMti RE LaAkyLaUt I PSR
Berdasarkan Surat Edaran No.6 Tahun 2021
PKS
BPDP Penetapan Calon Peserta Calon Lokasi (CPCL) Petani
KS Sawit yang bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana
Koordinasi/ Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) ditetapkan oleh
Badan Pertanahan Nasional
Kerjasama Kepala Kantor Wilayah.
Usulan Calon Peserta Calon Lokasi (CPCL) paling lama
Koordinasi diterima oleh Kepala Kantor Pertanahan dan Kepala
Kementerian Kantor Wilayah pada tanggal 30 Juni 2021. Untuk itu
Pertanian
Koordinasi/ diminta Kepala Kantor Wilayah dan Kantor Pertanahan
(Dirjen Instruksi melakukan koordinasi dengan satuan kerja di daerah dari
Perkebunan) Kementerian/Lembaga atau Dinas/ Instansi terkait yang
telah melakukan Nota Kesepahaman/Perjanjian Kerja
Kantor Wilayah Sama dalam rangka Kegiatan PBT dan SHAT Mandiri
Badan Pertanahan Nasional Provinsi (Lintas Sektor).
BPDPKS menyampaikan Usulan Daftar Nominatif
Koordinasi/
Kepala Dinas Calon Peserta dan Calon Lokasi (CPCL) kepada
Instruksi Kepala Kantor Wilayah dan ditembuskan kepada
Provinsi/Kab/Kota
Kementerian.
Kantor Pertanahan
Kabupaten/Kota
9
PERBEDAAN ORIENTASI DAN TARGET PSR
2021
BPDPKS DENGAN DITJEN PERKEBUNAN
TARGET DARI BPDPKS (PSR Online) TARGET DITJEN
PERKEBUNAN
No Kanwil Target Clear NO PROVINSI TARGET (HA)
10
REALISASI TARGET PSR
2021
Target Target
No. Kanwil Alokasi Pusat Input Daerah Berkas PBT Sertipikat %
11
USULAN TARGET DAN REALISASI SERTIPIKASI PSR
2022
12
USULAN TARGET DAN REALISASI SERTIPIKASI PSR
2023
13
KENDAHLAAMBATAN DAN KENDALA SERTIPIKASI
PSR
UPAYA PENYELESAIAN
Data CPCL yang diusulkan hanya bisa dapat
diproses melalui mekanisme PTSL sehingga Berkoordinasi dengan Dinas Perkebunan
untuk usulan diluar Penlok PTSL belum Provinsi dan Kabupaten/Kota guna mencari
dapat diakomodir Tahun Anggaran 2022 objek PSR yang belum bersertipikat Hak Milik
Data CPCL yang disampaikan belum dan mencari pengganti objek PRS yang berada
clean and clear sehingga masih di luar kawasan hutan dan PIPPIB
memerlukan verifikasi: Kantor Pertanahan memverifikasi data
CPCL, yang disampaikan dari OPD
Sebagian besar objek PSR yang sehingga tahapan selanjutnya dapat
diberikan sudah bersertipikat Hak segera dilaksanakan.
Milik Rapat Koordinasi dengan BPDPKS dan
Sebagian objek bidang tanah yang Ditjenbun di Ancol dan di Kementerian
dimiliki Petani Sawit dalam ATR/BPN terkait Sinkronisasi Data
rangka Peremajaan Sawit masuk Dashboard pada PSR Online dengan Hasil
dalam kawasan hutan dan dari seluruh Data CPCL yang Laporkan
PIPPIB;
Belum ada pengaturan terkait Surat Kanwil BPN Provinsi, baru Provinsi
Pernyataan Bidang Tanah diluar Hak Guna Kalimantan Barat yang NIK Data CPCLnya
Usaha yang menjadi persyaratan sesuai dan terdaftar dengan PSR Online.
Rekomtek Dana PSR dalam MoU dan
PKS antara Kementerian ATR/BPN
dengan BPDKS.
14
PENGATURAN PELEPASAN KAWASAN HUTAN
#1
15
PENGATURAN PELEPASAN KAWASAN HUTAN
#2
Pasal 24 Pasal 26
Penguasaan bidang tanah dalam Kawasan Hutan Negara sebagaimana 1) Penyelesaian penguasaan bidang tanah yang dikuasai
dimaksud dalam Pasal 23 wajib memenuhi kriteria: dan dimanfaatkan setelah bidang tanah
penguasaan tanah di dalam Kawasan Hutan Negara oleh tersebut ditunjuk sebagai Kawasan Hutan
“Berdasarkan ketentuan
Masyarakat dilakukan sebelum berlakunya Undang-Undang Negara di dalam Kawasan Hutan Negara tersebut, maka bidang
Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja; sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (4) huruf tanah yang telah
dikuasai paling singkat 5 (lima) tahun secara terus b, diawali dengan inventarisasi dan verifikasi.
menerus;
dikuasai dan
2) Pola penyelesaian untuk bidang tanah yang dikuasai
dikuasai oleh Perseorangan dengan luasan paling banyak dan dimanfaatkan setelah bidang tanah tersebut dimanfaatkan telah
5 (lima) hektar; ditunjuk sebagai Kawasan Hutan sebagaimana diberikan hak atas tanah
bidang tanah telah dikuasai secara fisik dengan iktikad baik dimaksud pada ayat (1) terdiri atas: sebelum bidang tanah
secara terbuka; dan
bidang tanah yang tidak bersengketa. ditunjuk sebagai
pengeluaran bidang tanah dalam Kawasan kawasan hutan maka
Hutan melalui perubahan batas Kawasan dilakukan pengeluaran
Pasal 25 Hutan;
Penyelesaian bidang tanah yang telah dikuasai dan dimanfaatkan dan/atau pelepasan melalui Perubahan Peruntukan dari kawasan melalui
telah diberikan hak di atasnya sebelum bidang tanah tersebut Kawasan Hutan dan Perubahan Fungsi perubahan batas
ditunjuk sebagai Kawasan Hutan sebagaimana dimaksud dalam Kawasan Hutan; kawasan hutan”
Pasal 24 ayat (4) huruf a, dilakukan dengan mengeluarkan bidang memberikan akses pengelolaan Hutan
tanah dari dalam Kawasan Hutan Negara melalui perubahan melalui program Perhutanan Sosial; atau
batas Kawasan Hutan Penggunaan Kawasan Hutan.
16
PENGATURAN PELEPASAN KAWASAN HUTAN
#3
Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan dan Perubahan Fungsi Kawasan Hutan ditetapkan PASAL 63
oleh Menteri berdasarkan Penelitian Terpadu. Ketentuan ini dijabarkan dalam BAB III (1) Pemegang Persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan dikenakan PNBP
Pasal 53 s.d. Pasal 88 PP 23/2021 Pelepasan Kawasan Hutan.
Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan dilakukan secara parsial maupun untuk wilayah Provinsi (2) Terhadap kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (a) huruf a
sampai dengan huruf e dan kegiatan non komersial tidak dikenakan PNBP
sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(3) Tata cara pengenaan dan tarif PNBP Persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan
Pelepasan Kawasan Hutan untuk Kebun Sawit diatur dengan Peraturan Pemerintah tersendiri.
PASAL 61
(1) Permohonan Persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56
diajukan kepada Menteri.
PASAL 62
(1) Setelah menerima permohonan Pelepasan Kawasan Hutan, Menteri meneliti
pemenuhan persyaratan administrasi dan teknis dan pemenuhan komitmen.
(2) Terhadap permohonan Pelepasan Kawasan Hutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tim
terpadu menyampaikan rekomendasi kepada Menteri sebagai bahan pertimbangan.
(3) Berdasarkan penelitan persyaratan dan rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat
(l) ayat (21, Menteri menerbitkan:
a. keputusan Persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan untuk sebagian atau seluruh
Kawasan Hutan yang dimohon; atau
b. surat penolakan Pelepasan Kawasan Hutan.
17
PENGATURAN PELEPASAN KAWASAN HUTAN
#4
18
18
PENGATURAN PELEPASAN KAWASAN HUTAN
#5
19
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/
BADAN PERTANAHAN NASIONAL
Melayani, Profesional,
TERIMA
Terpercaya KASIH