0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan28 halaman

Keputusan Fundamental dalam Hidup

Ringkasan dari dokumen tersebut adalah: 1. Pengambilan keputusan merupakan keterampilan fundamental dalam kehidupan 2. Faktor rasional dan irasional mempengaruhi proses pengambilan keputusan 3. Model keputusan perilaku lebih realistis dibanding model ekonomi rasional karena mempertimbangkan keterbatasan manusia

Diunggah oleh

Novita Rahayyu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan28 halaman

Keputusan Fundamental dalam Hidup

Ringkasan dari dokumen tersebut adalah: 1. Pengambilan keputusan merupakan keterampilan fundamental dalam kehidupan 2. Faktor rasional dan irasional mempengaruhi proses pengambilan keputusan 3. Model keputusan perilaku lebih realistis dibanding model ekonomi rasional karena mempertimbangkan keterbatasan manusia

Diunggah oleh

Novita Rahayyu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Making Decision is a Fundamental Life Skill

Irasional > Rasional

Spiritual

Filosofi/ Nilai/ Budaya

Konsep/ Tujuan

Strategi/ taktik

Operasional/ praktek/ aksi


(course of action)

Rasional > Irasional

While hard data may inform our intellect, it is largely soft data that generates wisdom…Hard information is often
limited in scope, lacking richness, and often fails to encompass important non economic and non quantitative
factors.
Henry Mintzberg, The Rise and Fall of Strategic Thinking
Situasi terbaik dalam memanfaatkan pertimbangan Rasional
• masalah yang terstruktur (mis. Masalah permesinan)
• apabila data terpercaya tersedia untuk analisis
• tersedia contoh untuk memahami kondisi sejenis

Kelebihan Kekurangan
Metode yang teruji dan mapan Diasumsikan sudah ada pengetahuan
Fokus pada pengumpulan data dan yang akan dihasilkan
kriteria yang ditetapkan Model linier dan tidak dinamis

Mengurangi subyektifitas (mengikuti langkah-langkah


Efisien – tergantung teknologi yang keterkaitan)
Dimunculkan sebagai sebagai
diterapkan (pengumpulan dan
pengolahan serta presentasi data) obyektif namun pengambilan
Yang umum digunakan konsep dasar keputusan oleh siapapun
membutuhkan justifikasi pribadi (tidak
BCR (Benefit-Cost Ratio) dan
bebas nilai)
Probabilitas  hasilnya ‘kepuasan’
atau ‘optimasi’/ ‘maksimasi’

“It is impossible to be purely rational”


- Herbert Simon, Nobel Prize Winner
 Manajemen adalah suatu proses untuk mencapai tujuan
organisasi melalui pemanfaatan sumberdaya yang dimiliki
(SDM, dana, energi, material, ruang dan waktu).

 Sumberdaya yang dimaksud dipahami sebagai inputs, dan


hasil yang dicapai untuk memenuhi tujuan disebut output dari
proses menajemen.

 Manajer memandang proses ini sebagai upaya untuk


memperoleh hasil yang optimal.
1. Peran Interpersonal: figur
kepala, pemimpin, penghubung.

2. Peran Informasional:
monitor, diseminator,
jurubicara.
3. Peran Keputusan:
entrepreneur, menangani
kekacauan, pengatur alokasi
sumberdaya, negosiator.
 Iconic (Scale) Models.   Mathematical (Quantitative)
penyederhanaan dari model Models. 
abstrak; replika fisik dari sebuah hubungan yang kompleks dari
sistem, biasanya berdasarkan banyak sistem umumnya tidak
perbedaan skala dibandingkan dapat sepenuhnya terwakili. Untuk
aslinya dapat mengabstraksikannya
diperlukan pemanfaatan model-
model matematis. (Probability, B/C
 Analog Models.  ratio, others)
berlawanan dengan model iconic,
tidak mirip dengan sistem yang riel
tetapi mempunyai perilaku yang  Mental models
mirip. memberikan gambaran subyektif
bagaimana seseorang memikirkan
tentang suatu situasi.
 Model Ekonomi-Rasional
 Kerangka perspektif bagaimana suatu keputusan diambil dengan
asumsi bahwa pengambil keputusan memiliki informasi akurat yang
lengkap

 Model Keputusan-Perilaku (Behavioral Decision)


 Tidak seperti Model Ekonomi-Rasional, model Keputusan-Perilaku ini
memahami adanya keterbatasan manusia yang membuat keputusan
rasional sulit untuk dicapai.
Behavioral Decision Model

Satu konsep yang penting untuk dipahami dalam proses


pengambilan keputusan:

Bounded
Rationality Intuition
Analisis yang tidak disadari
Mengenal keterbatasan manusia berdasarkan pengalaman
oleh adanya pembatasan (yang lalu)
organisasional, seperti waktu,
informasi, sumberdaya, dan juga
kapabilitas mentalnya

Satisficing Escalation of
Suatu pencarian sampai Commitment
dengan tingkat memuaskan Kecenderungan untuk menambah
dan tidak perlu sampai komitmen dari aksi (hasil keputusan)
sempurna atau optimal sebelumnya seperti yang diharapkan jika
seorang pimpinan jika mengikuti proses
pengambilan keputusan yang efektif
Ego in Decision Making
 1/3 ego drove the decision
 81% edict or persuasion drove the
decision
 2/3 never explored alternatives once
they made up their minds

- Dr. Paul Nutt, Why Decisions Fail


Hambatan dalam Membuat Keputusan

 Confidence (percaya diri) Sense of infallibility (tidak merasa bersalah)


 Quickness (kecepatan) Overhastiness (terlalu terburu-buru)
 Sharp wit (bijak) Abrasiveness (pembawaan kasar)
 Determination Inflexibility
 Dedication Workaholism
 Commitment Intolerance
 Perseverance (tekun) Resistance to change (kaku)
 Persuasive Manipulation

- Adapted from The Paradox of Success by John


O’Neil
Influencing Do’s dan Don’ts
(Jenny Rogers “Influencing Skills”)

Influencing do’s
􀂃 Try to understand the other person
􀂃 Listen and show you are listening
􀂃 Know yourself
􀂃 Ask open questions
􀂃 Create rapport
􀂃 Let people find their own solutions
􀂃 Stay open to being influenced yourself
􀂃 Create common ground through your Influencing don’ts
enthusiasm 􀂃 Start with a fixed position that you are
determined to defend
􀂃 Interrupt the other person with your
views
􀂃 Talk more than you listen
􀂃 Overly rely on facts, figures, logic, data
􀂃 Make assumptions about the other
person’s
motivation
􀂃 Leave other people to guess what you
want
Kewaspadaan dapat meningkatkan
kualitas keputusan. Kewaspadaan
yang dimaksud di sini adalah
adanya perhatian terhadap
prosedur pengambilan keputusan
yang benar
Spontanitas Hasrat
Memilih opsi pertama yang muncul dalam Memilih opsi yang memungkin untuk mencapai
benak/pikiran; tanpa menghiraukan adanya hasil terbaik walaupun akan berhadapan dengan
pilihan alternatif lainnya resiko

Patuh Menghindar
Mengikuti aturan atau tata nilai atau Memilih opsi yang sebisa mungkin terhindar dari
kesepakatan hasil yang buruk

Penundaan Keamanan
Menunda pemikiran dan tindakan sampai tinggal Memilih opsi yang kemungkinan cukup berhasil,
terbatas beberapa opsi saja hanya membebani sedikit orang, dan diarahkan
untuk pilihan yang sedikit beresiko

Menyulitkan
Terakumulasinya banyak informasi sehingga Sintesis
membingungkan dalam menganalisis opsi Memilih opsi yang memiliki peluang terbaik
untuk berhasil dan paling disukai

Intensi
Memilih opsi yang dapat memuaskan secara
intelektual maupun emosional sekaligus
STRATEGI OPTIMUM
Memutuskan memilih alternatif solusi terbaik dari sejumlah alternatif

STRATEGI KEPUASAN
Memutuskan memilih solusi yang telah memenuhi persyaratan
minimum (tidak harus sempurna atau seluruh alternatif dikaji)

STRATEGI QUASI KEPUASAN


Menggunakan bobot daripada menghitung satu per satu faktor atau
variabel penentu
Problem
Objectives
Alternatives
PrOACT
Consequences
Tradeoffs

Kondisi dasar
(lingkungan) yang Uncertainty
menjadi perhatian Risk tolerance
utama pada setiap
penetapan elemen Linked Decision
PrOACT

Hammond, [Link]., 1999. Smart Choices; A Practical Guide to Making Better Decisions
• Cara kita menetapkan problem
menunjukkan kerangka keputusan kita
• Solusi yang baik bagi penempatan
permasalahan suatu keputusan yang pas Langkah
akan menjadi smarter choice daripada • tanya: mengapa perlu membuat
excellent solution untuk penempatan keputusan?
permasalahan yang lemah
• apa kendala dalam membuat
• Kelemahan utama dalam keputusan
memformulasikan permasalahan
pengambilan keputusan adalah sifat • identifikasi elemen dasar dalam
malas . Oleh karena itu dianjurkan untuk membuat keputusan
senantiasa kreatif dalam merumuskan • temu-kenali faktor terkait
solusi – ubahlah permasalahan menjadi dengan masalah
peluang  ciptakan alternatif kreatif
• rumuskan definisi permasalahan
yang aplikatif
• uji rumusan permasalahan
dengan pihak lain
Objective
Langkah:

 Specific 1. Tulis seluruh hal yang menjadi


perhatian untuk mengarahkan
 Measurable pada Objectives

 Achievable 2. Ubah perhatian2 tadi menjadi


Objectives
 Reach 3. Bedakan antara hasil akhir dan
 Time-bound makna hasil, contoh atlit lari
mencapai garis finis di Olimpiade
4. Klarifikasi makna tadi menjadi
Objectives
5. Uji alakah Objectives tadi masih
tercakup dalam perhatian2 di atas

The reason most people never reach their goals is that


they don’t define them… Winners can tell you where they
are going, what they plan to do along the way, and who
will be sharing the adventure with them.
– Denis Waitley
Alternative

Kunci memperoleh alternatif lebih baik


• manfaatkan rumusan Objectives, tanyakan bagaimana mencapainya?
• kaji kemungkinan hambatan-hambatan
• tumbuhkan aspirasi
• gunakan pikirin sendiri terlebih dulu
• belajar dari pengalaman
• tanya pendapat pihak lain
• identifikasi alternatif-alternatif baru
• susun alternatif tersebut baru kaji/evaluasi
• jangan pernah berhenti mencari alternatif

“ Don’t box yourself in with limited alternatives”


Hammond, 1999
Consequences

Susun tabel konsekuensi:


1. Siapkan mental anda untuk kondisi masa
yang akan datang
2. Buat jabaran ‘free-form’ konsekuensi
untuk setiap alternatif
3. Hindari / kurangi setiap alternatif yang
kurang menguntungkan berdasarkan
kajian konsekuensi
4. Organisir jabaran konsekuensi dari setiap
alternatif terpilih

“ be sure you really understand the consequences of


your alternatives before make a choice”
Hammond, 1999
Tradeoffs

• Bandingkan konsekuensi dan


alternatif kemudian tetapkan atau
kurangi sejumlah pilihan yang tidak
menguntungkan.
• Tradeoff merupakan pilihan atas
perbandingan masing-masing
alternatif dan konsekuensinya yang
dinilai atas dasar objectives

“ Decision with multiple objectives can not be resolved


(ditetapkan) by focusing on any one objective”
Hammond, 1999
Kelebihan Kekurangan
 Berbagi pengalaman dan  Butuh waktu lebih banyak
keahlian dari beberapa individu  Ada dominasi minoritas
 Lebih banyak data, informasi,  Ada kecenderungan kompromi
dan pengetahuan yang  Ada kecenderungan anggota
terakumulasi grup lebih terkonsentrasi pada
 Masalah dipandang dari kepentingan individual dari
berbagai sektor tujuan kelompok
 Lebih banyak anggota yang  Tidak terhindar dari tekanan
dapat memperoleh kepuasan sosial
 Lebih banyak dapat diterima  Ada kecenderungan lebih
dan sepakat dengan keputusan sebagai kelompok pemikir
yang diambil (bukan pengambil keputusan)

Group decision making is becoming more common as organizations focus


on improving customer service and push decision making to lower levels.
 Jaga komitmen dalam proses pengambilan
keputusan; manfaatkan komitmen ini dan
biarkan data/informasi yang terpercaya
bukan emosi yang mengarahkan keputusan
 Dapatkan asupan dari staf, khususnya yang
berkaitan dengan permasalahan kerja yang
bersangkutan, sebelum membuat keputusan
kunci
 Hindari sebisa mungkin pola pengambilan
keputusan ‘top-down’
 Yakin terhadap dukungan kelompok
pengambil keputusan dalam organisasi
 Brainstorming
 membuka segala kemungkinan pemikiran tanpa harus dievaluasi
 Nominal Group Technique
 suatu proses rancangan struktural untuk mensimulasi secara kreatif ‘group
decision making’ manakala ada kelemahan dalam pencapaian kesepakatan atau ada
kelemahan penguasaan pengetahuan terhadap permasalahan yang dihadapi dari para
anggota
 Delphi Technique
 Suatu teknik analisis yang digunakan untuk memprediksi keadaan masa depan
tanpa harus melibatkan pertemuan dengan ‘group decision making’ secara langsung
(tatap muka)
 Devil’s Advocacy Approach
 seseorang atau subkelompok diutus untuk mengkritisi rumusan tindakan dan
mengidentifikasi permasalahan yang perlu menjadi perhatian sebelum adanya
keputusan final
 Dialectical Inquiry
 Approaches a decision from two opposite points and structures a debate
between conflicting views
TABEL PROSES SMART CHOICE(S)
Kasus: Kenaikan gaji (take homepay) sebesar 200%, bagaimana dan kapan ?

Problems Objectives Alternatives Consequences Tradeoffs

BEST CHOICE:

Anda mungkin juga menyukai