Mentoring Kepala Sekolah Berorientasi Merdeka Belajar
Mentoring Kepala Sekolah Berorientasi Merdeka Belajar
MENTORING KEPALA
SEKOLAH
BERORIENTASI
MERDEKA BELAJAR
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DIREKTORAT GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
DIREKTORAN PENDIDIKAN PROFESI DAN PEMBINAAN GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
2021
2 COACHING DALAM SUPERVISI GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ENDANG RAHAYU MUDI HASTUTI
TUJUAN
• Meningkatkan kompetensi Kepala Sekolah
dalam menindaklanjuti Supervisi Akademik
• Meningkatkan kompetensi Paedagogik Guru
Dalam menyusun RPP MANTUL Berdiferensiasi
3 COACHING DALAM SUPERVISI GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ENDANG RAHAYU MUDI HASTUTI
1. Merencanakan program
b. Kepala sekolah merumuskan tujuan yang
supervisi akademik dalam
dilengkapi dengan target pencapaian yang
rangka peningkatan
terukur.
profesionalisme guru.
Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 menjadikan kepala sekolah full sebagai pemimpin dan manajer sekolah, tidak lagi dibebani tugas mengajar. Hal ini
bertujuan agar kepala sekolah dapat fokus melaksanakan tugasnya untuk meningkatkan mutu sekolah. Adapun tugas Menindaklanjuti Hasil Supervisi
Akademik sesuai Pasal 15 ayat (1) dan Butir Penilaian Kinerja Kepala Sekolah Nomor (35) Kepala Sekolah melaksanakan supervisi proses
pembelajaran pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan tindaklanjut hasil penilaian
6 COACHING DALAM SUPERVISI GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ENDANG RAHAYU MUDI HASTUTI
1. Ruang Lingkup penelitian dan pengembangan ini pada program mentoring kepala sekolah
dasar Berorientasi Merdeka Belajar.
2. Mentoring Kepala Sekolah dibatasi pada Pengelolaan Pembelajaran di Sekolah Dasar.
3. Pembelajaran di Sekolah Dasar itu dibatasi pada Pembelajaran Tematik dan Pembelajaran
berdisferensiasi.
4. Merdeka Belajar dibatasi pada aspek Pembelajaran Berdifferensiasi dengan istilah BEKEL
MANTUL PDCA merupakan akronim dari Bedah Kelas Meaningful, Achievment, Needs
Analysis, Timely, Urgent dan Look to the Future dengan langkah Plan, Do,Check Act).
5. Penelitian dan Pengembangan di lakukan di Sekolah Dasar Kabupaten Boyolali
7 COACHING DALAM SUPERVISI GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ENDANG RAHAYU MUDI HASTUTI
B. Manfaat lain dari hasil penelitian dan pengembangan ini secara praktis
1. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut dari guru, kepala sekolah, pengawas sekolah,
dosen, pengembang pembelajaran maupun instansi yang terkait dalam mengembangkan
pembelajaran berorientasi merdeka belajar
2. Kepala Sekolah dalam meningkatkan Kompetensi Supervisi Akademik
3. Guru dalam Peningkatan Kompetensi Paedagogik
4. Guru dalam Praktek Pengelolaan Pembelajaran berorientasi Merdeka Belajar
5. Guru dalam memperluas pengetahuan dan pemahaman tentang pengelolaan pembelajaran
berorientasi merdeka belajar
6. Siswa dalam menambah prestasi dan motivasi dalam pembelajaran berorientasi merdeka
balajar
7. Siswa dalam memberikan kontribusi peningkatkan hasil dan dampak belajar
8 COACHING DALAM SUPERVISI GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ENDANG RAHAYU MUDI HASTUTI
C. Hakekat Mentoring
“Seorang kepala sekolah harus mampu menciptakan gagasan inovasi dalam mengembangkan kompetensi guru dan
kompetensi peserta didik. Pengembangan kompetensi guru akan berdampak pada peningkatan dan pengembangan
kompetensi peserta didik. Belajar melalui pendampingan dapat memfasilitasi transformasi perspektif yang ada dan / atau
perolehan perspektif baru (Andrea Nolan & Tebeje Molla, 2016)”
PEMBELAJARAN BERDIFFERENSIASI
“Tomlinson (2000), Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran
di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid”
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru
yang berorientasi kepada kebutuhan murid.
PEMBELAJARAN BERDIFFERENSIASI
Memetakan Kebutuhan Belajar Murid
KESIAPAN BELAJAR MINAT MURID PROFIL BELAJAR MURID
(READINESS) MURID
Kesiapan belajar (readiness) adalah kapasitas untuk mempelajari materi baru. Sebuah tugas yang
mempertimbangkan tingkat kesiapan murid akan membawa murid keluar dari zona nyaman
mereka, namun dengan lingkungan belajar yang tepat dan dukungan yang memadai, mereka tetap
dapat menguasai materi baru tersebut.
Beberapa contoh perspektif kontinum dengan mengadaptasi alat yang disebut Equalizer yang
diperkenalkan oleh Tomlinson (Tomlinson, 2001):
a. Bersifat mendasar - Bersifat transformatif
b. Konkret – Abstrak
c. Sederhana – Kompleks
d. Terstruktur - Open Ended
e. Tergantung (dependent) - Mandiri (Independent)
f. Lambat - Cepat
13 COACHING DALAM SUPERVISI GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ENDANG RAHAYU MUDI HASTUTI
PEMBELAJARAN BERDIFFERENSIASI
Memetakan Kebutuhan Belajar Murid
KESIAPAN BELAJAR MINAT MURID PROFIL BELAJAR MURID
(READINESS) MURID
PEMBELAJARAN BERDIFFERENSIASI
Memetakan Kebutuhan Belajar Murid
KESIAPAN BELAJAR MINAT MURID PROFIL BELAJAR MURID
(READINESS) MURID
b. Konkret – Abstrak
Di lain kesempatan, guru mungkin dapat mengukur kesiapan belajar murid dengan melihat
apakah mereka masih di tingkatan perlu belajar secara konkret atau sudah siap bergerak
mempelajari sesuatu yang lebih abstrak
c. Sederhana – Kompleks
Beberapa murid mungkin perlu bekerja dengan materi lebih sederhana dengan satu abstraksi
pada satu waktu; yang lain mungkin bisa menangani kerumitan berbagai abstraksi.
PEMBELAJARAN BERDIFFERENSIASI
Memetakan Kebutuhan Belajar Murid
KESIAPAN BELAJAR MINAT MURID PROFIL BELAJAR MURID
(READINESS) MURID
f. Lambat - Cepat
Beberapa murid dengan kemampuan yang baik dalam suatu mata pelajaran mungkin perlu
bergerak cepat melalui materi yang telah ia kuasai atau sedikit menantang. Tetapi di lain waktu,
murid yang sama mungkin akan membutuhkan lebih banyak waktu daripada yang lain untuk
mempelajari sebuah topik
16 COACHING DALAM SUPERVISI GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ENDANG RAHAYU MUDI HASTUTI
PEMBELAJARAN BERDIFFERENSIASI
Memetakan Kebutuhan Belajar Murid
KESIAPAN BELAJAR MINAT MURID PROFIL BELAJAR MURID
(READINESS) MURID
17 COACHING DALAM SUPERVISI GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ENDANG RAHAYU MUDI HASTUTI
PEMBELAJARAN BERDIFFERENSIASI
Memetakan Kebutuhan Belajar Murid
KESIAPAN BELAJAR MINAT MURID PROFIL BELAJAR MURID
(READINESS) MURID
Kesiapan belajar Murid telah memahami Murid telah memahami Murid belum memahami
(Readiness) konsep keliling; dapat konsep keliling namun belum lancar dalam konsep keliling.
melakukan operasi hitung melakukan
perkalian dasar. operasi hitung perkalian dasar.
Nama murid Susi Rini Iwan Rudi Ali Yanti Lolly Aep Anisa Lutfi Seli
Najib Rina Robert Wawan
PEMBELAJARAN BERDIFFERENSIASI
Memetakan Kebutuhan Belajar Murid
KESIAPAN BELAJAR MINAT MURID PROFIL BELAJAR MURID
(READINESS) MURID
PEMBELAJARAN BERDIFFERENSIASI
Memetakan Kebutuhan Belajar Murid
KESIAPAN BELAJAR MINAT MURID PROFIL BELAJAR MURID
(READINESS) MURID
Beberapa ide yang dapat dilakukan untuk meningkatkan dan mempertahankan minat diantaranya
misalnya:
a. Meminta murid untuk memilih apakah mereka ingin mendemonstrasikan pemahaman dengan
menulis lagu, melakukan pertunjukan atau menari atau bentuk lain sesuai minat mereka.
b. Menggunakan teknik Jigsaw dan pembelajaran kooperatif.
c. Menggunakan strategi investigasi kelompok berdasarkan minat.
d. Membuat kegiatan “sehari di tempat kerja”.
e. Murid diminta mempelajari bagaimana sebuah keterampilan tertentu diaplikasikan dalam
kehidupan nyata. Mereka boleh memilih profesi yang sesuai minat mereka.
f. Membuat model
20 COACHING DALAM SUPERVISI GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ENDANG RAHAYU MUDI HASTUTI
PEMBELAJARAN BERDIFFERENSIASI
Memetakan Kebutuhan Belajar Murid
KESIAPAN BELAJAR MINAT MURID PROFIL BELAJAR MURID
(READINESS) MURID
Nama murid Rudi Ali Iwan Susi Rini Lolly Aep Anisa
Najib Rina Wawan Robert Lutfi Seli
Yanti
PEMBELAJARAN BERDIFFERENSIASI
Memetakan Kebutuhan Belajar Murid
KESIAPAN BELAJAR MINAT MURID PROFIL BELAJAR MURID
(READINESS) MURID
Tujuan dari pemetaan kebutuhan belajar murid berdasarkan profil belajar adalah untuk memberikan
kesempatan kepada murid untuk belajar secara natural dan efisien.
PEMBELAJARAN BERDIFFERENSIASI
Memetakan Kebutuhan Belajar Murid
KESIAPAN BELAJAR MINAT MURID PROFIL BELAJAR MURID
(READINESS) MURID
Produk Murid diperbolehkan memilih cara mendemonstrasikan pemahaman mereka tentang habitat
makhluk hidup. Boleh dalam bentuk gambar, rekaman wawancara maupun performance.
Proses Saat menjelaskan guru Guru juga menyediakan Guru membuat beberapa
menggunakan banyak kesempatan bagi murid sudut belajar atau display
gambar atau alat bantu untuk mengakses yang ditempel di tempat-
visual. sumber belajar yang tempat berbeda untuk
dapat didengarkan murid memberikan kesempatan
secara lisan. murid bergerak saat
mengakses informasi.
Dalam contoh di atas, guru mendiferensiasi pembelajaran dengan mempertimbangkan perbedaan gaya belajar.
23 COACHING DALAM SUPERVISI GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ENDANG RAHAYU MUDI HASTUTI
PEMBELAJARAN BERDIFFERENSIASI
7 Alasan Mengapa Pembelajaran Berdiferensiasi Dapat Berhasil
( Ini adalah terjemahan bebas dari artikel yang dipublikasikan melalui website
[Link] works/)
Diadaptasi dari How to Differentiate Instruction in Academically Diverse Classrooms, 3rd Edition,
oleh Carol Ann Tomlinson, Alexandria, VA: ASCD. ©2017 oleh ASCD
PEMBELAJARAN BERDIFFERENSIASI
Pembelajaran yang baik versus pembelajaran berdiferensiasi yang baik
murid akan melakukan aktivitas atau murid akan melakukan aktivitas atau membuat
membuat sesuatu: sesuatu:
● dengan menggunakan keterampilan ● dalam berbagai moda dan pada berbagai
penting dan informasi penting; tingkat kerumitan, serta dalam berbagai
● untuk memahami ide / prinsip penting rentang waktu;
atau menjawab pertanyaan penting. ● dengan jumlah dukungan dari guru atau teman
sebaya yang bervariasi (scaffolding);
● menggunakan keterampilan penting dan
informasi penting;
● untuk memahami ide / prinsip penting atau
menjawab pertanyaan penting.
25 COACHING DALAM SUPERVISI GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ENDANG RAHAYU MUDI HASTUTI
A. Definisi Coaching
A. Definisi Coaching
Bentuk dari coaching adalah percakapan dan membantu orang yang dibimbing untuk
meningkatkan kinerjanya. Coaching juga dapat dilakukan fleksibel, baik formal atau pun tidak
formal.
Coaching adalah gaya pembinaan dengan cara berkomunikasi, yang lebih banyak mendengar
secara aktif serta bertanya untuk menggali lebih banyak serta memberikan umpan balik positif
yang konstruktif dalam rangka menggali
27 COACHING DALAM SUPERVISI GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ENDANG RAHAYU MUDI HASTUTI
A. Definisi Coaching
pencapaian potensi diri dari orang yang dituntunnya (coachee). Selain itu, kepala sekolah akan
melibatkan guru dalam mengambil suatu keputusan, sehingga dari keputusan yang diambil, guru
akan memiliki “rasa memiliki” atas keputusan tersebut dan akan bertanggungjawab dan
berkomitmen dalam melakukannya.
Menerapkan pembinaan dengan coaching ini tidaklah mudah, karena kepala sekolah harus
memiliki ketrampilan mendengarkan dengan baik, kemampuan bertanya yang jitu dan
pengelolaan emosi yang matang sehingga dapat sabar, berempati dalam melakukan coaching
dengan guru. Kata kunci dalam aktivitas Coaching adalah memecahkan masalah, merumuskan
strategi dan langkah- langkah yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan.
28 COACHING DALAM SUPERVISI GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ENDANG RAHAYU MUDI HASTUTI
B. Jenis-jenis Coaching
Homan dan Miler dalam Nadya (2012:45)
B. Jenis-jenis Coaching
Homan dan Miler dalam Nadya (2012:45)
B. Jenis-jenis Coaching
Homan dan Miler dalam Nadya (2012:45)
B. Jenis-jenis Coaching
Homan dan Miler dalam Nadya (2012:45)
2. Memberi apresiasi
Kepala sekolah memberikan apresiasi dengan cara memuji atau menunjukkan ekspresi
bangga dengan kinerja baik guru. Hal ini penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri
guru. Serta menimbulkan kesadaran bahwa ada potensi-potensi kebaikan yang bisa
dibangun selanjutnya
37 COACHING DALAM SUPERVISI GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ENDANG RAHAYU MUDI HASTUTI
6. Berkomitmen
Kepala sekolah meminta guru berkomitmen melakukan perbaikan dengan cara menuliskan
minimal 3 hal yang akan menjadi perbaikan kinerja mengajar pada buku catatan guru dan
kepala sekolah.
Contoh dialog dalam rangka melakukan coaching dapat dilihat dalam link youtube berikut ini:
[Link] [Link]
39 COACHING DALAM SUPERVISI GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ENDANG RAHAYU MUDI HASTUTI
Thanks !
Do you have any questions?
endangrahayum@[Link]
+62 813 2919 5608
[Link]