0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
86 tayangan129 halaman

Tagging Warna Scaffolding dan Inspeksi

Dokumen tersebut membahas tentang keselamatan kerja scaffolding. Terdapat informasi mengenai bahaya-bahaya yang dapat terjadi dalam pekerjaan scaffolding seperti bekerja di ketinggian, jatuh dari ketinggian, dan manual handling. Juga dibahas mengenai peraturan dan standar keselamatan kerja scaffolding di Indonesia serta komponen-komponen utama scaffolding seperti tiang vertikal, batang memanjang, dan lantai kerja.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
86 tayangan129 halaman

Tagging Warna Scaffolding dan Inspeksi

Dokumen tersebut membahas tentang keselamatan kerja scaffolding. Terdapat informasi mengenai bahaya-bahaya yang dapat terjadi dalam pekerjaan scaffolding seperti bekerja di ketinggian, jatuh dari ketinggian, dan manual handling. Juga dibahas mengenai peraturan dan standar keselamatan kerja scaffolding di Indonesia serta komponen-komponen utama scaffolding seperti tiang vertikal, batang memanjang, dan lantai kerja.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

WHAT’S WRONG?

WHAT’S WRONG?
WHAT’S WRONG?
WHAT’S WRONG?
WHAT’S WRONG?
WHAT’S WRONG?
WHAT’S WRONG?
WHAT’S WRONG?
K3 MEMBANGUN DAN
BEKERJA AMAN
SCAFFOLDING
OSH STAKEHOLDER
Management
Government

Client

Family
BAHAYA KESELAMATAN KERJA SCAFFOLD
Kenali dan
Kendalikan
bahaya thd
segala sesuatu
yang berpotensi
menimbulkan
kerugian
BAHAYA DI TEMPAT KERJA

Bahaya Fisik
Bahaya Kimia
Bahaya Biologi
Bahaya Psikis
BAHAYA DI TEMPAT
KESELAMATAN KERJA KERJA SCAFFOLDING
BAHAYA SCAFFOLDING
KESELAMATAN KERJA
 Bekerja di ketinggian
 Jatuh dari ketinggian
 Benda jatuh dari ketinggian
 Manual Handling
 Electricity
 Corosive subtances
 Pergerakan Crane and Vehichle
 Lemahnya supporting struktur
 Cuaca
UNSAFE ACTION SCAFFOLDING
UNSAFE ACTION SCAFFOLDING
UNSAFE CONDITION SCAFFOLDING
JENJANG KENDALI BAHAYA
PENYEBAB KECELAKAAN
KESELAMATAN KERJA KERJA

88 % 2%
Faktor Manusia “Takdir”
(unsafe action) 10 %
( act of god)
Faktor Lingkungan
(unsafe condition)
KECELAKAAN KERJA

Kejadian yang tidak diduga,


tidak disengaja dan tidak
diinginkan di tempat kerja yang
mengakibatkan resiko kerugian
KECELAKAAN KERJA

Kecelakaan Kerja

Penyebab

Tanggung Jawab
Scaffolder, Administrasi
Jobs Supervisi, (Ijin kerja, SOP,
SubKon JSA, Sertifikat)

Perencanaan
(survey, gambar,
perhitungan dll)

Inspeksi rutin Inspeksi awal Pelaksanaan


(inspeksi
material,
installing)

Penggunaan Pemeriksaan
Scaffolding (supervisor)
TUJUAN TRAINING SCAFFOLDING

UMUM : KHUSUS :
Meningkatkan pengetahuan Diharapkan setelah mengikuti
dan pengertian yang benar training ini dapat pemahaman dan
tentang K3 Scaffolding guna kesadaran akan Keselamatan kerja
keselamatan kerja pada saat scaffolding Aman yang mengacu
membangun dan pada saat pada beberapa satandar atau
berkerja mengunakan Peraturan.
scaffolding.
SASARAN TRAINING
Diakhir pelatihan peserta diharapkan telah memiliki
pengetahuan tentang:
 Bahaya-bahaya pada pekerjaan Scaffolding

 Syarat aman pekerjaan Scaffolding

 Pertimbangan/ penilaian lokasi


 Urutan : Mendirikan dan Membongkar Scaffolding
 Dasar Pemeriksaan Material dan Konstruksi Scaffolding
 Jenis – Jenis dan ketentuan Material Scaffolding
PERANCAH (SCAFFOLDING)
 Menurut Permenaker [Link]-01/MEN/1980 tentang
keselamatan dan kesehatan kerja konstruksi bangunan, Perancah
(scaffolding) Ialah Bangunan pelataran (platform) yang
dibuat untuk sementara dan digunakan sebagai penyangga
tenaga kerja, bahan-bahan serta alat-alat pada setiap
pekerjaan konstruksi bangunan termasuk pekerjaan
pemeliharaan dan pembongkaran.
PERANCAH (SCAFFOLDING)
 Scaffolding ditujukan untuk meminimalkan risiko atau
mencegah potensi-potensi bahaya yang diakibatkan oleh
pekerja (pada pekerjaan yang dilakukan di ketinggian) dan juga
untuk mencegah kerusakan peralatan atau aset-aset perusahaan
lainnya maupun lingkungan.
SYARAT-SYARAT SCAFFOLDER

Fisik
 kesehatan normal dinyatakan dengan surat keterangan dokter
 Tidak memiliki cacat fisik dan batin
 Dapat membedakan warna / penglihatan jelas (tidak buta warna)
 Tidak penggugup dan ceroboh
 Mempunyai pendengaran yang baik
SYARAT-SYARAT SCAFFOLDER

 Mental
 Tidak mempunyai cacat jiwa

 Dapat membaca dan menulis

 Mempunyai persepsi yang baik

 Dapat berkonsentrasi dengan baik

 Tidak mudah grogi (gugup) ketika berada di ketinggian

 Sudah terbiasa diatas ke tinggian

 Dapat bekerjasama dengan orang lain

 Mempunyai jiwa kepemimpinan yang tegas


SYARAT-SYARAT SCAFFOLDER

 Sikap
 Dapat mengontrol emosi

 Sabar dan tenang dalam kondisi apapun


 Tidak ceroboh dan punya perhitungan

 Disiplin rajin dan bertanggung jawab


PERLENGKAPAN SEORANG SCAFFOLDER

 Tagging scaffolding
 Kunci scaffolding (rachet )
 Full body harness
 Meteran
 Level meter/Water pas untuk menstabilkan scaffolding
 Tang
PERUNDANG-UNDANGAN PERMENAKER DAN TRANS
[Link]-01/MEN/1980

Pasal 1 (e) bangunan pelataran (platform)


yang dibuat untuk sementara dan
digunakan sebagai penyangga tenaga
kerja, bahan-bahan, serta alat-alat pada
setiap pekerjaan konstruksi bangunan
BAB III, PASAL 12
 Perancah yang aman harus disediakan untuk semua pekerjaan
yang tidak dapat dilakukan dengan aman oleh seorang yang
berdiri diatas konstruksi yang kuat dan permanen kecuali
apabila pekerjaan tersebut dapat dilakukan dengan aman
menggunakan tangga.
BAB III, PASAL 13
 Ayat 1) Perancah harus diberi papan yang kuat dan rapat
sehingga dapat menahan dengan aman tenaga kerja, alat-alat dan
bahan

 Ayat 2) “Lantai perancah harus diberi pagar pengaman


apabila tinggi lantai lebih dari 2 Meter
SURAT KEPUTUSAN DIRJEN PPK
NO. 20/DJPPK/2004
Tentang Sertifikasi Kompetensi Keselamatan dan Kesehatan
Kerja Bidang Konstruksi Bangunan
Ketetapan Keempat :
Setiap tenaga kerja (Scaffolder) yang diserahi tugas dan
tanggung jawab dalam pekerjaan pemasangan, perawatan,
pemeliharaan, dan pembongkaran perancah harus
memenuhi syarat kompetensi K3 Perancah.
Tugas dan wewenang Supervisor Scaffolding
Kep.74/PPK/XII/2013 Tentang K3 Supervisor Perancah

 Merencanakan dan mendesign perancah


 Memonitor, memeriksa, menguji dan memberikan
persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja perancah
dengan aman, selamat dan sehat.
 Mengawasi pemasangan, pembongkaran dan
penggunaan perancah sesuai dengan peraturan
keselamatan kerja
 Menerapkan prinsip - prinsip K3 dalam melaksanakan
tugasnya
PEMILIHAN REFERENSI PEDOMAN/ STANDARD TEKNIS

Pemilihan pedoman/ teknis dilakukan untuk tujuan/ kebijakan


perusahaan, dalam hal :
  Komitmen K3 atau HSE

 Peluang/ tuntutan Bisnis

 Kebutuhan dokumen/ sertifikasi perusahaan

 Efesiensi biaya

 Kemudahan mendapatkan material perancah


PEMILIHAN REFERENSI PEDOMAN/ STANDARD TEKNIS

Namun dalam merencanakan dan menentukan pemilihan Pedoman teknis


perancah semua harus berdasarkan kepada faktor Keselamatan kerja. terlebih
kita berada diwilayah Hukum Indonesia, dimana Republik Indonesia juga
mengatur penggunaan dan Keselamatan kerja Perancah (Scaffolding)
yaitu :

 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI: No. 1/Men/1980, tentang K3 dibidang


Konstruksi
 SKB Menteri Tenaga Kerja dan Kementerian P.U SKB No. 174/Men/1986 dan
No. 104/KPTS/ 1986
JENIS-JENIS SCAFOLDING
Modular Scaffolding Tubular Scaffolding
Perancah Kayu Bulat
Frame Scaffolding

Bamboo Scaffold Woods scaffold


BREAKET SCAFFOLD
Mechanical Scafolding
PERANCAH TOPANG SUDUT
Jenis Scaffolding ?
KOMPONEN SCAFFOLDING
• Perancah (Scaffolding) adalah bangunan atau
konstruksi sementara dan digunakan sebagai
tempat bekerja.
• Tiang vertikal (Scaffolding upright/frame upright)
adalah tiang tegak konstruksi perancah yang
meneruskan beban yang diterima ke landasan.
• Batang Memanjang (Ledger) adalah pipa
mendatar yang mengikat tiang vertikal secara
memanjang.
• Batang Melintang (Putlog/Transom) adalah pipa
yang mengikat tiang vertikal secara melintang.
• Palang Penguat (Brace/Diagonal brace) adalah pipa
diagonal/menyilang yang mengikat tiang vertikal
sebagai penguat.
• Pagar Pengaman (Handrail) Adalàh pagar dipasang
pada tepi lantai kerja bagian atas.
• Toe Board Adalah papan atau plat yang dipasang
sebagai pengaman pada tepi lantai kerja.
• Lantai Kerja (platform) Adalah tempat yang
dipergunakan para pekerja berpijak dalam pelaksanaan
kegiatannya atau tempat meletakkan bahan bahan yang
dikerjakan.
• Landasan (Base Plate/Floor board) Adalah plat tempat
sebagai dudukan berdirinya tiang vertikal.
• Angkur (Wall Coupling Fixture/Anchorage) adalah alat
yang ditancapkan ke dinding untuk menjaga dan
memperkuat perancah agar tidak bergeser.
• Sepatu perancah (Fixed Base Future) adalah tempat
untuk tiang vertikal agar lebih kuat dan tidak secara
langsung ke landasan sepatu perancah
• Sambungan Pipa (Join Pin) alat sambungan
berbentuk pipa untuk menghubungkan antara pipa
atau frame.
• Penguat (Arm Lock) adalah alat untuk memperkuat
dua frame yang berhubungan.
• Roda (Caster) adalah alat yang dapat digunakan
pada perancah bergerak.
• Tangga (Ladder) adalah alat yang digunakan para
tenaga kerja untuk menaiki dan menuruni
perancah.
• Universal clamp adalah perlengkapan pengikat
perancah pipa kesegala arah.
MATERIAL
SCAFFOLDING
TUBE & COUPLER SCAFFOLDING
Pipa Scaffold (Scaffold Tube)

Scaffolding Tubes
• Black Steel Diameter 48.3 mm X Ketebalan
4.00 mm = 4.37 kg/m
• Galvanized steel diameter 48.3 mm x tebal 4.0
mm = 4.5 kg/m
PLANK KAYU (PAPAN KERJA)
 Umumnya Panjang 3,90 m, lebar 225mm,
tebal min 32 mm (kayu kelas I).
 Terdapat Bend diujung papan

 Solid Wood (jenis Kayu yang Kuat dan Lentur)

Ketentuan SKB Menaker & PU


Wood Plank
No: 174/Men/1986 & 104/Kpts/1986
Kayu yang digunakan harus berurat lurus, padat,
kering, tidak melintir, tidak membusuk, tidak
ada lubang ulat dan kerusakan lain yang dapat
membahayakan
FITTINGS
Right angle couplers/Clamp Mati/ Fix Clamp
Digunakan untuk memasang standar dengan ledger, standar dengan
transom, Standar dengan Toprail dan Standar dengan Midrail
dengan sudut 90°.
Fix Clamp, Heavy Duty, Forged Steel, Heavy weight, for
48.3 mm OD tubes, Class B, HOT DIP Galvanized

Adjustable Swivel couplers/Clamp Hidup/Swivel Clamp


Clamp putar yang khusus digunakan untuk bracing.
Swivel Clamp, Heavy Duty, Forged Steel, Heavy weight,
for 48.3 mm OD tubes, Class B, HOT DIP Galvanized
FITTINGS
Scaffolding Fix Beam Clamp
Khusus digunakan untuk mengikat scaffolding dengan structure bangunan atau
beam, baik vertical maupun horizontal.
Fix Beam Clamp/Grav lock girder coupler, beam to pipe, connector for tube 48.3
mm OD, hot dip galvanized, Heavy Duty (Forged Coupler)
Sleeve Coupler
Digunakan untuk menghubungkan tube dengan tube secara seri (End to End),
pada bagian pengikat ini harus ujung tube harus sama panjang, dan lokasi
pemasangan harus maximum 300 mm dari posisi ikat/standar. Sleeve Coupler,
Heavy Duty, Pressed Steel, Heavy weight, for 48.3 mm OD tubes, Class B
Putlog Clamp
Digunakan untuk mengikat putlog yang mana platform/papan scaffolding
didudukan sehingga platform akan lebih datar. Putlog Clamp, Heavy Duty, Forged
& Pressed Steel, Heavy weight, for 48.3 mm OD tubes, Class B, HOT DIP
Galvanized.
Tubes, Couples and Accessories Scaffolding

Caster Wheel Gin Wheel

Base Jack Base Plate Sole Board


Tubes, Couples and Accessories Scaffolding

Stair Clip

Scaffold Door

Single Ladder Ladder Clamp


Scaffolding Tools
INDEPENDENT SCAFFOLDING

Transom
Putlock

Breacing

Ledger
Toe Board standard Baseplate
INDEPENDENT SCAFFOLDING
 Yang dimaksud dengan scaffolding independent adalah
scaffoding yang dipasang dan didirikan secara mandiri pada
bangunan atau struktur permanen, dimana dua buah tiang
dihubungkan dengan sebuah ledger horisontal dan ditambah
penguat transom, pada bagian depan dipasang rangka menyilang
(brace) yang diletakkan sesuai kebutuhan.
INDEPENDENT SCAFFOLDING
KETENTUAN MEMBANGUN INDEPENDENT SCAFFOLDING

STANDARD :
 Harus menggunakan Sole Board

 Harus berdiri tegak lurus (Vertical Level)

 Jarak Ledger dan Transom harus sesuai


dengan ketentun (merujuk kepada Beban
Kerja Scaffolding/Heavy,Medium,Light Duty)
Pembangunan menurut Beban

1. BEBAN BERAT – HEVY DUTY = 675 KG


2. BEBAN SEDANG – MEDIUM DUTY = 450 KG
3. BEBAN RINGAN – LIGHT DUTY = 225 KG
SPECIFICATION LIGTH DUTY MEDIUM DUTY HEAVY DUTY

TRANSOM 2.4 Meter 1,8 Meter 1.275 Meter

LEDGER 3.0 Meter 2,4 Meter 1.8 Meter

LIVE LOAD 225 Kg/ Bay 450 Kg/Bay 675 Kg/Bay


KETENTUAN MEMBANGUN INDEPENDENT SCAFFOLDING
(LANJUTAN)

Setiap ketinggian dan sudut tikungan (Scaffolding melingkar/patahan) harus


diikat pada bangunan struktur yang permanen untuk menjaga kestabilan
scaffolding.
Penyambungan Pipa Standard TIDAK BOLEH dengan End to End atau
dengan JOINT PIN, Jika, :
 Standard yang berdekatan untuk sisi membujur maupun melintang pada
lift yang sama
 Standard yang sama pada lift yang berdekatan

 lebih dari satu sambungan pada ledger yang berdekatan atau melebihi 300
mm
GAMBAR SAMBUNGAN PADA STANDARD DAN LEDGER
YANG DIBENARKAN
SCAFFOLDING STABILITY
SCAFFOLDING STABILITY
 Untuk mencegah terjadinya Kegagalan Perancah (accident)
 dari Tumbang (Failure) maka dapat digunakan teknik :

  

  

 Teknik Palang Penopang (Outrigger/Support/Batries/Racker Plan)

 Teknik Pengikatan Angkur (Ties/Ancored/Bridle Pipe/Stute)

 Teknik Tali Pancang (Angcore Sling & Sling Guy)


OUTRIGGER/ SUPPORT

Bila Scaffolding Lebih Dari 3 Bay maka Setiap 2 Bay Standard di-Instal Outrigger/Support ini
IKATAN SCAFFOLDING (TIES)
IKATAN SCAFFOLDING (TIES)
IKATAN SCAFFOLDING (TIES)
Ikatan Scaffolding (TIES)
SCAFFOLD TIES
SCAFFOLD TIES
 Ties/ Angkor :
 Jika TINGGI scaffolding melebihi 3x lebar
bagian bawah, maka harus dipasang penguat
atau pengokoh terhadap bangunan atau struktur
permanen
ANCORE BREACED
SLING ANGCORE & GUY SLING
LANTAI KERJA/ PLATEFORM

 Beban kerja aman (SWL) 1,5 KN atau 150 kg setiap luas 50 cm x 50


cm.
 Papan kerja dipasang bersilangan dengan boardbarrier

 Setiap papan memilki ketebalan yang sama

 Papan dipasang serapat mungkin dengan celah yg diizinkan maks 1 cm

 Penyambungan sebaiknya tidak tumpang tindih atau overlap

 Kelebihan papan yang keluar dari tepi/ scaffolding diperbolehkan yaitu


15 – 25 cm
 Setiap papan diikat dengan tali metal 4 mm atau tali serat 8 mm
INTERMEDIATE TRANSOM
(PENOPANG PLANK ATAU BOARD BARRIER)
 Pipa Barrier/ penopang dipasang secara mendatar
diatas Ledger dengan Putlog Clamb
 Jarak antar Barrier 150 cm > 200 cm, dan ketentuan
penambahan dan pengurangan harus melihat kaidah
beban yang akan dibebani oleh scaffolding

150 < 200 cm

4 X Tebal Papan 4 X Tebal Papan


Tabel penopang lantai kerja
(BS 1576.2)
KETEBALAN PAPAN JARAK MAX BOARD BARRIER

3,2 cm (hanya kayu keras) 1,0 meter


3,8 cm 1,5 meter
5,0 cm 2,0 meter
6,3 cm 2,5 meter
TANGGA SCAFFOLDING (ACCES
LEDDER )
 Tangga dipasang dengan perbandingan kemiringan yang tidak kurang
dari satu Horisontal dan empat Vertikal ( 4 : 1 ) / Sudut 75 º
maksimal ( 6 : 1)
 Tangga tidak dipasang dalam satu baris yang sama dengan
tangga dibawahnya sehingga tidak membentuk tangga tunggal
menerus
 Tangga harus lebih panjang dari landing
 Akses keluar-masuk tangga tidak terhalang
TANGGA
 Sudut kemiringan Tangga adalah 75 ◦ atau sama dengan
perbandingan 4 : 1 (AS 1576.2)
 Lebar tangga 40 – 100 cm
 Jarak antar anak tangga 25 – 30 cm
 Bagian atas tangga selalu harus terikat, dan harus dilebihkan
dengan panjang 1 m dr bordes
1m

1
 Bagian atas tangga harus selalu terikat
 Tangga dapat dilangsungkan maksimal ketinggian 3 lift, dengan
catatan setiap jarak 8 anak tangga diberi batang penguat (TIES)
tangga.
 Untuk indipendent scaffold disarankan tangga dipasang diluar
ledger.
 Untuk Tower Scaffolding, setiap 2 – 3 lift disediakan Stay acces/
ladger stage
 Handrail tangga harus terpasang dan disesuaikan dengan kondisi
saat membawa material.
 DILARANG Menyambung tangga
 Bordes sebagai dudukan tangga dan anak tangga disyaratkan agar
sejajar dengan lantai kerja
GUARDRAIL / HANDRAIL
 Terdiri dari Toprail dan Midle rail, dipasang sejajar
dengan lantai kerja/ ledger dan Transom
 Tinggi Toprail antara 90–110 cm dari lantai kerja (AS std)
 Atau minimum 115 cm dari lantai kerja (BS std)
 Midrail dipasang ditengah antara lantai kerja dan toprail
atau 47-50 cm.
 Penyambungan Guardrail mengunakan end to end
coupler atau sleeve coupler
 Dipasang/ diikat pada sisi dalam standard
TOE BOARD (PENGAMAN LANTAI)

 Fungsinya mencegah sesorang terperosok, atau


material/alat kerja jatuh dari lantai kerja
 Tinggi atau lebar Papan Toe Board 15 cm dari
permukaan tepi lantai kerja
 Tebal papan standard 2,0 – 2,5 cm
GUARDRAIL / HANDRAIL BS STANDARD
SYARAT DAN KETENTUAN PEMBANGUNAN SCAFFOLD

• Guardrail :
- British Standard : minimal 0.95m dan maksimal 1.15m,
- Australian Standard : minimal 0.90cm dan maksimal 1.10m.
• Scaffold Bay : Jarak sebuah kolom dari standard ke standar maksimal
3.0m.
• Scaffold Lift : Jarak tingkatan ke tingkatan berikutnya maksimal 2.0m.
• Scaffold Joint : Jarak sambungan dari standard ke standard maksimal
30cm, dan tidak boleh sejajar 4 joint dalam 1 bay.
• Scaffold Tie : Sebuah Scaffold yang di ikat pada standard lift pertama,
setiap 3 bay dan 2 lift berikutnya.
• Ladder Access : Rumus kemiringan Tangga adalah 4 : 1 atau 750 .
LABEL/ SCAFTAG

 Fungsi Scaftag : label peringatan yang menunjukan


perizinan keamanan scaffolding untuk digunakan, dan
sebagai tanda dari sebuah scaffolding telah
diperiksa/inspeksi oleh orang yang berwenang, yang
menandakan scaffolding layak pakai atau tidak
PANDUAN WARNA SCAFTAG

 HIJAU
Scaffolding telah
lengkap dan siap
digunakan
PANDUAN WARNA SCAFTAG
 KUNING
Scaffolding belum
sempurna dan tidak
boleh digunakan,ada
perbaikan dan perubahan
atau sedang dibangun
PANDUAN WARNA SCAFTAG

 MERAH
Scaffolding belum
lengkap dan dilarang
digunakan
MEMASANG DAN MELEPAS SCAFTAG

 Personel yang boleh memasang scaftag warna


hijau dan merah adalah pengawas (Supervisor
scaffolder) yang bertanggung jawab terhadap
pembangunan scaffolding
 Scaftag dipasang pada tangga atau jalur
acces scaffolding kurang lebih 175 cm dari
dasar/permukaan tanah.
 PELEPASAN SCAFTAG:
 Hanya pengawas scaffolding yang boleh melepas scaftag
jika ditemukan ketidak sempunaan dari scaffolding tersebut
dan menganti dengan yang berwarna kuning.
 Setelah scaffolding disempurnakan maka pengawas
scaffolding melakukan pemeriksaan dan memasang
kembali scaftag yang sesuai dengan kondisinya
 Lakukan pemeriksaan secara berkala untuk meyakinkan
apakah scaftag masih sesuai dengan kondisi scaffolding
PEMERIKSAAN SECARA BERKALA
 Pemeriksaan harian dan mingguan secara berkala,
diantaranya kekuatan ikat baut dan mur, pengaman tepi atau
yang sejenis. Kondisi papan landasan dan lantai kerja,
kondisi penguat dan penopang, tangga, jaring pengaman,
perubahan-perubahan lainnya.
 Pemeriksaan bulanan,
Diantaranya pengujian papan, pengujian tangga, peralatan
pengangkat material, peralatan atau perlengkapan
scaffolding yang berada dilapangan dan digudang.
MENGAMBAR SCAFFOLDING
PEMBAGIAN GAMBAR

A. TAMPAK DEPAN
B. TAMPAK SAMPING
C. TAMPAK ATAS
D. KETERANGAN GAMBAR
SCAFFOLDING
A Tampak depan B Tampak samping

C Tampak atas D Keterangan


 KOLOM A adalah berisi gambar scaffolding TAMPAK DEPAN.
Memperlihatkan Standar dan ukuran antar standar, Ledger dan
Breaces
 KOLOM B adalah berisi gambar scaffolding TAMPAK SAMPING.
Memperlihatkan standar, transom dan ukuran jarak transom dan putlog
 KOLOM C adalah berisi gambar scaffolding TAMPAK ATAS.
Memperlihatkan Ledger dan sambungan Ledger, dan ukuran transom
 KOLOM D adalah berisi KETERANGAN GAMBAR, yaitu: Jenis
Scaffolding, Beban Kerja Scaffolding, Lokasi Pembangunan, Nama
Proyek, Dll.
CONTOH
1,8 m
1,8 m
1,8 m

2,4 m
9,6 m

Medium Duty ( 3 Lift 4 Bay)

1,8 m
Workshop
Pengantian Filter Blower
FORMULIR PERHITUNGAN JUMLAH
MATERIAL

NO KOMPONEN UKURAN JUMLAH KLAM MATI KLAM HIDUP PENYAMBUNG REMARK


1 Sole Plate
2 Base Plate
3 Adjustable Base Plate
4 Standard
5 Ledger + Guard rail
6 Transom + Guard rail
Bracing – Face Brace
7 Bracing – Face Brace
Bracing – End Brace
8 Tie in
Platform
9 Platform
Platform
10 Tangga
TOWER SCAFFOLDING

 Adalah Scaffolding Independent


yang dibangun meninggi
(Banyak Lift dan sedikit Bay)
biasanya digunakan untuk kerja
ringan, baik Tube & Coupler
Scaffolding atau Modular
Scaffolding
TOWER SCAFFOLDING
 Tower Scaffolding merupakan jenis scaffolding beban
ringan
 Tinggi maksimum Tower Scaffolding 30 meter, dengan
syarat tertentu, diantaranya:
 Harus terikat/ dikuatkan dengan Ties atau Support ke
Konstruksi permanen setiap Lift
 Maksimum Beban kerja pada Lantai Kerja tidak boleh lebih
225 Kg
 Tidak boleh lebih dari 2 lantai kerja yang dapat dibebani
pada waktu yang bersamaan
 Tinggi scaffolding dan diberi Palang Support/ Out Rigger
Ties Support
MOBILE SCAFFOLDING
MOBILE SCAFFOLDING
AS 1576.1
Perancah bergerak (Mobile Scaffolding) umumnya
digunakan pada kegiatan dalam gedung atau diluar.
Didesain sehingga orang dapat memindahkannya dengan
mudah. Namun, harus ditegaskan bahwa hanya pemegang
Sertifikat yang dapat mendirikan atau membongkar
perancah dengan Ketinggian tidak lebih dari 9 meter jika
memungkinkan.
Atau :
Indor - 3 kali ukuran terpendek landasan pendukung
Outdor- 2 kali ukuran terpendek landasan pendukung
MOBILE SCAFFOLDING
 Maximum beban setiap lantai kerja tidak lebih dari 225 kg
dan tidak lebih dari 2 lantai kerja yang dibebani pada waktu
yang bersamaan
 Perancah digunakan hanya diatas permukaan padat dan
memiliki kekuatan yg sama untuk menahan secara aman beban
total dari berat perancah yg bekerja dipermukaan tsb.
 Tidak boleh dipindahkan, apabila terdapat orang
didalam/diatas perancah bergerak
 Roda pada Mobil scaffolding harus dilengkapi pengunci
(castor lock) dan dilarang mengunakan roda ban angin
 Pemasangan Bracing system CROSS Bracing dan atau
Diagonal Cross Bracing
MOBILE SCAFFOLDING
Acces Mobile Scaffolding
 Akses dari dan keperancah bergerak (Mobile Scaffold) adalah
melalui tangga dari dalam dan dari landing/ dasar yang
disetujui dengan penutup berengsel seperti yang disyaratkan
pemanufaktur
 Perancah bergerak dengan ketinggian lebih dari 6 m harus
menyediakan lantai akses pertengahan (Stay Acces) atau
dengan tangga.
 Tangga harus diposisikan dan dipasang tetap pada jarak –
panjang ledger dasar/awal dibagi empat. (4:1)
 Mobile Scaffold TIDAK boleh mengunakan Fan/ Hoist/ Out Riger
Area
MOBILE SCAFFOLDING
K3 PENGUNAAN MOBIL SCAFFOLDING

 Mobile scaffold hanya boleh digunakan pada


permukaan lantai yang rata dan keras.
 Periksa kondisi fisik mobile scaffold sebelum
penggunaan dari berbagai kemungkinan kerusakan.
 Pastikan scaffold rata dan semua rangka struktur
terikat dengan memadai.
 Semua roda mobile scaffold harus dalam keadaan
terkunci jika sedang digunakan atau pada saat posisi
tidak digunakan.
K3 PENGUNAAN MOBIL SCAFFOLDING (LANJUTAN)

 Jangan memindahkan mobile scaffold kecuali semua perkakas atau


material diatasnya sudah dibuat aman. Tidak boleh menggunakan power
machine (forklift, mobil, etc) untuk menarik atau mendorong mobile scaffold.
 Tidak dibenarkan ada pekerja di atas mobile scaffold saat dipindahkan, dan
Waspadai kawat beraliran listrik saat moving mobile scaffolding
 Akses dan lantai kerja mobile scaffold harus aman dan kuat.
 Dilarang menempatkan mobile scaffold di dekat tepi bangunan yang tidak
terlindungi oleh pagar pengaman yang kuat.
 Jangan menggunakan handrail untuk dapat menjangkau area kerja atau
untuk menahan peralatan atau beban.
 Jangan meninggalkan perkakas atau material di atas scaffold sesudah
penggunaan.
HANGING SCAFFOLDING
HANGING SCAFFOLDING
Out Rigger Scaffold
Pemasangan, Perawatan dan
Pembongkaran Scaffold
PEMASANGAN
1. Sebelum memulai erection ( pendirian ) scaffolding,
yang perlu pertama kali diperhatikan adalah kondisi
dasar ( ground ) pastikan tidak akan longsor /
tenggelam apabila kondisi dasar adalah tanah, kalau
dasar konkret beton periksa ketebalannya.
PEMASANGAN
2. Periksa semua kondisi material (pipa, clamp, papan,
coupler dll) sebelum dibawa ke lapangan. Material
kontrol (Warehouse) juga ikut bertanggung jawab di
dalam pemeriksaan kondisi material.
PEMASANGAN
3. Sebelum mulai mendirikan scaffolding, pastikan
kondisi sekitarnya aman, tidak ada kabel power di
atasnya, tidak terlalu dekat lobang-lobang galian, tidak
ada pekerjaa-pekerjaan pengangkatan di sekitarnya
(lifting) di sekitar lokasi pemasangan perancah.
PEMASANGAN
4. Petugas keselamatan kerja / safety bekerja sama dengan
supervisor sebelumnya memberikan pengarahan-pengarahan
tentang peraturan-peraturan dan cara-cara kerja yang aman
(tool box meeting), juga memeriksa semua peralatan kerja dan
peralatan keselamatan kerja setiap scaffolder.
PEMASANGAN

5. Lokasi sekitar pendirian perancah harus di barricade dan


tempatkan papan pemberitahuan (notice board).
6. Semua kunci-kunci perancah harus di beri tali pengaman.
7. Tidak dibenarkan melempar ke atas semua material
perancah, didalam pemasangannya harus menggunakan
tambang untuk menurunkan dan menaikkan material.
PERAWATAN PERANCAH

 Perancah harus sebelumnya diperiksa oleh petugas yang


berwenang / ahli untuk memastikan scaffolding sudah layak
pakai atau belum
 Perancah harus diperiksa ulang seminggu (7 hari) sekali atau
sesudah angin kencang / cuaca buruk. Agar dapat diketahui lebih
dini jika mengalami kerusakan.
 Perancah harus diperiksa si pemakai setiap harinya untuk
memastikan kondisi lantai kerja tetap terikat dan tidak lepas atau
hilang.
PERAWATAN PERANCAH
 Scaffolding yang sudah layak pakai harus di lengkapi dengan
scaffold tag yang berwarna hijau ( green tag ) yang berarti aman
untuk digunakan.
 Perancah yang belum siap pakai atau ada salah satu dari bagian
scaffolding tersebut yang hilang atau terlepas harus dilengkap dengan
tanda merah ( red tag ) yang berarti tidak aman untuk digunakan.
 Perancah harus diperiksa si pemakai setiap harinya untuk
memastikan kondisi lantai kerja tetap terikat dan tidak lepas atau
hilang.
PEMBONGKARAN
 Sebelum memulai pembongkaran scaffolding, lokasi sekitar
pembongkaran harus di beri barricade dan papan-papan
pemberitahuan.
 Pembongkaran perancah harus dilakukan oleh orang yang
berkompeten, dan harus dimulai dari atas.
 Jangan sekali-kali membongkar perancah dimulai dari bawah
atau tengah, dari konstruksi scaffolding.
PEMBONGKARAN
 Perancah tidak boleh dibongkar salah satu dari konstruksinya,
kecuali bila masih tetap menjamin keselamatan pemakainya, atau
atas ijin dari pengawas yang berwenang.
 Didalam menurunkan material perancah pada pembongkarannya
harus menggunakan tambang satu persatu diturunkan (Estafet)
 Tidak dibenarkan melemparkan kebawah semua material
perancah pada pembongkarannya.
 Semua material yang telah dibongkar harus disusun rapi tidak
boleh dibiarkan berserakan (Sesuai dengan jenis dan ukuran).
PEMBONGKARAN

1. Pastikan Area pembongkaran sudah dibatasi Baricade


atau Safety Sign
2. Pastikan Jumlah Orang Mencukupi untuk
pembongkaran
3. Pelaksana pembongkaran adalah orang yang
berkompeten (scaffolder)
PEMBONGKARAN (2)

4. Pastikan tidak ada personel selain pelaksana


pembongkaran
5. APD dan PPE selalu digunakan
6. Melakukan pembagian tugas
7. Bila tidak ada Lifting Gear maka lakukan estapet atau
penurunan material dengan di ikat atau mengunakan
Basket
DILARANG !!!!!!!!!!!!!

1. MELEMPAR/ MENJATUHKAN MATERIAL


SCAFFOLDING DARI KETINGGIAN
2. MENURUNKAN RANGKAIAN SCAFFOLDING
YANG MASIH TERANGKAI
PENYIMPANAN MATERIAL SCAFFOLD

1. KELOMPOKAN MATERIAL SEPERTI PIPA, PAPAN/ PLANK


SESUAI UKURAN
2. KELOMPOKAN CLAMB SESUAI JENISNYA/ FUNGSINYA
3. BERI TANDA/ PENANDAAN BAGI MATERIAL YANG RUSAK,
BENGKOK, PECAH DAN PISAHKAN
4. SIMPAN MATERIAL DITEMPAT YANG TERLINDUNGI HUJAN
DAN SINAR MATAHARI
5. LAKUKAN PERAWATAN MATERIAL MISALNYA PELUMASAN,
PENYEMPROTAN CAIRAN ANTI KOROSIVE, DLL
PEMERIKSAAN SELAMA PEMBANGUNAN
SCAFFOLDING
 Perlengkapan personel (scaffolder), perlengkapan
pengaman diri, perkakas dan alat bantu, dan kompetensi
(sertifikasi, keterampilan dan wewenang)
 Administrasi kerja ( SPK, JSA, Work permit, dll)
 Pelaksanaan pemasangan, diantaranya pemanfaatan
alat pengaman diri, pengamanan lokasi kerja, cara
pemasangan, Baricade dan tanda peringatan (safety
sign)
 Pemeriksaan akhir (INSPEKSI)

Common questions

Didukung oleh AI

Regulatory and safety standards mandate that scaffolds be safely constructed and used. For example, scaffolds must have secure platforms with guardrails if the height exceeds 2 meters . The construction must adhere to specific load capacities, categorized as heavy, medium, or light duty . Moreover, scaffolds require safety inspections and certifications, denoted by scaftags that indicate if they are safe for use . Compliance with these measures minimizes workplace accidents and ensures worker safety.

Safe demolition of scaffolding involves systematic deconstruction from the top down, ensuring each part supports worker safety until it is removed . The area must be barricaded to prevent unauthorized access, and materials should be lowered individually using ropes or baskets, never dropped from heights . Only trained personnel should conduct the demolition, with personal protective equipment mandatory throughout the process .

To maintain scaffold stability, practitioners must use outriggers or supports when scaffolding exceeds three bays, and tie scaffolding to permanent structures when heights exceed three times the base width . Additional stability is provided through techniques like anchoring and brace installations . Scaffolds should also follow specific load standards appropriate for their duty classification, such as light, medium, or heavy duty, to prevent collapse .

Component compatibility is vital to scaffold safety and integrity. Components such as ledgers, transoms, and braces must fit securely to maintain structural coherence . The selection is influenced by material standards, environmental resilience (such as weather or corrosion resistance), load capacity requirements, and the specific scaffold type employed (frame, tubular, or modular). Proper component alignment ensures stability and reduces accident risk.

Key components for building scaffolding include vertical uprights, ledgers for horizontal connection, transoms for cross support, diagonal braces for reinforcement, handrails for safety, and toe boards to prevent tools or materials from falling . Additional components include base plates for stability and various types of clamps for securing connections .

Scaffolding installation requires several essential safety equipment and adherence to certain procedures to ensure safety. Personnel must have tagging scaffolding, a ratchet, full body harness, measuring devices such as a tape measure and a level meter, and pliers . For safe construction, scaffolding should be built on a stable base, avoiding mudslides or sinking on soil, and ensuring concrete bases are of proper thickness . Initial inspection of all materials like pipes, clamps, and planks is mandatory before use . The surrounding area should be checked for hazards such as overhead power lines or proximity to excavation sites . Finally, safety personnel and supervisors must conduct a preparatory meeting to provide safety instructions and check all working and safety equipment before scaffolding erection .

Regular inspections ensure scaffolds remain fit for use and help identify potential hazards early. Inspections verify the integrity of connections, the condition of the working platform, sturdiness of braces, and safety of access points like ladders . Inspections—conducted daily by users and weekly or monthly by competent personnel—are also crucial after adverse weather, ensuring that no dislodged or weak components remain .

Independent scaffolds stand alone and are anchored only to themselves, suited for work along facades and where multiple levels of access are simultaneously required . Tower scaffolding, however, is designed to be self-supporting and often mobile, best for tasks requiring elevation in compact areas, such as indoor ceiling work . Independent scaffolds allow greater adaptability along building perimeters, while tower scaffolds provide efficient vertical reach in limited spaces.

To ensure safety during the dismantling of scaffolding, several measures must be taken. The surrounding area should first be barricaded and marked with safety signs to keep unauthorized personnel away . Dismantling should start from the top and be conducted by trained and competent personnel to avoid structural instability . It is crucial not to dismantle any part that compromises the scaffolding's stability unless authorized by a supervisor. Materials must be lowered using ropes or baskets, never thrown down . All dismantled components should be organized and protected from elements such as rain and sun for future use .

Scaftags serve as crucial safety indicators. A green scaftag shows a scaffold is complete and safe for use, while yellow indicates it requires repairs or completion, and red signifies it is unsafe and should not be used . These visual alerts streamline communication among workers and ensure that unsafe scaffolds are identified and avoided until compliant with safety standards .

Anda mungkin juga menyukai