0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan41 halaman

Metode Penelitian dan Permasalahan KBBI

[Ringkasan] Metode penelitian meliputi merumuskan masalah, merancang penelitian, mengumpulkan dan menganalisis data, menarik kesimpulan, dan melaporkan hasil. Langkah-langkah ini penting untuk menjawab masalah penelitian secara sistematis dan ilmiah.

Diunggah oleh

Brian Cresidanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan41 halaman

Metode Penelitian dan Permasalahan KBBI

[Ringkasan] Metode penelitian meliputi merumuskan masalah, merancang penelitian, mengumpulkan dan menganalisis data, menarik kesimpulan, dan melaporkan hasil. Langkah-langkah ini penting untuk menjawab masalah penelitian secara sistematis dan ilmiah.

Diunggah oleh

Brian Cresidanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

METODE

PENELITIAN
1. Merumuskan Masalah
2. Merumuskan Hipotesis
3. Merancang Penelitian
4. Melakukan Eksperimen
Langkah –
5. Mengolah dan Menganalisis Data
Langkah 6. Menarik Kesimpulan
Penelitian 7. Melaporkan Hasil Penelitian
• KBBI (2001): masalah diartikan sebagai
sesuatu yg harus diselesaikan (dipecahkan);
soal, persoalan.

• Permasalahan: hal yang menjadikan


masalah; hal yang dimasalahkan; persoalan
Pengertian
• Pertanyaan berarti sesuatu yang ditanyakan;
Masalah soal; permintaan keterangan; perbuatan
bertanya.

• Masalah adalah faktor yang dapat


menyebabkan tidak tercapainya tujuan
“Ada permasalahan”  “ada kesenjangan” antara das Sollen dan das
Sein
Ada perbedaan antara “apa yang seharusnya” dan “apa yang ada dalam
kenyataan”
Antara harapan dan kenyataan
Antara “apa yang diperlukan” dan “apa yang tersedia”

Permasalahan Variabel yg mjd tema pokok penelitian


Masalah adalah :
Kasus yg menjadi fokus penelitian

Suatu variabel atau kasus mjd permasalahan penelitian jika terjadi


kesenjangan antara kenyataan dan yang seharusnya dari variabel dan
kasus tsb.
1. Masalah penelitian harus tampak dan dirasakan
sebagai suatu tantangan bagi peneliti untuk
dipecahkan dengan mempergunakan keahlian
atau kemampuan profesionalnya
2. Masalah penelitian merupakan kondisi yang
Masalah menunjukkan kesenjangan (gap) antara peristiwa
atau keadaan nyata (das sain) dengan tolok ukur
Penelitian tertentu (das sollen) sebagai kondisi ideal atau
seharusnya bagi peristiwa atau keadaan tertentu.
3. Masalah penelitian adalah keraguan yang timbul
terhadap suatu peristiwa atau keadaan tertentu
berupa kesangsian tentang tingkat kebenarannya
suatu peristiwa atau keadaan
“Problem well-defined is a problem half-
solved”
Merupakan langkah awal penyusunan Metodologi
Penelitian
Petunjuk arah menyusun kerangka teori untuk
merumuskan Hipotesis
Arah untuk identifikasi Variabel

Signifikans Penentu rancangan yg akan dipakai beserta instrumennya

i Masalah Bisa menjadi prognosis kelancaran penelitian

Konfirmasi Ketepatan Judul

Dapat mengidentifikasi bobot dan keaslian suatu penelitian


Cara
Menemukan
permasalahan
Cara-cara Formal Penemuan
Permasalahan

• Rekomendasi suatu riset. Biasanya, suatu laporan penelitian pada bab terakhir memuat
kesimpulan dan saran. Saran (rekomendasi) umumnya menunjukan kemungkinan penelitian
lanjutan atau penelitian lain yang berkaitan dengan kesimpulan yang dihasilkan. Saran ini
dapat dikaji sebagai arah untuk menemukan permasalahan.

• Analogi adalah suatu cara penemuan permasalahan dengan cara “mengambil” pengetahuan
dari bidang ilmu lain dan menerapkannya ke bidang yang diteliti. Dalam hal ini,
dipersyaratkan bahwa kedua bidang tersebut haruslah sesuai dalam tiap hal-hal yang
penting.
• Renovasi. Cara renovasi dapat dipakai untuk mengganti komponen yang tidak cocok lagi dari suatu teori.

• Dialektik, dalam hal ini, berarti tandingan atau sanggahan.

• Ekstrapolasi adalah cara untuk menemukan permasalahan dengan membuat tren (trend) suatu teori atau tren
permasalahan yang dihadapi.

• Morfologi adalah suatu cara untuk mengkaji kemungkinan-kemungkinan kombinasi yang terkandung dalam suatu
permasalahan yang rumit, kompleks.

• Dekomposisi merupakan cara penjabaran (pemerincian) suatu pemasalahan ke dalam komponen-komponennya.

• Agregasi merupakan kebalikan dari dekomposisi.


Cara-cara Informal Penemuan
Permasalahan

• Konjektur (naluriah). Seringkali permasalahan dapat ditemukan secara


konjektur (naluriah), tanpa dasar-dasar yang jelas.
• Fenomenologi. Banyak permasalahan baru dapat ditemukan berkaitan
dengan fenomena (kejadian, perkembangan) yang dapat diamati.
• Konsensus juga merupakan sumber untuk mencetuskan permasalahan.
• Pengalaman. Tak perlu diragukan lagi, pengalaman merupakan sumber bagi
permasalahan.
Dalam menyeleksi dan merumuskan masalah dan sub-
masalah ada beberapa kriteria yang perlu mendapat
perhatian :
1. Masalah penelitian harus dipilih yg berguna utk
diungkapkan
2. Masalah yg dipilih harus relevan dengan
Kriteria kemampuan atau keahlian peneliti
3. Masalah penelitian harus menarik perhatian utk
Permasalahan diungkapkan
4. Masalah penelitian sedapat mungkin
menghasilkan sesuatu yang baru
5. Masalah penelitian harus yg dapat dihimpun
datanya secara lengkap dan obyektif
6. Masalah penelitian tidak boleh terlalu luas, tetapi
juga tidak boleh terlalu sempit
Setidaknya
ada dua mempunyai nilai penelitian dan layak
kualifikasi untuk diteliti. Masalah itu harus memiliki
masalah nilai penelitian, yakni dapat diuji, orisinal,
yang baik: dan urgen untuk diteliti, serta dapat
memberikan kontribusi terhadap
pegembangan ilmu, kebijakan atau yang
Kualifikasi sejenisnya.

Masalah masalah juga harus didukung oleh data


dan tidak ada kendala bagi peneliti untuk
mengakses data tersebut dari sumber-
sumber primernya
Macam-Macam Masalah
Masalah deskriptif biasanya digunakan untuk model-model penelitian variabel tunggal, atau
beberapa variabel tapi tidak mengukur intercorelationalnya, dan peneliti bermaksud hanya
mendeskripsikan masing-masing variabel tersebut,
Contoh:

Bagaimana sikap masyarakat terhadap kehadiran hypermarket di kota kabupaten ?,

Apakah layanan staf front desk sudah memberikan kepuasan bagi pelangan ?
Macam-Macam Masalah
• Model komparatif dikembangkan jika penelitian dilakukan untuk membandingkan satu
atau lebih variabel dalam dua kelompok sampel.
Contoh:
• Adakah perbedaan produktifitas pemasaran antara karyawan tetap dengan karyawan
kontrak ?
Macam-Macam Masalah
• Model asosiatif dikembangkan untuk penelitian yang bertendensi untuk menjelaskan
pengaruh atau hubungan antara dua variabel atau lebih
Contoh:
• Apakah motivasi berhubungan dengan prestasi kerja?
• Apakah sistem penggajian mempengaruhi prestasi kerja karyawan ?
Kapan terjadi masalah?

Bila ada informasi yg Bila ada suatu


mengakibatkan kenyataan dan kita
Bila ada hasil-hasil
munculnya bermaksud
yang bertentangan
kesenjangan dalam menjelaskannya
pengetahuan kita melalui penelitian
• Sumber Kepustakaan : Jurnal
Ilmiah, Laporan Penelitian, Skripsi,
Tesis, Disertasi
• Forum Pertemuan: Seminar,
Sumber Simposium, Lokakarya, Konferensi
Masalah • Pengalaman Praktikal : Empirik,
Lapangan, Fenomena
• Pengamatan
• Pendapat Pakar
• Topik yg dipilih sangat menarik
• Pemecahan masalah mempunyai
kontribusi dalam ilmu pengetahuan
Ciri-ciri atau bidang tertentu
• Merupakan hal baru
masalah • Mengandung rancangan yg kompleks
yang baik • Dapat diselesaikan dlm waktu yg
diinginkan
• Tidak bertentangan dengan moral.
ASPEK SUBSTANSI

• Bobot dan kegunaan


• Mempunyai arti bagi perkembangan ilmu pengetahuan
• Mempunyai arti bagi perkembangan Metodologi

Perumusan Mempunyai kegunaan Praktis

Masalah yang ASPEK FORMULASI

Baik • Berupa Pertanyaan


• Menghubungkan 2 Variabel atau lebih

ASPEK TEKNIS

• Pertimbangan Peneliti
• Perimbangan Metodologi
• Pertimbangan Fasilitas
Pertimbangan Pemilihan Masalah
Pertimbangan ilmiah:
1. Apakah masalah tersebut dapat diteliti secara ilmiah? Yaitu masalah yang realitasnya
dapat diamati dan datanya tersedia dan dapat dikumpulkan
2. Apakah masalah tersebut memberikan manfaat dalam pengembangan ilmu
pengetahuan?
3. Dengan metode bagaimana masalah dapat diteliti?
Pertimbangan Pemilihan Masalah
Pertimbangan non-ilmiah:
1. Apa manfaat hasil penelitian bagi kepentingan praktis atau masyarakat?
2. Apakah masalah terlalu peka untuk diteliti? Resistensi sosial, budaya, ideologi

Pertimbangan sudut pandang peneliti:


3. Penguasaan teori dan metodologi
4. Minat peneliti terhadap masalaah
5. Kemampuan pengumpulan dan analisis data
6. Ketersediaan waktu, dana dan sumberdaya
Merumuskan masalah berarti mendeskripsikan dengan
jelas masalah yang dihadapi

Perumusan masalah merupakan proses


penyederhanaan masalah yang rumit dan kompleks,

Perumusan menjadi masalah yang dapat diteliti

Masalah Perumusan masalah adalah merumuskan kaitan-kaitan


antara kesenjangan pengetahuan ilmiah atau teknologi
yang akan diteliti dengan kesenjangan pengetahuan
ilmiah yang lebih luas.
Rumusan masalah penelitian terdiri atas beberapa
kalimat pertanyaan yang dibuat secara jelas dan tegas
yang dapat mengarahkan solusi atau alternatif
solusinya.
Rumusan masalah dinyatakan secara singkat , jelas
dan padat

Rumusan masalah akan lebih baik jika menggunakan


kalimat tanya

Perumusan Rumusan masalah akan lebih baik jika bersifat


menghubungkan dua variabel (atau faktor, atau
Masalah indikator) atau lebih
Rumusan masalah hendaknya berisi implikasi adanya
data untuk pemecahan masalah

Rumusan masalah hendaknya relevan dengan judul


dan perlakuan yang akan diteliti
1. bentuk satu pertanyaan (question);
2. bentuk satu pertanyaan umum disusul oleh
Bentuk 3.
beberapa pertanyaan yang spesifik;
bentuk satu penyataan (statement) disusul oleh
Rumusan 4.
beberapa pertanyaan (question).
bentuk hipotesis; dan
Permasalahan 5. bentuk pernyataan umum disusul oleh beberapa
hipotesis.
• Kemampuan akademis calon peneliti
• Kemampuan finansial calon peneliti
• Kemampuan fisik calon peneliti
• Tersedianya data
• Aktualisasi masalah
Pertimbangan • Menariknya masalah bagi calon peneliti

Pemilihan Masalah • Menariknya masalah bagi masyarakat


• Tersedianya bacaan berupa buku teks
• Tersedianya bacaan berupa majalah
• Tersedianya waktu untuk melakukan penelitian
• Tersedianya pembimbing atau konsultan
• Membuat urutan (ranking) masalah
Contoh Rumusan Permasalahan

• Apakah kalsium hidroksida mempunyai pengaruh sitotoksik terhadap sel


fibroblast embrio Gallus domesticus secara in Vitro, dan berapa besar
konsentrasi kalsium hidroksida berpengaruh terhadap sifat
sitotoksisitasnya?”
Perumusan masalah sebaiknya jelas dan tidak ambiguitas

Masalah penelitian sebaiknya dinyatakan dlm bentuk pertanyaan


yg mengekspresikan scr jelas hub antara dua variabel atau lebih

Bagaimanakah Rumusan masalah dpt berupa lebih dr satu pertanyaan

rumusan
masalah yang Didukung oleh latar belakang masalah dan pejelasan mengenai
pentingnya masalah diteliti
baik? Memuat variabel-variabel dan kaitan antar variabel yg mjd
perhatian peneliti

Memberikan penjelasan atau definisi setiap variabel (konseptual


& operasional)
Peneliti mengumpulkan data tanpa rencana atau tujuan
penelitian yg jelas

Kesalahan Peneliti merumuskan masalah sesuai dg data yg dimiliki

umum Perumusan masalah terlalu umum shg sulit


dalam menginterpretasi dan menyimpulkan

penemuan Penemuan masalah tanpa menelaah lebih dulu hasil


penelitian sebelumnya utk topik yg sama
masalah Pemilihan masalah yg hasilnya kurang memberikan
kontribusi thd pengembangan teori atau pemecahan
masalah praktis
PROPOSAL

1. Diidentifikasi I. PENDAHULUAN

2. Dipilih/Dibatasi A. Latar Belakang

3. Dirumuskan B. Permasalahan
Penelitian
PENETAPAN JUDUL

• Judul : Bagian paling awal penelitian (Pintu Gerbang Penelitian).


• Disusun setelah ada pembatasan masalah
• Pernyataan : singkat (max. 20 kata), padat, jelas, mencerminkan variabel dan
materi yang diteliti.
• Sebaiknya tidak diawalai dengan kata kerja: usaha meningkatkatkan…, usaha
memperbaiki…., dll.
JUDUL V

MASALAH I

Identifikasi II

Pembatasan III

Perumusan IV
• Sumber Pustaka
Telaah • Cara menelusuri Pustaka
Kepustakaan • Kriteria Pustaka
Fungsi
• Konstruksi teoritik sebagai dasar pedoman atau
pegangan.
• Konstruksi teoritik sebagai tolok ukur

tinjauan • Konstruksi teoritik sebagai sumber hipotesis.


• Konstruksi teoritik sebagai sumber metode

pustaka
penelitian.
• Menggali permasalahan penelitian.
Apa • Menguraikan secara jelas kajian pustaka yang memunculkan
gagasan dan mendasari penelitian.

yang • Uraikan pula mengenai pendapat yang berkaitan dengan


masalah yang dikaji.
• Pemecahan masalah yang pernah dilakukan.

Harus • Mengkaji teori (induksi & deduksi).


• Membangun hipotesis & metode melalui analisis dan

Ditulis sintesis.
Kriteria
Recentcy & Relevancy
• Pustaka lima tahun terakhir

Tinjauan
kecuali dalam kondisi khusus.
• Relevan dengan judul/topik.

Pustaka • Pustaka asli (sumber primer).


• Bukan hanya kumpulan pustaka.
Kiat Penulisan Tinjauan Pustaka
• Fakta disusun dari yang paling penting, atau sebaliknya.
• Buat analisis dan sintesis, sehingga menghasilkan simpulan.
• Kemudian kemukakan kelemahan/ kekurangan.
• Bangun alternatif pemecahan masalah.
• Jelaskan alasannya.
• Buat hipotesis dan/atau tujuan.
• Mengemukakan kaidah-kaidah keilmuan, dalil-dalil, ketentuan,
konsep-konsep yang dijadikan dasar acuan dalam menyelesaikan
masalah atau menciptakan karya teknologi.
• Landasan teori diperoleh dari kajian pustaka dengan cara memilih-
milih, membanding-bandingkan dan membahasnya secara kritis,
bukan sekadar soal “kutip-mengutip”. Cantumkan referensi yang

Landasan •
digunakan.
Landasan teori diangkat (disarikan) dari tin-jauan pustaka tentang
kerangka teori yang melatarbelakangi (menjadi landasan) bagi

Teori •
permasalahan yang diteliti.
Landasan teori merupakan satu set teori yang dipilih oleh peneliti
sebagai tuntunan untuk mengerjakan penelitian lebih lanjut dan juga
termasuk untuk menulis hipotesis.

• Landasan teori dapat berbentuk uraian kuanitatif, model matematis,


atau persamaan-persamaan.
Tinjauan Pustaka

• Tinjauan pustaka mempunyai arti : peninjauan kembali pustaka-pustaka yg terkait (review of


related literature).

• Sesuai dengan artinya tersebut, suatu tin-jauan pustaka berfungsi sebagai peninjauan kembali
(review) pustaka (laporan penelitian, dsb) tentang masalah yang berkait.

• Menurut Leedy (1997) bahwa semakin banyak seorang peneliti mengetahui, mengenal dan
memahami tentang penelitian-penelitian yg pernah dilakukan sebelumnya (yang berkaitan dengan
topik penelitiannya), semakin dapat dipertanggung jawabkan caranya meneliti permasalahan yg
dihadapi.

• Sebagian peneliti menganggap tinjauan pustaka bagian yang tidak penting sehingga ditulis “asal
saja” atau hanya untuk sekedar membuktikan bahwa penelitian (yang diusulkan) belum pernah
dilakukan sebelumnya.

• Kelemahan lain yang sering dijumpai ada-lah dalam menyusun, penstrukturan atau
pengorganisasian tinjauan pustaka.
Kegunaan Tinjauan Pustaka
1. Mengungkapkan penelitian-penelitian yang serupa dengan penelitian yg (akan) dilakukan
2. Membantu memberi gambaran tentang metode dan teknik yang dipakai dalam penelitian yang
mempunyai permasalahan serupa atau mirip penelitian yg dihadapi
3. Mengungkapkan sumber-sumber data (judul-judul pustaka yg berkait) yg mungkin belum diketahui
sebelumnya
4. Mengenal peneliti-peneliti yg karyanya penting dalam permasalahan yang dihadapi (yg mungkin
dapat menjadi nara sumber atau dapat ditelusuri karya-karya tulisnya yg lain yg mungkin terkait)
5. Memperlihatkan kedudukan penelitian yang (akan) dilakukan dalam sejarah perkembangan dan
konteks ilmu pengetahuan atau teori tempat penelitian berada.
6. Mengungkapkan ide-ide dan pendekatan yang mungkin belum dikenal sebelumnya.
7. Membuktikan keaslian penelitian
8. Mampu menambah percaya diri kita pada topik yang akan dipilih karena telah ada pihak-pihak lain
yang sebelumnya juga tertarik pada topik tersebut dan mereka telah mencurahkan tenaga, waktu,
dan biaya utk meneliti topik tsb.
• Tinjauan pustaka diakhiri dengan suatu ringkasan yang menjelaskan
tentang “apa arti semua tinjauan pustaka tersebut
(what does it all mean ?)”

Anda mungkin juga menyukai