0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
224 tayangan22 halaman

Mekanisme Penyelenggaraan Ekonomi

Bab 8 membahas tatanan mekanisme penyelenggaraan kegiatan ekonomi di Indonesia meliputi pengelolaan perekonomian melalui mekanisme pasar, perencanaan sentralistik, dan perencanaan demokratis. Bab ini juga membahas perencanaan pembangunan dengan pemetaan aktivitas ekonomi khususnya sektor strategis dan UKM serta peran negara dalam mengatur sektor-sektor tersebut.

Diunggah oleh

Doby
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
224 tayangan22 halaman

Mekanisme Penyelenggaraan Ekonomi

Bab 8 membahas tatanan mekanisme penyelenggaraan kegiatan ekonomi di Indonesia meliputi pengelolaan perekonomian melalui mekanisme pasar, perencanaan sentralistik, dan perencanaan demokratis. Bab ini juga membahas perencanaan pembangunan dengan pemetaan aktivitas ekonomi khususnya sektor strategis dan UKM serta peran negara dalam mengatur sektor-sektor tersebut.

Diunggah oleh

Doby
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Bab 8

Tatanan Mekanisme Penyelenggaraan


Kegiatan Ekonomi
Bab 8: Tatanan Mekanisme
Penyelenggaraan Ekonomi
1. Pengelolaan Perekonomian 3
– Mekanisme Pasar; Perencanaan Sentralistik;
Perencanaan Demokratis

2. Perencanaan Pembangunan
10
– Pemetaan Aktivitas Ekonomi
• Sektor Strategis; Peran Negara; UKM
Pengelolaan Perekonomian:
Penentuan Mekanisme
• Penentuan mekanisme pengelolaan perekonomian
pada dasarnya sangat tergantung pada:
1. Mekanisme sosial politik yang berlaku saat ini, dan yang
diharapkan di masa datang.
2. Sikap/mentalitas masyarakat terhadap kegiatan ekonomi.
3. Tingkat pendidikan rata-rata masyarakat—khususnya
pengetahuan tentang kegiatan ekonomi.
4. Kecanggihan lembaga ekonomi yang dimiliki—seperti
pasar, transportasi/komunikasi, hukum, serta perbankan.

BAB 8 Tatanan Mekanisme Penyelenggaraan Kegiatan Ekonomi 3


Pengelolaan Perekonomian:
Kelompok Mekanisme
• Umumnya, mekanisme pengelolaan perekonomian
dapat dibagi secara ekstrem menjadi dua kelompok:
1. Koordinasi perekonomian melalui mekanisme pasar.
2. Koordinasi perekonomian melalui otoritas yang
terencana secara terpusat (sentralistik).
Kebanyakan negara di dunia menggunakan gabungan
(synthesis) dari kedua macam koordinasi tersebut.

BAB 8 Tatanan Mekanisme Penyelenggaraan Kegiatan Ekonomi 4


Mekanisme Pengelolaan:
Mekanisme Pasar
• Mekanisme pasar sangat populer karena sekilas
sangat sederhana.
– Hanya dengan pengaturan tunggal—pasar atau the
invisible hand (mekanisme harga), diharapkan terwujud
secara alamiah:
• Redistribusi kesejahteraaan yang merata
• Penggunaan faktor-faktor produksi secara efisien

BAB 8 Tatanan Mekanisme Penyelenggaraan Kegiatan Ekonomi 5


Mekanisme Pasar:
Asumsinya Diabaikan
• Asumsi (prasyarat) dasarnya—sering diabaikan
ekonom masa kini—yaitu keharusan adanya
keseimbangan tenggang rasa dan egoisme, guna
menghindari kerakusan individu atau
ketidakharmonisan (ketimpangan).
– Maka, koordinasi ekonomi pasar harus didampingi
pengaturan-pengaturan lain yang tegas.

Prasyarat ini sering gagal disediakan oleh pemerintah


di manapun.
BAB 8 Tatanan Mekanisme Penyelenggaraan Kegiatan Ekonomi 6
Mekanisme Pengelolaan:
Perencanaan Sentralistik
• Syaratnya, mutu pengambilan keputusan dari para
administrator pemerintahan memadai dan benar
(sesuai kehendak masyarakat).
– Elite cenderung mempertahankan kekuasaan/kepentingan
– Administrasi pemerintahan membutuhkan informasi yang
banyak dan mahal.

Maka, koordinasi ini cenderung sangat tidak fleksibel


dan mengabaikan efisiensi.

BAB 8 Tatanan Mekanisme Penyelenggaraan Kegiatan Ekonomi 7


Mekanisme Pengelolaan:
Perencanaan Demokratis
• Pengelolaan perekonomian nasional yang
kompatibel dengan Pancasila dan UUD 1945:
”Pengaturan ekonomi melalui mekanisme
perencanaan demokratis, berasaskan kekeluargaan
dan kebersamaan.”
– ”Demokratis” mengacu pada pengertian demokrasi
kerakyatan:
• berdasarkan musyawarah Dewan Perwakilan Rakyat,
• guna menentukan arah dan tujuan pembangunan ekonomi.

BAB 8 Tatanan Mekanisme Penyelenggaraan Kegiatan Ekonomi 8


Perencanaan Demokratis:
Kompetisi & Perencanaan
• Mekanisme pengelolaan perekonomian
memperkenankan kompetisi antarpelaku ekonomi,
selama tidak menghancurkan asas kekeluargaan dan
kebersamaan.
– Maka, perencanaan arah dan tujuan pembangunan
ekonomi harus disusun:
• berdasarkan kepentingan bersama,
• secara musyawarah dan mufakat,
• untuk mencapai keharmonisan dan keselarasan.

BAB 8 Tatanan Mekanisme Penyelenggaraan Kegiatan Ekonomi 9


Bab 8: Tatanan Mekanisme
Penyelenggaraan Ekonomi
1. Pengelolaan Perekonomian
3
– Mekanisme Pasar; Perencanaan Sentralistik;
Perencanaan Demokratis

2. Perencanaan Pembangunan 10
– Pemetaan Aktivitas Ekonomi
• Sektor Strategis; UKM
Perencanaan Pembangunan:
Pemetaan Aktivitas Ekonomi
• Pada dasarnya sebagai instrumen pengaturan
ekonomi, perencanaan pembangunan dapat
dibangun sesuai dengan perbedaan aktivitas
ekonomi:
– Keterkaitan dengan kebutuhan hidup orang banyak
– Ketergantungan terhadap pemanfaatan sumber daya alam
– Besarnya penggunaan modal (skala produksi)
– Kebutuhan teknologi
(tingkat keterampilan sumber daya manusia)

BAB 8 Tatanan Mekanisme Penyelenggaraan Kegiatan Ekonomi 11


Pemetaan Aktivitas Ekonomi:
Sektor Strategis
• Berdasarkan pemetaan kegiatan berdasarkan empat
kegiatan utama, sektor strategis dapat diidentifikasi
hubungan eratnya dengan hajat hidup masyarakat.
– Contohnya, produk dan jasa dari sektor-sektor:
• Energi
• Pangan
• Pertahanan
• Kesehatan
• Pendidikan

BAB 8 Tatanan Mekanisme Penyelenggaraan Kegiatan Ekonomi 12


Perencanaan Pembangunan:
Pemetaan Aktivitas Ekonomi (Resiko SDA)

• llustrasi Pemetaan Aktivitas Ekonomi Sebagai Dasar


Perencanaan

13
Perencanaan Pembangunan:
Pemetaan Aktivitas Ekonomi (Resiko SDA)

• llustrasi Pemetaan Aktivitas Ekonomi Sebagai Dasar


Perencanaan

14
Perencanaan Sektor Strategis:
Peran Negara
• Implikasi dari perencanaan sektor strategis,
khususnya pada peran negara:
1. Umumnya, kegiatan ekonominya berbentuk monopoli
ataupun oligopoli, karena (a) besarnya modal awal yang
dibutuhkan ataupun (b) sebagai barang publik.
• Karena harganya tidak mencerminkan efisiensi usaha yang
optimal, pemerintah wajib melindungi mayarakat untuk
membayar ketidakefisienan tersebut.
• Maka, penentuan tarif/harga produknya harus disetujui negara.

BAB 8 Tatanan Mekanisme Penyelenggaraan Kegiatan Ekonomi 15


Perencanaan Sektor Strategis:
Peran Negara
• Implikasi dari perencanaan sektor strategis,
khususnya pada peran negara:
2. Umumnya, produknya tidak mempunyai pasar (barang
publik).
Maka, pemberian/penentuan subsidi berdasarkan:
• Selisih antara harga pokok penjualan dan daya beli
masyarakat,
• ditambah biaya distribusi.

BAB 8 Tatanan Mekanisme Penyelenggaraan Kegiatan Ekonomi 16


Perencanaan Sektor Strategis:
Peran Negara
• Implikasi dari perencanaan sektor strategis,
khususnya pada peran negara:
3. Pada dasarnya, pemerintah wajib menjamin terpenuhinya
seluruh kebutuhan masyarakat akan produk strategis,
baik kuantitas maupun kualitas.
• Maka, kegiatan transaksi pada pasar international (ekspor dan
impor) harus disetujui pemerintah.
• Juga, pengendalian kualitas produk merupakan tugas
pemerintah, sehingga harus menstandardisasi produk, sebagai
bentuk perlindungan terhadap masyarakat penggunanya.

BAB 8 Tatanan Mekanisme Penyelenggaraan Kegiatan Ekonomi 17


Perencanaan Sektor Strategis:
Peran Negara berdasarkan Skala Produksi

• Perencanaan Peran Negara dalam Pengaturan


Ekonomi Berdasarkan Skala Produksi
Perencanaan Demokratis:

• Perencanaan Peran Negara dalam Pengaturan


Ekonomi Strategis
Peran Negara:
Intervensi
• Perencanaan berdasarkan pemetaan ini memberikan
ruang bagi pemerintah untuk
mengoreksi/mengintervensi pasar bebas (jika
memunculkan ketidakadilan).
– Intervensi tidak langsung (indirect intervention)—
melalui regulasi
– Intervensi langsung (direct intervention)—melalui
BUMN/BUMD

BAB 8 Tatanan Mekanisme Penyelenggaraan Kegiatan Ekonomi 20


Pemetaan Aktivitas Ekonomi:
UKM
• Pemetaan kegiatan ekonomi mengidentifikasikan
UKM sebagai ”kegiatan ekonomi yang menggunakan
teknologi dan modal yang rendah.”
– Implikasi perencanaan UKM perlu diperhatikan serius,
karena berkaitan erat dengan:
• Kemiskinan
• Redistribusi hasil pembangunan

BAB 8 Tatanan Mekanisme Penyelenggaraan Kegiatan Ekonomi 21


UKM: Peran Negara
• Implikasi peran negara dalam pengelolaan UKM:
1. Karena lemahnya permodalan dan keterampilan dari
pengusaha sektor ini, pasar produknya harus dilindungi
dari persaingan pengusaha besar.
• Jika tidak, terjadi persaingan saling menindas atau eksploitasi;
artinya, berpotensi mengganggu keharmonisan masyarakat.
2. Pengusaha sektor ini jumlahnya sangat banyak, dan
umumnya berada pada kelompok pendapatan rendah.
• Peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk meningkatkan
kemampuan UKM mengakses modal dan teknologi.

BAB 8 Tatanan Mekanisme Penyelenggaraan Kegiatan Ekonomi 22

Anda mungkin juga menyukai