KLASIFIKASI SISTEM
TENAGA LISTRIK
KELOMPOK 2
ABI ADNAN FAUZI
202011086
FANDRI SYAHPUTRA ANGGAI
202011078
MICKY IKHSAN ASRIL
201911059
MOCHAMMAD WACHID
201911078
APA ITU SISTEM TENAGA LISTRIK
• Sistem tenaga listrik merupakan sekumpulan pusat listrik
dan pusat beban yang satu sama lain dihubungkan oleh
jaringan transmisi dan distribusi sehingga merupakan sebuah
kesatuan interkoneksi.
SISTEM PEMBANGKIT
SISTEM TRANSMISI
SISTEM DISTRIBUSI
SISTEM PEMBANGKIT
Pembangkit listrik merupakan bagian dari sistem tenaga
listrik yang bertugas mengubah energi non-listrik
menjadi energi listrik. Komponen Utama Pembangkit
antara lain:
Motor penggerak mula berfungsi untuk menghasilkan
energi gerak awal yang dapat berupa putaran poros
yang digunakan untuk starting generator.
Generator berfungsi mengubah putaran dari motor
untuk dapat menghasilkan energi listrik yang
digunakan untuk konsumen.
Gardu induk berfungsi untuk pengaturan pengiriman
energy listrik dan untuk penyesuaian level tegangan.
FREKUENSI PEMBANGKIT LISTRIK
Frekuensi sistem tenaga listrik merupakan salah satu
besaran yang digunakan untuk menyatakan mutu tenaga
listrik. Frekuensi berlaku sama di setiap bagian sistem,
artinya pada suatu saat yang bersamaan besarnya
relatif sama meskipun diukur pada tempat berbeda di
dalam sistem. Kestabilan frekuensi adalah indikator
utama dari keseimbangan daya yang dibangkitkan
dengan beban total sistem. Didalam pembangkitan
tenaga listrik, frekuensi menunjukkan jumlah putaran
elektrik mesin pembangkit. Satu putaran elektrik dapat
diwakilkan oleh satu gelombang sinusoida. Sistem
tenaga yang di kelola PLN menggunakan frekuensi 50
Hz yang setara dengan 50 putaran elektrik per detik atau
3000 putaran per menit.
PEMBANGKIT DALAM OPERASI SISTEM
Pembangkit pemikul beban dasar (base load) adalah
pembangkit dengan 5000 jam operasi rata-rata pertahun
(capacity factor > 57%). Pembangkit dalam kategori ini
memiliki daya keluaran besar, biaya kapital tinggi dan biaya
operasi rendah.
Pembangkit pemikul beban menengah (mid range) adalah
pembangkit dengan jam operasi lebih besar dari 2000 jam
pertahun dan lebih kecil dari 5000 jam operasi rata-rata
pertahun (23% > capacity factor > 57%).
Pembangkit pemikul beban puncak (peakers) dioperasikan
untuk memenuhi beban pada waktu beban maksimum
(beban puncak). Periode beban puncak tidak selalu sama.
Pembangkit ini beroperasi kurang dari 2000 jam ratarata
pertahun dan (capacity factor< 23%), sehingga Pembangkit
yang dipilih biasanya yang berbiaya kapital rendah dan
biaya operasi tinggi.
SISTEM TRANSMISI
Sistem Transmisi
merupakan proses
penyaluran tenaga listrik
dari tempat pembangkit
tenaga listrik
(Pembangkit Listrik)
hingga substation
distribution sehingga dapat
disalurkan sampai pada
konsumer pengguna listrik
melalui suatu bahan
konduktor.
Energi listrik yang di
transmisikan didisain untuk
Extra-high Voltage (EHV),
High Voltage (HV), Medium
Voltage (MV), dan Low
Voltage (LV). Klasifikasi
nilai tegangan ini dibuat
berdasarkan skala
standarisasi tegangan
SALURAN TRANSMISI
Saluran Transmisi merupakan media yang
digunakan untuk mentransmisikan tenaga
listrik dari Generator Station/ Pembangkit
Listrik sampai distribution station hingga
sampai pada konsumer pengguna listrik.
Tenaga listrik di transmisikan oleh suatu
bahan konduktor yang mengalirkan tipe
Saluran Transmisi Listrik Penyaluran tenaga
listrik pada transmisi menggunakan arus
bolak-balik (AC) ataupun juga dengan arus
searah (DC). Penggunaan arus bolak-balik
yaitu dengan sistem tiga-fasa atau dengan
empat-fasa.
KLASIFIKASI SALURAN TRANSMISI
Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 200kV-500kV. Tujuannya
adalah agar drop tegangan dari penampang kawat dapat direduksi secara
maksimal, sehingga diperoleh operasional yang efektif dan efisien.
Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 30kV-150kV. Konfigurasi jaringan
pada umumnya single atau doble sirkuit, dimana 1 sirkuit terdiri dari 3 phasa
dengan 3 atau 4 kawat. Biasanya hanya 3 kawat dan penghantar netralnya
diganti oleh tanah sebagai saluran kembali.
Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 30kV-150kV. Saluran transmisi ini
menggunakan kabel bawah tanah
SISTEM DISTRIBUSI
Sistem distribusi merupakan bagian dari sistem
tenaga listrik yang berguna untuk menyalurkan tenaga
listrik dari sumber daya listrik besar (bulk power
source) sampai ke konsumen. Energi tenaga listrik
disalurkan melalui penyulang-penyulang yang berupa
saluran udara ataupun saluran kabel bawah tanah.
Penyulang distribusi terletak di gardu distribusi.
Fungsi gardu distribusi untuk menurunkan tegangan
distribusi primer menjadi tegangan rendah atau
tegangan distribusi sekunder sebesar 220/380 V.
PENGELOMPOKAN JARINGAN DISTRIBUSI
Berdasarkan pembatasan sistem tenaga listrik, maka diketahui
bahwa porsi materi Sistem Distribusi adalah Daerah III (Bagian
Distribusi Primer, bertegangan menengah) dan Daerah IV
(Instalasi, bertegangan rendah). Dengan demikian ruang lingkup
Jaringan Distribusi adalah:
SUTM, terdiri dari Tiang dan peralatan kelengkapannya,
konduktor dan peralatan perlengkapannya, serta peralatan
pengaman dan pemutus.
SKTM, terdiri dari: Kabel tanah, indoor dan outdoor
termination, batu bata, pasir dan lain-lain.
Gardu trafo, terdiri dari Transformator, tiang, pondasi tiang,
rangka tempat trafo, LV panel, pipa-pipa pelindung, Arrester,
kabel-kabel, transformer band, peralatan grounding, dan lain-
lain.
SUTR dan SKTR terdiri dari: sama dengan perlengkapan/
material pada SUTM dan SKTM. Yang membedakan hanya
dimensinya.
TERIMA KASIH
REFERENSI DARI;
JURNAL UI
JURNAL
UNPAD
REPOSITORI
KEMENDIKBUD
JURNAL UNJ