0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan25 halaman

Proses dan Model Pengambilan Keputusan

Dokumen tersebut membahas tentang pengambilan keputusan, meliputi definisi keputusan sebagai pilihan di antara dua alternatif atau lebih, contoh keputusan yang diambil berbagai jenjang manajemen, proses pengambilan keputusan sebagai memilih alternatif terbaik, serta faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan seperti nilai, sikap terhadap risiko, dan tekanan kelompok.

Diunggah oleh

Umi Anggraeni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan25 halaman

Proses dan Model Pengambilan Keputusan

Dokumen tersebut membahas tentang pengambilan keputusan, meliputi definisi keputusan sebagai pilihan di antara dua alternatif atau lebih, contoh keputusan yang diambil berbagai jenjang manajemen, proses pengambilan keputusan sebagai memilih alternatif terbaik, serta faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan seperti nilai, sikap terhadap risiko, dan tekanan kelompok.

Diunggah oleh

Umi Anggraeni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERTEMUAN 13

PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
A. DEFINISI KEPUTUSAN :

Keputusan ( Decision )
adalah Pilihan–pilihan yang
dibuat dari dua alternatif atau
lebih.
B. HAKEKAT
KEPUTUSAN
Contoh keputusan :
1. Manajer puncak menentukan tujuan-tujuan
organisasi, produk atau jasa apa yang akan
dijual dan bagaimana cara terbaik untuk
membiayai berbagai operasi serta dimana
tempat yang tepat untuk pabrik yang baru.
2. Manajer Tingkat Menengah menentukan
jadwal produksi, menyeleksi karyawan baru,
dan mengevaluasi karyawan untuk kebutuhan
pelatihan, pengembangan dan pembayaran
3. Karyawan/pekerja menentukan hal2 yang
berkaitan dengan pekerjaannya seperti,
apakah akan datang tepat waktu untuk
menyelesaikan pekerjaan, apakah harus
memenuhi permintaan yang dibuat oleh
atasan secara jelas
C. PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Suatu proses memilih alternatif terbaik dari
serangkaian alternatif keputusan untuk
mencapai hasil yang diinginkan
Atau :
Proses penilaian dan pemilihan dari berbagai
alternatif sesuai dengan kepentingan tertentu
dengan menetapkan suatu pilihan yg dianggap
paling menguntungkan
Definisi pengambilan keputusan dan
urgensinya

Pengambilan keputusan muncul sebagai reaksi


atas sebuah masalah artinya ada ketidaksesuaian
antara perkara saat ini dan keadaan yang
diinginkan.
Tetapi dalam menetapkan sebuah masalah dan
sebuah keputusan tergantung cara meng-
interprestasikannya
misalnya  terjadinya penurunan
penjualan sebesar 2%, PT. A Menganggap
bahwa prosentase penurunan tersebut
masih bisa diterima sehingga tidak perlu
mengambil satu tindakan tertentu,
sedangkan PT.B menganggap bahwa
prosentase penurunan tersebut
merupakan satu permasalahan yang
serius sehingga perlu ada tindakan
perbaikan untuk mengatasi hal tersebut
DENGAN MASALAH YANG
DIHADAPI
1. Keputusan terprogram : Suatu keputusan
yang terstruktur dan berulang yang dapat
ditangani dengan pendekatan rutin dan cara
penanganannya telah ditentukan.

Pengambilan keputusan ini digunakan untuk


menyelesaikan masalah yg terstruktur melalui :
-Prosedur : Perangkaian langkah yang
berhubungan dan berurutan dan harus diikuti
dengan pengambil keputusan.
- Aturan : Ketentuan yg mengatur apa yang
harus dan apa yang tidak boleh dilakukan
oleh pengamil keputusan.
- Kebijakan : Pedoman yang menentukan
parameter untuk membuat keputusan.

2. Keputusan tidak terprogram : Suatu


keputusan yang tidak rutin dan sifatnya
unik, sehingga memerlukan suatu
pemecahan yang dibuat sesuai kebutuhan
E. PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN
ELEMEN-ELEMEN DASARNYA :

1. Model Rasional
Rasional : Membuat pilihan yang konsisten dan
memaksimalkan nilai dalam batasan–batasan
tertentu.
Batasan–batasan tertentu adalah :
(1) kejelasan masalah,
(2) Pilihan – pilihan yang diketahui
(3) Pilihan – pilihan yang jelas
(4) Pilihan – pilihan yang konsisten
(5) tidak ada batasan waktu dan biaya
(6) Hasil Maksimum

Keputusan yang rasional : Model pembuatan


keputusan yang mendeskripsikan bagaimana
individu seharusnya berprilaku untuk
memaksimalkan hasil
Ada 6 langkah prilaku individu untuk
memaksimalkan hasil dengan model rasional

1. Identifikasi dan Mendefinisikan Masalah

Untuk mendefinisikan masalah harus secara


jelas karena seringkali terjadi kesalahan,
seperti masalah tidak terlihat atau tidak
terdefinisikan secara jelas maka manajer perlu
membedakan masalah dengangejala yang
tampak.
Indikator permasalahan dlm organisasi :
- Penyimpangan kinerja, bila terjadi perubahan secara
tiba-tiba pada beberapa pola kinerja yang telah
ditetapkan, seperti : meningkatnya labor turn over,
meningkatnya tingkat absensi, penurunan tingkat
penjualan, dan lain sebagainya.
- Kritikan orang lain, berbagai tindakan orang diluar
Organisasi, seperti pelanggan yg tidak puas dengan
produk kita, dan lain sebagainya.
- Lingkungan , seperti pesaing sukses meluncurkan
produk baru.
2. Mengidentifikasikan kreteria keputusan
Artinya mengembangkan alternatif pemecahan
masalah secara kreatif, walaupun ada batasan
sehingga pengambil keputusan dapat menentukan
apa yang relevan dalam membuat keputusan
3. Menimbang Kreteria yang telah diidentifikasi
sebelumnya artinya melakukan evaluasi dan
memilih alternatif terbaik melalui serangkaian
kreteria,misal dgn menggunakan sistem “skoring”
4. Membuat berbagai alternatif, artinya setelah
melalui berbagai pertimbangan tadi maka diambil 1
keputusan misalnya Alternatif yang diambil adalah
alternatif dgn“skor”paling tinggi utk setiap kreteria-
nya merupakan alternatif terbaik.
5. Implementasi
Hal ini merupakan tahapan yang paling sulit
dalam proses pengambilan keputusan
6. Follow Up dan Evaluasi
Monitor dan evaluasi dilakukan untuk
memastikan pelaksanaan keputusan
mengenai sasaran atau tujuan yang dituju
2. Model Administratif
Pengambil keputusan memiliki pandangan yang
sangat terbatas & tidak lengkap terhadap
masalah atau kesempatan yg dihadapi.
Jumlah solusi yg dapat diimplementasikan
dibatasi oleh kemampuan pengambil keputusan
serta keterbatasan sumber daya.
Informasi, data dan pengetahuan tidak
sempurna, keputusan terbaik tidak diketahui.
Oleh sebab itu pengambilan keputusan disebut
dengan pengambilan keputusan rasional terbatas.
Asumsi dari model pengambilan keputusan
administratif :
Pengambil keputusan tidak memiliki informasi yg
lengkap sesuai kebutuhan dan keinginan
Pengambil keputusan tidak mengetahui seluruh
kemungkinan alternatif dan tidak dapat memprediksi
konsekuensinya
Alternatif dan solusi yg paling awal akan dipilih
karena berbagai keterbatasan
Tujuan organisasi membatasi pengambilan keputusan
Adanya tujuan yg saling bertentangan antar lembaga,
sehingga dapat membatasi keputusan dan memaksa
adanya suatu kompromi. Misalnya : perbedaan tujuan
antara karyawan, pemasok, direksi dan konsumen.
3. Model Intuitif
 Sebuah proses tidak sadar sebagai hasil
dari pengalaman yang disaring atau
kekuatan yang muncul dengan cepat
tanpa intervensi dari berbagai proses
yang masuk akal /sadar
 Contoh pada saat bawahan anda
memberikan laporan anda merasa
bahwa ada ketidaksesuaian dalam
laporan tersebut
Pada kondisi bagaimana individu cenderung
menggunakan intuitifnya :
1. Ketika terdapat tingkat ketidakpastian yang tinggi
2. Ketika hanya sedikit teladan yang bisa digunakan
3. Ketika variabel–variabelnya kurang bisa diprediksi
secara ilmiah
4. Ketika fakta – fakta dibatasi
5. Ketika fakta–fakta tersebut tidak menunjukan titik
terang
6. Ketika hanya sedikit menggunakan data analitis
7. Ketika terdapat beberapa solusi alternatif masuk akal
yang bisa dipilih
8. Ketika waktu sangat terbatas
9. Ketika adanya tekanan utk membuat keputusan yg
tepat
F. Pengaruh perilaku dalam
pengambilan keputusan
1. NILAI :
 Panduan yang digunakan individu ketika dihadapkan pada
situasi dimana dirinya harus membuat suatu pilihan
 Ukuran utk menentukan apakah sesuatu hal baik atau buruk,
benar atau salah, sesuai atau tidak sesuai dsb
 Nilai ini diperoleh individu dari masa kehidupannya dan
merupakan dasar pemikirannya
 Dalam mengambil keputusan selalu dipandu oleh nilai yang
dimilikinya,seperti mempertimbangkan hak orang lain,
berpedoman pada nilai luhur, memenuhi standar perilaku,
dsbnya.
2. Kecenderungan terhadap resiko :

Orang yg memiliki kecenderungan menghindari


resiko yg rendah akan berbeda dalam
mengambil keputusan dibandingkan dgn orang
yg memiliki kecenderungan menghindari resiko
yg tinggi.
Orang akan lebih berani dan inovatif mengambil
resiko dlm kelompok dibanding individu
Orang akan lebih bersedia menerima resiko
ketika menjadi bagian atau anggota dari
suatukelompok.
3. Potensi timbulnya disonansi :
Adanya kecemasan yg terjadi setelah
pengambilan keputusan yg disebut dengan
disonansi kognitif, yaitu kondisi mental dimana
muncul kecemasan ketika terjadi konflik antara
aspek kognitif individu (seperti sikap atau
keyakinan)
Apabila disonansi ini terjadi, maka cara
terbaikuntukmengurangi adalah dengan cara
mengakui bahwa telah terjadi kesalahan dalam
pengambilan keputusan
4. Peningkatan komitmen :
Adalah bertambahnya kesetiaan terhadap
keputusan sebelumnya, dimana
pengambilan keputusan yg rasional tidak
digunakan
Hal ini dilakukan untuk mengubah
keputusan yg dianggap buruk atau
merugikan yg telah diputuskan
sebelumnya,menjadi keputusan yg
bermanfaat
G. Pengambilan keputusan
kelompok :
Keuntunyannya :
Lebih banyak pengetahuan dan informasi
Perbedaan pandangan
Pemahaman lebih lengkap
Meningkatnya penerimaan
Kerugiannya :
Tekanan sosial
Dominasi individu
Balas jasa
Pemikiran kelompok
H. Teknik pengambilan keputusan
Brainstorming : suatu teknik kretivitas yang
mengupayakan pencarian penyelesaian dari sutu
masalah tertentu dengan mengumpulkan gagasan
secara spontan dari anggota kelompok.
Teknik delphi : proses memperoleh kesepakatan
dari sekumpulan tenaga ahli tanpa mereka
mengetahui satu sama lain. Dalam metode ini
kuisioner disebarkan kepada responden.
Teknik nominal : metode untukmencapai konsensus
dalam suatu kelompok dengan cara mengumpulkan
ide dari tiap peserta, yg kemudian memberikan
voting dan ranking terhadap ide yg mereka pilih.

Anda mungkin juga menyukai