0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
167 tayangan19 halaman

Keterkaitan Perkembangan Sosial Emosional

Ringkasan dokumen tersebut adalah: (1) Perkembangan sosial emosional berkaitan erat dengan perkembangan fisik, mental, dan psikologis anak; (2) Emosi mempengaruhi aktivitas dan kehidupan anak, sehingga perlu diarahkan secara positif; (3) Karakter anak juga berkaitan dengan aktivitas dan kehidupannya.

Diunggah oleh

Jpjpboy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
167 tayangan19 halaman

Keterkaitan Perkembangan Sosial Emosional

Ringkasan dokumen tersebut adalah: (1) Perkembangan sosial emosional berkaitan erat dengan perkembangan fisik, mental, dan psikologis anak; (2) Emosi mempengaruhi aktivitas dan kehidupan anak, sehingga perlu diarahkan secara positif; (3) Karakter anak juga berkaitan dengan aktivitas dan kehidupannya.

Diunggah oleh

Jpjpboy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KETERTARIKAN

PERKEMBANGAN SOSIAL
EMOSIONAL DENGAN
PERKEMBANGAN LAINNYA
Pendahuluan

Perkembangan sosial emosional berperan penting dalam kehidupan anak dan


berpengaruh pada dimensi dan aspek perkembangan lainnya. Agar pengaruhnya
dapat dikenali secara posotif, kita mengkaji keterkaitan antara bidang
perkembangan tersebut sehingga menjadi sarana efektif dalam mengembangkan
pribadi anak secara keseluruhan.
 Keterkaitan Perkembangan Sosial Emosional dengan
Fisik, Mental dan Psikologis Anak

Perkembangan sosial emosional merupakan suatu perkembangan yang sulit


dipisahkan secara tegas satu sama lainnya, bukan berarti perkembangan sosial
emosional dan karakteristiknya tidak dapat dipertegas atau dirinci satu per satu.
Dalam modul ini kita akan belajar keterkaitan perkembangan sosial
emosional anak baik sebagai satu kesatuan maupun secara terpisah.
Hal yang terpenting bagi para pendidik yaitu mengerti makna keterkaitan
emosional dengan perkembangan lainnya guna untuk memberi inspirasi dalam
memfasilitasi perkembangan anak ke arah yang lebih baik, yaitu menuju
kematangan yang sesuai dengan potensi anak.
A. MENGENALI SOSIAL EMOSIONAL KAITANNYA
DENGAN FISIK, MENTAL, DAN PSIKOLOGIS ANAK

Ekspresi emosi memungkinkan anak bersosialisasi dalam suatu lingkungan sosial


yang dimasukinya. Tampilan emosi pada anak dapat kita jadikan dasar dalam
memahami perkembangan mental dan psikologis anak. Stimulasi atas emosi pada
manusia, khususnya anak-anak memiliki pengaruh yang signifikan tehadap
perubahan-perubahan kondisi fisik pada individu yang bersangkutan.
B. BENTUK –BENTUK HUBUNGAN SOSIAL EMOSIONAL
DENGAN FISIK, MENTAL, DAN PSIKOLOGIS

Penelitian Conan (yusuf, 2000). Menyatakan bahwa perkembangan emosi dan


perubahan yang nyata akan berpengaruh atau menyebabkan perubahan pada
berbagai dimensi fisik. Pengaruh emosi terhadap perubahan fisik, dapat
diperhatikan melalui tabel berikut.
Pengaruh Emosi terhadap Perubahan
Fisik
Jenis Emosi Perubahan Fisik
Terpesona Reaksi Elektris pada kulit
Marah Peredaran darah bertambah cepat
Terkejut Denyut jantung bertambah cepat
Kecewa Bernafas panjang
Sakit/marah Pupil mata membesar
Takut/tegang Air Liur Mengering
Takut Berdiri Bulu Roma
Tegang Pencernaan terganggu, otot-otot menegang atau
bergetar (tremor)
Kekurangan atau keterlambatan dalam perkembangan sosial emosional akan
mempengaruhi arah dan kondisi perkembangan mental anak, juga sebaliknya
kematangan dan kondisi mental anak berhubungan dengan perkembangan dan
arah emosi serta sosial anak.
Menurut Hurlock (1999) menyatakan bahwa emosi dapat berpengaruh dan
mengganggu aktifitas mental karena kegiatan mental, (seperti konsentrasi, daya
ingat, penalaran) sangat mudah dipengaruhi oleh emosi yang kuat.
C. MENGARAHKAN POLA HUBUNGAN POSITIF SOSIAL
EMOSIONAL DENGAN PERKEMBANGAN FISIK, MENTAL,
DAN PSIKOLOGIS
Emosi dengan segala karakteristiknya dapat mempengaruhi tubuh dalam
melakukan berbagai tindakan. Perkembangan emosi ternyata terkait dengan
perkembangan fisik , mental maupun psikologis. Emosi juga mempengaruhi
kegiatan mental, seperti konsentrasi, pengingatan, penalaran. Mungkin anak
akan menghasilkan prestasi di bawah kemampuan intelektualnya, apabila
emosinya terganggu sedangkan secara psikologis efek dari tekanan emosi
berpengaruh pada sikap, minat, dan dampak psikologis lainnya.
 Keterkaitan Sosial Emosional Anak dengan
Aktivitas dan Kehidupannya

Secara umum positif-negatif dari perkembangan emosi-sosial anak akan


mempengaruhi tinggi rendah kadar aktivitas yang dapat di lakukan oleh anak
dalam kehidupannya. Semakin kuat emosi memberikan tekanan, akan semakin
kuat mengguncangkan keseimbangan tubuh menuju tindakan tertentu. Jika
kegiatan yang di lakukan tidak sesuai dengan tuntutan emosi maka kegiatan yang
di lakukan akan terpengaruh juga jika kegiatan sesuai dengan emosi nya maka
anak akan merasa senang melakukannya dan secara mental akan meningkatkan
konsentrasi pada aktivitas pengingatnya.
A. MENGENALI SOSIAL EMOSIONAL DENGAN
AKTIVITAS DAN KEHIDUPAN ANAK

Efek positif seperti suasana yang menyenangkan akan mengingatkan aktivitas dan
respon kehidupan yang positif pula, seperti tumbuhnya motivasi, kinerja yang tinggi
dan partisipasi yang tinggi sehingga berdampak pada produktivitas kerja yang tinggi
pula. Sedangkan efek negatif dari luapan emosi yang tidak menggembirakan akan
berpengaruh pada rendahnya minat dan motivasi dalam kegiatan, seperti partisipasi
yang tidak penuh, serta berpengaruh pada proses dan hasil kerja.
Kemampuan-kemampuan sederhana yang dapat mengenali perilaku sosial anak di
antarnya adalah:
1. Kemampuan mendekati anak dalam keadaan apapun
2. Kemampuan mengamati atau mengobservasi berbagai karakter
3. Kemampuan dan keterampilan dalam merekam,mencatat.
4. Untuk mendukung kemampuan tersebut sebaiknya kita bersifat objektif
B. BENTUK HUBUNGAN SOSIAL EMOSIONAL DENGAN
AKTIVITAS DAN KEHIDUPAN

Adapun gambaran bentuk hubungan dan pengaruh emosi terhadap kehidupan


anak antara lain:
1) Emosi yang melekat pada seorang anak akan mewarnai pandangannya
terhadap kehidupan dan dimensinya
2) Emosi akan sangat mempengaruhi interaksi sosial dengan seorang anak.
3) Reaksi emosional apabila di ulang-ulang akan berkembang menjadi suatu
kebiasaan.
C. MENGARAHKAN HUBUNGAN SOSIAL EMOSIONAL
DENGAN AKTIVITAS DAN KEHIDUPAN

Agar setiap anak memenuhi pernyataan tersebut secara positif maka


fisik,mental,psikologis untuk bertindak sesuai secara memadai. Tugas pendidik
adalah mengarahkan emosi anak ke pola hubungan yang bersifat positif.
Tindakan pendidik dalam membantu mengarahkan anak adalah:
[Link] menyibukkan diri anak dalam kegiatan sehari-hari
[Link] menjalin hubungan emosional yang akrab
[Link] menemukan seorang teman yang bisa menjadi akrab untuk anak
menceritakan kesulitan dan mengadu.
[Link] yang penting adalah membantu mereka mengenali dirinya sendiri termasuk
pentingnya tertawa,humor,tersenyum.
Kunci utama cara membantu anak adalah:
[Link] perkembangan bahasa
[Link] kemapuan bergaul, sosialisasi
[Link] kepribadian ,kelaparan kasih sayang dan
cenderung mengarahkan perhatian pada diri sendiri.
 KETERKAITAN PERKEMBANGAN KARAKTER
DENGAN AKTIVITAS DAN KEHIDUPANNYA

A. Mengenali Hubungan Karakter dengan Aktivitas dan Kehidupan Anak


Karakter suatu bangsa merupakan aspek penting yang mempengaruhi
perkembangan social-ekonomi. Kualitas karakter yang tinggi dari masyarakat
akan menumbuhkan keinginan yang kuat untuk meningkatkan kualitas bangsanya.
Pengembangan karakter yang terbaik adalah jika dimulai sejak usia dini. Semua
pihak bertanggung jawab untuk membekali anak usia dini sebaik-baiknya,
sehingga mereka kelak dapat mengisi kehidupannya dengan baik. Artinya
aktivitas kehidupannya dapat diisi dan dijalani lebih positif, produktif, dan
bermanfaat. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara
keberhasilan pendidikan, khususnya keberhasilan pengembangan karakter dengan
aktivasi dan kehidupan seseorang, termasuk seorang anak.
Lickona menyatakan secara akumulasi kegagalan pendidikan, khususnya pendidikan karakter
akan meningkatkan dan mempercepat kehancuran suatu bangsa. Ia merangkum terdapat 10 tanda
yang berpengaruh terhadap kehancuran suatu bangsa, yaitu :
 1. Meningkatkan kekerasan dikalangan remaja
 2. Penggunaan bahasa dan kata-kata yang buruk
 3. Pengaruh peer-group (teman sebaya) yang kuat dalam tindakan kekerasan
 4. Meningkatnya perilaku merusak diri, seperti penggunaan narkoba, alcohol, dan sex bebas
 5. Semakin kaburnya pedoman moral baik dan buruk
 6. Menurunnya etos kerja
 7. Semakin rendahnya rasa hormat kepada orangtua dan guru
 8. Rendahnya rasa tanggung jawab individu dan warga Negara
 9. Membudayakan ketidak jujuran
 10. Adanya rasa saling curiga dan kebencian di antara sesame.
B. Membangun keselarasan Hubungan Karakter dengan Aktivitas dan Kehidupan
Karakter adalah kunci keberhasilan individu. Artinya jika aktivitas dan
kehidupan seseorang ingin berhasil, maka syarat mutlaknya adalah harus didukung
oleh kapasitas karakter yang memadai, slain itu pendidikan tidak boleh hanya
mementingkan kecerdasan otak kiri (IQ), yang lazim disebut headstart akan tetapi
harus lebih mementingkan kecerdasan emosional, yang disebut heartstart. Bahkan
untuk anak usia dini hendaklah mendahulukan pendidikan otak kanan, karena pada
saat usia otak kanan lebih dulu berkembang dibandingkan otak kirimnya
(Besdone,2005).
Ada 13 faktor terkait kualitas karakter dan kecerdasan antara lain :

1. Jujur dan Dapat Diandalkan

 Kejujuran adalah sifat karakter yang paling mendasar dimiliki seseorang, dalam menjalani
kehidupan, jujur saja tidaklah cukup, ia harus juga menunjukkan diri sebagai insan yang dapat
diandalkan. Begitu pentingnya sifat jujur yang berdampingan dengan sifat dapat diandalkan,
maka kedua sifat tersebut hendaklah dapat ditanamkan sejakusia dini atau sejak taman kanak-
kanak.

2. Dapat dipercaya dan Tepat Waktu

 Dipercaya dan tepat waktu adalah suatu kesatuan karakter yang sebaiknya berjalan secara
beriringan. Kepercayaan akan tumbuh biasanya seseorang dapat mengerjakan sesuatu tepat
waktu dan sebaliknya seseorang dapat memanfaatkan waktu dengan baik dan selalu dipenuhi
dengan tepat waktu, maka akan menumbuhkan kepercayaan yang penuh.

3. Dapat Menyesuaikan Diri dengan Orang Lain

 Penyesuaian diri merupakan factor utama seseorang dapat hidup dengan baik dilingkunganny.
Kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan akan merupakan kunci pembukaan
seseorang diterima atau ditolak oleh lingkungannya.
4. Dapat Bekerja sama dengan Atasan

 Bekerjasama merupakan suatu upaya menyelesaikan pekerjaan dan atau masalah agar lebih ringan
serta dapat lebih cepat diselesaikan. Kemampuan bekerjsama dengan atasan merupakan bagian
penting yang dapat mengantarkn kesuksesan seseorang ketika ia dewasa, terutama setelah
memasuki duni kerja.

5. Dapat Menerima dan Menjalankan Kewajiban

 Kemampuan menerima dan menjalankan kewajiban merupakan satu karakter yang tidak dapat
dipisahkan. Kemampuan menerima merupakan sikap mental berupa kesiapan diri untuk
menjalankan sesuatu dengan sebaik-baiknya sedangkan menjalankan kewajiban adalah
perwujudan dan konsekwensi langsung (logis) dari kesediaan penerimaan.

6. Mempunyai Motivasi Kuat untuk Terus Belajar dan Meningkatkan Kualitas Diri

 Motivasi merupakan penggerak yang kuat bagi seseorang dalam melakukan sesuatu. Salah satu
motivasi yang harus dipelihara dan ditanamkan sejak dini adalah motivasi untuk terus beajar dan
meningkatkan kualitas diri.
7. Berfikir Bahwa Dirinya Berharga

 Pengakuan terhadap keberadaandiri sendiri bahwa dirinya berharga akan mendorong cara
berfikir dan cara bertindak yang positif terhadap dirinya sendiri. Seseorang yang
“menghargai dirinya” akan senantiasa menjaga dirinya dari perbuatan yang keliru dan
negative.

8. Dapat berkomunikasi dan Mendengarkan Secara Efektif

 Kemampuan berkomunikasi dan mendengarkan adalah kemampuan yang dapat


menunjukkan dan memunculkan karakter seseorang secara nyata. Dalam berkomunikasi
dan cara mendengarkan yang ditunjukkan akan menemukan “potret” karakter seseorang.

9. Dapat Bekerja Mandiri dengan Kontrol Terbatas

 Kemampuan bekerja mandiri dengan penuh inisiatif merupakan sikap positif yang sangat
baik, jika diperlukan pengendalian sebaiknya kontrolnya terbatas saja. Meskipun ada
kekecualian biasanya karena memang dihadapkan pada keterbatasan-keterbatasan baik
secara fisik maupun mental seperti karena sakit atau terkena kecelakaan (Gangguan) yang
tidak diharapkan.
10. Dalam Menyelesaikan Masalah Pribadi dan Yang Menjadi Tanggung Jawabnya
(Profesinya)
 Kemampuan menolong diri sendiri merupakan karakter utama yang harus dimiliki
oleh seseorang.
11. Mempunyai Kemampuan Dasar (Kecerdasan)
 Kemampuan dasar merupakan salah satu factor yang dapat mempengaruhi”kekuatan
karakter’ melekat atau pudarnya pada diri seseorang. Kekuatan karakter diawali
memang melekat secara “kognitif” yang kemudian terwujud dalam ‘afeksi dan
tindakan’.
12. Dapat Membaca dengan Pemahaman memadai
 Membaca dengan pemahaman adalah membaca yang bukan hanya menangkap pesan
dari kata atau kalimat tersurat yang dibaca. Membaca dengan pemahaman lebih
jauh yaitu menangkap makna dari tulisan (symbol) dan atau kalimat yang tertera.
13. Mengerti Dasar-Dasar Matematika (Berhitung)
 Penguasaan dasar-dasar matematika terutama berkaitan dengan dasar-dasar
berhitung diperlukan oleh setiap orang, bukan hanya oleh orang yang berminat pada
matematika atau ahli matematika saja.

Anda mungkin juga menyukai