‘’Evaluasi dalam
Manajemen’’
Oleh
Farah deva rachman
Reguler A
01
Secara umum
Pengertian evaluasi, tujuan evaluasi,
pelaku evaluasi,dan teknik evaluasi
dalam manajemen
Menurut ahli:
evaluasi yaitu
Pengertian Evaluasi penaksiran terhadap
pertumbuhan dan
dalam Manajemen kemajuan ke arah
tujuan aatau nilai-
nilai yang telah
ditetapkan
Dalam istilah “Manajemen evaluasi”
ialah suatu proses yang bersistem dan Oleh:
objektif yang menganalisa, sifat dan ciri Wrigsto
ne
dari suatu pekerjaan baik dalam -1956
organisasi maupun perusahaan.
Tujuan Evaluasi dalam Manajemen
Tujuan
Evaluasi ialah fungsi dari
manajemen yang bertujuan
1. Mengetahui efektifitas dan efisiensi
mengetahui dan mengukur: hasil pelakasanaan dari rencana.
efektifitas, efisien serta mengukur 2. Mengukur subjektif hasil
subjektif. pelaksanaan dengan ukuran yang
dapat diterima pihak yang
mendukung atau tidak dari suatu
perencanaan.
Pelaku yang Melakukan Evaluasi dalam Manajemen
Leader
Evaluasi dalam manajemen berhak
dilakukan oleh leader (pemimpin)
Atau atasan, baik di organisasi atau
perusahaan.
Sedangakan pada
Pada perusahaan secara oraganisasi evaluasi di
umum evaluasi dilakukan lakukan oleh ketua
oleh atasan, pemegang (leader), sekretaris
saham, dewan direksi, kepala organisasi, serta ketua
divisi dan para pemegang divisi, dan para
jabatan lainnya. pemegang jabatan
lainya.
Teknik melakukan Evaluasi dalam Manajemen
Evaluasi mandiri (self
1. Evaluasi 360 Derajat
b. Unit organisasi melakukan
evaluation)
Teknik evaluasi 360 derajat evaluasi ini
evaluasi kinerja dengan alat
akan diperoleh umpan balik ganda dan penilaian yang sama antar
yang tidak hanya diperoleh dari para
unit organisasi.
pimpinan, melainkan juga dari rekan
Evaluasi manajemen
sejawat dan para konsumen, antara
lain tekniknya: c. Evaluasi kinerja manajemen dilakukan
oleh tim yang terdiri dari pipmpinan
Evaluasi antar unit internal eksekutif, manajer umum dan manajer
a. (peer departemen)
Seluruh unit organisasi melakukan
fungsional.
Evaluasi bagi para senior
evaluasi kinerjanya, antar unit
organisasi yang memiliki d. manajemen
Unit-unit oraganisasi harus
keterkaitan satu dengan lainnya melakukan evaluasi dan
(peer). memberikan umpan balik atas
kinerja para senior manajer.
Teknik melakukan Evaluasi dalam Manajemen
Evaluasi Semu (PseudoEvaluation)
Metode diskriptif untuk menghasilkan
2. Teknik evaluasi informasi yang valid dan dapat dipercaya
program dan kebijakan. mengenai hasil kebijakan, untuk
menanyakan manfaat atau nilai dari hasil
Merupakan metode atau tersebut perseorangan, kelompok maupun
Pendekatan evaluas yang masyarakat.
berkaitan dengan evaluasi
kebijakan dan program.
Pendekatan evaluasi terdiri Evaluasi Formal
dari dua pendekatan yaitu: Menggunakan metode deskriptif untuk
menghasilkan informasi valid dan dapat
dipercaya mengenai hasil kebijakan, dengan
melakukan evaluasi atas dasar tujuan
program kebijakan yang secara formal oleh
para pembuat kebijakan dan administrator
program.
Teknik melakukan Evaluasi dalam Manajemen
3. Teknik keputusan teoritis Informasi finansial.
Penilaian laporan kinerja finansial
Evalusi yang menggunakan
pendekatan deskriptif untuk diukur berdasarkan pada
menghasilkan informasi yang anggaran yang telah dibuat
valid dan dapat
Dipertanggungjawabkan
mengenai hasil kebijakan
yang secara eksplisit dinilai
oleh berbagai pelaku Informasi non-finansial.
kebijakan. Pengukuran kinerja yang diukur bukan
dari aspek finansialnya saja akan tetapi
juga aspek non-finansial, seperti:
1. Kepuasan pelanggan.
2. Efesiensi proses internal.
3. Efektifitas pengeluaran.
02.
Definisi Model Model
Evaluasi menurut
Para Ahli
Definisi Model Evaluasi
Secara umum
Model evaluasi manajemen adalah
proses sistematis untuk menilai dan
mengevaluasi kinerja manajemen.
Model evaluasi
Merupakan desain evaluasi yang
dikembangkan oleh para ahli
evaluasi, yang biasanya dinamakan
pembuatnya atau tahap evaluasinya.
Definisi Model Evaluasi oleh Beberapa Ahli
3. Prosecc evaluation
1. Context evaluation:
1. Evaluasi model proses untuk
pengumpulan
mengecek
CIPP informasi
pelaksanaan suatu
melakukan tujuan,
rencana /program,
Oleh Stuflebeam -1985, mendefinisikan
bertujuan
konsep evaluasi model lingkungan yang
memberikan
ini terdiri empst dimensi relevan.
feedback.
yaitu: 4. Product evaluation :
context, input, process, 2. Input evaluation:
untuk mengukur,
dan product (CIPP) evaluasi untuk
menafsirkan, dan
menentukan cara
menetapkan
bagaimana tujuan
pencapaian hasil dari
tercapai.
suatu program.
Definisi Model Evaluasi oleh Beberapa Ahli
2. CSE-UCLA Model 1. Need assessment; 3. Formative
Suharsimi Arikunto dan Cepi tahap penentuan evaluation; evaluator
Safruddin Abdul Jabar-2007 masalah. memusatkan perhatian
menjelaskan CSE dan UCLA. pada keterlaksanaan
CSE, singkatan dari Center for 2. Program planning; program.
the Study of Evaluation, evaluator
sedangkan UCLA singkatan menggumpukan data-
dari University of California in data tentang 4. Summative e
Los Angeles. Ada lima tahap pembelajaran dan valuator; evaluator
yang dilakukan dalam pemenuhan kebutuhan mengumpulkan data-
evaluasi; perencanaan, yang diidentifikasi pada data hasil dan dampak
pengembangan, implementasi, tahap needs dari program.
hasil, dan dampak. Kemudian assessment.
disempurnakan menjadi empat
tahap:
Definisi Model Evaluasi oleh Beberapa Ahli
3. Stake’s
Countenance Model
Model evaluasi ini 1. Antecedents 3. Outcomes
dikembangkan oleh (hasil); akibat
Stake. Model Stake ini
(masukan);
terkonsentrasi pada dua sebelum program implementasi
langkah pekerjaan diimplementasikan pada akhir
evaluasi deskripsi program
(description) dan 2. Transactions
pertimbangan (proses);
(judgement), serta pelaksanaan
membedakannya
menjadi tiga tahapan
program.
yaitu:
Definisi Model Evaluasi oleh Beberapa Ahli
4. Tyler’s Goal Attainment
Model
Goal Attainment Evaluation Model,
dikembangkan oleh Tyler dan
merupakan model paling awal.
Objek pengamatan
berupa tujuan program, evaluasi dilakukan secara
terus-menerus dan berkesinambungan, untuk
mengecek seberapa jauh tujuan program dapat
dicapai.
Definisi Model Evaluasi oleh Beberapa Ahli
5. Discrepancy Mode
Disscrepancy Model, dikembangkan
oleh Malcolm Provus. Menekankan
pada pandangan adanya
kesenjangan dalam pelaksanaan
program.
Suatu program
Evaluator dapat membandingkan antara seharusnya
diharapkan terjadi (standard) dengan yang sebenarnya
terjadi (performance). Membandingkan kedua hal
tersebut, maka dapat diketahui ada tidaknya kesenjangan
(discrepancy),
03
Tujuan dan Fungsi
Evaluasi dalam Manajemen
Tujuan Evaluasi
Evaluasi proses sistematis dan berkelanjutan untuk
menggumpulkan, mendeskripsikan,
menginterpretasikan, dan menyajikan informasi suatu
program sebagai dasar membuat keputusan, kebijakan
maupun program.
Eko Putro Widoyoko Sukiman
Tujuan evaluasi untuk Tujuan umum dari evaluasi adalah untuk
memperoleh informasi akurat memperoleh data pembuktian, yang akan
dan objektif tentang suatu menjadi petunjuk tingkat kemampuan
program dan tingkat keberhasilah pencapaian
yang telah ditetapkan.
Venus
Fungsi Evaluasi
Sukardi 2012
Evaluasi mempunyai fungsi yang bervariasi di dalam
proses manajemen:
1. Memberi informasi yang valid mengenai 2. Memberi sumbangan pada klarifikasi dan
kinerja kebijakan, program, dan kritik.
kegiatan. Evaluasi memberi sumbangan pada
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui klarifikasi dan terhadap nilai-nilai yang
seberapa jauh kebutuhan, nilai,dan mendasari, seperti tujuan dan target.
kesempatan yang telah dicapai.
3. Memberi sumbangan pada kebijakan.
Evaluasi berfungsi untuk memberi
sumbangan pada metode kebijakan,
termasuk perumusan masalah dan
rekomendasinya.
04.
Jenis – Jenis
Evaluasi dalam
Manajemen
Jenis Evaluasi Manajemen
Evaluasi Formatif
Penilaian terhadap hasil
yang telah dicapai, dari
kegiatan atau program kerja
yang telah dilaksanakan.
Evaluasi Sumatif
Penilaian terhadap hasil yang telah
dicapai dari kegiatan atau program
kerja, secara keseluruhan, dari awal
hingga akhir.
Perbandingan
Model-Model
Evaluasi
Menurut Ahli
Letak Perbedaan dari Ke Lima Model Menurut Parah
Ahli
1. Evaluasi model CIPP 2. CSE-UCLA Model
Pada model ini Stuflebeam Pada model ini suharsini
membahas konsep evaluasi Arikunto dan Cepi Safrudin
yang terdiri dari, evaluasi Abdul Jabar membahas
konteks, evaluasi masukan, konsep evaluasi
evaluasi proses, dan evaluasi beerdasarkan yaitu lima tahap
hasil yang bertujuan perencanaan,
mengukur dan menetapkan pengembangan,
pencapain dari suatu implementasi, hasil, dan
program. dampak.
Mercury
Letak Perbedaan dari Ke Lima Model Menurut Parah
Ahli
[Link]’s Countenance Model
4. Tyler’s Goal Attainment Model
Pada model ini Stake membahas
konsep evaluasi yang terdiri dari, Pada model ini Tyler menggunakan
deskripsi dan pertimbangan. Dan model evluasi Goal Attaiment Model,
membedakannya menjadi tiga tahap yang merupakan model paling awal.
yaitu: masukan, proses, dan hasil. Pada Disini objek utama pengamatannya
model ini mungkin terlihat sama dengan berupa tujuan dari program yang
model CIPP oleh Stuflebeam yang tercantum dalam perencanaan, dan
membedakan jika pada model CIPP evaluasi dilakukan secara terus-
terdapat evaluasi konteks namun pada menerus hingga mencapai program
model Stake ada Deskripsi dan yang ditujukan.
pertimbangan, kedua hal tersebut yang
menjadi pembeda.
Mercury
Letak Perbedaan dari Ke Lima Model
Menurut Parah Ahli
5. Discrepancy Model
Pada model ini sangat berbeda di bandingkan dengan
model lainnya ,Discrepancy Model atau yang berarti
kesenjangan yang dikembangkan oleh Malcolm
Provus ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan
suatu program dengan membandingkan standard dan
perfomance, untuk menganalisis apakah suatu
program layak diteruskan, ditingkatkan, atau di
hentikan.
Sekian presentasi saya! Terimakasi!