0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan9 halaman

Epidemiologi ISPA di Indonesia

Dokumen tersebut membahas tentang infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) yang merupakan penyakit pernafasan yang disebabkan oleh agen infeksi yang menular. Dokumen ini menjelaskan tentang pengertian, sebaran, faktor risiko, model penularan, tahapan penyakit, dan upaya pencegahan ISPA.

Diunggah oleh

Cahya Wulandari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan9 halaman

Epidemiologi ISPA di Indonesia

Dokumen tersebut membahas tentang infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) yang merupakan penyakit pernafasan yang disebabkan oleh agen infeksi yang menular. Dokumen ini menjelaskan tentang pengertian, sebaran, faktor risiko, model penularan, tahapan penyakit, dan upaya pencegahan ISPA.

Diunggah oleh

Cahya Wulandari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Epidemiologi

Traveler’s
ISPA
CAHYA WULANDARI
2000029099
Epidemiologi 2020
AWESOME APA ITU ISPA ?

SLIDE Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dapat


didefinisikan sebagai penyakit saluran pernafasan yang
disebabkan oleh agen infeksi yang dapat tertular dari
manusia ke manusia. Agent infeksi yang dimaksud
adalah virus, bakteri, dan faktor lain seperti lingkungan
dan penjamu ISPA berat saat masuk ke dalam jaringan
paru-paru bisa menyebabkan Pneumonia hingga
kematian pada anak–anak (Sartika & Wahyuni, 2021)
Sebaran ISPA

IS P A
n esia
Di Indo

Prevalensi kejadian ISPA di Indonesia menurut


profil Kesehatan Indonesia. Sepuluh provinsi
dengan penyakit ISPA tertinggi yaitu Jakarta
(46,0%) Banten (45,7%), Papua Barat (44,3%),
Jawa Timur (742,9%) JawaTengah (39,8%)
Lampung (37,2%), Sulawesi Tengah (35,8%),
NTB (34,6%), Bali (31,2%), Jawa Barat (28,1%).
Adapun untuk Kalimantan Selatan ISPA
menempati urutan ke-11 dengan prevalensi
(26,1%) pada balita (Kemenkes RI, 2020).
Segitiga Epidemiologi

01 02 03

Faktor Agent
Faktor Lingkungan Faktor Host Bakteri penyebab ISPA antara lain adalah
- Diplococcus pneumonia, Pneumococcus,
Kepadatan Hunian - Perilaku Merokok
- Strepcoccus aureus, Haemophilus Influenza
Ventilasi - Usia
- dan [Link] penyebab ISPA antara lain
Pencahayaan - Jenis Kelamin
- adalah golongan Influenza, Adenovirus.
Jenis Dinding - Pengetahuan Virus yang termasuk penggolong ISPA
Hunian
- adalah rinovius, koronavitus, adenavirus,
Jenis Lantai
dan koksakievirus, influenza, virus sinsial
Hunian
- pernapasan. Virus yang ditularkan melalui
Jenis Atap Hunian
- ludah yang dibatukkan atau dibersinkan
Kelembaban
oleh penderita adalah virus influenza, virus
Hunian
- sinsial dan rino virus.
Suhu Hunian

(Aristatia, et al., 2021) (Maulana, et al., 2022).


Riwayat Alamiah Penyakit

Tahap Tahap Inkubasi Tahap Dini Tahap Lanjut


Prepatogenesis Penyakit Penyakit

Pada tahap ini penyebab Pada tahap ini virus sudah


mulai merusak lapisan epitel Tahap dini penyakit dimulai Pada tahap ini dapat
sebenarnya sudah ada dari munculnya gejala-gejala dikelompokkan menjadi
tetapi belum menunjukkan dan lapisan mukosa. Tubuh
menjadi lemah apalagi bila penyakit seperti timbul empat kondisi yaitu dapat
reaksi atau gejala apapun. gejala demam dan batuk sembuh sempurna, sembuh
keadaan gizi dan daya tahan
sebelumnya rendah. dengan atelektasis, menjadi
kronis dan meninggal akibat
pneumonia

(Setyawan, 2022)
Model Penularan
Seseorang yang terkena ISPA bisa menularkan agen
Penyakit ISPA termasuk dalam kelompok penyebab ISPA melalui transmisi kontak dan
penyakit yang ditularkan melalui udara transmisi droplet. Transmisi kontak melibatkan
(airborne diseases). ISPA dapat menular bila kontak langsung antar penderita dengan orang
agen penyakit ISPA, seperti virus, bakteri, sehat, seperti tangan yang terkontaminasi agen
jamur, serta polutan yang ada di udara penyebab ISPA. Transmisi droplet ditimbulkan dari
masuk dan mengendap di saluran percikan ludah penderita saat batuk dan bersin di
pernapasan sehingga menyebabkan depan atau dekat dengan orang yang tidak
pembengkakan mukosa dinding saluran menderita ISPA. Droplet tersebut masuk melalui
pernapasan dan saluran pernapasan tersebut udara dan mengendap di mukosa mata, mulut,
menjadi sempit. hidung, dan tenggorokan orang yang tidak menderita

Airborne
ISPA

diseases
Upaya Pencegahan

ISPA
Infeksi Saluran
Pernapasan Akut Pencegahan
Wisatawan Industry Pariwisata
• Imunisasi Menjaga kebersihan lingkungan,
• Menjaga Kebersihan Perorangan, meliputi : dengan menyediakan hunian
1. Mencuci tangan secara teratur, apalagi setelah melalui upaya penyediaan ventilasi
beraktivitas di tempat umum. udara dan pencahayaan yang baik
2. Menghindari menyentuh ban wajah, terutama dapat mengurangi polusi asap

1 2
mulut, hidung, dan mata dengan tangan agar dapur atau asap rokok yang ada
terhindar dari penyebaran virus dan bakteri. didalam rumah. Ventilasi yang baik
3. Menghindari merokok. dapat memelihara kondisi sirkulasi
4. Mengonsumsi makanan kaya serat dan vitamin udara agar tetap segar dan sehat
untuk meningkatkan daya tahan tubuh. bagi manusia. Konstruksi rumah
5. Menutup mulut dan hidung dengan tisu atau dan lingkungan yang tidak
tangan ketika bersin untuk mencegah memenuhi syarat kesehatan
penyebaran penyakit kepada orang lain. merupakan faktor risiko sumber
6. Berolahraga secara teratur untuk membantu penularan berbagai jenis penyakit
meningkatkan kekebalan tubuh.
Daftar Pustaka
Aristatia, N., Samino & Yulyani, V., 2021. Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan
Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita Di
Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung Tahun 2021. Indonesian Journal of
Helath and Medica, 1(4), pp. 508-535.
Kemenkes RI, 2020. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020. Jakarta: Kemenkes
RI.
Maulana, J. et al., 2022. Faktor Host dan Environment sebagai Faktor Risiko
ISPA pada Balita di Puskesmas Tulis. PROMOTIF: Jurnal Kesehatan
Masyarakat, 12(2), pp. 201-211.
Putra, Y. & Wulandari, S. S., 2019. Faktor Penyebab Kejadian Ispa. Jurnal
Kesehatan: Stikes Prima Nusantara Bukittinggi, 10(1), pp. 37-40. Rengga, W. D. P.,
Wicaksana, D. T. & Rahman, M. F., 2021. Suplemen Makanan Peningkat
Kekebalan Tubuh, Antioksidan dan Atiinflamasi Yang Menargetkan
Patogenesis [Link]: Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia.
Sari, N. P., Satriawan, D. & Irawan, A., 2022. Kesehatan Lingkungan Pemukiman
dan Perkotaan. Padang: PT. Global Eksekutif Teknologi.
Sartika, R. D. & Wahyuni, M., 2021. Literature Review Kondisi Fisik Rumah
dengan Kejadian Penyakit Ispa Pada Balita. Borneo Student Research, 2(2), pp.
1139-1144.
Setyawan, D. A., 2022. Epidemiologi Penyakit Menular ISPA. Klaten: Tahta
Media Group.
Yunus, M., Raharjo, W. & Fitriangga, A., 2020. Faktor-Faktor Yang Berhubungan
Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Pekerja PT.X.
Jurnal Cerebellum, 6(1), pp. 21-30
THANK YOU

Anda mungkin juga menyukai