WHAT’S WRONG?
WHAT’S WRONG?
WHAT’S WRONG?
WHAT’S WRONG?
WHAT’S WRONG?
WHAT’S WRONG?
WHAT’S WRONG?
WHAT’S WRONG?
K3 MEMBANGUN DAN
BEKERJA AMAN
SCAFFOLDING
OSH STAKEHOLDER
Management
Government
Client
Family
BAHAYA KESELAMATAN KERJA SCAFFOLD
Kenali dan
Kendalikan
bahaya thd
segala sesuatu
yang berpotensi
menimbulkan
kerugian
BAHAYA DI TEMPAT KERJA
Bahaya Fisik
Bahaya Kimia
Bahaya Biologi
Bahaya Psikis
BAHAYA DI TEMPAT
KESELAMATAN KERJA KERJA SCAFFOLDING
BAHAYA SCAFFOLDING
KESELAMATAN KERJA
Bekerja di ketinggian
Jatuh dari ketinggian
Benda jatuh dari ketinggian
Manual Handling
Electricity
Corosive subtances
Pergerakan Crane and Vehichle
Lemahnya supporting struktur
Cuaca
UNSAFE ACTION SCAFFOLDING
UNSAFE ACTION SCAFFOLDING
UNSAFE CONDITION SCAFFOLDING
JENJANG KENDALI BAHAYA
PENYEBAB KECELAKAAN
KESELAMATAN KERJA KERJA
88 % 2%
Faktor Manusia “Takdir”
(unsafe action) 10 %
( act of god)
Faktor Lingkungan
(unsafe condition)
KECELAKAAN KERJA
Kejadian yang tidak diduga,
tidak disengaja dan tidak
diinginkan di tempat kerja yang
mengakibatkan resiko kerugian
KECELAKAAN KERJA
Kecelakaan Kerja
Penyebab
Tanggung Jawab
Scaffolder, Administrasi
Jobs Supervisi, (Ijin kerja, SOP,
SubKon JSA, Sertifikat)
Perencanaan
(survey, gambar,
perhitungan dll)
Inspeksi rutin Inspeksi awal Pelaksanaan
(inspeksi
material,
installing)
Penggunaan Pemeriksaan
Scaffolding (supervisor)
TUJUAN TRAINING SCAFFOLDING
UMUM : KHUSUS :
Meningkatkan pengetahuan Diharapkan setelah mengikuti
dan pengertian yang benar training ini dapat pemahaman dan
tentang K3 Scaffolding guna kesadaran akan Keselamatan kerja
keselamatan kerja pada saat scaffolding Aman yang mengacu
membangun dan pada saat pada beberapa satandar atau
berkerja mengunakan Peraturan.
scaffolding.
SASARAN TRAINING
Diakhir pelatihan peserta diharapkan telah memiliki
pengetahuan tentang:
Bahaya-bahaya pada pekerjaan Scaffolding
Syarat aman pekerjaan Scaffolding
Pertimbangan/ penilaian lokasi
Urutan : Mendirikan dan Membongkar Scaffolding
Dasar Pemeriksaan Material dan Konstruksi Scaffolding
Jenis – Jenis dan ketentuan Material Scaffolding
PERANCAH (SCAFFOLDING)
Menurut Permenaker [Link]-01/MEN/1980 tentang
keselamatan dan kesehatan kerja konstruksi bangunan, Perancah
(scaffolding) Ialah Bangunan pelataran (platform) yang
dibuat untuk sementara dan digunakan sebagai penyangga
tenaga kerja, bahan-bahan serta alat-alat pada setiap
pekerjaan konstruksi bangunan termasuk pekerjaan
pemeliharaan dan pembongkaran.
PERANCAH (SCAFFOLDING)
Scaffolding ditujukan untuk meminimalkan risiko atau
mencegah potensi-potensi bahaya yang diakibatkan oleh
pekerja (pada pekerjaan yang dilakukan di ketinggian) dan juga
untuk mencegah kerusakan peralatan atau aset-aset perusahaan
lainnya maupun lingkungan.
SYARAT-SYARAT SCAFFOLDER
Fisik
kesehatan normal dinyatakan dengan surat keterangan dokter
Tidak memiliki cacat fisik dan batin
Dapat membedakan warna / penglihatan jelas (tidak buta warna)
Tidak penggugup dan ceroboh
Mempunyai pendengaran yang baik
SYARAT-SYARAT SCAFFOLDER
Mental
Tidak mempunyai cacat jiwa
Dapat membaca dan menulis
Mempunyai persepsi yang baik
Dapat berkonsentrasi dengan baik
Tidak mudah grogi (gugup) ketika berada di ketinggian
Sudah terbiasa diatas ke tinggian
Dapat bekerjasama dengan orang lain
Mempunyai jiwa kepemimpinan yang tegas
SYARAT-SYARAT SCAFFOLDER
Sikap
Dapat mengontrol emosi
Sabar dan tenang dalam kondisi apapun
Tidak ceroboh dan punya perhitungan
Disiplin rajin dan bertanggung jawab
PERLENGKAPAN SEORANG SCAFFOLDER
Tagging scaffolding
Kunci scaffolding (rachet )
Full body harness
Meteran
Level meter/Water pas untuk menstabilkan scaffolding
Tang
PERUNDANG-UNDANGAN PERMENAKER DAN TRANS
[Link]-01/MEN/1980
Pasal 1 (e) bangunan pelataran (platform)
yang dibuat untuk sementara dan
digunakan sebagai penyangga tenaga
kerja, bahan-bahan, serta alat-alat pada
setiap pekerjaan konstruksi bangunan
BAB III, PASAL 12
Perancah yang aman harus disediakan untuk semua pekerjaan
yang tidak dapat dilakukan dengan aman oleh seorang yang
berdiri diatas konstruksi yang kuat dan permanen kecuali
apabila pekerjaan tersebut dapat dilakukan dengan aman
menggunakan tangga.
BAB III, PASAL 13
Ayat 1) Perancah harus diberi papan yang kuat dan rapat
sehingga dapat menahan dengan aman tenaga kerja, alat-alat dan
bahan
Ayat 2) “Lantai perancah harus diberi pagar pengaman
apabila tinggi lantai lebih dari 2 Meter
SURAT KEPUTUSAN DIRJEN PPK
NO. 20/DJPPK/2004
Tentang Sertifikasi Kompetensi Keselamatan dan Kesehatan
Kerja Bidang Konstruksi Bangunan
Ketetapan Keempat :
Setiap tenaga kerja (Scaffolder) yang diserahi tugas dan
tanggung jawab dalam pekerjaan pemasangan, perawatan,
pemeliharaan, dan pembongkaran perancah harus
memenuhi syarat kompetensi K3 Perancah.
Tugas dan wewenang Supervisor Scaffolding
Kep.74/PPK/XII/2013 Tentang K3 Supervisor Perancah
Merencanakan dan mendesign perancah
Memonitor, memeriksa, menguji dan memberikan
persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja perancah
dengan aman, selamat dan sehat.
Mengawasi pemasangan, pembongkaran dan
penggunaan perancah sesuai dengan peraturan
keselamatan kerja
Menerapkan prinsip - prinsip K3 dalam melaksanakan
tugasnya
PEMILIHAN REFERENSI PEDOMAN/ STANDARD TEKNIS
Pemilihan pedoman/ teknis dilakukan untuk tujuan/ kebijakan
perusahaan, dalam hal :
Komitmen K3 atau HSE
Peluang/ tuntutan Bisnis
Kebutuhan dokumen/ sertifikasi perusahaan
Efesiensi biaya
Kemudahan mendapatkan material perancah
PEMILIHAN REFERENSI PEDOMAN/ STANDARD TEKNIS
Namun dalam merencanakan dan menentukan pemilihan Pedoman teknis
perancah semua harus berdasarkan kepada faktor Keselamatan kerja. terlebih
kita berada diwilayah Hukum Indonesia, dimana Republik Indonesia juga
mengatur penggunaan dan Keselamatan kerja Perancah (Scaffolding)
yaitu :
Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI: No. 1/Men/1980, tentang K3 dibidang
Konstruksi
SKB Menteri Tenaga Kerja dan Kementerian P.U SKB No. 174/Men/1986 dan
No. 104/KPTS/ 1986
JENIS-JENIS SCAFOLDING
Modular Scaffolding Tubular Scaffolding
Perancah Kayu Bulat
Frame Scaffolding
Bamboo Scaffold Woods scaffold
BREAKET SCAFFOLD
Mechanical Scafolding
PERANCAH TOPANG SUDUT
Jenis Scaffolding ?
KOMPONEN SCAFFOLDING
• Perancah (Scaffolding) adalah bangunan atau
konstruksi sementara dan digunakan sebagai
tempat bekerja.
• Tiang vertikal (Scaffolding upright/frame upright)
adalah tiang tegak konstruksi perancah yang
meneruskan beban yang diterima ke landasan.
• Batang Memanjang (Ledger) adalah pipa
mendatar yang mengikat tiang vertikal secara
memanjang.
• Batang Melintang (Putlog/Transom) adalah pipa
yang mengikat tiang vertikal secara melintang.
• Palang Penguat (Brace/Diagonal brace) adalah pipa
diagonal/menyilang yang mengikat tiang vertikal
sebagai penguat.
• Pagar Pengaman (Handrail) Adalàh pagar dipasang
pada tepi lantai kerja bagian atas.
• Toe Board Adalah papan atau plat yang dipasang
sebagai pengaman pada tepi lantai kerja.
• Lantai Kerja (platform) Adalah tempat yang
dipergunakan para pekerja berpijak dalam pelaksanaan
kegiatannya atau tempat meletakkan bahan bahan yang
dikerjakan.
• Landasan (Base Plate/Floor board) Adalah plat tempat
sebagai dudukan berdirinya tiang vertikal.
• Angkur (Wall Coupling Fixture/Anchorage) adalah alat
yang ditancapkan ke dinding untuk menjaga dan
memperkuat perancah agar tidak bergeser.
• Sepatu perancah (Fixed Base Future) adalah tempat
untuk tiang vertikal agar lebih kuat dan tidak secara
langsung ke landasan sepatu perancah
• Sambungan Pipa (Join Pin) alat sambungan
berbentuk pipa untuk menghubungkan antara pipa
atau frame.
• Penguat (Arm Lock) adalah alat untuk memperkuat
dua frame yang berhubungan.
• Roda (Caster) adalah alat yang dapat digunakan
pada perancah bergerak.
• Tangga (Ladder) adalah alat yang digunakan para
tenaga kerja untuk menaiki dan menuruni
perancah.
• Universal clamp adalah perlengkapan pengikat
perancah pipa kesegala arah.
MATERIAL
SCAFFOLDING
TUBE & COUPLER SCAFFOLDING
Pipa Scaffold (Scaffold Tube)
Scaffolding Tubes
• Black Steel Diameter 48.3 mm X Ketebalan
4.00 mm = 4.37 kg/m
• Galvanized steel diameter 48.3 mm x tebal 4.0
mm = 4.5 kg/m
PLANK KAYU (PAPAN KERJA)
Umumnya Panjang 3,90 m, lebar 225mm,
tebal min 32 mm (kayu kelas I).
Terdapat Bend diujung papan
Solid Wood (jenis Kayu yang Kuat dan Lentur)
Ketentuan SKB Menaker & PU
Wood Plank
No: 174/Men/1986 & 104/Kpts/1986
Kayu yang digunakan harus berurat lurus, padat,
kering, tidak melintir, tidak membusuk, tidak
ada lubang ulat dan kerusakan lain yang dapat
membahayakan
FITTINGS
Right angle couplers/Clamp Mati/ Fix Clamp
Digunakan untuk memasang standar dengan ledger, standar dengan
transom, Standar dengan Toprail dan Standar dengan Midrail
dengan sudut 90°.
Fix Clamp, Heavy Duty, Forged Steel, Heavy weight, for
48.3 mm OD tubes, Class B, HOT DIP Galvanized
Adjustable Swivel couplers/Clamp Hidup/Swivel Clamp
Clamp putar yang khusus digunakan untuk bracing.
Swivel Clamp, Heavy Duty, Forged Steel, Heavy weight,
for 48.3 mm OD tubes, Class B, HOT DIP Galvanized
FITTINGS
Scaffolding Fix Beam Clamp
Khusus digunakan untuk mengikat scaffolding dengan structure bangunan atau
beam, baik vertical maupun horizontal.
Fix Beam Clamp/Grav lock girder coupler, beam to pipe, connector for tube 48.3
mm OD, hot dip galvanized, Heavy Duty (Forged Coupler)
Sleeve Coupler
Digunakan untuk menghubungkan tube dengan tube secara seri (End to End),
pada bagian pengikat ini harus ujung tube harus sama panjang, dan lokasi
pemasangan harus maximum 300 mm dari posisi ikat/standar. Sleeve Coupler,
Heavy Duty, Pressed Steel, Heavy weight, for 48.3 mm OD tubes, Class B
Putlog Clamp
Digunakan untuk mengikat putlog yang mana platform/papan scaffolding
didudukan sehingga platform akan lebih datar. Putlog Clamp, Heavy Duty, Forged
& Pressed Steel, Heavy weight, for 48.3 mm OD tubes, Class B, HOT DIP
Galvanized.
Tubes, Couples and Accessories Scaffolding
Caster Wheel Gin Wheel
Base Jack Base Plate Sole Board
Tubes, Couples and Accessories Scaffolding
Stair Clip
Scaffold Door
Single Ladder Ladder Clamp
Scaffolding Tools
INDEPENDENT SCAFFOLDING
Transom
Putlock
Breacing
Ledger
Toe Board standard Baseplate
INDEPENDENT SCAFFOLDING
Yang dimaksud dengan scaffolding independent adalah
scaffoding yang dipasang dan didirikan secara mandiri pada
bangunan atau struktur permanen, dimana dua buah tiang
dihubungkan dengan sebuah ledger horisontal dan ditambah
penguat transom, pada bagian depan dipasang rangka menyilang
(brace) yang diletakkan sesuai kebutuhan.
INDEPENDENT SCAFFOLDING
KETENTUAN MEMBANGUN INDEPENDENT SCAFFOLDING
STANDARD :
Harus menggunakan Sole Board
Harus berdiri tegak lurus (Vertical Level)
Jarak Ledger dan Transom harus sesuai
dengan ketentun (merujuk kepada Beban
Kerja Scaffolding/Heavy,Medium,Light Duty)
Pembangunan menurut Beban
1. BEBAN BERAT – HEVY DUTY = 675 KG
2. BEBAN SEDANG – MEDIUM DUTY = 450 KG
3. BEBAN RINGAN – LIGHT DUTY = 225 KG
SPECIFICATION LIGTH DUTY MEDIUM DUTY HEAVY DUTY
TRANSOM 2.4 Meter 1,8 Meter 1.275 Meter
LEDGER 3.0 Meter 2,4 Meter 1.8 Meter
LIVE LOAD 225 Kg/ Bay 450 Kg/Bay 675 Kg/Bay
KETENTUAN MEMBANGUN INDEPENDENT SCAFFOLDING
(LANJUTAN)
Setiap ketinggian dan sudut tikungan (Scaffolding melingkar/patahan) harus
diikat pada bangunan struktur yang permanen untuk menjaga kestabilan
scaffolding.
Penyambungan Pipa Standard TIDAK BOLEH dengan End to End atau
dengan JOINT PIN, Jika, :
Standard yang berdekatan untuk sisi membujur maupun melintang pada
lift yang sama
Standard yang sama pada lift yang berdekatan
lebih dari satu sambungan pada ledger yang berdekatan atau melebihi 300
mm
GAMBAR SAMBUNGAN PADA STANDARD DAN LEDGER
YANG DIBENARKAN
SCAFFOLDING STABILITY
SCAFFOLDING STABILITY
Untuk mencegah terjadinya Kegagalan Perancah (accident)
dari Tumbang (Failure) maka dapat digunakan teknik :
Teknik Palang Penopang (Outrigger/Support/Batries/Racker Plan)
Teknik Pengikatan Angkur (Ties/Ancored/Bridle Pipe/Stute)
Teknik Tali Pancang (Angcore Sling & Sling Guy)
OUTRIGGER/ SUPPORT
Bila Scaffolding Lebih Dari 3 Bay maka Setiap 2 Bay Standard di-Instal Outrigger/Support ini
IKATAN SCAFFOLDING (TIES)
IKATAN SCAFFOLDING (TIES)
IKATAN SCAFFOLDING (TIES)
Ikatan Scaffolding (TIES)
SCAFFOLD TIES
SCAFFOLD TIES
Ties/ Angkor :
Jika TINGGI scaffolding melebihi 3x lebar
bagian bawah, maka harus dipasang penguat
atau pengokoh terhadap bangunan atau struktur
permanen
ANCORE BREACED
SLING ANGCORE & GUY SLING
LANTAI KERJA/ PLATEFORM
Beban kerja aman (SWL) 1,5 KN atau 150 kg setiap luas 50 cm x 50
cm.
Papan kerja dipasang bersilangan dengan boardbarrier
Setiap papan memilki ketebalan yang sama
Papan dipasang serapat mungkin dengan celah yg diizinkan maks 1 cm
Penyambungan sebaiknya tidak tumpang tindih atau overlap
Kelebihan papan yang keluar dari tepi/ scaffolding diperbolehkan yaitu
15 – 25 cm
Setiap papan diikat dengan tali metal 4 mm atau tali serat 8 mm
INTERMEDIATE TRANSOM
(PENOPANG PLANK ATAU BOARD BARRIER)
Pipa Barrier/ penopang dipasang secara mendatar
diatas Ledger dengan Putlog Clamb
Jarak antar Barrier 150 cm > 200 cm, dan ketentuan
penambahan dan pengurangan harus melihat kaidah
beban yang akan dibebani oleh scaffolding
150 < 200 cm
4 X Tebal Papan 4 X Tebal Papan
Tabel penopang lantai kerja
(BS 1576.2)
KETEBALAN PAPAN JARAK MAX BOARD BARRIER
3,2 cm (hanya kayu keras) 1,0 meter
3,8 cm 1,5 meter
5,0 cm 2,0 meter
6,3 cm 2,5 meter
TANGGA SCAFFOLDING (ACCES
LEDDER )
Tangga dipasang dengan perbandingan kemiringan yang tidak kurang
dari satu Horisontal dan empat Vertikal ( 4 : 1 ) / Sudut 75 º
maksimal ( 6 : 1)
Tangga tidak dipasang dalam satu baris yang sama dengan
tangga dibawahnya sehingga tidak membentuk tangga tunggal
menerus
Tangga harus lebih panjang dari landing
Akses keluar-masuk tangga tidak terhalang
TANGGA
Sudut kemiringan Tangga adalah 75 ◦ atau sama dengan
perbandingan 4 : 1 (AS 1576.2)
Lebar tangga 40 – 100 cm
Jarak antar anak tangga 25 – 30 cm
Bagian atas tangga selalu harus terikat, dan harus dilebihkan
dengan panjang 1 m dr bordes
1m
1
Bagian atas tangga harus selalu terikat
Tangga dapat dilangsungkan maksimal ketinggian 3 lift, dengan
catatan setiap jarak 8 anak tangga diberi batang penguat (TIES)
tangga.
Untuk indipendent scaffold disarankan tangga dipasang diluar
ledger.
Untuk Tower Scaffolding, setiap 2 – 3 lift disediakan Stay acces/
ladger stage
Handrail tangga harus terpasang dan disesuaikan dengan kondisi
saat membawa material.
DILARANG Menyambung tangga
Bordes sebagai dudukan tangga dan anak tangga disyaratkan agar
sejajar dengan lantai kerja
GUARDRAIL / HANDRAIL
Terdiri dari Toprail dan Midle rail, dipasang sejajar
dengan lantai kerja/ ledger dan Transom
Tinggi Toprail antara 90–110 cm dari lantai kerja (AS std)
Atau minimum 115 cm dari lantai kerja (BS std)
Midrail dipasang ditengah antara lantai kerja dan toprail
atau 47-50 cm.
Penyambungan Guardrail mengunakan end to end
coupler atau sleeve coupler
Dipasang/ diikat pada sisi dalam standard
TOE BOARD (PENGAMAN LANTAI)
Fungsinya mencegah sesorang terperosok, atau
material/alat kerja jatuh dari lantai kerja
Tinggi atau lebar Papan Toe Board 15 cm dari
permukaan tepi lantai kerja
Tebal papan standard 2,0 – 2,5 cm
GUARDRAIL / HANDRAIL BS STANDARD
SYARAT DAN KETENTUAN PEMBANGUNAN SCAFFOLD
• Guardrail :
- British Standard : minimal 0.95m dan maksimal 1.15m,
- Australian Standard : minimal 0.90cm dan maksimal 1.10m.
• Scaffold Bay : Jarak sebuah kolom dari standard ke standar maksimal
3.0m.
• Scaffold Lift : Jarak tingkatan ke tingkatan berikutnya maksimal 2.0m.
• Scaffold Joint : Jarak sambungan dari standard ke standard maksimal
30cm, dan tidak boleh sejajar 4 joint dalam 1 bay.
• Scaffold Tie : Sebuah Scaffold yang di ikat pada standard lift pertama,
setiap 3 bay dan 2 lift berikutnya.
• Ladder Access : Rumus kemiringan Tangga adalah 4 : 1 atau 750 .
LABEL/ SCAFTAG
Fungsi Scaftag : label peringatan yang menunjukan
perizinan keamanan scaffolding untuk digunakan, dan
sebagai tanda dari sebuah scaffolding telah
diperiksa/inspeksi oleh orang yang berwenang, yang
menandakan scaffolding layak pakai atau tidak
PANDUAN WARNA SCAFTAG
HIJAU
Scaffolding telah
lengkap dan siap
digunakan
PANDUAN WARNA SCAFTAG
KUNING
Scaffolding belum
sempurna dan tidak
boleh digunakan,ada
perbaikan dan perubahan
atau sedang dibangun
PANDUAN WARNA SCAFTAG
MERAH
Scaffolding belum
lengkap dan dilarang
digunakan
MEMASANG DAN MELEPAS SCAFTAG
Personel yang boleh memasang scaftag warna
hijau dan merah adalah pengawas (Supervisor
scaffolder) yang bertanggung jawab terhadap
pembangunan scaffolding
Scaftag dipasang pada tangga atau jalur
acces scaffolding kurang lebih 175 cm dari
dasar/permukaan tanah.
PELEPASAN SCAFTAG:
Hanya pengawas scaffolding yang boleh melepas scaftag
jika ditemukan ketidak sempunaan dari scaffolding tersebut
dan menganti dengan yang berwarna kuning.
Setelah scaffolding disempurnakan maka pengawas
scaffolding melakukan pemeriksaan dan memasang
kembali scaftag yang sesuai dengan kondisinya
Lakukan pemeriksaan secara berkala untuk meyakinkan
apakah scaftag masih sesuai dengan kondisi scaffolding
PEMERIKSAAN SECARA BERKALA
Pemeriksaan harian dan mingguan secara berkala,
diantaranya kekuatan ikat baut dan mur, pengaman tepi atau
yang sejenis. Kondisi papan landasan dan lantai kerja,
kondisi penguat dan penopang, tangga, jaring pengaman,
perubahan-perubahan lainnya.
Pemeriksaan bulanan,
Diantaranya pengujian papan, pengujian tangga, peralatan
pengangkat material, peralatan atau perlengkapan
scaffolding yang berada dilapangan dan digudang.
MENGAMBAR SCAFFOLDING
PEMBAGIAN GAMBAR
A. TAMPAK DEPAN
B. TAMPAK SAMPING
C. TAMPAK ATAS
D. KETERANGAN GAMBAR
SCAFFOLDING
A Tampak depan B Tampak samping
C Tampak atas D Keterangan
KOLOM A adalah berisi gambar scaffolding TAMPAK DEPAN.
Memperlihatkan Standar dan ukuran antar standar, Ledger dan
Breaces
KOLOM B adalah berisi gambar scaffolding TAMPAK SAMPING.
Memperlihatkan standar, transom dan ukuran jarak transom dan putlog
KOLOM C adalah berisi gambar scaffolding TAMPAK ATAS.
Memperlihatkan Ledger dan sambungan Ledger, dan ukuran transom
KOLOM D adalah berisi KETERANGAN GAMBAR, yaitu: Jenis
Scaffolding, Beban Kerja Scaffolding, Lokasi Pembangunan, Nama
Proyek, Dll.
CONTOH
1,8 m
1,8 m
1,8 m
2,4 m
9,6 m
Medium Duty ( 3 Lift 4 Bay)
1,8 m
Workshop
Pengantian Filter Blower
FORMULIR PERHITUNGAN JUMLAH
MATERIAL
NO KOMPONEN UKURAN JUMLAH KLAM MATI KLAM HIDUP PENYAMBUNG REMARK
1 Sole Plate
2 Base Plate
3 Adjustable Base Plate
4 Standard
5 Ledger + Guard rail
6 Transom + Guard rail
Bracing – Face Brace
7 Bracing – Face Brace
Bracing – End Brace
8 Tie in
Platform
9 Platform
Platform
10 Tangga
TOWER SCAFFOLDING
Adalah Scaffolding Independent
yang dibangun meninggi
(Banyak Lift dan sedikit Bay)
biasanya digunakan untuk kerja
ringan, baik Tube & Coupler
Scaffolding atau Modular
Scaffolding
TOWER SCAFFOLDING
Tower Scaffolding merupakan jenis scaffolding beban
ringan
Tinggi maksimum Tower Scaffolding 30 meter, dengan
syarat tertentu, diantaranya:
Harus terikat/ dikuatkan dengan Ties atau Support ke
Konstruksi permanen setiap Lift
Maksimum Beban kerja pada Lantai Kerja tidak boleh lebih
225 Kg
Tidak boleh lebih dari 2 lantai kerja yang dapat dibebani
pada waktu yang bersamaan
Tinggi scaffolding dan diberi Palang Support/ Out Rigger
Ties Support
MOBILE SCAFFOLDING
MOBILE SCAFFOLDING
AS 1576.1
Perancah bergerak (Mobile Scaffolding) umumnya
digunakan pada kegiatan dalam gedung atau diluar.
Didesain sehingga orang dapat memindahkannya dengan
mudah. Namun, harus ditegaskan bahwa hanya pemegang
Sertifikat yang dapat mendirikan atau membongkar
perancah dengan Ketinggian tidak lebih dari 9 meter jika
memungkinkan.
Atau :
Indor - 3 kali ukuran terpendek landasan pendukung
Outdor- 2 kali ukuran terpendek landasan pendukung
MOBILE SCAFFOLDING
Maximum beban setiap lantai kerja tidak lebih dari 225 kg
dan tidak lebih dari 2 lantai kerja yang dibebani pada waktu
yang bersamaan
Perancah digunakan hanya diatas permukaan padat dan
memiliki kekuatan yg sama untuk menahan secara aman beban
total dari berat perancah yg bekerja dipermukaan tsb.
Tidak boleh dipindahkan, apabila terdapat orang
didalam/diatas perancah bergerak
Roda pada Mobil scaffolding harus dilengkapi pengunci
(castor lock) dan dilarang mengunakan roda ban angin
Pemasangan Bracing system CROSS Bracing dan atau
Diagonal Cross Bracing
MOBILE SCAFFOLDING
Acces Mobile Scaffolding
Akses dari dan keperancah bergerak (Mobile Scaffold) adalah
melalui tangga dari dalam dan dari landing/ dasar yang
disetujui dengan penutup berengsel seperti yang disyaratkan
pemanufaktur
Perancah bergerak dengan ketinggian lebih dari 6 m harus
menyediakan lantai akses pertengahan (Stay Acces) atau
dengan tangga.
Tangga harus diposisikan dan dipasang tetap pada jarak –
panjang ledger dasar/awal dibagi empat. (4:1)
Mobile Scaffold TIDAK boleh mengunakan Fan/ Hoist/ Out Riger
Area
MOBILE SCAFFOLDING
K3 PENGUNAAN MOBIL SCAFFOLDING
Mobile scaffold hanya boleh digunakan pada
permukaan lantai yang rata dan keras.
Periksa kondisi fisik mobile scaffold sebelum
penggunaan dari berbagai kemungkinan kerusakan.
Pastikan scaffold rata dan semua rangka struktur
terikat dengan memadai.
Semua roda mobile scaffold harus dalam keadaan
terkunci jika sedang digunakan atau pada saat posisi
tidak digunakan.
K3 PENGUNAAN MOBIL SCAFFOLDING (LANJUTAN)
Jangan memindahkan mobile scaffold kecuali semua perkakas atau
material diatasnya sudah dibuat aman. Tidak boleh menggunakan power
machine (forklift, mobil, etc) untuk menarik atau mendorong mobile scaffold.
Tidak dibenarkan ada pekerja di atas mobile scaffold saat dipindahkan, dan
Waspadai kawat beraliran listrik saat moving mobile scaffolding
Akses dan lantai kerja mobile scaffold harus aman dan kuat.
Dilarang menempatkan mobile scaffold di dekat tepi bangunan yang tidak
terlindungi oleh pagar pengaman yang kuat.
Jangan menggunakan handrail untuk dapat menjangkau area kerja atau
untuk menahan peralatan atau beban.
Jangan meninggalkan perkakas atau material di atas scaffold sesudah
penggunaan.
HANGING SCAFFOLDING
HANGING SCAFFOLDING
Out Rigger Scaffold
Pemasangan, Perawatan dan
Pembongkaran Scaffold
PEMASANGAN
1. Sebelum memulai erection ( pendirian ) scaffolding,
yang perlu pertama kali diperhatikan adalah kondisi
dasar ( ground ) pastikan tidak akan longsor /
tenggelam apabila kondisi dasar adalah tanah, kalau
dasar konkret beton periksa ketebalannya.
PEMASANGAN
2. Periksa semua kondisi material (pipa, clamp, papan,
coupler dll) sebelum dibawa ke lapangan. Material
kontrol (Warehouse) juga ikut bertanggung jawab di
dalam pemeriksaan kondisi material.
PEMASANGAN
3. Sebelum mulai mendirikan scaffolding, pastikan
kondisi sekitarnya aman, tidak ada kabel power di
atasnya, tidak terlalu dekat lobang-lobang galian, tidak
ada pekerjaa-pekerjaan pengangkatan di sekitarnya
(lifting) di sekitar lokasi pemasangan perancah.
PEMASANGAN
4. Petugas keselamatan kerja / safety bekerja sama dengan
supervisor sebelumnya memberikan pengarahan-pengarahan
tentang peraturan-peraturan dan cara-cara kerja yang aman
(tool box meeting), juga memeriksa semua peralatan kerja dan
peralatan keselamatan kerja setiap scaffolder.
PEMASANGAN
5. Lokasi sekitar pendirian perancah harus di barricade dan
tempatkan papan pemberitahuan (notice board).
6. Semua kunci-kunci perancah harus di beri tali pengaman.
7. Tidak dibenarkan melempar ke atas semua material
perancah, didalam pemasangannya harus menggunakan
tambang untuk menurunkan dan menaikkan material.
PERAWATAN PERANCAH
Perancah harus sebelumnya diperiksa oleh petugas yang
berwenang / ahli untuk memastikan scaffolding sudah layak
pakai atau belum
Perancah harus diperiksa ulang seminggu (7 hari) sekali atau
sesudah angin kencang / cuaca buruk. Agar dapat diketahui lebih
dini jika mengalami kerusakan.
Perancah harus diperiksa si pemakai setiap harinya untuk
memastikan kondisi lantai kerja tetap terikat dan tidak lepas atau
hilang.
PERAWATAN PERANCAH
Scaffolding yang sudah layak pakai harus di lengkapi dengan
scaffold tag yang berwarna hijau ( green tag ) yang berarti aman
untuk digunakan.
Perancah yang belum siap pakai atau ada salah satu dari bagian
scaffolding tersebut yang hilang atau terlepas harus dilengkap dengan
tanda merah ( red tag ) yang berarti tidak aman untuk digunakan.
Perancah harus diperiksa si pemakai setiap harinya untuk
memastikan kondisi lantai kerja tetap terikat dan tidak lepas atau
hilang.
PEMBONGKARAN
Sebelum memulai pembongkaran scaffolding, lokasi sekitar
pembongkaran harus di beri barricade dan papan-papan
pemberitahuan.
Pembongkaran perancah harus dilakukan oleh orang yang
berkompeten, dan harus dimulai dari atas.
Jangan sekali-kali membongkar perancah dimulai dari bawah
atau tengah, dari konstruksi scaffolding.
PEMBONGKARAN
Perancah tidak boleh dibongkar salah satu dari konstruksinya,
kecuali bila masih tetap menjamin keselamatan pemakainya, atau
atas ijin dari pengawas yang berwenang.
Didalam menurunkan material perancah pada pembongkarannya
harus menggunakan tambang satu persatu diturunkan (Estafet)
Tidak dibenarkan melemparkan kebawah semua material
perancah pada pembongkarannya.
Semua material yang telah dibongkar harus disusun rapi tidak
boleh dibiarkan berserakan (Sesuai dengan jenis dan ukuran).
PEMBONGKARAN
1. Pastikan Area pembongkaran sudah dibatasi Baricade
atau Safety Sign
2. Pastikan Jumlah Orang Mencukupi untuk
pembongkaran
3. Pelaksana pembongkaran adalah orang yang
berkompeten (scaffolder)
PEMBONGKARAN (2)
4. Pastikan tidak ada personel selain pelaksana
pembongkaran
5. APD dan PPE selalu digunakan
6. Melakukan pembagian tugas
7. Bila tidak ada Lifting Gear maka lakukan estapet atau
penurunan material dengan di ikat atau mengunakan
Basket
DILARANG !!!!!!!!!!!!!
1. MELEMPAR/ MENJATUHKAN MATERIAL
SCAFFOLDING DARI KETINGGIAN
2. MENURUNKAN RANGKAIAN SCAFFOLDING
YANG MASIH TERANGKAI
PENYIMPANAN MATERIAL SCAFFOLD
1. KELOMPOKAN MATERIAL SEPERTI PIPA, PAPAN/ PLANK
SESUAI UKURAN
2. KELOMPOKAN CLAMB SESUAI JENISNYA/ FUNGSINYA
3. BERI TANDA/ PENANDAAN BAGI MATERIAL YANG RUSAK,
BENGKOK, PECAH DAN PISAHKAN
4. SIMPAN MATERIAL DITEMPAT YANG TERLINDUNGI HUJAN
DAN SINAR MATAHARI
5. LAKUKAN PERAWATAN MATERIAL MISALNYA PELUMASAN,
PENYEMPROTAN CAIRAN ANTI KOROSIVE, DLL
PEMERIKSAAN SELAMA PEMBANGUNAN
SCAFFOLDING
Perlengkapan personel (scaffolder), perlengkapan
pengaman diri, perkakas dan alat bantu, dan kompetensi
(sertifikasi, keterampilan dan wewenang)
Administrasi kerja ( SPK, JSA, Work permit, dll)
Pelaksanaan pemasangan, diantaranya pemanfaatan
alat pengaman diri, pengamanan lokasi kerja, cara
pemasangan, Baricade dan tanda peringatan (safety
sign)
Pemeriksaan akhir (INSPEKSI)