0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
66 tayangan13 halaman

Penggambaran Karakter dalam Fabel

Fabel tersebut menceritakan tentang Ulu seekor katak hijau yang sombong dan merasa lebih hebat dari teman-temannya. Ia mengejek semut karena tidak bisa berenang dan ikan karena harus tinggal di air. Namun, burung memberi nasihat bahwa setiap makhluk memiliki kelebihan tersendiri. Akhirnya Ulu menyadari kesalahannya dan meminta maaf. Fabel ini memberikan pesan bahwa kita sebaiknya tidak somb

Diunggah oleh

Rachel Eka
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
66 tayangan13 halaman

Penggambaran Karakter dalam Fabel

Fabel tersebut menceritakan tentang Ulu seekor katak hijau yang sombong dan merasa lebih hebat dari teman-temannya. Ia mengejek semut karena tidak bisa berenang dan ikan karena harus tinggal di air. Namun, burung memberi nasihat bahwa setiap makhluk memiliki kelebihan tersendiri. Akhirnya Ulu menyadari kesalahannya dan meminta maaf. Fabel ini memberikan pesan bahwa kita sebaiknya tidak somb

Diunggah oleh

Rachel Eka
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

FABEL

KD 3.11 Mengidentifikasi informasi tentang


fabel/legenda daerah setempat yang dibaca dan didengar
Pengertian Fabel

Apa sih Fabel itu?


Fabel adalah cerita yang
menggambarkan watak dan budi
manusia yang pelakunya diperankan
oleh binatang (berisi moral dan budi
pekerti)
UNSUR FABEL

01. TOKOH
Orang/hewan yang menjadi
02. Tokoh pembantu
Tokoh pembantu adalah Tokoh
pelaku dalam cerita tambahan

03. Penokohan
04. Karakter
Karakter bisa bersifat
Pemberian karakter pada tokoh
protagonis/yang disukai atau
tokoh antagonis/ yang tidak
disukai
UNSUR FABEL

05. Watak
Tokoh dapat disimpulkan dari
06. Tema
Gagasan yang mendasari cerita
penggambaran fisik, penggambaran
tindakan tokoh, dialog tokoh,
monolog atau komentar penulis

07. Setting atau latar


Tempat dan waktu kejadian
08. Amanat
Pesan yang disampaikan
serta suasana dalam cerita. penulis secara tidak langsung
Ciri Umum Fabel
1. Tokoh Binatang
Pelaku dalam cerita, contoh: suatu pagi yang indah dengan matahari yang cerah,
Pak Tua Rusa mengunjungi kediaman keluarga Pip si Tupai di sebuah desa.
2. Perwatakan
Penggambaran tokoh atau karakter, contoh: “pagi, Ibu Tupai.” salam Pak Tua
Rusa kepada Ibu Pip. Kemarin, keponakanku mengunjungiku. Dia membawakan
oleh-oleh yang cukup banyak. Aku ingin membaginya untuk para sahabatku. Ini
kacang kenari special untuk keluargamu.”
 Pak Tua Rusa adalah tokoh yang baik sebab rela untuk berbagi oleh-oleh dan
kunjungan kemenakannya kepada Ibu Pip (si Tupai)
3. Binatang yang dapat berbicara seperti manusia
“Terima kasih, Pak Tua Rusa,” ucap Ibu Cip
> Seperti manusia, ibu Pip (tupai) dapat menggunakan Bahasa manusia.
Ciri Umum Fabel
4. Ada rangkaian peristiwa (Alur)
a) Suatu pagi indah dengan matahari yang cerah, Pak Tua Rusa mengunjungi
kediaman keluarga Pip si Tupai di sebuah desa.
b) “pagi, Ibu Tupai.” salam Pak Tua Rusa kepada Ibu Pip. Kemarin, keponakanku
mengunjungiku. Dia membawakan oleh-oleh yang cukup banyak. Aku ingin
membaginya untuk para sahabatku. Ini kacang kenari special untuk
keluargamu.”
c) “Terima kasih, Pak Tua Rusa,” ucap Ibu Cip
Sepeninggal Pak Tua Rusa, Ibu Pip masuk ke dalam rumah dan memanggil anak-
anaknya. “Anak-anak, lihat kita punya apa? Kalian harus membagi sama rata, ya.”
Rangkaian Peristiwa :
d) Pak Tua Rusa mengunjungi keluarga Pip si Tupai
e) Pak Tua Rusa memberikan oleh-oleh kepada Ibu Pip
f) Ibu Pip berterima kasih dan merasa senang.
Ciri Umum Fabel
[Link]
Tempat dan waktu kejadian serta suasana dalam cerita.
Contoh : Suatu pagi indah dengan matahari yang cerah, Pak Tua Rusa mengunjungi kediaman keluarga
Pip si Tupai di sebuah desa.
 Latar waktu yaitu pagi yang cerah dan latar tempat yaitu sebuah desa.
5. Kalimat Naratif/Peristiwa
Mendengar tangisan Puti, Ibu Pip keluar dan bertanya. Sambil terisak, menceritakan keserakahan
kakaknya.
6. Kalimat langsung (Dialog)
“Tak boleh begitu, Pip. Ibu tadi sudah bilang apa,” tegur ibu Pip
“Kamu tidak boleh serakah.”
7. Bahasa Percakapan (Bahasa sehari-hari)
“Kalau begitu, Ibu saja yang membagi ya? Memang tidak akan memuaskan semuanya. Ini, ibu beri
empat untukmu, Pip, karena kau lebih besar. Dan si kembar kalian masing-masing mendapat tiga.”
Bacalah buku paket hal 195 “Belalang Sembah” dan “Sesama Saudara Harus Berbagi”!
Tokoh dalam cerita Kondisi tokoh dalam kehidupan
nyata

Watak 1. Semut adalah tokoh-tokoh yang 1. Serangga kecil yang berjalan


Teks 1 rajin, menyiapkan persediaan merayap, hidup secara
makanan untuk menghadapi bergerombol, termasuk suku
musim dingin yang akan tiba. Formicidae, semua terdiri atas
Teks 2 2. Pak Tua Rusa adalah pribadi bermacam jenis.
yang suka berbagi dengan 2. Binatang menyusui, pemakan
sesama, tetangga. Manakala tanaman, termasuk family
keluarganya mendapat cervidal, tanduknya Panjang
kelebihan makanan (oleh-oleh) dan bercabang-cabang, bulunya
segera membagikan makanan berwarna cokelat tua dan
tersebut kepada keluarga lain bergaris-garis (bitnik-bitnik
putih)

Latar cerita teks 1 Latar cerita teks 2


Kebun anggur, sarang semut, pohon-pohon Sebuah desa, rumah kediaman (keluarga
tupai)
Mengidentifikasi Jenis Alur Fabel:

1) Jenis Fabel dengan Koda dimulai pengenalan, mulai munculnya masalah, pesan-pesan eksplisit. Jenis
Fabel Tanpa Koda dimulai munculnya masalah, masalah memuncak, dan ditutup dengan pemecahan
masalah (tanpa pesan-pesan)

2) Fabel alami menggunakan watak tokoh binatang seperti pada kondisi alam nyata. Misalnya, kura-kura
diberi watak lamban, singa buas dan ganas. Selain itu, fabel alami menggunakan alam sebagai latar
(hutan,sungai, kolam, dan sebagainya). Fabel adaptasi adalah fabel yang memberikan watak tokoh
dengan mengubah watak aslinya pada dunia nyata dan menggunakan tempat-tempat lain sebagai latar
(di rumah, di jalan raya). Misalnya, landak yang pemalu berulang tahun di rumah makan.

KESIMPULAN :
Kedua teks tersebut menggunakan jenis fabel dengan koda sebab diakhiri
dengan pesan-pesan yang tersurat (eksplisit). Termasuk jenis fabel alami terbukti
watak tokoh-tokoh binatang berhubungan dengan kondisi yang nyata.
FABEL
KD 4.11 Menceritakan Kembali isi fabel/legenda daerah
setempat
Menentukan Tokoh dan Watak Tokoh
Nama Tokoh Watak Bukti pada teks
Tokoh
Ulu Sombong “Makanya Semut, kau harus berlatih berenang! Aku sejak berupa
dan merasa berudu sudah bisa berenang, masa kau tidak bisa? Berenang itu
sok tahu sangat mudah, julurkan saja kakimu,” ulu menjulurkan kakinya, “dan
tending ke belakang seperti ini! Ups, maaf kakimu kan pendek.”
sambil tertawa, Ulu melompat meninggalkan semut.

Ikan Menerima “Aku tidak dapat merasakan hujan Ulu, lihatlah aku tinggal Bersama
keadaan air. Bagaimana caranya aku dapat menikmati hujan seperti kamu
Ulu?” ikan pun Kembali berputar-putar di dalam kolam
Who am I?
Semut Sederhana “Ulu, aku tidak suka dengan hujan. Kamu lihat betapa mungilnya
tubuhku? Air hujan akan menyeret dan menenggelamkanku ke kolan!
Aku tidak bisa berenang sepetimu, makanya aku berteduh,” sahut
Semut.

Burung Bijaksana Burung Kembali berkata dengan bijak, “itukah yang kumaksud Ulu,
kita masing-masing memiliki kelebihan sendiri. Tetapi ia bisa
menyusup ke tempat-tempat kecil yang tidak dapat kau lewati. Ikan
tidak dapat melompat-lompat sepertimu, tetapi ia bernapas di bawah
air. Kamu tidak seharusnya menghina mereka!”
Menentukan Rangkaian Peristiwa
Urutan Kejadian.:
• Awalnya, Ulu seekor katak hijau sedang berdiri di pinggir kolam
• Tiba-tiba langit gelap pertanda hujan sambil mengejek teman-
temannya.
• Lalu Ulu bermain hujan sambil mengejek teman-temannya.
• Selanjutnya Ulu bertemu dengan burung yang menasihatinya.
• Kemudian Ulu menyadari kesalahannya bahwa semua ciptaan itu
unik.
Great job!
• Akhirnya Ulu meminta maaf kepada semut dan ikan yang
disakitinya
I am a mouse!
Many people buy mice as
Terima Kasih!
companion pets. They can be
playful, loving and can grow
used to being handled

Anda mungkin juga menyukai