0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan16 halaman

Memahami Reliabilitas dan Validitas Pengukuran

Dokumen tersebut membahas tentang reliabilitas dan validitas sebagai karakteristik penting dalam pengukuran psikologis. Reliabilitas mengacu pada konsistensi hasil pengukuran, sedangkan validitas mengacu pada akurasi pengukuran. Berbagai metode untuk mengestimasi reliabilitas dan validitas dijelaskan, seperti tes ulang, bentuk paralel, serta validitas isi, konstruk dan berdasarkan kriteria.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan16 halaman

Memahami Reliabilitas dan Validitas Pengukuran

Dokumen tersebut membahas tentang reliabilitas dan validitas sebagai karakteristik penting dalam pengukuran psikologis. Reliabilitas mengacu pada konsistensi hasil pengukuran, sedangkan validitas mengacu pada akurasi pengukuran. Berbagai metode untuk mengestimasi reliabilitas dan validitas dijelaskan, seperti tes ulang, bentuk paralel, serta validitas isi, konstruk dan berdasarkan kriteria.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Reliabilitas

Reliabilitas

Konsistensi Keterandalan Keterpercayaan


Kestabilan Keajegan

Sejauh mana hasil suatu proses pengukuran


dapat dipercaya

Hasil suatu pengukuran dapat dipercaya bila dalam beberapa


kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subjek yang
sama diperoleh hasil yang relatif sama, selama aspek yang
diukur dalam diri subjek belum berubah
alat ukur hasil ukur
Reliabilitas Reliabilitas

Eror Pengukuran Eror dalam pengambilan


sampel subjek
Sejauhmana inkonsistensi
Sejauhmana inkonsistensi
hasil ukur terjadi apabila
hasil ukur terjadi apabila
pengukuran dilakukan
pengukuran dilakukan
ulang pada kelompok
ulang pada kelompok
subjek yang sama
subjek berbeda dari
populasi yang sama
Estimasi Reliabilitas

Estimasi fungsi skor yang diperoleh melalui tes, bukan


fungsi dari tes itu sendiri

Tes sudah Jika tes akan


diestimasi digunakan pada
reliabilitasnya sampel lain, maka
komputasi
reliabilitas hasil
ukur pada sampel
ini tetap harus
dilakukan
Validitas

Sejauhmana akurasi suatu tes dalam menjalankan


fungsi pengukurannya

Keakuratan Ketepatan Kecermatan

Ketelitian Relevansi

Tujuan
pengukuran
Jika hasil ukur tidak cermat / teliti

Overestimasi Underestimasi

Varians kesalahan / Error Variance

Varians error Skor


Data valid pengukuran mendekati
kecil True score
Validitas

Menurut Cronbach,

• Tujuan proses validasi adalah untuk


melakukan validasi terhadap interpretasi data
yang diperoleh oleh prosedur tertentu.
• Tujuannya bukan untuk validasi terhadap tes.

Validitas skor / hasil pengukuran


Pergeseran makna validitas
• Awalnya, validitas dikonsepkan sebagai
karkateristik tes untuk menjawab pertanyaan
mengenai apakah suatu tes mengukur apa
yang hendak diukurnya?
• Saat ini, validitas dipandang sebagai
karakteristik interpretasi skor tes  valid jika
inferensi yang dibuat berdasar skor tes harus
layak, bermakna dan bermanfaat.
Untuk mengukur apa?
Valid
Untuk kelompok subjek yang mana?
Konsep Reliabilitas Menurut Teori Skor Murni
Klasik
• Menurut Allen & Yen (1979) ada 6 cara untuk
memandang koefisien reliabilitas :
– Reliabilitas hasil ukur ditentukan oleh korelasi antara
skor tampak dua tes yang paralel.
– Reliabilita dapat dilihat dari besarnya proporsi
varians X yang dijelaskan oleh hubungan liniernya
dengan X’ yang paralel
– Koefisien reliabilitas merupakan perbandingan
antara besarnya varians skor murni dan varians skor
tampak, atau proporsi varians skor tampak yang
mengandung varians skor murni. Misal r = 0,80
artinya 80 % varians skor tampak merupakan
gambaran varians skor murni.
Konsep Reliabilitas Menurut Teori Skor Murni
Klasik
– Koefisien reliabilitas merupakan kuadrat dari
koefisien korelasi antara skor tampak dan skor
murni. Jika r = 0,64 maka korelasi skor tampak dan
skor murni adalah 0,8.
– Koefisien reliabilitas sama dengan satu dikurangi
oleh kuadrat koefisien korelasi antara skor
tampak dengan eror dalam pengukuran.
– Koefisien reliabilitas sama dengan satu dikurangi
dengan hasil bagi antara varian eror dengan
varians skor tampak.
Konsep validitas menurut teori skor murni
klasik
• Makna validitas merupakan sejauhmana besaran
skor tampak (X) mampu mendekati skor murni
(T).
• Skor tampak (X) tidak akan sama dengan skor
murni (T) kecuali jika alat ukur tsb memiliki
validitas yang sempurna.
• Semakin skor tampak (X) mendekati skor murni
(T), maka validitas semakin tinggi
• Pengukuran yang tinggi validitasnya berarti
memiliki eror yang kecil / varians eror yang kecil.
Koefisien Reliabilitas dan Koefisien validitas

• Tinggi rendahnya reliabilitas dan validitas hasil


ukur yang sesungguhnya tidak dapat diketahui
secara pasti, namun dapat diestimasi.
• Error pengukuran tidak dapat dieliminasi,
namun hanya dapat diminimalkan, sehingga
tidak mungkin memperoleh hasil ukur yang
benar-benar bebas dari kesalahan.
Koefisien reliabilitas
• Korelasi linier antara 2 distribusi skor tes yang
paralel
• Koefisien reliabilitas disimbolkan dengan rxx’
• Secara teoritik koefisien reliabilitas berkisar
antara 0 sampai dengan 1.
• Koefisien reliabilitas 1, tidak pernah dijumpai.
• Koefisien reliabilitas selalu mengacu pada
angka yang positif.
Koefisien validitas
• Korelasi linier antara distribusi skor tes yang bersangkutan
dengan distribusi skor suatu kriterion yang relevan.
• Kriterion dapat berupa skor tes lain yang mempunyai fungsi
ukur yang sama dengan tes yang bersangkutan atau berupa
ukuran lain yang relevan spt : hasil rating pihak ketiga.
• Koefisien validitas :
– Disimbolkan dengan rxy
– Nilainya berkisar antara 0 sampai dengan 1.
– Bernilai 1, tidak pernah dijumpai.
– Selalu mengacu pada angka yang positif.
• Lebih sulit memperoleh koefisien validitas yang tinggi dari
pada koefisien reliabilitas yang tinggi.
• Tidak semua pendekatan dan etimasi terhadap validitas
akan menghasilkan suatu koefisien
Metode Estimasi Reliabilitas

Metode Tes Ulang (Test retest)

Metode Bentuk Paralel (Parallel-forms)

Metode Penyajian Tunggal (Single trial)


Metode Estimasi Validitas

Validitas isi (Content Validity)

Validitas Konstruk (Construct Validity)

Validitas berdasarkan kriteria


(Criterion-related valiidity)

Anda mungkin juga menyukai