Bab 5
Tatanan tentang
Kesejahteraan Umum
Bab 5: Tatanan tentang
Kesejahteraan Umum
1. Sejahtera, Bahagia, & Kesejahteraan
3
a. Kesejahteraan Umum
• Kebutuhan Primer; Kebutuhan Nonmateri
b. Penanggung Jawab
c. Dimensi Waktu
2. Bekerja
19
Sejahtera & Bahagia
• Meski tidak persis sama, bahagia dan sejahtera tidak
bisa dipisahkan—kesejahteraan menjadi prasyarat
terwujudnya kebahagiaan.
– Sejahtera:
Situasi yang aman, sentosa, dan makmur.
– Bahagia:
Keadaan/perasaan tenang; terbebas dari segala yang
menyusahkan.
BAB 5 Tatanan tentang Kesejahteraan Umum 3
Kesejahteraan
• Kesejahteraan individu:
Kesejahteraan yang dirasakan oleh orang perorang.
• Kesejahteraan umum:
Kesejahteraan yang dirasakan oleh semua orang
dalam satu kesatuan.
BAB 5 Tatanan tentang Kesejahteraan Umum 4
Kesejahteraan: Individu & Umum
• Garis pemisah antara kesejahteraan umum dan
kesejahteraan individu dapat dicari, dengan
memetakan hubungan antara negara dan individu
sebagai warga negara.
– Warga negara:
Individu yang memiliki keterikatan pada entitas politik
yang memiliki kedaulatan wilayah.
– Negara:
Entitas politik yang memiliki kedaulatan wilayah itu
(tanah air).
BAB 5 Tatanan tentang Kesejahteraan Umum 5
Kesejahteraan Umum
• Sesuai Pembukaan UUD 1945, salah satu tujuan
Negara Indonesia adalah memajukan kesejahteraan
umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
– Maka, Sistem Ekonomi Indonesia harus berorientasi
kesejahteraan umum.
BAB 5 Tatanan tentang Kesejahteraan Umum 6
Kesejahteraan Umum:
Dua Syarat
• Kesejahteraan umum terpenuhi dengan dua syarat:
1. Terjaminnya pemenuhan kebutuhan primer, sehingga
semua warga negara bisa (paling tidak) hidup layak
• Agar tidak ada warga negara yang terlantar
2. Tersedianya kesempatan bagi semua warga negara untuk
meraih kehidupan yang lebih baik
• Peluang bagi yang mampu meraih kehidupan yang lebih baik
(di atas kebutuhan primer)
BAB 5 Tatanan tentang Kesejahteraan Umum 7
Kebutuhan:
Primer, Sekunder, Tersier
• Pemenuhan kebutuhan primer adalah kewajiban,
karena bersifat:
– Obyektif—semua manusia membutuhkan
– Minimal—agar kadar kemanusiaan terlindungi
• Secara alamiah, kebutuhan sekunder dan tersier
bersifat subyektif.
– Kesenangan dan kemewahan adalah persoalan individu,
pencapaiannya diserahkan kepada masing-masing individu.
BAB 5 Tatanan tentang Kesejahteraan Umum 8
Kesejahteraan Umum:
Kebutuhan Primer
• Kebutuhan primer terpenuhi apabila masyarakat
memiliki:
– Makanan
– Pakaian
– Tempat tinggal permanen
– Pendidikan
– Kesehatan
– Sarana komunikasi yang memadai
BAB 5 Tatanan tentang Kesejahteraan Umum 9
Kebutuhan Primer:
Hidup dan Terintegrasi
• Terpenuhinya kebutuhan primer dimaksudkan agar
manusia tidak hanya sekadar hidup, tetapi
terintegrasi dalam kehidupan masyarakat.
– Sandang, pangan, dan papan:
Syarat pokok agar manusia bisa hidup dan tidak terlantar
– Pendidikan, kesehatan, dan sarana komunikasi:
Dibutuhkan agar bisa terintegrasi dalam kehidupan sosial.
BAB 5 Tatanan tentang Kesejahteraan Umum 10
Kebutuhan Primer:
Kebutuhan Nonmateri
• Di samping kebutuhan materi, kesejahteraan
membutuhkan kebutuhan nonmateri:
1. Kebutuhan spiritual
2. Keamanan jiwa/kehidupan
3. Kemurnian akal
BAB 5 Tatanan tentang Kesejahteraan Umum 11
Kebutuhan Nonmateri:
Spiritual & Keselamatan
1. Kebutuhan spiritual terpenuhi manakala seseorang
sudah bisa menjalankan perintah agama dengan
sempurna.
2. Orang akan sejahtera manakala terbebas dari
ancaman terhadap keselamatan jiwa dan hartanya.
BAB 5 Tatanan tentang Kesejahteraan Umum 12
Kebutuhan Nonmateri:
Akal
3. Akal merupakan aset manusia yang bernilai tinggi,
karena merupakan pembeda antara manusia dan
binatang.
– Menjaga kemurnian akal agar tetap terjaga sifat
kemanusiaannya, adalah kebutuhan manusia.
BAB 5 Tatanan tentang Kesejahteraan Umum 13
Kesejahteraan:
Penanggung Jawab
• Dalam perekonomian berasaskan kekeluargaan dan
gotong royong:
– Kesejahteraan bukan sepenuhnya tanggung jawab negara
– Kesejahteraan adalah tanggung jawab semua pilar
kehidupan:
• Individu
• Keluarga
• Masyarakat
• Negara
BAB 5 Tatanan tentang Kesejahteraan Umum 14
Penanggung Jawab:
Individu
• Tiap individu bertanggung jawab mensejahterakan
dirinya.
– Manusia diturunkan di muka bumi untuk memakmurkan
dunia, termasuk dirinya sendiri.
• Tugas memakmurkan ini membutuhkan kekuatan fisik
• Maka, pemenuhan kebutuhan menjadi bagian tidak terpisahkan
dari kehidupannya.
BAB 5 Tatanan tentang Kesejahteraan Umum 15
Penanggung Jawab:
Keluarga
• Semua manusia terhimpun dalam kehidupan
keluarga.
– Di dalam keluarga ada hubungan keturunan, yang
melahirkan rasa saling menanggung antaranggotanya.
– Maka, kesejahteraan tiap individu/anggota keluarga
menjadi tanggung jawab kepala keluarganya.
• Individu-individu yang tidak mampu memenuhi kebutuhan
hidupnya adalah termasuk dalam tanggung jawab keluarganya.
BAB 5 Tatanan tentang Kesejahteraan Umum 16
Penanggung Jawab:
Masyarakat & Negara
• Bila ada keluarga kelaparan, menjadi tanggung jawab
tetangga terdekat atau masyarakat secara umum.
– Karena, sebagian/seluruh pendapatan seseorang adalah
berkat bantuan orang lain—ada tanggung jawab sosial.
• Kalau masyarakat tidak mampu bertanggung jawab
sosial, kewajiban terakhir ada pada negara.
– Jadi, tanggung jawab negara terbatas pada fakir miskin dan
anak terlantar (Pasal 34 UUD 1945).
BAB 5 Tatanan tentang Kesejahteraan Umum 17
Kesejahteraan:
Dimensi Waktu
1. Kesejahteraan hidup di dunia,
berlanjut pada kemuliaan hidup di akhirat
2. Kesejahteraan generasi sekarang,
dan generasi masa datang
BAB 5 Tatanan tentang Kesejahteraan Umum 18
Bab 5: Tatanan tentang
Kesejahteraan Umum
1. Sejahtera, Bahagia, & Kesejahteraan 3
a. Kesejahteraan Umum
• Kebutuhan Primer; Kebutuhan Nonmateri
b. Penanggung Jawab
c. Dimensi Waktu
2. Bekerja
19
Bekerja
• Bekerja merupakan instrumen mendasar dari
kesejahteraan.
– Dalam kehidupan ekonomi, sangat jarang kebutuhan
tersedia dengan sendirinya.
– Barang/jasa yang dibutuhkan itu perlu dihasilkan.
BAB 5 Tatanan tentang Kesejahteraan Umum 20
Bekerja:
Fungsi
1. Mencukupi kebutuhan dan kehormatan hidup
2. Menyejahterakan keluarga
3. Kesejahteraan masyarakat
4. Melestarikan kehidupan alam
BAB 5 Tatanan tentang Kesejahteraan Umum 21
Bekerja:
Kesempatan & Aturan
• Bekerja adalah sangat mulia:
– Menghindarkan diri dari ketergantungan kepada orang lain
– Memenuhi kewajiban terhadap keluarga dan masyarakat
• Maka, komponen yang tidak terpisahkan dari
kesejahteraan termasuk:
– Kebijakan memperluas kesempatan kerja
– Aturan dalam bekerja
BAB 5 Tatanan tentang Kesejahteraan Umum 22
Bekerja:
Kaidah
1. Ketentuan upah
2. Waktu kerja
3. Bentuk kerja
4. Keselamatan kerja
BAB 5 Tatanan tentang Kesejahteraan Umum 23
Bekerja:
Jaminan Sosial
• Tidak semua orang bisa bekerja secara produktif.
– Jaminan sosial akan menjamin kesejahteraannya.
• Dua model jaminan sosial:
– Jaminan sosial yang dilaksanakan masyarakat
(zakat, sedekah, dan bentuk-bentuk donasi lain)
– Jaminan sosial yang dilaksanakan pemerintah
• Sayangnya, ini masih terbatas.
BAB 5 Tatanan tentang Kesejahteraan Umum 24