0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan11 halaman

Sifat dan Kegunaan Unsur Chromium

Chromium adalah logam yang digunakan untuk mengeraskan baja dan membentuk paduan logam lainnya. Unsur ini ditemukan dalam batuan dan erupsi gunung berapi, dan sering hadir sebagai oksida. Chromium memiliki titik leleh dan didih tinggi serta sifat paramagnetik. Senyawa kromium digunakan dalam berbagai industri seperti pewarna, elektroplating, dan pengawetan kayu.

Diunggah oleh

Eyeg Store43
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan11 halaman

Sifat dan Kegunaan Unsur Chromium

Chromium adalah logam yang digunakan untuk mengeraskan baja dan membentuk paduan logam lainnya. Unsur ini ditemukan dalam batuan dan erupsi gunung berapi, dan sering hadir sebagai oksida. Chromium memiliki titik leleh dan didih tinggi serta sifat paramagnetik. Senyawa kromium digunakan dalam berbagai industri seperti pewarna, elektroplating, dan pengawetan kayu.

Diunggah oleh

Eyeg Store43
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAHAN TEKNIK

CHROMIUM (CR)

ADI PRASETIO
(22020005)
 
DEFINISI CHROMIUM
• Chromium merupakan unsur kimia yang memiliki lambang Cr
dan nomor atom 24 pada tabel unsur periodik dan unsur yang
termasuk dalam urutan sembilan unsur paling banyak
ditemuka di kerak bumi, chromium juga merupakan logam
tahan korosi dan dapat dipoles menjadi mengkilat,
krom juga bisa menjadi pelapis bahan – bahan bangunan,
komponen kendaraan bahkan emas, chromium biasa disebut
sebagai emas putih. Chromium terdapat di dalam lingkungan
karena erosi dari batuan yang mengandung chromium dan
dapat di distribusikan oleh letusan gunung berapi, unsur ini
sering ditemukan dalam bentuk oksidanya, antara lain: Cr 2O3,
CrO, K 2Cr [Link] chromium dapat dikenali dengan
warna hijau, merah, atau kuning. Unsur chromium bersifat
keras, getas, dan logam kelabu yang mengkilap
Didalam diagram Fe-Cr mempunyai dua kekhususan yang penting yaitu Cr pada
temperatur 860o dan 1390o memperkecil daerah austenit, Cr pada temperatur sekitar 600-
820oC dengan kandungan sekitar 45% membentuk senyawa Fe-Cr yang lebih dikenal dengan
nama fasa y
Pengaruh Cr terhadap austenit pada temperatur – temperaur dimana fasaaustenit
terseut terbentuk dibatasi oleh dua garis kurva, dan terbagi menjadi tiga bagian, pada garis
kurva pertama terdapat austenit yang merupakan fasa yang stabil sampai kandungan Crnya
11,5%, selama pemanasan paduan – paduan akan mengalami transformasi dari ferrit ke
austenit, kemudian kandungan Cr yang diatas 12,5% Cr transformasi alotropi tidak dapat
berlangsung karena fasa yang stabil didaerah ini selalu ferit sampai temperaturnya mencapai
garis solidus, dan yang terakhir pada fasa martensit pada kandungan persentase Cr 11,5% -
12,5%
 Sifat Fisis
Chromium mempunyai konfigurasi elektron 3d5 4s1, sangat
keras,mempunyai titik leleh dan titik didih tinggi diatas unsur – unsur
transisi deret pertama lainnya. Bilangan oksidasi terpenting adalah +2,
+3, +6

Massa Jenis 7,15 g/cm3


 
Titik Lebur 2180K,1907 o
 
Titik Didih 2944K,26710
 
Entalpi Peleburan 20,5 kJ/mol

Panas Penguapan 339 kJ/mol

Kapasitas Kalor 23,25 J/mol.K

Kepadatan 7,140 kg/m
 
Sifat Resitivitas Listrik 12,7 10-8Ω m
 
 Sifat Kimia
Chromium dapat dikatakan bahwa memiliki bilangan
oksidasi yang lebihdari satu, yaitu +2, +3, +6, hal ini disebabkan
oleh elektron yah tidak hanya keluar dari subkulit s, tetapi juga
dari subkulit d yang ada dibawahnya. Angka+3 merupakan
bilangan oksidasi yang paling stabil, begitu juga konfigurasi Nomor Atom Jumlah e-di orbital
subkulit d
elektronnya karena d atau s nya terisi penuh atau setengah
penuh
  4s 3d
 Sifat Magnetik
Sifat magnetik suatu unsur disebabkan keberadaan
24 1 11111
elektron tidak berpasangan di dalam orbital atommnya yakni s,
d, f. Chromium sendiri mempunyai 3d5 4s1 makan elektron
yang tidak memiliki pasangan elektron ada banyak yang tidak
berpasangan .
 Senyawa Oksida Kromiuma.
a. Kromium (III) OksidaCr 2O3
berwarna hijau diperoleh dari dekomposisi termalamonium dikromat, reaksi
(NH4)2CrO7 Cr 2O3 + N24H2O
b. .Kromium (lll) oksida
Cr2O3 berwarna merah tua. Kromium trioksida sangat mudahlarut didalam air menghasilkan ion
kromat, namun ion kromat berubah menjadi ion dikromat, reaksi
CrO3 + 3H2O [CrO4]2- + H3O+
c. Kromium IV Oksida
Dapat diperoleh dengan reduksi CrO3secara hidrotermal, reaksi
CrO3 + H2 CrO2 + H2O
d. Kromium VI Oksida
Dapat diperoleh dengan penambahan asam sulfat pada alkalidikromat, reaksi
K 2Cr 2O7+ H2SO4 2CrO3 +K 2SO4+ H2O
 Kegunaan Umum
Chromium digunakan untuk mengeraskan baja, pembuatan baja tahan karat dan membentuk
banyak logam paduan yang berguna, chromium juga bisadipakai untuk pelapisan logam untuk
menghasilkan permukaan logam yangkeras dan indah dan juga dapat mencegah korosi. Kodifikasi
pada paduanchromium selalu didahului angka 5 dan jika chromium ditambahkan vanadium
didahului angka 6.
Pembuatan logam paduan chromium dapat dibuat menurut prosesgoldschmidt, yaitu
mereduks Cr 2O3dengan alumunium (prosesaluminothermy)
Cr 2O3(s) + 2Al(s) Al2O3(s) + 2Cr(s)
Logam Kromium dan senyawanya banyak digunakan didalam bidang indusrti .
 Logam Kromium dapat dicampuri dengan besi kasar
(pigiron) membentuk baja yang sifatnya keras dan permukaannya tetap mengkilap.
 Krom seperti ferrokrom dapat juga dengan besi kasar membentuk baja yang sifatnya
tahan karat.
 Larutan K 2Cr 2O7 atau kromium (III) oksida, digunakan untuk mencuci alat-alat
laboratorium.
 Na2Cr 2O7.2H2O digunakan dalam penyamakan kulit,menghasilkan kulit sama,
kromium membentuk senyawa yang tidak larut dengan protein dalam kulit.
 Dapat digunakan sebagai pigmen, yaitu PbCrO4 (kuningkrommium) dan Cr 2O3 (hijau
kromium).
 Kromium (VI) dan Kromium (III) digunakan untuk menyepuh logam (elektroplating).
Dapat diartikan sebagai proses pelapisan logam, dengan bantuan arus listrik dan
senyawa kimia tertentu guna memindahkan partikel logam pelapis ke material yang
hendak dilapisi.
 Pengawet kayu untuk perumahan dan gedung.
 Kekurangan
o Pada penggunaannya chromium bisa meracuni kulit, merusak manufaktur tekstil
yang didistribusikan oleh udara dan air, sebagian besar chromium akan menetap dan
berakhir pada perairan atau tanah.
o Chromium dapat mengganggu metabolisme gula dan menyebabkan kondisihati
rendah, ketika dosis gula harian sangatlah rendah, organisme juga bisadiserang oleh
chromium yang pada akhirnya bisa mengubah bahan genetik dan menyebabkan
kanker, pembuangam produk –  produk logam dipermukaan airdengan chromium
berkonsentrasi tinggi dapat merusak insang ikan yang berenang di dekat titik
pembuangan
Kesimpulan
Logam paduan adalah logam yang dicampur dengan satu atau beberap aunsur, pada
pemberian unsur persentase nya juga harus dihitung, karena akanterbagi lagi menjadi dua
yaitu high alloy steel dan low alloy steel. Chromiumini sangat mudah ditemukan karena
chromium terdapat di dalam lingkungankarena erosi dari batuan yang mengandung
chromium dan dapat didistribusikanoleh letusan gunung berapi, unsur ini sering ditemukan
dalam bentukoksidanya. Sifat fisis chromium juga memiliki titik didih dan titik leleh diatas
rata –  rata, merupakan oksidasi yang sangat stabil dan mempunyai
sifat paramagnetik , Logam Kromium dapat dicampuri dengan besi kasar (pig
iron)membentuk baja yang sifatnya keras dan permukaanya tetap [Link]
ferrokrom dapat juga dengan besi kasar membentuk baja yang sifatnyatahan karatLarutan
K 2Cr 2O7atau kromium (III) oksida, dan masih banyak lagi. 
 
WASSALAMUALAIKUM [Link]

Anda mungkin juga menyukai