KERANGKA KONSEPTUAL
AUDIT SEKTOR PUBLIK
Kerangka Konseptual Audit Sektor Publik
Kebijakan dan Prosedur Akun dan asersi
Keberadaan dan Pengujian Audit Sektor Siklus Audit Sektor
Pengendalian Kualitas dalam Pengujian
Peran Komite Audit Publik Publik
Audit Sektor Publik
Term of Reference Investigasi Investigasi
Kebijakan dan Prosedur Pengendalian
Kualitas Audit
Dalam pelaksanaan audit terdapat standar
yang dibuat sebagai pengendali berjalannya
proses audit. Standar pengendalian mutu
atau kualitas di KAP memberikan panduan
bagi KAP dalam melaksanakan
pengendalian kualitas jasa yang dihasilkan
oleh kantornya dengan mematuhi berbagai
standar.
Unsur pengendalian mutu yang harus diterapkan
oleh setiap KAP pada semua jenis jasa audit
meliputi:
Independensi
Penugasan personel
Konsultasi
Supervisi
Pekerjaan
Pengembangan profesional
Promosi
Penerimaan dan keberlanjutan klien
Inspeksi
Keberadaan dan Peran Komite Audit
Komite audit harus mendukung tujuan organisasi. Bagian akuntansi di
dalam organisasi dengan mengkaji kelengkapan bukti dalam rangka
memenuhi kebutuhan keandalan dan integritas dari bukti yang ada.
Peran komite audit:
1. mendukung dewan audit
a. dewan audit memiliki banyak masalah dan jaminan adalah kunci
untuk mengatasi hal tersebut.
b. jaminan pada aspek manajemen resiko, tata kelola dan pengendalian
internal berfungsi secara efektif untuk memperbaiki pelaksanaan audit
c. perumusan kebutuhan jaminan adalah kunci untuk menentukan
sumber daya yang perlu didedikasikan untuk pengiriman jaminan dalam
organisasi.
d. pemberian jaminan kepada dewan harus ditinjau oleh komite audit.
e. tujuan menyeluruh dari komite audit adalah memberi masukan
kepada dewan agar senantiasa membuat keputusan yang relevan.
.
2. kerangka acuan
a. komite audit harus diberikan Terms of Reference
oleh dewan
b. KA harus memiliki wewenang yang tepat untuk
meminta setiap anggota organisasi untuk menghadiri
pertemuan komite
c. KA akan memerlukan akses ke pendanaan untuk
menutupi biaya yang dikeluarkan dalam memenuhi
perannya
Pengujian Audit Sektor Publik
Teori dan konsep terkait pengujian audit sektor publik
dibagi menjadi dua yaitu konsep teori dan konsep
proses, konsep teori lebih dominan
Konsep terbagi dari term of reference, investigasi dan
pelaporan.
Konsep Term of Reference (fase acuan)
Nilai sosial
Keterkaitan dengan perencanaan, anggaran dan
pengendalian manajemen
Akuntabilitas
Kriteria
Lingkup investigasi
Tujuan
Batasan-batasan
investigasi
Pengetahuan akan lembaga yang akan diaudit
Kepercayaan
Bukti
Verifikasi
Asumsi
Asersi
Kecukupan (kuantitas)
Penyesuaian (kualitas)
Metode
kelayakan
pelaporan
Tipe laporan
Lingkup laporan
Opini
Reservasi
Pengendalian internal/manajemen
Tindak lanjut audit
Akun dan asersi dalam pengujian audit
sektor publik
Akun pendapatan, untuk mengungkapkan ada tidaknya salah
saji yang material.
Akun belanja, terdiri dari audit terhadap belanja
aparat/pegawai/SDM dan belanja pelayanan publik.
Akun aktiva tetap merupakan aset/harta yang dimiliki oleh
organisasi sektor publik yang diguankan dalam kegiatan
operasional organisasi, audit atas aktiva ini sangat penting
karena aktiva tetap memiliki porsi terbesar sebagai aset/harta.
Akun jasa personalia, penting karena masalah gaji dan pajak
merupakan komponen utama hampir disemua entitas
Akun pembiayaan merupakan bagian dari strategi jangka
panjang suatu organisasi sektor publik.
Siklus audit sektor publik
Survei awal karakter industri/bidang organisasi yang
akan diaudit
Pembuatan program audit dan penerbitan surat tugas
audit
Pelaksanaan audit sektor publik
Pembuatan daftar temuan
Komunikasi temuan dan penyusunan darf laporan
hasil pemeriksaan.
Penerbitan laporan hasil pemeriksaan dan tindak
lanjut temuan laporan hasil pemeriksaan.
THE END